
Leonard berdiri perlahan dan menatap Alex dengan tatapan membunuhnya. Pria itu menyentuh wajahnya lalu mengepalkan tangannya dengan kuat,
"Kau... KAU AKAN MEMBAYAR SEMUANYA!!!!!" teriak Leonard penuh emosi.
Pria itu dengan cepat berlari dan menyerang Alex secara membabi-buta. Alex dengan cekatan menghalau setiap pukulan Leonard dengan gerakan yang tidak kalah cepatnya.
Leonard mendorong kuat tubuh Alex ke tembok dan mencengkram kuat bahu pria itu. Matanya menyala merah dengan rasa ingin membunuh yang sangat kuat.
Alex menahan tubuh Leonard dan menatapnya tajam,
"AKAN KU HABISI KAU!!!!" teriak Leonard di depan wajah Alex.
Alex menggertakkan giginya kuat dan kembali menahan tubuh Leonard yang berusaha untuk mencekiknya,
"Aku akan membuatmu membayar semua yang telah kau lakukan padaku!!!!!!" geram Leonard.
Alex seketika menyeringai tajam dan mendorong kuat tubuh Leonard sampai cengkramannya terlepas. Pria itu dengan cepat menarik kerah baju Leonard dan mencengkeramnya kuat,
"Apakah kau sadar????" tanya Alex tajam.
"Semua yang telah terjadi padamu saat ini adalah kesalahanmu sendiri!!!!" gertak Alex tajam.
Dengan kasar Leonard menghempaskan tangan Alex dan menggertakkan giginya dengan kuat,
"Apa kau bilang???" tanyanya tidak suka.
"SEMUA INI SALAHMU BEDEBAH SIALAN!!!!!!!!!!" teriaknya sambil menyerang Alex kembali.
BUGH!!!
BUGH!!!
GREB!!!
Alex dengan kuat menahan kepalan tangan Leonard dan menghempaskannya dengan kuat. Pria itu mengangkat tangannya dan mencoba menghajar Leonard, namun dengan cepat Leonard menghindarinya.
Mereka terlihat kembali saling memukul dan bertahan. Keduanya memiliki kekuatan yang seimbang dan tidak terkalahkan satu sama lain.
Leonard menarik sebuah meja dan menendangnya kuat kearah Alex. Namun, lagi-lagi serangan itu meleset saat dengan cepat Alex menghindarinya.
"AKU TELAH BERSUMPAH PADA MENDIANG AYAHKU DAN DIRIKU SENDIRI UNTUK MENGHABISIMU!!!!!!" teriak Leonard seperti orang kesetanan sambil terus menyerang Alex.
"AKU AKAN MEMBAWAMU KE NERAKA!!!!!" teriaknya lagi.
BUGH!!
BUGH!!!
Leonard terus menyerang Alex dengan membabi-buta. Namun Alex terlihat tidak gentar dan menghindari serangan pria itu.
BUGH!!!
Satu pukulan Alex tepat mengenai pipi Leonard yang terlihat rusak dan melepuh. Leonard seketika terdiam dan menyentuh pipinya sambil menyeringai pelan.
Seketika wajah pria itu berubah menjadi menakutkan saat jarinya melihat darah yang keluar dari sudut bibirnya.
"BAJINGAN!!!!" teriaknya.
Leonard dengan cepat kembali menyerang Alex dengan brutal.
Alex terlihat menghindari serangan Leonard dengan cukup kewalahan. Tubuhnya saat ini semakin kehilangan tenaga.
BUGH!!
Satu tendangan Leonard tepat mengenai dada telanjang Alex.
BRAK!!
Seketika tubuh Alex terpental mengenai sebuah meja, lalu terjatuh ke lantai.
Alex terlihat terbatuk untuk beberapa saat sambil memegangi dadanya. Leonard tertawa puas dan melangkah pelan kearah pria itu,
"Orang sepertimu... Memang pantas untuk mati!!!!" geram Leonard.
Leonard pun seketika mengambil sesuatu benda yang ada di dalam sebuah lemari.
GREB!!!
Pria itu mengeluarkan benda itu dan menatapnya sambil tersenyum puas.
SRET!!
Leonard pun melepaskan penutup benda itu dengan bangga.
Sebuah pisau samurai yang terlihat tajam dan mengkilap sedang berada di tangannya.
