Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Fight


__ADS_3

Di sebuah gudang tua di tengah hutan yang lebat dan gelap, terlihat dua orang pria masih saling menatap dengan tatapan tajam mereka.


Leonard menatap Alex dan menyeringai dengan sinis,


"Kurasa kau sudah tau siapa aku sebenarnya bukan??" tanyanya tajam.


Alex tidak menjawab pertanyaan Leonard dan masih menatap pria di depannya itu dengan tajam,


"Dimana istriku???" tanya Alex dengan tajam sambil menahan emosinya.


Leonard yang mendengar pertanyaan Alex seketika tertawa mencemooh,


"Sudah kuduga.. Kelemahan seorang Alexander Wijaya itu ada pada istrinya.." cibir Leonard.


Alex yang mendengar hal itu hanya dapat menggertakkan giginya dengan kuat untuk menahan segala gejolak amarah yang ada di dalam hatinya. Dia tidak boleh gegabah dalam bertindak sekarang, pikirnya.


Jika tidak.. Maka sesuatu yang buruk pasti akan menimpa Anna.


Leonard berdiri di hadapan Alex dan menyeringai pelan,


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan istrimu Alex.." bisiknya terputus.


"Dia akan baik-baik saja... Tergantung pada dirimu.." lanjutnya tersenyum licik.


Alex seketika mendelik tajam pada Leonard dengan emosi. Leonard yang melihat ekspresi Alex pun kembali tertawa pelan,


"Jika kau tidak melawan dan menuruti apa yang ku ucapkan... Maka, aku menjamin istrimu akan baik-baik saja. Tapi..." ujarnya terputus.


"Jika kau melawan, maka.... Aku bisa melakukan apa saja yang aku yakin kau tidak akan suka jika aku melakukannya pada istrimu!" lanjutnya tajam.


Alex yang sudah sangat emosi langsung mendekati Leonard dengan cepat dan mencengkram kuat kerah baju pria itu,


"BAJINGAN!!!! JANGAN BERANI-BERANINYA KAU MENYENTUH ISTRIKU!!!!!" teriak Alex keras.


Leonard terlihat masih berdiri di tempatnya dan menatap Alex dengan tatapan yang menantang. Pria itu menyeringai dan menatap Alex dengan tajam,


"Bukankah sudah ku katakan.... Itu semua tergantung padamu, Alex..." ujarnya tajam.


Alex mempererat cengkramannya pada kerah baju Leonard dan menatapnya dengan mata yang menyala penuh emosi,


"Sebenarnya apa yang kau inginkan???" tanya Alex tajam dan menusuk.


Leonard kembali tersenyum sinis dan membalas tatapan Alex tanpa gentar,


"Aku yakin kau pasti tau apa yang aku inginkan!" balasnya sambil menyeringai.


Alex menatap tajam pada Leonard, kemudian seringai pun muncul di bibirnya,


"Jadi... Kau melakukan hal sejauh ini hanya karena benda itu??" tanyanya mencemooh.


Leonard seketika menggertakkan giginya kuat dan menatap Alex dengan emosi,


"Benda itu sangat berarti bagiku dan juga ayahku!!!!!" geramnya marah sambil mendorong Alex dengan kuat.


Alex sedikit terhuyung ke belakang dan langsung mendelik pada Leonard dan menatap pria itu dengan seringainya,


"Benarkah??" tanyanya mencemooh.


Alex pun mengangkat wajahnya dan kembali menatap Leonard dengan tajam,


"Jika aku memberikan benda itu padamu... Apa kau akan melepaskan istriku??" tanyanya tajam.


Leonard yang mendengar hal itu seketika terdiam, lalu tertawa pelan,


"Apa kau pikir aku melakukan rencana ini semua hanya untuk benda itu saja???" tanyanya sinis.

__ADS_1


Alex tidak menjawab pertanyaan Leonard dan menatap pria itu sambil mengepalkan tangannya kuat. Seperti dugaannya, Leonard tidak mungkin hanya menginginkan benda itu saja, pikir Alex geram.


"Lalu.. Apa yang kau inginkan???" tanya Alex keras.


Leonard kembali menyeringai dan memasukkan tangannya ke dalam saku celana dengan santai. Pria itu berjalan pelan mengelilingi tubuh Alex sambil tertawa pelan,


"Kau bertanya padaku apa yang ku inginkan???" tanyanya mencemooh.


Leonard berhenti melangkah di belakang tubuh Alex dan mendekatkan wajahnya untuk berbisik pada pria itu,


"Aku menginginkan semua yang kau miliki!!" bisiknya tajam.


"Dan..."


"Aku juga menginginkan kau lenyap dari muka bumi ini!!!" lanjutnya tajam.


Seketika Alex pun mendelik tajam pada Leonard. Pria itu menatap Leonard dengan tajam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


Namun..


Tiba-tiba Alex pun tertawa pelan sambil menatap Leonard dengan prihatin. Leonard yang merasa Alex sedang meledek ucapannya pun mulai terbawa emosi,


"Apa yang kau tertawakan!!!! Apa kau pikir aku sedang main-main!!!!!!" teriaknya emosi.


