
Anna membuka matanya perlahan saat telinganya mendengar suara pintu yang terbuka. Perlahan gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.
Anna merasa sangat lemas, tubuhnya masih berkeringat dan perutnya masih terasa sakit. Gadis itu memfokuskan pandangannya pada seseorang yang masuk dan melangkah dengan perlahan kearahnya.
Suasana di ruangan itu masih terlihat gelap. Anna tidak dapat melihat dengan jelas siapa orang yang sedang melangkah kearahnya itu.
TAP!!
TAP!!
Suara sepatu orang itu semakin mendekat. Anna menatap sepasang sepatu wanita yang tengah berdiri di hadapannya. Gadis itu terdiam sesaat dan merasa tidak asing dengan sepasang sepatu itu.
Perlahan Anna pun mengangkat wajahnya untuk melihat wajah seseorang yang berdiri di hadapannya itu.
Pandangannya tidak terlalu jelas, tetapi Anna dapat melihat gerai rambut orang di depannya yang menandakan bahwa seseorang di depannya saat ini adalah seorang wanita.
KLIK!!
Tiba-tiba lampu yang cukup remang pun menyala, membuat Anna langsung menyipitkan matanya karena silauan cahaya.
Anna kembali mengangkat wajahnya dan dengan terkejut menatap Erika yang tengah berdiri di depannya dengan wajah yang datar,
"E... Erika!" ujar Anna terkejut.
Seketika senyuman pun terpancar di wajah Anna,
"Ba.. Bagaimana kau bisa ada disini?? Apa orang-orang itu tidak menangkapmu??" tanya Anna cemas.
Erika hanya menatap Anna tanpa ekspresi dan tidak menjawab pertanyaan gadis itu.
Anna menatap Erika dengan bingung. Saat gadis itu hendak kembali membuka mulutnya untuk berbicara pada Erika, tiba-tiba dua orang pria bertopeng masuk ke dalam ruangan itu.
Anna menatap takut orang-orang itu dan beralih menatap Erika dengan cemas,
"Erika cepat pergi dari sini!!" ujar Anna panik.
Namun Erika tidak bergeming dan masih menatap wajah Anna dengan datar,
"Cepat bawa dia!" perintah Erika tajam.
Seketika Anna pun menatap Erika dengan tatapan tidak percayanya,
"Kau...." ujar Anna tak habis pikir.
Erika tak bergeming dan menatap Anna dengan acuh.
Dengan cepat dua orang tadi langsung mendekati Anna dan menariknya untuk berdiri.
"Akh..." rintih Anna saat kedua pria itu menariknya dengan kasar.
"Lepaskan aku!!!!!" teriak Anna mencoba memberontak.
Anna menatap kearah Erika dan menggeleng pelan,
"Kau!! Aku benar-benar tidak menyangka kau akan berbuat sejauh ini.." ujar Anna tajam.
"Kau tau!!! Sejak awal Alex memang telah curiga padamu dan menyuruhku untuk menjauh darimu.. Tapi... Tapi aku selalu berpikiran baik tentangmu, aku yakin kau bukanlah orang yang jahat!!" lanjut Anna.
Erika seketika langsung menyeringai dan menatap Anna dengan mencemooh,
"Anna... Anna.. Kau memang terlalu polos" ujarnya mencemooh.
"Polos dan bodoh itu berbeda sangat tipis!! Jangan terlalu naif!!!" lanjut Erika sinis.
Erika mendekati Anna dan mencengkram wajah gadis itu,
"Sebentar lagi... Sebentar lagi dendamku akan terbalas!! Aku akan menghabisi suamimu... Dan juga kau!!!" ucapnya tajam.
Anna menatap kedua mata Erika dan melihat tatapan kosong wanita di depannya itu. Walaupun Erika berkata tajam dan kejam seperti itu, tetapi Anna merasa tatapan matanya berkata lain,
"Aku tau kau tidak akan melakukan hal sekeji itu" bisik Anna sambil menatap Erika dalam.
Erika menggertakkan giginya kuat lalu mengangkat tangannya untuk menampar pipi Anna,
PLAK!!!!
Anna merasakan pipinya yang panas karena tamparan Erika.
Erika kembali mencengkram pipi Anna dan menatap tajam padanya,
"****** sialan!!!!! Berhenti bicara omong kosong dan jangan sok tau tentang diriku!!!!!!" teriak Erika.
Erika pun melepaskan cengkramannya dengan kuat dan membelakangi Anna,
"Cepat bawa dia keluar sebelum pria itu datang!!!!!" perintah Erika.
