
Terlihat seorang pria sedang berjalan keluar dari sebuah rumah dengan wajah kesalnya. Penampilannya terlihat cukup berantakan.
Rambutnya terlihat sudah tidak tertata rapih dan kemeja birunya terlihat sudah robek di bagian kerah sampai ke dadanya.
Para pengawal yang berada di luar menatap pria itu dengan sedikit heran bercampur geli.
Pria itu terlihat menggerutu sejak tadi sambil memasuki mobilnya,
"Dasar pria kutub menyebalkan!!! Jika saja kau bukan temanku aku pasti sudah membalasmu!!!!" gerutunya kesal.
Roy menatap kaca di dalam mobilnya sambil menatap penampilannya yang sudah tak beraturan,
"Ck.. Lihat!! Sekarang Roy yang tampan ini sudah terlihat seperti orang gila!!" gerutunya lagi sambil mencoba merapihkan rambutnya dan menutup tubuhnya yang terekspos karena bajunya yang sudah sobek.
Pria itu kembali teringat dengan kejadian sebelumnya saat ucapannya membuat Alex marah dan menarik kerah bajunya dengan kuat sampai robek seperti ini. Lalu pria itu merangkul lehernya di pinggang dan mengacak-acak rambutnya secara brutal.
Untung saja Alex tidak sampai memukul wajahnya. Kalau sampai pria itu memukulnya, maka Roy tidak bisa membayangkan bagaimana nasib wajah tampannya nanti.
Bukannya Roy tidak bisa membalas, tetapi dia terlalu takut pada Alex. Jika sudah marah, Alex akan berubah menjadi seorang monster yang menakutkan. Roy juga mengaku salah karena membuat pria itu marah, walaupun sebenarnya dia hanya bercanda dengan ucapannya.
Dan yang paling penting adalah, karena Roy sangat sayang pada Alex. Pria itu sudah menganggap Alex seperti kakaknya sendiri. Dia mengerti bagaimana perasaan Alex saat ini.
Roy pun menghela nafasnya dan menatap kediaman Alex dengan senyuman tipis di wajahnya,
"Hey pria kutub!! Awas saja kalau sampai rencanaku tadi berhasil.. Kau berhutang besar padaku!!" ujarnya sambil menyeringai dengan percaya diri.
Setelah itu dia pun menyalakan mobilnya lalu pergi dari sana.
Disisi lain, Alex terlihat sedang berada di depan pintu kamarnya. Pria itu sangat ingin masuk ke dalam menemui istrinya. Namun dia takut, Anna akan kembali mual saat berada di dekatnya.
Alex pun menghela nafasnya dan mulai membuka pintu,
CKLEK!!
Pria itu menatap Anna yang tengah berbaring di atas tempat tidurnya.
Alex melangkah dengan ragu kearah istrinya. Pria itu ingin sekali menyentuh Anna yang terlihat semakin kurus karena sering mual dan tidak nafsu makan.
Alex sampai stress melihat keadaan istrinya itu. Jika saja dirinya bisa menggantikan posisi Anna, maka Alex akan dengan senang hati ingin menggantikan posisi istrinya itu.
Alex sudah berada di depan Anna. Pria itu menatap istrinya dengan tatapan sedih.
Alex mengangkat tangannya hendak menyentuh pipi Anna. Namun, tiba-tiba Anna terlihat resah dalam tidurnya dan gadis itu pun membalikkan tubuhnya memunggungi Alex.
Alex kembali menarik tangannya dan menunduk dalam. Sepertinya memang untuk saat ini Anna benar-benar tidak bisa ia sentuh, pikirnya kecewa.
Alex pun menghela nafasnya dan kembali membalikkan tubuhnya dan keluar dari dalam kamar. Dia tidak ingin mengganggu istirahat Anna.
__ADS_1
Alex membuka pintu ruang kerjanya dan dengan langkah gontai duduk di kursinya sambil memijat keningnya yang terasa berat,
"Sampai kapan aku bisa bertahan seperti ini terus???" ujarnya frustasi.
Alex pun menyandarkan punggungnya di atas kursi sambil menutup matanya. Pria itu terlihat sangat-sangat putus asa.
Bukannya Alex tidak bersyukur dengan kehamilan Anna, tetapi dia hanya mempertanyakan... Kenapa disaat istrinya sedang kesusahan seperti itu dia tidak bisa menemaninya dan berada disampingnya?? pikirnya sedih.
Alex kembali menghela nafasnya dalam..
Namun tiba-tiba Alex kembali teringat dengan ucapan Roy tadi. Alex dengan cepat membuka matanya dan menopang wajahnya dengan tangan di atas meja.
'Tidak ada salahnya mencoba bukan???' pikir Alex.
