Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Missed Kiss


__ADS_3

Matahari terlihat begitu cerah menerangi langit di pagi hari ini..


Di sebuah kamar rumah sakit, terlihat seorang pria yang telah sadar beberapa hari dari kondisi kritisnya kini tengah duduk bersandar di atas tempat tidurnya dengan kondisi tubuh yang sudah cukup sehat dan bertenaga.


Di samping tempat tidurnya, terlihat seorang wanita yang selalu setia berada di sampingnya sejak ia sadarkan diri.


Gadis itu sedang menyuapkan makanan kepada sang suami dengan pelan dan hati-hati..


Alex membuka mulutnya dan memakan buburnya dengan perlahan.


Setelah selesai, Anna pun memberikan minuman pada sang suami..


Anna kemudian juga menyiapkan obat yang harus di minum Alex setelah makan..


Gadis itu terlihat jauh lebih baik kondisinya sekarang.. Ia tidak lagi memakai kursi roda dan sudah bisa berjalan sendiri.


Alex menatap setiap pergerakan istrinya dalam diam. Ia tersenyum tulus dan merasa pandangannya tidak bisa lepas sedetik pun pada gadis yang amat sangat ia cintai itu,


"Ini obatnya, kau harus meminumnya sekarang" ucap Anna pelan sambil membuka beberapa obat yang harus di minum Alex pagi ini.


Alex tersenyum pelan melihat wajah Anna dan mulai mengangkat sebelah tangannya untuk meraih pipi gadis itu dan mengusapnya dengan lembut,


"Terimakasih.... sayang..." ucapnya lembut.


Anna mengangkat wajahnya dan tersenyum tulus pada Alex,


"Kau tidak perlu berterimakasih.. Ini semua kewajibanku sebagai seorang istri" ucap Anna lembut.


Anna mulai memberikan obatnya pada Alex,


"Ini.. Minumlah.." ujarnya sambil perlahan menyuapkan obat itu satu per satu pada Alex sampai selesai.


Setelah selesai Anna pun hendak berdiri untuk menyimpan gelas, tetapi dengan cepat Alex menahan tangan gadis itu,


"Ada apa??" tanya Anna sedikit khawatir.


Alex menatap wajah Anna dalam dan tersenyum lembut,


"Terimakasih.." ucapnya tulus.


Anna menatap wajah Alex dan tersenyum sambil mengusap pelan wajah suaminya itu,


"Sama-sama sayang.." balasnya.


CKLEK!!!


Pintu ruangan Alex pun terbuka, terlihat seorang Dokter dan perawat masuk untuk memeriksa kembali kondisi Alex,


"Selamat pagi Tuan dan Nona" sapanya.


Anna menatap Dokter itu dan membalas sapaannya,


"Selamat pagi Dokter" ucapnya.


Dokter mendekati Alex dan tersenyum,


"Sepertinya kondisi Tuan Alex terlihat semakin membaik" ucapnya pada Alex.


Alex tersenyum pelan mendengar ucapan Dokter itu,


"Aku akan memeriksa kembali kondisi Tuan dan menukar perban luka yang ada di perut" ujarnya dan mulai memeriksa kondisi tubuh Alex sambil membuka perban yang menutupi bekas luka Alex.


"Lukanya sudah mulai mengering, tetapi untuk berjaga-jaga, aku akan menutupnya lagi dengan perban" ucapnya.

__ADS_1


Dokter dan perawat pun memberikan obat pada bekas luka di perut Alex dan menutupnya kembali dengan perban.


Dokter pun memeriksa mata Alex dan perlahan mencoba mendudukkan pria itu dengan tegak,


"Apakah jika seperti ini masih terasa sakit??" tanya Dokter itu pada Alex.


Alex terlihat sedikit merintih namun menggeleng pelan,


"Tidak terlalu Dokter.." ucapnya pelan.


Dokter pun mengangguk dan tersenyum,


"Syukurlah, kondisi anda sudah sangat membaik. Mungkin beberapa hari lagi, anda sudah mulai terbiasa dan bisa pulang" ujarnya.


Anna pun tersenyum senang dan mengangguk pada Dokter itu,


"Kalau begitu, aku permisi dulu" ucapnya berpamitan setelah selesai memeriksa.


Anna pun mengangguk pada Dokter itu,


"Terimakasih Dokter" ucapnya.


Dokter pun membuka pintu dan keluar dari ruangan Alex.


Alex menatap istrinya dan menggenggam tangan gadis itu untuk menuntunnya agar duduk disamping tempat tidurnya,


"Syukurlah.. Kondisimu semakin membaik" ujar Anna bersyukur.


Alex menyentuh pipi Anna dan mengangguk pelan,


"Ini semua berkat doa-doamu sayang.." ucapnya pelan.


Anna menyentuh tangan Alex di pipinya dan mengusapnya lembut,


Anna mengangguk pelan dan menatap wajah Alex dalam,


"Aku juga sangat bersyukur..." jawabnya menahan tangis.