Kedua pria itu pun mengangguk dan menyeret tubuh Anna keluar dari dalam ruangan. Anna mencoba kembali memberontak saat kedua pria itu menyeretnya keluar dengan kasar,
"Lepaskan aku!!!!!!" teriaknya.
Erika menutup matanya dan menggeleng dengan kuat. Wanita itu mengusap wajahnya dan berjongkok untuk beberapa saat.
"Selangkah lagi balas dendam mu akan terbalas Erika!" bisiknya tegas.
Setelah itu Erika pun menghela nafasnya perlahan dan kembali berdiri lalu meninggalkan ruangan itu.
Alex menghentikan mobilnya di depan sebuah gedung tua dan keluar dengan tidak sabaran. Pria itu melangkah masuk ke dalam tanpa menunggu anak buahnya dan juga rombongan Roy.
Beberapa orang bertopeng berjaga di gedung itu. Mereka dengan cepat membuat barisan dan menghalangi jalan Alex.
Roy dengan segera turun dari dalam mobilnya dan berlari menyusul Alex. Pria itu takut jika Alex akan melakukan hal-hal yang di luar batas.
"KELUAR KAU BAJINGAN!!!!!" teriak Alex penuh emosi.
Para penjaga bertopeng itu mendekati Alex dan menghalanginya untuk masuk,
"Berhenti di tempatmu!!!!!" teriak salah satu pria memperingati Alex.
Alex yang terlihat sangat emosi dan tidak sabaran seketika langsung menghajar pria itu dengan kuat sampai tersungkur.
__ADS_1
BUGH!!!!
"JANGAN HALANGI JALANKU BEDEBAH SIALAN!!!!!" teriak Alex.
Para pria bertopeng yang lain pun seketika langsung menyerang Alex. Para pengawal Alex dengan segera menghalangi pria-pria bertopeng itu dan menghajar mereka. Begitu juga dengan Roy dan anak buahnya.
Perkelahian pun tak terelakkan. Orang-orang itu saling menghajar dan membunuh satu sama lain.
Di atas salah satu ruangan, Leonard terlihat tertawa puas melihat hal itu. Pria itu memfokuskan pandangannya pada Alex dan menatap tajam padanya.
Alex terlihat sangat lihai dalam berkelahi, dan pria itu sepertinya benar-benar membara dan siap membunuh siapa saja yang menghalangi jalanya.
Leonard menyeringai pelan sambil menghisap rokoknya dengan santai,
"Kita lihat sejauh mana kau mampu bertahan.." bisiknya tajam sambil menatap Alex.
Sedangkan disisi lain....
Anna tengah di seret oleh dua orang pria bertopeng kearah hutan yang lebat.
Gadis itu terlihat terengah karena harus berjalan cepat dengan perut besarnya. Sebenarnya orang-orang ini akan membawanya kemana?? pikir Anna.
Tiba-tiba salah satu pria berhenti melangkah dan menatap kearah rekannya,
"Tunggu disini, aku ingin buang air" ujarnya lalu berlalu beberapa langkah untuk buang air di balik pohon.
"Jangan lama-lama!!!" teriak rekan satunya sambil mengarahkan pandangannya ke depan.
Anna dengan cepat memalingkan wajahnya. Gadis itu terlihat mengarahkan pandangannya ke sekitar dan mencoba mencari cara untuk melarikan diri.
Tiba-tiba pandangan Anna pun mengarah kearah pohon disebelahnya. Pohon itu memiliki ranting patah yang rendah dan cukup tajam.
Dengan jantung yang berdebar Anna pun mengarahkan ikatan tangannya kearah ranting itu dan menggeseknya agar ikatan di tangannya bisa terlepas.
Gadis itu menatap pria di depannya dengan was-was. Pria bertopeng di sebelahnya tengah mengarahkan pandangannya ke depan sambil melepaskan topengnya,
"Hah... ini benar-benar membuatku sesak!!!!" gerutunya pada topeng itu.
Pria itu pun mengambil kotak rokok di saku celananya dan menghidupkannya sambil menunggu rekannya yang buang air.
Anna mengambil kesempatan itu untuk menggesekkan tali di tangannya kearah batang pohon tadi.
Anna terus berusaha dengan kuat sambil menatap pria di depannya untuk berjaga-jaga.
SRET!!!!