Pria itu membalikkan tubuhnya dan mengarahkan ujung samurai itu pada Alex,
"Kali ini aku benar-benar akan membawamu ke neraka!!!!!!" geramnya.
SYUU!!
SYUU!!
Dengan gerakan cepat Leonard langsung menyerang Alex dengan pedang samurainya. Namun, Alex dengan refleksnya yang tajam dapat menghindari serangan pria itu dengan cepat.
"MATI KAU!!!!!!!!" teriak Leonard penuh emosi.
SYUU!!!
PRANG!!!
Pedang Leonard pun meleset mengenai meja yang ada di sebelah Alex.
Dengan cepat Alex bangkit dan mencoba merebut pedang yang ada di tangan Leonard,
GREB!!
"AARRGGHH!!!" teriak Leonard yang menekan pedang itu dengan kuat.
Tangan Alex menahan tangan Leonard yang berusaha menekan pedang miliknya untuk mengenai dada Alex.
"MATI KAU!!!!!!!" teriak Leonard.
Namun tangan Alex masih dapat menahan pedang milik Leonard dengan tangannya.
Tes..
Darah mengalir ke atas lantai saat pedang itu mengenai tangan Alex yang sedang menahannya.
Leonard mulai menyeringai pelan saat melihat darah segar yang keluar dari telapak tangan Alex,
"Huh!!!! Kau tidak akan bisa lepas dariku sekarang!!!!" desisnya tajam.
Alex menatap wajah Leonard dan semakin menekan kuat pedang itu. Pria itu mengabaikan telapak tangannya yang terluka. Ujung pedang milik Leonard hampir mengenai dada telanjangnya.
Alex dengan cepat menekan pedang itu dan mengangkat sebelah kakinya untuk menendang sebelah kaki Leonard.
__ADS_1
BUGH!!!!
"Aarrgghh!!!!" teriak Leonard.
Alex dengan cepat melepaskan diri dari serangan Leonard. Namun Leonard yang tidak ingin kalah pun dengan cepat kembali membalikkan tubuhnya sambil mengangkat pedangnya untuk menyerang Alex kembali,
"MATI KAU BAJINGAN!!!!!!!!" teriaknya.
SYUU!!!
Dengan gerakan cepat Alex mengangkat sebuah kursi dan menahannya di atas kepala untuk menghindari tebasan pedang Leonard.
PRANG!!!
Pedang itu mengenai kursi yang di pegang Alex dan menyebabkan kursi itu terbelah seketika.
Leonard tidak ingin membuang waktu..
Pria itu kembali menarik pedangnya dan hendak menebasnya ke arah perut Alex.
Namun lagi-lagi Alex langsung bergerak cepat menunduk dan menendang kuat kaki kiri Leonard sekuat tenaga,
SYUU!!!
BUGH!!!
"AARRGGGHHHH!!!!!" teriak Leonard saat tubuhnya terjatuh ke belakang.
Tanpa membuang waktu, saat tubuh Leonard terjatuh, dengan cepat Alex mengambil kursi tadi dan mengangkatnya untuk kembali menyerang Leonard,
"HYAAA!!!!" teriak Alex hendak memukul tubuh Leonard dengan kursi itu.
Namun, Leonard yang menyadari hal itu dengan segera berguling ke samping,
BUGH!!!!
"AAARRGGHH!!!" teriak Leonard saat kursi itu mengenai sebelah kakinya.
KRAK!!!
Seketika kaki palsu Leonard pun lepas dari kakinya dan rusak. Leonard langsung terduduk sambil menatap kakinya yang patah dengan geram.
Alex menatap hal itu dengan datar sambil mencoba mengatur kembali nafasnya yang memburu.
Leonard menggertakkan giginya dengan kuat menatap pemandangan di depannya.
Pria itu..
Pria itu telah membuat dirinya kembali mengingat tentang tubuhnya yang cacat ini!!!
Dengan geram Leonard mengambil kembali pedangnya dan berdiri dengan sebelah kakinya,
"BEDEBAH SIALAN!!!!!!!!" teriaknya.
Leonard mengangkat pedangnya dan dengan membabi-buta menyerang Alex tanpa ampun,
"AAARRRRGGGHHHH!!!!" teriaknya kesetanan.
Alex mencoba bergerak dengan cepat untuk menghindari serangan Leonard. Pria itu sudah merasa tubuhnya semakin melemah.
