Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Unexpected Dinner


__ADS_3

Alex merasa bersalah menatap wajah Anna yang terlihat sedikit kecewa.


"Maaf kita tidak bisa makan malam bersama. Perusahaan milik keluarga McCartney telah berinvestasi cukup besar di perusahaan ku. Aku merasa tidak enak jika menolak undangannya" ujar Alex sambil mengusap pipi Anna dengan lembut.


Seketika Anna menatap wajah Alex. McCartney??? pikir Anna. Sepertinya dia tidak asing dengan nama itu..


"Sebenarnya Roy juga di undang dan dia bilang dia akan membawa salah satu wanita kencannya" lanjut Alex.


"Jika kau mau, kau juga bisa ikut denganku" ujarnya sambil mengusap pipi Anna.


Anna terlihat ragu dengan ajakan Alex. Sebenarnya dia sangat malas untuk pergi keluar dan bertemu dengan orang asing. Namun, setelah mendengar nama McCartney tadi, dia menjadi penasaran karena sepertinya Anna pernah mendengar nama itu sebelumnya.


"Hmm.. baiklah" ujar Anna.


Alex terlihat tersenyum senang karena Anna akan ikut dengannya. Walaupun ada sedikit kecemasan di dalam hati Alex untuk membawa gadis ini keluar rumah. Tetapi diam-diam Alex akan menyuruh orang-orangnya untuk mengikuti mereka dari belakang.


"Kalau begitu, aku akan bersiap-siap" ujar Anna hendak meninggalkan Alex untuk pergi ke kamarnya.


Namun tangan Alex menarik tangan Anna kembali ke dalam pelukannya.


"Beri aku 5 menit untuk memelukmu sebentar saja" ujar Alex lembut sambil mendekap tubuh Anna dengan erat.


Pria itu menghirup tubuh gadisnya dan menutup matanya untuk menikmati kehangatan dari pelukan mereka. Anna pun membalas pelukan Alex.


Setelah beberapa menit Anna pun mencoba untuk melepaskan pelukannya.


"Ayo Alex, ini sudah lebih dari 5 menit. Kita bisa terlambat" ujar Anna mencoba membujuk Alex agar melepaskan pelukannya.


Alex terlihat tidak bergeming dan masih memeluk tubuh Anna dengan erat.


"Alex!" ujar Anna mencoba mendorong tubuh pria itu.


"Katakan kau mencintaiku, baru aku akan melepaskannya" goda Alex.


Anna yang menyerah untuk mencoba mendorong tubuh Alex akhirnya menghembuskan nafasnya pasrah.


"Aku mencintaimu" ujar Anna pelan.


Alex pun terlihat tersenyum puas lalu perlahan melepaskan pelukannya. Lalu dengan cepat mengecup bibir Anna.


"Aku juga sangat mencintaimu" ujarnya tersenyum puas.


"Dasar curang!!" ujar Anna, lalu dia pun berlalu meninggalkan Alex ke kamarnya dengan cepat sebelum pria itu kembali menahannya.


Alex pun hanya tersenyum senang melihat ekspresi kekasihnya itu. Lalu dia pun melangkah ke kamarnya untuk bersiap-siap.


Setelah selesai bersiap-siap, Anna pun keluar dari kamarnya dan melihat Alex telah menunggunya di depan pintu kamarnya. Alex menatap Anna dengan tatapan terpesonanya. Dia menatap dalam pada gadisnya yang memakai gaun selutut berwarna peach dengan rambutnya yang di gulung ke atas memperlihatkan lehernya yang putih dan jenjang.


Alex melangkahkan kakinya mendekati Anna,


"Sangat cantik..." bisik Alex terpesona.


Lalu tangannya perlahan menyentuh pipi Anna dengan lembut,


"Aku tidak rela jika pria lain melihatmu dengan penampilan seperti ini!" ujarnya sedikit kesal.


Anna pun menyentuh tangan Alex di pipinya,


"Ayolah Alex, kita sudah terlambat. Lagipula hanya sebentar saja kan.." ujar Anna lembut.


