Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Épouse-moi


__ADS_3

Anna kembali mengarahkan pandangannya ke sekitar untuk mencari keberadaan Harry dengan cemas.


"Harry!!!!" teriak Anna.


Anna yang sadar di tinggalkan pun hanya bisa menghela nafasnya dan menatap taman di depannya. Taman itu sangat indah dengan background lautan di belakang sana. Untuk apa Alex menyuruh Harry membawanya kemari?? pikir Anna.


Tiba-tiba seorang anak laki-laki menghampiri Anna dan memberikannya sebuah amplop. Anna pun mengambil amplop itu dan hendak menyapa anak kecil tadi. Namun, anak laki-laki itu dengan cepat kembali berlari menjauhi Anna.


Anna terlihat kembali kebingungan dan mulai membuka amplop di tangannya. Di dalam amplop itu terlihat sebuah kertas kecil. Anna pun mengambilnya dan melihat sebuah tulisan disana,


"Pertemuanku denganmu mungkin bukanlah sebuah pertemuan yang berkesan untukmu. Namun... Itu adalah awal dimana aku merasa ada yang salah dengan tubuhku saat aku pertama kali menatapmu..."


Anna membaca tulisan itu dan mengarahkan pandangannya ke sekitar dengan bingung. Apakah ini tulisan Alex?? Apa maksud dari tulisan ini?? pikirnya sedikit bingung.


Anna pun menatap taman di depannya dan melangkah perlahan menghampiri taman itu. Taman itu sangat indah dengan bermacam bunga berwarna-warni. Namun bunga berwarna merah muda lebih mendominasi di sana.


Di depannya Anna melihat sebuah jalan kecil seperti labirin. Namun labirin ini terlihat sangat indah karena di tutupi oleh bunga-bunga.


Anna melangkah dengan ragu dan mencoba mencari jalan. Tiba-tiba Anna menghentikan langkahnya saat melihat kembali sebuah amplop yang tergantung di salah satu tangkai bunga yang menjuntai.


Anna mengambil amplop itu dan membukanya,


"Saat pertama kali aku mencium bibirmu, aku tau kau pasti merasa sangat marah dan benci padaku..


Walaupun setelahnya aku berekspresi datar padamu, tetapi sebenarnya jantungku saat itu berdebar sangat kencang..


Itu adalah ciuman pertamaku..


Dan aku tau... Itu juga adalah ciuman pertamamu..


Dan kau tau, Aku sangat bahagia saat mengetahui hal itu..."


Anna tersenyum tipis saat membaca surat itu. Dia pun kembali memasukkan kertasnya ke dalam amplop dan mencoba melangkah kembali.


Anna tidak tau maksud dari semua surat ini. Dan untuk apa sebenarnya Alex melakukan hal ini?? pikirnya lagi.


Anna kembali melangkah lebih dalam. Di ujung sana dia melihat sebuah tali-tali yang menjuntai di atas ranting. Anna menghampiri tali itu dan dengan terkejut melihat beberapa foto dirinya yang tergantung disana.


Anna mengambil salah satu foto. Itu adalah foto-foto dirinya yang diambil tanpa sepengetahuan Anna. Ada foto saat dirinya tersenyum di taman dengan gaun kuningnya, foto saat dirinya termenung, bahkan foto saat dirinya sedang tertidur.


Siapa yang mengambil foto-foto ini?? pikir Anna.


Ada sebuah kertas yang menempel pada salah satu foto. Anna pun mengambil kertas itu dan membukanya.


"Gadis cantik yang telah mencuri seluruh hatiku...


Melihatnya tersenyum membuat hatiku menghangat dan berdebar kencang. Saat itu, aku masih ragu dan mengabaikan perasaanku. Namun, semakin hari hati ini semakin menggila padanya..


Dan saat itulah aku menyadari sepertinya gadis itu telah menaklukkan hatiku yang dingin..."


Anna kembali tersenyum lembut, lalu pandangannya mengarah pada sebuah panah yang menunjuk pada tali berwarna merah. Anna mendekati tali itu dan melihat sebuah kertas yang bertuliskan 'Pegang dan ikuti aku' pada tali itu.


