
Dengan terpaksa Alex pun bangkit dari atas tubuh Anna,
"Baiklah..." ujar Alex terpaksa.
Sialan!!! Siapa bajingan yang sudah berani mengganggu kesenangannya!!! geram Alex marah dalam hatinya..
Alex pun menatap layar di samping pintu dan melihat seorang penjaga apartemen yang sedang berdiri di depan sana. Untuk apa seorang penjaga datang ke tempatnya pagi-pagi begini?? pikir Alex.
Dengan malas Alex pun membuka pintunya.
"Good morning Mr. Alex. Sorry to bother you, I wanted to deliver a letter for you. There was someone who came and told me to take it to you right now. hHe said he had something important to say (Selamat pagi Tuan Alex. Maaf telah mengganggu anda, aku ingin mengantarkan surat untuk anda. Tadi ada seseorang yang datang dan menyuruhku mengantarnya pada anda sekarang juga katanya ada hal penting yang ingin di sampaikan)" ujar penjaga itu pada Alex dengan menggunakan bahasa inggris.
Penjaga itu lalu memberikan amplop yang berisi surat tadi pada Alex.
Alex memicingkan matanya sedikit curiga melihat amplop itu, lalu kemudian dia pun mengambilnya.
"Oh, Thank you (Terimakasih)" ujar Alex singkat.
Penjaga itu pun membungkukkan badannya lalu bergegas pergi. Dengan cepat Alex pun membuka amplopnya dan membaca tulisan disana.
Jika kau seorang pria sejati, maka temui aku di cafe luar sekarang juga!!
Seketika Alex pun tersenyum sinis membaca isi surat itu. Dia sudah bisa menebak siapa yang telah menulis surat ini. Ternyata pria itu cukup pintar karena bisa mengetahui keberadaannya.
Alex pun bergegas menutup pintu dan kembali masuk. Dia menatap Anna yang sedang duduk sambil menukar saluran televisi dengan bingung. Anna yang menyadari kehadiran Alex pun lalu mengarahkan pandangannya pada pria itu.
"Siapa yang datang??" tanya Anna pada Alex.
Alex pun tersenyum lalu menghampiri Anna di sofa,
"Bukan siapa-siapa, hanya seorang penjaga saja" ujar Alex.
Lalu pria itu mencium lembut kening Anna dan mengelus rambutnya perlahan,
"Aku akan keluar sebentar, ada sesuatu yang harus aku ambil" ujar Alex.
Alex akan menemui pria itu di luar sekarang, dia tidak membohongi Anna karena Alex juga memang akan mengambil baju ganti untuk Anna yang telah sengaja dia pesan sebelumnya.
Alex pun mengambil jaketnya dan kembali menghampiri Anna,
__ADS_1
"Kau tunggu disini, aku hanya keluar sebentar" ujar Alex sambil mencium kembali kening gadis itu.
Anna pun mengangguk dan menatap kepergian Alex. Entah mengapa perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak. Namun Anna mencoba menepis hal itu dan menggelengkan kepalanya kuat. Semoga saja ayahnya ataupun Daniel tidak akan menemukannya sekarang disini, ujar Anna dalam harinya.
-
Alex turun dari lift dan melangkah ke arah luar apartemen. Saat sudah sampai di depan cafe, Alex terdiam sesaat dan melihat Daniel yang sedang duduk di salah satu meja di dalam cafe.
Alex masuk dan langsung mengarahkan tatapan tajamnya pada Daniel. Lalu dia pun duduk di hadapan pria itu dengan acuh.
"Aku tidak menyangka, seorang McCartney yang ku rasa cukup sibuk, pagi ini terlihat santai dan dengan repotnya mau datang ke apartemenku, mengirimiku surat dan menungguku disini" ujar Alex menyindir sinis.
Daniel pun seketika menatap Alex dengan tidak kalah tajamnya. Pria brengsek ini baru saja meledeknya, pikir Daniel. Jika bukan karena Anna, dia tidak mau menginjakkan kakinya di tempat pria arogan ini tinggal.
"Aku tidak mau berbasa-basi denganmu!! Katakan dimana Anna sekarang?? Aku tau kau yang membawanya!!!" ujar Daniel tajam.
Alex pun tersenyum sinis pada Daniel,
"Kau benar!! Dia ada bersamaku. Dia masih tidur di dalam kamar. Setelah kami menghabiskan waktu berdua semalam, kurasa dia masih lelah" ujar Alex tersenyum memancing Daniel.