Akhirnya dengan pasrah Alex pun mengangguk,

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita berangkat" ujarnya sambil mengulurkan tangannya pada Anna.


Lalu mereka pun berjalan bersama ke halaman rumah. Alex membukakan pintu mobil untuk Anna dan mempersilahkannya untuk masuk. Alex pun duduk di kursi kemudinya.


Diam-diam Alex memberikan kode pada anak buahnya untuk mengikuti mereka dari belakang. Setelah itu mobil Alex pun melaju menuju tempat makan malam mereka.


-


Disisi lain Daniel telah tiba di tempat makan malam yang telah dia janjikan dengan Alex dan juga Roy. Sebelum dia tiba di tempat ini, William menyuruh Daniel untuk menyuruh anak buahnya agar berjaga di setiap sudut restoran miliknya ini.


Ada sedikit kekhawatiran dalam hati Daniel jika Alex tidak akan membawa Anna ke tempat ini. Rencana mereka akan gagal. Jika itu terjadi maka dengan terpaksa dia akan mengikuti Alex sampai ke rumahnya lalu membawa Anna dengan tangannya sendiri!!


Dari kejauhan Daniel melihat Roy telah masuk ke dalam ruang VVIP itu bersama seorang wanita. Pria itu memang terkenal playboy, Daniel menebak pasti itu salah satu wanita dari banyaknya wanita yang dia miliki.


"Terimakasih kau sudah menyempatkan waktumu untuk kemari" ujar Daniel tersenyum ramah sambil berjabat tangan dengan Roy.


Roy pun tersenyum menanggapi ucapan Daniel,


"Seharusnya aku yang berterima kasih, karena kau sudah mengundangku untuk makan malam disini" ujar Roy sambil menepuk pundak Daniel dengan akrab.


"Oh iya kenalkan ini teman wanitaku, namanya Katy" ujar Roy memperkenalkan wanita di sampingnya.


Daniel pun mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan dan menyapa Katy.


Roy mengarahkan pandangannya ke sekitar ruangan,


"Dimana pasanganmu??" tanya Roy.


Sebelumnya memang Daniel menyuruh Roy untuk membawa pasangan pada makan malam ini. Sebenarnya Daniel hanya memancing pria itu agar Alex juga membawa Anna kemari.


"Oh itu... Dia sedang pergi ke kamar mandi sebentar" ujar Daniel.


"Kalau begitu silahkan duduk, sambil menunggu Tuan Alex tiba" ujar Daniel.


Lalu mereka pun duduk bersama dan mengobrol ringan. Tidak beberapa lama kemudian, Alex pun masuk sambil menggenggam tangan Anna yang berada di sampingnya.


Seketika Daniel membelalakkan matanya menatap gadis yang dia cintai dan tunggu-tunggu selama ini berada di depannya. Jantungnya berdebar kencang merasakan kerinduan yang teramat dalam pada gadis itu.


Alex pun menghampiri meja mereka dan mengarahkan pandangannya pada Daniel yang menatap Anna dengan intens. Seketika rahangnya mengeras menatap Daniel.


"Selamat malam Tuan Daniel!" ujar Alex dingin.


Daniel pun seketika mengalihkan pandangannya pada Alex,


"Ekhem.. Selamat malam Tuan Alex. Senang kau bisa hadir pada malam hari ini" ujarnya mengulurkan tangannya pada Alex.


Alex pun menerima uluran tangan Daniel dan menjabatnya singkat.


"Oh iya, siapa gadis ini??" tanya Daniel berpura-pura tidak mengenali Anna.


"Perkenalkan namaku Daniel McCartney" lanjutnya, berharap gadis itu setidaknya masih mengingat namanya.


Namun sayang, tatapan Anna terlihat biasa saja saat Daniel menyebutkan namanya.


Padahal di dalam lubuk hatinya dia berharap Anna akan mengingatnya. Namun sayang, Anna menatap Daniel dengan tatapan asingnya dan hanya tersenyum singkat untuk menyapanya.


Sebelumnya William berkata pada Daniel untuk tidak memperbolehkannya memberitahukan Anna siapa dirinya sebenarmya, agar Alex tidak curiga kepadanya.