Anna pun mencoba menarik tali itu dan melangkah mengikuti sepanjang tali itu membawanya.


Lalu di tengah perjalanan, kembali terlihat sebuah foto yang cukup besar terpampang di sana. Anna pun mendekati foto itu dan menutup mulutnya saat melihat foto dirinya yang tidak sengaja mencium pipi Alex saat berfoto di menara eiffel waktu itu.


Anna pun mencoba meraih foto itu dan ternyata di baliknya masih ada foto yang lain.


Itu adalah foto saat Alex dan dirinya berada di sebuah kapal pesiar. Anna pun tersenyum dan meraih foto itu. Kembali sebuah kertas kecil terselip disana. Anna meraih kertas itu dan membacanya,

__ADS_1


"Ini adalah momen yang sangat mendebarkan dalam hidupku..


Saat aku mengungkapkan perasaanku padanya, aku tau gadis itu belum sepenuhnya membuka hati untukku. Namun aku tidak akan menyerah dan berusaha untuk meyakinkan perasaannya padaku.."


Anna tersenyum haru dan menyimpan kertas itu. Lalu kembali melangkah sambil memegang tali merah yang menuntunnya.


Tiba-tiba Anna melihat sebuah meja yang di penuhi dengan berbagai macam bunga. Anna menghampiri bunga itu dan melihat sebuah foto berbingkai yang tersimpan di balik bunga-bunga itu.


Anna mengambil foto itu dan tersenyum. Disana ada foto dirinya dan Alex saat berdansa di taman waktu itu. Di sudut foto itu ada sebuah amplop berbentuk hati. Anna pun mengambil dan membuka amplopnya,


"Dan ini adalah momen paling membahagiakan dalam hidupku...


Akhirnya gadis itu mengatakan bahwa dia juga mencintaiku..


Andai gadis itu tau betapa bahagianya aku saat itu..


Sejak saat itu aku berjanji pada diriku sendiri, bahwa aku akan membuatnya hidup bahagia bersamaku selamanya..


Aku mencintaimu gadisku.. bidadariku..


Anna Elizabeth Pratama"


Setetes air mata pun menetes pada pipi Anna. Dia merasa sangat terharu dengan tulisan-tulisan yang berada di surat ini.


Alex...


Pria itu pasti yang merencanakan semua ini, pikir Anna.


Anna pun kembali melangkah mengikuti tali merah tadi. Tiba-tiba tali merah itu berhenti di sebuah bunga yang disusun membentuk hati yang sangat besar. Tali itu tepat berada di tengah-tengah. Disana tertulis sebuah tulisan 'Tarik aku'


Dengan ragu Anna pun menghela nafasnya dan menarik tali itu.


Tiba-tiba bunga yang berbentuk hati raksasa itu terbelah dan sebuah balon besar yang tergantung di atas pun pecah, mengakibatkan kelopak-kelopak bunga yang tersimpan di dalam balon itu terjatuh berhamburan di atas kepala Anna.


Bagai sebuah adegan film yang di slow motion. Wajah Anna yang cantik di hiasi jatuhnya kelopak-kelopak bunga bagaikan salju yang berjatuhan, serta hati raksasa tadi yang terbelah perlahan memperlihatkan seseorang di balik sana yang sedang memunggunginya.


Anna menatap punggung pria itu dengan setelan jas berwarna putih.


Perlahan pria itu membalikkan tubuhnya dan tersenyum lembut pada Anna dengan sebuket bunga di tangannya.


Anna menatap pria itu dengan mata yang berkaca-kaca.


Alex..


Pria itu terlihat sangat tampan dengan jas putihnya serta rambut yang di tata. Membuat wajahnya berkali-kali lipat lebih tampan.


Perlahan Alex melangkah mendekati Anna. Senyumnya tidak pernah lepas saat menatap gadis yang sangat dia cintai itu.