Jika seperti ini terus maka dia bisa kehilangan banyak tenaga, pikir Alex..
Anna dan Bibi Van tengah berjalan mengendap di sebuah lorong. Mereka sedang berusaha mencari jalan keluar.
Anna memutuskan ia harus membawa Bibi Van ke lantai sebelumnya, dimana Roy menyuruhnya untuk menunggu.
"Sepertinya tidak ada orang.. Ayo Bibi kita harus cepat kembali ke bawah" bisik Anna pada Bibi Van.
Bibi Van pun mengangguk dan kembali berjalan beriringan dengan Anna.
Namun, saat mereka hampir tiba di tangga. Tiba-tiba terlihat dua orang pria bertopeng tengah berada tidak jauh dari posisi Anna dan Bibi Van,
"Hey!!!!! Itu dia!!!" teriak salah satu pria itu sambil menunjuk Anna dan Bibi Van.
Dengan panik Anna pun menengok ke belakang,
"Ayo Bibi!!! Lari!!!!" ujar Anna panik.
Keduanya pun mencoba berlari menuruni tangga. Namun kedua pria bertopeng itu lebih cepat berlari dan menangkap keduanya,
"Mau kemana kalian!!!!!!!" teriak salah satu pria.
Anna dan Bibi Van mencoba melawan dan melepaskan diri dari kedua pria itu.
"Lepaskan!!!!!!!!" teriak Anna.
Bibi Van pun mencoba melawan dan menggigit tangan pria yang memegangnya,
"AARGHHHH!!!!" teriak pria itu sambil menampar kuat pipi Bibi Van.
PLAK!!!!
__ADS_1
"BERANINYA KAU!!!!!" teriak pria itu.
Pria bertopeng yang menahan Bibi Van pun terlihat emosi dan mulai menjambak kuat rambut Bibi Van dan memukulnya,
"Aakkhhh!!!" teriak Bibi Van kesakitan.
BUGH!!
BUGH!!!
"WANITA TUA SIALAN!!!!" teriaknya marah.
Bibi Van terlihat menutup wajahnya dan menghindari serangan pria itu.
Anna yang melihat hal itu mencoba untuk menolong Bibi Van,
"HENTIKAN!!!!" teriak Anna sambil mencoba melepaskan cengkraman pria yang menahannya.
Pria yang menahan Anna terlihat tertawa puas melihat rekannya yang sedang memukul Bibi Van.
Anna yang tidak tahan melihat hal itu pun dengan segera menginjak kaki pria yang menahannya dengan kuat,
BUGH!!!
"Aarrgghh!!!!!" teriak pria itu yang membuat pegangannya terlepas pada Anna.
Dengan cepat Anna menghampiri pria yang sedang memukul Bibi Van dan mencoba menghentikannya,
"HENTIKAN!!! JANGAN PUKUL DIA!!!!" teriak Anna sambil menahan tangan pria itu.
Anna dan pria itu terlihat saling menahan..
Pria bertopeng itu merasa terganggu dan marah pada Anna yang mencoba menghentikannya,
"MENYINGKIR \*\*\*\*\*\*!!!!!" teriaknya sambil mendorong tubuh Anna sampai terjatuh.
"AAKKKHHH!!!" teriak Anna saat tubuhnya terjatuh.
BRUK!!!!!
Anna merasa tubuhnya terasa sakit saat mengenai lantai yang kasar. Anna mencoba kembali bangkit, namun tiba-tiba gadis itu merasa perutnya terasa amat sangat sakit,
"Aakkhhh!!!!!" rintih Anna sambil menyentuh perutnya.
"Perutku......" rintih Anna.
Tes..
Tiba-tiba Anna merasa sesuatu yang basah keluar dari bawah tubuhnya,
Gadis itu pun menatap ke bawah dan membelalakkan matanya dengan terkejut,
"Da..... darah......"
Bersambung...
Hallo, tolong di bantu like, komen, vote dan hadiahnya ya ☺️
Tapi buat yang udah baca jangan lupa tinggalin jejak ya, dan kasih hadiahnya buat author walaupun recehan 🥲
Oh iya, novel kedua author yang judulnya Mysterious Man sudah up ya ☺️
Yuk bantu di ramaikan 😁🙏
Terimakasih ❤️
__ADS_1