Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Bertemu


__ADS_3

KRING!! KRING!!!


Telpon kembali berbunyi, dengan sedikit malas Anna pun menghampiri telponnya dan mengangkatnya.


"Hallo ini siapa????" tanya Anna.


Namun tidak ada jawaban, dengan kesal Anna pun hendak menutup telponnya. Tetapi suara di balik sana membuat matanya terbelalak seketika.


"Hallo, Anna......" jawab seseorang di balik sana.


DEG!!!


Seketika Anna merasakan jantungnya berdetak kencang, Suara ini...


Anna pun membuka mulutnya hendak berbicara namun, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam rumah.


"Siapa yang menelpon???" tanya William langsung.


Seketika Anna membalikkan tubuhnya dengan cepat dan menutup telponnya,


"Ti... Tidak tau, sepertinya salah sambung" ujar Anna menutupi kegugupannya.


Bagaimana bisa ayahnya tiba kembali ke rumah?? Bukankah dia seharusnya berada di kantor?? pikir Anna.


William pun terdiam sesaat menatap putrinya lalu mengangguk pelan,


"Ada berkas yang tertinggal di rumah, aku akan mengambilnya" ujar William singkat, lalu melangkah menuju ruang kerjanya.


Anna pun mengangguk dan menatap William yang sudah pergi ke ruang kerjanya. Anna menyentuh dadanya yang masih berdegup kencang.


Apakah tadi dia tidak salah dengar?? pikirnya bimbang. Suara tadi.... Suara tadi seperti suara Alex..


Secercah harapan muncul dalam hatinya. Dia yakin Alex pasti masih hidup. Tapi dimana pria itu sekarang?? Kenapa dia tidak datang menemuinya?? pikirnya sedih.


Anna kembali menatap William yang baru keluar dari ruang kerjanya dengan membawa berkas. Lalu pria itu berjalan menghampirinya.


"Nanti malam akan ada pesta kedatangan orang tua Daniel di rumahnya. Kau bersiap-siaplah, kita akan kesana nanti. Pelayan akan menyiapkan pakaian untukmu" ujar William.


Anna hanya terdiam mendengarkan ucapan William. Ternyata orang tua Daniel sudah ada di Jepang, pikirnya. Ada sedikit keresahan dalam hatinya. Anna takut jika Daniel berubah pikiran dan masih memaksakan pertunangan mereka.


Tetapi pria itu sudah berjanji padanya, bahwa mereka akan kembali menjadi seorang teman. Anna pun menghela nafasnya perlahan, dia percaya Daniel tidak akan mengkhianati janjinya..


"Baik" jawab Anna.


William pun mengangguk pelan,


"Baiklah, aku akan kembali ke kantor" ujarnya lalu melangkah kembali keluar rumah.


Setelah Anna yakin bahwa mobil ayahnya sudah pergi. Dengan cepat gadis itu mengambil kembali telpon dan mencoba menghubungi nomor tadi. Namun sayang panggilannya sekarang tidak tersambung.


Dengan pasrah Anna pun menutup telponnya. Apakah dia terlalu banyak berharap?? pikir Anna sedih.


Apakah telpon tadi memang salah sambung, dan halusinasinya yang menganggap bahwa suara itu adalah suara Alex???


Anna pun menggigit bibirnya menahan tangis,


'Alex.... Kau dimana??' ujar Anna dalam hatinya.


Anna berharap semoga Alex segera kembali dan menemuinya. Dia sangat merindukan pria itu...


-


"Hallo.... Anna....." ujar Alex dengan mata berbinarnya ketika mendengar suara gadis yang amat sangat di rindukannya itu.


TUT!! TUT!!!


Tiba-tiba panggilannya terputus,


Seketika Alex menatap telpon itu dan ingin mencoba kembali menghubunginya. Namun, jika tidak salah dengar, dia tadi mendengar suara seorang pria sebelum Anna menutup telponnya.


Apakah itu tadi William?? pikirnya.


"Sial!!!!" gerutu Alex marah.

__ADS_1


Sepertinya memang benar tadi itu suara William yang membuat Anna langsung menutup telponnya. Sial!!!! Pria tua itu datang di waktu yang tidak tepat.


"Ada apa???" tanya Roy penasaran.


"Dia menutup telponnya. Kurasa... ada William disana" ujar Alex kesal.