Alex memberikan buket bunga itu pada Anna. Dan Anna pun menerimanya dengan suka hati.


Perlahan pria itu mundur satu langkah dan mengulurkan tangannya pada Anna,


"Maukah kau berdansa denganku??" tanya Alex lembut.


Anna pun mengangguk pelan dan menerima uluran tangan Alex. Pria itu menggenggam tangan Anna dan mengecupnya cukup lama.


Setelah menyimpan buket bunganya, Alex pun merangkul erat pinggang Anna dan mulai mengajaknya berdansa.


Musik pun terdengar mengalun dengan indah, membuat keduanya hanyut dalam suasana yang romantis.

__ADS_1


Alex memutar tubuh Anna dan kembali merangkulnya dengan mesra. Pria itu mendekatkan bibirnya pada telinga Anna dan berbisik dengan intens,


"Kau sangat cantik.." bisiknya lembut.


Anna pun menatap Alex dan tersenyum. Setelah berdansa, Alex pun merangkul pinggang Anna dan menatap intens padanya.


Pria itu terdiam sejenak dan menatap kedua mata Anna,


"Anna.... Kau tau, dulu aku merasa aku tidak punya tujuan hidup selain balas dendam..


Aku merasa tidak akan ada cinta yang tumbuh di dalam hatiku untuk siapapun..


Aku selalu merasa sendiri dalam kegelapan.." bisiknya.


"Namun... Saat pertama kali kau datang ke kehidupanku. Sedikit demi sedikit kau telah membuat hatiku yang dingin ini merasakan kehangatan..


Kau perlahan dengan mudah menghancurkan benteng yang kokoh di dalam hatiku..


Perlahan kau juga telah memberikan sinar di dalam gelapnya hatiku..." ujarnya lembut.


"Anna... Kau adalah wanita pertama yang telah mencairkan es di dalam hatiku..


Kau wanita pertama yang menempati tempat terdalam di dalam ruang hatiku..


Kau juga adalah wanita pertama yang membuatku merasakan jatuh cinta dan tergila-gila padamu..." lanjutnya.


"Dan... Aku selalu berdoa dan berharap agar kau juga bisa menjadi wanita terakhir dalam hidupku...." bisik Alex dalam.


Alex pun menghela nafasnya dan menatap kedua mata Anna dengan intens. Jantungnya berdegup kencang saat menatap gadis yang amat dia cintai itu.


"Kau tau.. mungkin aku bukanlah pria yang sempurna untukmu. Aku juga memiliki banyak kekurangan.." bisiknya.


Perlahan Alex mengelus pipi Anna dengan lembut. Entah mengapa tangannya semakin bergetar saat Alex melihat mata Anna yang mulai berkaca-kaca menatapnya.


"Anna... Yang aku inginkan di dunia ini hanya satu..." lanjutnya lagi.


"Aku selalu ingin hidup bersama denganmu selama-lamanya.. Dalam suka maupun duka... Jadi...."


Seketika Alex pun mundur perlahan dan berlutut di hadapan Anna.


Anna yang terkejut pun menatap Alex dengan menutup mulut dengan tangan yang bergetar.


"Dihadapan ayahmu dan juga keluargaku aku akan mengatakan hal ini dengan lantang" ujar Alex serius.


Anna sedikit mengernyitkan dahinya saat Alex menyebutkan kata-kata tadi.


Seketika dari belakang Alex muncul William, Peter, Donna, Jonas dan juga Key dengan senyuman mereka.


Alex pun mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya dan menatap Anna dengan lembut,


"Anna Elizabeth Pratama... Maukah kau menikah denganku?????" ujar Alex lantang.


Bersambung..


Halo, dukung terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ☺️


Maaf untuk keterlambatan updatenya, karena ya... mood ini seketika down tiap liat views yang makin anjlok 😔


Apalah daya, semangat pun kendor banget, ada niatan buat ngak nerusin lagi karena sepertinya performa cerita ini semakin turun..

__ADS_1


Aduh.. moga aja bisa lanjut lagi sampai tamat 🙏


__ADS_2