Alex pun berhenti tertawa dan mulai membalikkan tubuhnya untuk berhadapan dengan Leonard. Pria itu kembali menyeringai pelan,


"Apa setelah ayahmu mati.. Kau begitu putus asa??" tanya Alex dingin.


Leonard seketika mengepalkan tangannya kuat dan menatap tajam pada Alex,


"Atau... Kau putus asa karena wajah dan kaki rusakmu???" tanya Alex lagi yang langsung membuat Leonard naik pitam.


Pria itu mengepalkan tangannya kuat dan mengangkat tangannya untuk memukul wajah Alex,


"BAJINGAN!!!!" teriak Leonard.


BUGH!!


Dengan cepat Alex langsung menahan kepalan tangan Leonard dengan kuat. Pria itu menatap tajam mata Leonard yang terlihat emosi karena ucapannya,


"Kau sungguh menyedihkan!!!" desis Alex tajam.


"Bukankah kau seperti ini karena ulahmu sendiri????" ucap Alex menusuk.


"Jika kau menginginkan hartaku, aku sama sekali tidak keberatan untuk menyumbangkan semuanya padamu.." ujarnya terputus.


Leonard mencoba melepaskan tangannya dari Alex, namun Alex menahannya dengan kuat,


"Dan.... Untuk kematian ayahmu....." ucapnya terputus.


Alex semakin mencengkram kuat kepalan tangan Leonard dan menatapnya tajam.


"Dia pantas mendapatkannya!!!!" lanjut Alex tajam.


Seketika emosi Leonard langsung membuncah saat mendengar ucapan Alex barusan,


"Kau benar-benar telah membuat kesabaranku habis!!!" desis Leonard.


Pria itu pun menatap mata Alex tajam dan menyeringai dengan licik,


"Kita lihat... Apa yang akan aku lakukan pada istrimu sekarang!" desisnya lagi.


Seketika Alex langsung membelalakkan matanya dan menatap Leonard dengan tatapan membunuh,


"KEPARAT!!!!!" teriak Alex hendak menghajar Leonard.

__ADS_1


Namun dengan cepat Leonard langsung mengangkat tangannya untuk memperingati Alex,


"Anak buahku telah membawa istrimu dan mengikatnya di suatu tempat!!!! Dan kau tau.." ujarnya terputus sambil menyeringai.


Alex masih menahan kepalan tangannya di udara dan menatap Leonard dengan tajam. Sedangkan Leonard menatap Alex dengan seringai liciknya,


"Aku juga telah memasang sebuah bom di tempat itu!!" lanjutnya yang membuat Alex seketika membeku.


"Jika kau melawan maka.... Hanya dengan jentikan jari saja, Aku bisa membunuh istrimu!!" lanjutnya tersenyum puas.


DEG!!!


Tubuh Alex tiba-tiba langsung bergetar saat membayangkan jika hal itu terjadi pada istrinya. Pria itu menggetarkan giginya dengan kuat dan pikirannya pun menjadi kacau karena mencemaskan Anna.


Leonard yang menyadari perubahan wajah Alex langsung memanfaatkan kelengahan pria itu.


Leonard langsung menatap anak buahnya dan memberikan isyarat untuk bertindak.


Pria itu kembali menatap Alex dan tersenyum licik.


Dengan cepat anak buah Leonard langsung memukul kepala Alex dengan sebuah batang kayu yang besar dari belakang,


BUGH!!!


"ARGHH!!!" teriak Alex.


Alex langsung tersungkur ke lantai dengan darah yang keluar dari kepalanya.


Alex menyentuh kepalanya dan melihat darah di telapak tangannya sambil meringis pelan.


Alex mencoba untuk bangun, namun..


Tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing dan pandangannya pun mulai kabur..


Pria itu mencoba menahan pandangannya agar tetap fokus dan sadar. Pikirannya saat ini di penuhi dengan istrinya, Anna.


Dia harus segera menyelamatkan Anna..


Dia tidak boleh mati sekarang, pikir Alex.


"A... An...." gumamnya terbata-bata.


Bayangan wajah Anna seketika terlintas di pikirannya.


Tidak!!! Dia harus segera menyelamatkan Anna!! pikir Alex lagi.


Leonard tertawa puas melihat Alex yang tergeletak dan mencoba untuk bangun.


Dengan cepat Leonard pun merebut kayu besar yang berada di tangan anak buahnya tadi,


"Kau membuat kesabaranku habis!!!!" desis Leonard.


"AKU AKAN MEMBUATMU MENYESAL BAJINGAN!!!!!" teriak Leonard sambil mengangkat kayu itu untuk memukul Alex kembali.


"MATI KAU KEPARAT!!!!!!!"


BUGH!!!!!!


Bersambung....


Halo, support selalu cerita ini ya,


Jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️


Yuk, bikin author semangat lagi nulis dengan tinggalkan jejak di kolom komentar 🙏😁

__ADS_1


Dan, jangan lupa kalau baca novel jangan lupa waktu ya, dan ibadah juga ☺️🙏


Maaf ya jarang update, maklum ide terkadang mentok dan ngak jalan 🤧🙏


__ADS_2