Roy pun mengangguk dan menepuk pundak temannya itu,


"Sabarlah, kau bisa coba menghubunginya beberapa menit lagi" ujar Roy.


Namun tiba-tiba Roy merasakan handphone di dalam saku celananya bergetar. Dengan cepat pria itu mengambil dan menatap nama Harry di layar handphonenya lalu mengangkatnya.


"Halo Harry, ba......." ujar Roy terputus saat dengan cepat Alex merebut handphone di tangannya.


"Apa kau sudah selesai mengurus semua berkas ku??? Mengapa kau bekerja begitu lamban!!" ujar Alex marah.


("Ma.... Maaf Tuan, prosesnya memang tidak bisa secepat itu. Ta... Tapi syukurlah semuanya sudah beres sekarang") ujar Harry.


Alex pun membuang nafasnya dengan kasar,


"Cepat jemput aku dan antar aku ke bandara sekarang juga!!!" tegas Alex, lalu mematikan handphonenya.


Roy pun terlihat menggelengkan kepalanya melihat tingkah Alex yang tidak sabaran itu,


"Kau benar-benar tidak punya sabar" bisik Roy meledek.


Alex pun mendelik ke arah Roy dengan mata tajamnya dan langsung membuat Roy salah tingkah di buatnya,


"Ba.. Baiklah, ayo aku bantu kau bersiap sebelum Harry tiba menjemputmu hehe" ujarnya takut.


-


Anna menatap dirinya di depan cermin. Dia telah di bantu oleh pelayannya untuk bersiap-siap ke rumah Daniel malam ini. Sebenarnya dia sangat malas untuk datang kesana. Namun tadi siang ibu dari Daniel menelponnya langsung untuk mengundangnya ke pesta malam ini.


Awalnya saat telpon berdering, Anna mengira bahwa seseorang yang dia anggap Alex menelponnya kembali. Namun sayangnya bukan..


Apakah itu memang benar hanya orang yang salah sambung?? pikir Anna sedih.


Suara ketukan pintu terdengar, seorang pelayan masuk dan membungkukkan badannya pada Anna.


"Nona, Tuan Daniel sudah menunggu Nona di bawah" ujar pelayan itu.


Anna seketika mengernyitkan keningnya mendengar ucapan pelayan itu. Daniel??? Kenapa pria itu yang menjemputnya, bukankah seharusnya dia pergi dengan ayahnya?? pikir Anna.


Anna pun menghela nafasnya dengan malas. Ini pasti rencana ayahnya. Kenapa pria itu tidak menyerah juga, pikir Anna kesal.


"Baiklah, aku akan turun" ujar Anna malas.


Lalu dia pun keluar dari kamarnya dan turun untuk menemui Daniel.


Daniel menatap kearah tangga dan melihat Anna yang sedang turun dari tangga dengan kagum. Gadis itu benar-benar cantik dan mempesona, pikir Daniel. Pria mana yang akan rela melepaskan gadis seperti ini?? pikirnya.


Walaupun Daniel telah berjanji pada Anna untuk menganggapnya sebagai teman kembali, namun dia masih berharap, siapa tau suatu hari nanti hati gadis itu akan luluh dan berbalik padanya.


Lagipula, pria bernama Alex itu sudah tiada, pikir Daniel percaya diri.


"Kau sangat cantik..." puji Daniel jujur.


Anna pun hanya menatap pria itu sekilas,


"Terimakasih, ayo kita berangkat" ujar Anna singkat lalu melangkah terlebih dahulu.


Daniel menatap punggung Anna lalu tersenyum miris. Sepertinya gadis itu terlihat tidak menyukai kedatangannya. Daniel pun lalu melangkah menyusul Anna.


Dengan sigap pria itu membukakan pintu mobil untuk Anna. Setelah gadis itu masuk, Daniel pun mulai mengemudikan mobilnya dan melaju menuju rumahnya.


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya mereka telah sampai di rumah Daniel yang sudah di hias begitu mewah dan meriah untuk pesta malam ini.


Daniel kembali membukakan pintu untuk Anna lalu mengulurkan tangannya pada gadis itu. Anna menatap tangan Daniel dengan ragu lalu menerima uluran tangannya.


Mereka pun mulai masuk ke dalam, tatapan orang-orang tertuju pada mereka. Terdengar berbagai bisikan yang dapat Anna dengar dari orang-orang disini. Ada yang mengatakan mereka terlihat sangat serasi, apakah mereka sepasang kekasih?? dan lain-lain.