Jika memang aroma tubuhnya yang membuat Anna merasa mual, maka Alex harus merubah aroma tubuhnya sekarang bukan..
Cara apapun akan Alex lakukan, asalkan dia bisa kembali berada disisi istrinya.
Pria itu menghela nafasnya dan mengangguk yakin,
"Baiklah Roy, walaupun terdengar bodoh dan konyol, tetapi aku akan mencobanya.. Dan, jika ini gagal maka aku akan menghabisimu!!" ujar Alex pelan.
Dengan segera Alex pun mengambil handphonenya dan menghubungi Harry,
"Halo Harry, bisakah kau bantu aku!" ujar Alex tegas.
"Aku ingin kau cari sekarang juga, dan antarkan padaku secepatnya!!" lanjutnya.
Alex pun mematikan panggilannya dan menunggu Harry dengan tidak sabar.
Setelah selang satu setengah jam, Harry pun datang ke kediaman Alex dengan membawa pesanan Boss nya itu.
"Ini Tuan pesanan anda" ujar Harry.
Alex mengambil pesanannya itu dan mengangguk pada Harry,
"Terimakasih.. Aku sudah mengirimkan sejumlah uang pada rekeningmu sebagai imbalan" ujar Alex datar.
Harry pun seketika tersenyum senang dan langsung membuka handphonenya untuk mengecek uang yang telah masuk ke dalam rekeningnya.
Pria itu lalu membelalakkan matanya saat melihat jumlah uang yang masuk ke dalam rekeningnya,
"Woahh!!! Terimakasih Tuan!!" ujarnya senang.
Alex mengangguk pelan pada Harry,
"Sekarang kembalilah ke kantor!" perintahnya.
__ADS_1
Harry pun dengan senang hati mengangguk dan berpamitan pada Alex untuk kembali ke kantor.
Alex membuka pesanannya tadi. Dia melihat beberapa parfum yang tertata di dalam kotak mewah itu.
Alex pun menghela nafasnya dan bersiap memulai rencanannya.
Di dalam kamar, terlihat Anna telah terbangun dari tidurnya. Gadis itu memijat kepalanya dan mulai bangkit dari tidurnya.
Anna mengarahkan pandangannya ke sekitar kamar dan tidak menemukan keberadaan suaminya.
Gadis itu pun menghela nafasnya dengan sedih. Apakah Alex marah padanya?? pikir Anna sedih.
Sudah beberapa hari dia tidak menginginkan Alex berada di dekatnya. Entah mengapa jika Alex berada di dekatnya, dirinya selalu merasa mual dan tidak ingin berlama-lama berada di dekat suaminya itu. Anna benar-benar tidak suka dengan aroma tubuh Alex dan tidak tahan jika harus muntah terus-menerus.
Tetapi disisi lain, saat Alex tidak ada di sekitarnya, Anna merasa sangat merindukannya..
Gadis itu pun menghela nafasnya, Apakah wanita hamil harus se sensitif ini?? pikir Anna bingung.
Anna pun menurunkan kakinya ke lantai dan hendak bangkit berdiri dari atas tempat tidur. Namun tiba-tiba pintu kamarnya pun terbuka,
CKLEK!!
Anna menatap kearah pintu dan melihat Alex yang sedang berdiri di depan pintu sambil menatap kearahnya,
"Kau sudah bangun???" tanya Alex lembut.
Seketika Anna mengernyitkan keningnya saat melihat penampilan Alex.
Pria itu terlihat memakai kemeja berwarna biru muda dengan tangan kemeja yang di gulung sampai ke siku. Lalu rambutnya terlihat ditata ke samping dengan sedikit jambul ke atas.
Anna menatap penampilan suaminya itu yang terlihat sangat berbeda dari biasanya. Sejak kapan Alex memakai pakaian berwarna terang seperti ini?? pikir Anna.
Lalu Alex pun melangkah kearah Anna dengan sedikit ragu bercampur rasa malu. Sebenarnya Alex tidak ingin melakukan ini, tapi dia tidak punya cara lain. Dia akan melakukan apapun asalkan Anna tidak mual lagi saat berada di dekatnya.
Anna seketika dapat menghirup aroma tubuh Alex yang terasa berbeda. Gadis itu kembali mengernyitkan keningnya sambil menatap Alex. Sejak kapan suaminya itu memakai parfum?? pikirnya lagi tidak mengerti.
Dan, jika di perhatikan...
Penampilan Alex sekarang terlihat seperti seseorang yang tidak asing menurut Anna.
'Siapa ya????' pikirnya mencoba mengingat.
Bersambung..
Hai, support selalu cerita ini ya,
Jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️
__ADS_1
Oh iya, kalau baca novel jangan sampai lupa waktu ya, apalagi ninggalin sholat 😁👍