Seketika Daniel pun menggertakkan giginya kuat dan mengepalkan tangannya menahan emosi. Bajingan ini sengaja ingin memanas-manasi nya, pikir Daniel marah.
"Kau memang bajingan tidak tau malu!!!!" geram Daniel.
"Bukankah kau yang tidak tau malu??" tanya Alex sinis.
"Kau memaksa seorang gadis yang tidak mencintaimu untuk bertunangan denganmu!! Bukankah itu tindakan yang memalukan??" lanjut Alex menyindir tajam.
BRAK!!!
Daniel pun seketika berdiri sambil menggebrak meja di depannya. Ucapan Alex tadi membuat emosinya memuncak. Pandangan orang-orang di dalam cafe pun mengarah pada kedua pria itu.
"Kau!!! Bajingan!!!! Kau pikir kau tidak memalukan??? Menculik seorang gadis yang tidak bersalah, menyanderanya, melakukan hal yang kejam padanya!!! Lalu sekarang kau jatuh cinta padanya!! Itu sungguh memalukan!!!" geram Daniel tersenyum sinis pada Alex.
DEG!!
Seketika Alex merasakan bagai di sambar petir. Dia paling tidak suka jika sudah teringat kembali tentang kejadian pertama kali dia menculik dan memperlakukan Anna dengan sangat kejam. Rasa bersalah akan memenuhi hatinya dan membuatnya sesak.
"Tutup mulutmu!!!" ujar Alex menatap Daniel dengan tajam.
__ADS_1
Daniel tersenyum mencemooh pada Alex, sepertinya pria itu telah terpancing dengan ucapannya.
"Kenapa?? Apa kau merasa malu?? Seharusnya kau sadar, kau tidak pantas bersama dengannya!!!" ujar Daniel tajam.
Dengan cepat Alex pun bangkit dan menarik kerah baju Daniel dengan kuat sampai membuat Daniel tercekik dan sesak.
"Keparat!!!!!!!" geram Alex marah.
Cengkraman nya di kerah Daniel membuat wajah pria itu memerah seketika.
"Ayo...!! Bunuh aku... jika kau berani!!!" tantang Daniel dengan nafas tersenggalnya.
Otot tangan Alex terlihat mengeras karena cengkraman kuatnya di baju Daniel. Dia menatap pria itu dengan tatapan membunuhnya yang membara. Jika bukan di tempat umum seperti ini, mungkin saja Alex sudah memberi pelajaran pada pria itu. Namun sekarang pandangan orang-orang yang berada di dalam cafe tengah mengarah pada mereka.
Alex menenangkan pikirannya. Dia tidak boleh terjebak oleh ucapan pria ini. Pria ini sekarang sedang memancingnya. Dengan kuat Alex pun melepaskan cengkeramannya pada kerah baju Daniel sampai membuat pria itu hampir terjatuh dan terbatuk-batuk.
"Aku tidak akan terpancing oleh permainanmu!! Dengarkan aku!!! Sekuat apapun kau mencoba untuk merebut Anna dariku, itu tidak akan pernah berhasil!! Karena Aku dan Anna saling mencintai dan tidak akan pernah ada yang bisa memisahkan kami!!!" ujar Alex tajam.
Lalu Alex pun membalikkan badannya dan melangkah pergi hendak meninggalkan cafe itu.
"Kau pecundang!!!" teriak Daniel.
Alex pun seketika berhenti melangkah,
"Kau hanya bisa bersembunyi dan membawa Anna pergi. Sadarlah!! Sekeras apapun kau mencoba, Paman William tidak akan pernah membiarkanmu hidup bersama dengan putrinya!!" lanjut Daniel tajam.
Alex mencengkram tangannya kuat mendengar ucapan Daniel. Lalu dia membalikkan badannya menatap pria itu dengan senyum sinisnya.
"Benarkah??? Kita lihat saja nanti!!!" ujar Alex sinis, lalu melangkah pergi meninggalkan cafe itu.
Daniel mengepalkan tangannya kuat dan kembali memukul meja di depannya.
BRAK!!!!
"Sialan!!!! Bajingan itu!!! Aku tidak akan membiarkannya lolos begitu saja!!!!" geram Daniel.
Bersambung..
Hai, support terus cerita ini ya ☺️
__ADS_1
Jangan lupa kasih like dan komen yang banyak, terimakasih ❤️❤️
Cukup pendek ya episode ini hehe 🙏🙏