Anna hanya menundukkan kepalanya sambil berharap pesta ini segera berakhir dan dia dapat kembali pulang dengan cepat.

__ADS_1


Saat mereka masuk, dari kejauhan Anna dapat melihat ayahnya yang sedang berbincang dengan orang tua Daniel. Lalu tiba-tiba tatapan ibu Daniel mengarah pada mereka dengan berbinar.


"Ya ampun!! Akhirnya putriku telah tiba" ujar ibu Daniel menghampiri Anna lalu memeluknya dengan erat.


Anna pun membalas pelukannya dan tersenyum. Ibu Daniel melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Anna dengan kagum,


"Tidak ku sangka si kecil Anna yang pendiam sekarang sudah menjadi gadis yang sangat cantik dan menawan.. Pantas saja Daniel tergila-gila padamu..." ujar ibu Daniel sambil melirik pada putranya.


"Ibu!!!" ujar Daniel sedikit malu.


Anna hanya membalas pujian itu dengan senyumannya,


"Terimakasih bibi, bibi juga masih terlihat cantik seperti dulu" ujar Anna tulus.


"Kau bisa saja.... haha" ujar ibu Daniel senang.


Lalu ayah Daniel pun memeluk Anna dan mengusap kepalanya,


"Kau sudah menjadi seorang gadis dewasa yang mempesona haha" ujar ayah Daniel sambil bergurau.


"Terimakasih, Paman" ujar Anna membalas.


"Kalau begitu ayo kita masuk dan mulai pestanya" ujar ibu Daniel sambil menuntun Anna masuk.


Pesta pun di mulai, ibu dan ayah Daniel sedang mengucapkan beberapa kalimat pembuka pada tamu yang hadir. Pesta ini diadakan sekaligus dengan hari pernikahan mereka. Banyak rekan-rekan bisnis yang hadir dari luar kota dan luar negri juga ikut memeriahkan pesta malam ini.


Anna mengarahkan pandangannya ke sekitar. Dia terlihat sangat bosan. Walaupun berada di keramaian seperti ini, tapi entah mengapa hatinya terasa sangat sepi dan kosong.


Daniel yang memperhatikan Anna sejak tadi mulai menghampiri gadis itu,


"Apa kau baik-baik saja??" tanya Daniel khawatir.


Anna menatap pria itu lalu menggelengkan kepalanya,


"Aku baik-baik saja" ujar Anna singkat.


/".... Perkenalkan juga putra kami Daniel McCartney yang berada disana..."/ ujar ibu Daniel sambil menatap pada Daniel dan memberi kode pada pria itu untuk naik ke atas panggung.


Daniel pun menghela nafasnya dan menatap Anna,


"Pergilah kesana" ujar Anna.


Daniel pun mengangguk dan tersenyum pada Anna,


"Tunggu aku disini" ujar Daniel, lalu pria itu pun melangkah ke atas panggung.


Anna pun dengan cepat membalikkan badannya dan mencoba melangkah ke arah balkon untuk menghirup udara segar. Mungkin disana dia bisa menenangkan diri, pikirnya.


Namun saat dirinya sudah hampir tiba di dekat balkon, Anna tidak sengaja menabrak tubuh seseorang yang berjalan berlawan arah dengannya,


BUK!!!!


"Aww..." ujar Anna saat dengan tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria.


"Ma.. Maaf" ujar Anna cepat sambil menyentuh keningnya yang sedikit sakit.


Gadis itu masih menunduk dan berusaha untuk menjauh dari tubuh pria itu.


Namun dengan cepat pria di depannya itu menarik pinggang Anna dan mendekapnya erat.


Anna yang terkejut seketika mencoba mendorong tubuh pria itu,


"Lepaskan aku!!!" teriak Anna mencoba melepaskan tangan pria itu di pinggangnya tanpa melihat wajahnya.


Namun tiba-tiba pria itu membawa tubuh Anna ke dalam dekapannya dan berbisik di telinga gadis itu dengan tubuh yang bergetar menahan kerinduan.


"I miss you......." bisiknya dalam.


Bersambung..


Halo, jangan lupa kasih like dan komen ya..


Semoga tidak bosan dengan cerita ini dan masih setia menunggu setiap up nya ya ☺️😁🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2