"Dia 'Kekasihku' " ujar Alex cepat sambil menekan kata kekasih untuk memperjelas ucapannya pada Daniel.


Daniel pun memasang senyum palsunya sambil menganggukkan kepalanya. Emosinya tiba-tiba membuncah karena perkataan Alex barusan.

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu mari kita nikmati makan malam ini" ujar Daniel.


Setelah sekretarisnya kembali dari kamar mandi. Makan malam pun di mulai, dan diisi dengan pembicaraan-pembicaraan ringan serta tentang bisnis yang mereka jalani.


Daniel menatap Alex yang terlihat memotong beberapa daging dan memberikannya pada Anna. Mereka benar-benar terlihat seperti pasangan yang saling jatuh cinta. Daniel menggenggam pisau di tangannya dengan kuat.


Lalu seorang pelayan pun masuk dan menyajikan beberapa makanan laut di atas meja di dekat Anna.


"Jauhkan makanan itu darinya!! Dia alergi dengan makanan laut!!" ujar Daniel refleks.


Seketika Anna yang terkejut langsung menatap Daniel yang sedang menatapnya dengan intens dan dalam. Bagaimana pria itu bisa tau bahwa dirinya mempunyai alergi terhadap makanan laut?? pikir Anna.


Alex pun melihat reaksi Anna yang langsung menatap Daniel dengan terkejut.


Apakah perkataan pria itu benar?? pikir Alex geram.


Dia saja tidak tau bahwa gadisnya itu memiliki alergi terhadap makanan laut.


Seketika Alex menatap Daniel dengan tatapan tajamnya,


"Darimana kau tau tentang hal itu??" tanya Alex sinis.


Daniel seketika terlihat salah tingkah dengan pertanyaan Alex,


"A... Aku hanya asal bicara saja! Belum tentu benar bukan?? " ujar Daniel mengelak.


Lalu tatapannya mengarah kembali pada Anna,


"Nona, apakah Nona alergi dengan makanan laut??" tanya Daniel.


Anna terlihat berpikir sejenak, lalu menatap Alex yang terlihat sedang menahan emosinya. Pria itu terlihat sedang sangat cemburu karena hal sepele tadi.


Roy yang mengerti dengan tatapan Anna itu akhirnya mencoba mencairkan suasana dengan langsung mengambil makanan laut itu dengan cepat.


Dia tidak ingin Alex meluapkan emosinya karena cemburu disaat yang tidak tepat seperti ini


"Sudahlah jangan terlalu sibuk dengan alergi. Kebanyakan wanita memang memiliki alergi terhadap makanan laut. Bukankah begitu?? Aku sangat berpengalaman jika berurusan dengan wanita haha!!" ujar Roy membanggakan dirinya.


Setelah itu suasana kembali mencair dan makan malam pun berjalan dengan lancar walaupun ada sedikit kecanggungan di antara mereka.


Tiba-tiba handphone Roy bergetar di dalam saku celananya. Dia terlihat serius menerima panggilan teleponnya itu. Lalu dengan cepat Roy pun mematikan teleponnya.


"Aku benar-benar minta maaf. Pekerja di club ku menelpon, sepertinya ada sedikit masalah disana. Aku harus segera kesana untuk memeriksa" ujar Roy terburu-buru.


"Terimakasih atas makan malamnya, aku sangat menikmatinya.. Kalau begitu aku permisi dulu" ujarnya lalu berpamitan pada Daniel dan Alex.


Daniel pun menatap kepergian Roy, sepertinya rencana Paman William sudah di mulai, pikir Roy.


Di meja itu hanya tertinggal mereka berempat. Alex menggenggam tangan Anna hendak berpamitan juga. Namun suara langkah kaki seseorang yang baru masuk menghentikan gerakannya.


Seketika Anna mengarahkan pandangannya kearah pintu dan membelalakkan matanya menatap seseorang disana.


"A... Ayah!!" bisik Anna terkejut.


Bersambung...


Dukung selalu cerita ini ya...


Jangan lupa kasih like dan komennya ☺️


Terimakasih juga untuk para pembaca setia yang selalu menunggu cerita ini ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2