Anna pun seketika menggigit bibirnya dengan kuat saat ranting itu malah ikut menggesek kulit tangannya. Gadis itu menahan sakit dan terus menggesek kuat tali di tangannya agar terlepas sebelum pria bertopeng tadi selesai buang air.
Anna dapat merasakan tangannya yang basah karena darah yang mengalir akibat luka goresan tadi. Namun Anna tidak memperdulikannya dan terus menggeseknya dengan kuat,
KRAK!!!
Anna seketika terdiam saat merasakan tali yang mengikat tangannya terlepas. Gadis itu masih menyembunyikan tangannya di belakang tubuhnya dan berpura-pura masih terikat saat pria bertopeng yang buang air tadi telah selesai,
"Ayo jalan!!!!" ujar pria itu pada rekannya.
Rekannya yang merokok tadi seketika membuang rokoknya dan kembali memasang topengnya sambil menyeret Anna,
"Ayo cepat!!!!" ujarnya.
Saat mereka melangkah, Anna mencoba mencari kesempatan agar dirinya bisa melarikan diri dari orang-orang itu. Anna terlihat takut dan kebingungan..
__ADS_1
Jika dirinya lari sekarang maka kemungkinan dirinya akan tertangkap kembali karena dengan perut besarnya, Anna tidak akan mampu berlari dengan cepat.
'Ayo Anna... berpikir...' pikirnya dalam hati.
DOR!!!
Tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara tembakan yang cukup keras. Kedua pria bertopeng itu seketika terkejut dan melihat ke belakang,
"Ada apa itu????" tanya salah satu dari mereka penasaran.
Saat orang-orang itu tengah lengah, Anna pun dengan cepat menggigit dengan kuat tangan salah satu pria yang memegangnya,
"Arrggghhh!!!!!" teriak pria itu kesakitan sambil meringkuk di atas tanah.
Rekan pria itu seketika menatap Anna dengan marah dan menjambak rambut Anna,
"\*\*\*\*\*\* sialan!!!!! Kau kira kau bisa melarikan diri?????" geramnya.
"Aakkhhhh!!!" teriak Anna kesakitan.
Tatapan Anna pun seketika mengarah kearah sebuah batu yang berada tidak jauh darinya.
Gadis itu pun dengan cepat memutar tubuhnya sambil mendorong pria itu dengan kuat. Anna menendang \*\*\*\*\*\*\*\* pria itu dan membuat tarikan pria bertopeng di rambutnya terlepas,
"Aaaarrrrggghh!!!!!!! \*\*\*\*\*\* SIALAN!!!!! KU BUNUH KAU!!!!" teriaknya sambil memegang \*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*.
Anna dengan susah payah mengambil batu di belakangnya dan melemparnya kuat kearah pria bertopeng itu,
BUGH!!!
"Aaarrrrrggghhhhh!!!!!" teriak pria itu kesakitan.
Anna dengan cepat berlari menjauhi pria bertopeng itu untuk melarikan diri.
"HEY \*\*\*\*\*\* SIALAN!!!! KEMBALI KAU!!!!!" teriak pria yang digigit Anna sebelumnya sambil berdiri dan mencoba mengejar Anna.
"AYO KEJAR DIA!!!!" teriaknya lagi.
Anna terlihat berlari terengah-engah dengan kesusahan dan bersembunyi di balik batu besar.
Gadis itu terlihat berantakan dengan nafas yang memburu dan keringat yang membasahi tubuhnya. Anna tidak bisa berlari jauh lagi. Tubuhnya terasa sangat lelah dan lemas.
Anna merintih kesakitan saat kembali merasakan perutnya yang kram,
"Akkhhh..." rintihnya.
"SIALAN!!!! DIMANA KAU!!! AKAN KUBUNUH KAU JIKA AKU MENEMUKANMU!!!!" teriak pria bertopeng yang mengejar Anna.
"CEPAT CARI DAN TEMUKAN DIA!!!!" ujarnya pada rekannya yang masih menahan sakit.
Anna menutup matanya dan bersandar di balik batu sambil menahan sakit dan ketakutan,
'Ya Tuhan... Tolong bantu aku....' doa nya dalam hati.
Bersambung..
Halo, support selalu cerita ini ya,
Jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️
Yuk, bikin author semangat lagi nulis dengan tinggalkan jejak di kolom komentar 🙏😁
Dan, jangan lupa kalau baca novel jangan lupa waktu ya, dan ibadah juga ☺️🙏
__ADS_1
Maaf ya jarang update, maklum ide terkadang mentok dan ngak jalan 🤧🙏