Alex menatap mata Anna yang berkaca-kaca dan menggeleng pelan,


"Sudah, jangan menangis lagi.. Aku tidak mau melihat air mata ini kembali terjatuh di pipimu.." ujarnya lembut.


Anna pun menghela nafasnya dan mengangguk. Alex mengusap pelan rambut istrinya dan seketika terdiam saat mengingat sesuatu,


"Anak kita... Bagaimana, kondisi anak kita sekarang??" tanya Alex tiba-tiba.


Anna menatap Alex dan tersenyum lembut,


"Dokter bilang, kondisi mereka sudah cukup membaik, tetapi Dokter belum mengizinkan orang untuk masuk ke ruangan. Mereka masih harus mendapatkan perawatan sampai kondisinya benar-benar cukup sehat" jelas Anna.


Alex yang mendengar ucapan Anna seketika mengernyitkan keningnya,


"Mereka???" tanya Alex tidak mengerti.


Anna pun menatap Alex dan seketika tertawa pelan. Benar, ia belum memberitahu Alex bahwa anak mereka adalah kembar. Ia berencana memberitahu Alex saat kondisi pria itu sudah membaik.


Dan, sepertinya sekarang adalah waktu yang tepat karena kondisi Alex sudah cukup membaik,


"Alex... Ada yang ingin aku beritahu padamu" ucapnya sambil menyentuh pipi suaminya dengan lembut.


Alex menatap wajah istrinya dan terlihat bingung namun tidak mengatakan apapun,


"Anak kita.... Anak kita ada dua" ujarnya yang membuat Alex semakin mengernyitkan keningnya.

__ADS_1


"Dua???" ujar Alex tidak mengerti.


Anna tertawa pelan melihat wajah kebingungan suaminya dan menakup wajah pria itu dengan gemas,


"Anak kita kembar sayang... Lelaki dan perempuan" ujarnya tersenyum bahagia.


Seketika Alex pun membelalakkan matanya dan menatap Anna tidak percaya,


"Be.. Benarkah???" tanyanya lagi mencoba memastikan.


Anna pun mengangguk cepat untuk menjawab pertanyaan suaminya itu.


Seketika mata Alex pun terlihat berkaca-kaca, dan dengan cepat ia memeluk tubuh istrinya dengan erat,


GREP!!!


"Ya Tuhan... Aku benar-benar tidak percaya ini..." bisik Alex di dalam pelukan Anna.


Anna membalas pelukan Alex sambil menahan tangisnya. Pria itu terus mengecup kening istrinya sambil terus mengucap rasa syukur.


Setelah cukup lama memeluk istrinya. Alex pun mulai melepaskan pelukannya dan menatap wajah Anna dalam sambil menghapus air mata di pipi gadis itu,


"Aku merasa sangat.. sangat bersyukur sayang.." ucapnya.


Anna pun mengangguk pelan dan melepaskan pelukannya,


"Semoga, mereka bisa segera membaik, dan kita bisa membawa mereka pulang" ujar Anna penuh harap.


Alex pun mengangguk merespon ucapan Anna sambil mengusap pelan pipi gadis itu. Ia menatap lama wajah Anna dan tersenyum lembut.


Tiba-tiba tatapan pria itu tertuju pada bibir merah muda istrinya. Alex merasa seperti sudah sangat lamaa sekali ia tidak mencium bibir yang selalu membuatnya tak bisa mengendalikan dirinya itu.


Tangan Alex tiba-tiba meraih dagu Anna dan mengusapnya pelan. Ia menatap kedua mata indah istrinya dengan intens,


"Aku merasa... Seperti sudah sangat lama sekali, aku tidak menciummu" bisiknya dalam.


Anna membalas tatapan mata Alex dan tersenyum lembut,


"Bolehkah----" ucap Alex terputus saat dengan cepat Anna menaruh jari telunjuknya di bibir suaminya itu.


Dengan cepat Anna pun menempelkan bibirnya pada bibi Alex,


CUP!!!


Alex sedikit terkejut dengan pergerakan Anna yang tiba-tiba menciumnya. Pria itu memeluk pinggang istrinya dan menikmati kecupan manis istrinya yang amat sangat ia rindukan.


Anna pun melepaskan ciumannya dan tersenyum pada Alex..


Alex membalas senyuman istrinya dan kembali meraih tengkuk gadis itu,


"Aku... menginginkannya lagi..." bisik Alex penuh harap.


Lalu pria itu pun menempelkan kembali bibir mereka berdua untuk lebih lama menikmati ciuman yang sangat ia rindukan itu...


Bersambung..


Hallo jangan lupa dukung selalu cerita ini ya ☺️


Author minta banget dukungannya seperti vote, hadiah, apalagi like dan komentarnya.. Selalu bikin semangat 😁


Jangan lupa bantu dukung juga novel kedua author yang judulnya "Mysterious Man" Ya...


Please... 🥺🙏

__ADS_1


Terimakasih banyak ❤️🙏


__ADS_2