Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Breakfast


__ADS_3

Hari sudah pagi, Daniel masih duduk di meja kerjanya sambil terus berusaha mencari informasi tentang keberadaan Alex. Dia sangat yakin bahwa Alex yang telah membawa Anna pergi tadi malam.


Daniel tidak tidur semalaman karena khawatir dengan keadaan Anna. Pertunangan mereka tinggal menghitung hari. Tapi sekarang Anna malah tidak ada bersamanya dan di bawa pergi oleh pria bajingan bernama Alex itu.


Paman William juga menyerahkan sepenuhnya pencarian Anna padanya. Dia ingin melihat kesungguhan dari Daniel pada putrinya. Lagipula ini semua juga salahnya karena lalai dan mudah di kelabui oleh musuh sampai-sampai Anna kembali di rebut oleh pria itu.


Tiba-tiba handphonenya yang berada di atas meja bergetar. Dengan cepat Daniel mengambilnya dan mengangkat panggilan itu.


"Halo, Bagaimana?? Kau sudah dapat informasi??" tanya Daniel tidak sabaran pada bawahannya itu.


("Tuan, Aku mendapatkan informasi bahwa Alexander Wijaya mempunyai sebuah apartemen pribadi di Tokyo. Mungkin saja pria itu membawa Nona Anna kesana. Karena aku tidak mendapatkan informasi tentang keberangkatannya hari ini dari Jepang.") ujar pria di seberang sana.


Daniel pun mencengkram handphone di telinganya dengan kuat. Apartemen?? geramnya dalam hati.


"Berikan padaku alamatnya!! Sekarang juga aku akan kesana!!" perintahnya.


("Baik Tuan.. Tapi mungkin akan sedikit sulit masuk kesana, karena apartemen itu salah satu apartemen elite di Tokyo dan juga mempunyai pengawasan yang ketat. Hanya orang-orang yang telah memiliki kartu khusus yang bisa masuk") ujar pengawal itu.


Daniel pun menghela nafasnya kasar dan lekas berdiri dari duduknya.


"Aku tidak peduli!! Bagaimanapun caranya aku pasti bisa masuk kesana!!" ujar Daniel sinis.


("Baik Tuan, aku akan mengirim alamatnya sekarang") ujar pria itu.


Daniel pun mematikan teleponnya dan bergegas memakai jas miliknya. Dia harus segera menemukan Anna dan membawanya kembali bagaimanapun caranya!!!


-


Alex kembali menelan ludahnya dengan susah payah saat Anna mulai mendekat dengan ragu dan duduk di kursi meja makan. Anna terlihat sedikit risih dengan kemeja Alex yang di pakainya. Dia hanya memakai dalaman di balik kemeja kebesaran ini.


Alex pun mengalihkan pandangannya dan mencoba menormalkan situasi yang sedikit canggung menurutnya.


"Ekhem... Kau sudah selesai?? Kalau begitu ayo kita makan. Aku hanya memasak makanan sederhana ini" ujar Alex sambil mengalihkan pandangannya pada makanan di atas meja.


Dia mengambil makanan untuk Anna dan meletakkannya di depan gadis itu.


"Makanlah" ujar Alex lembut.


Anna pun mengangguk dan mulai menyuapkan makanan itu ke mulutnya. Matanya sedikit terbelalak setelah mencoba makanan buatan Alex itu. Rasanya sangat lezat dan pas. Dia tidak menyangka bahwa seorang Alexander Wijaya juga pandai memasak, pikir Anna kagum.


"Apakah enak??" tanya Alex menatap Anna sedikit ragu.


Dengan semangat Anna pun mengangguk dan tersenyum pada Alex.


"Enak!! Aku tidak menyangka kau pandai memasak" ujar Anna kagum.


Alex pun tersenyum mendengar pujian dari Anna. Entah mengapa pujian gadis itu membuatnya merasa percaya diri dan senang.

__ADS_1


"Dulu aku sering memasak untuk diriku sendiri, sebelum aku sukses seperti sekarang" ujar Alex pelan.


Anna pun terdiam dan menatap Alex sedih. Dia lupa bahwa Alex sejak dulu hidup dan berjuang seorang diri. Sampai sekarang dia sudah menjadi salah satu pengusaha sukses yang di segani dan juga di hormati, semua itu karena kerja kerasnya sendiri.


"Aku kagum padamu" ujar Anna menatap Alex dengan tulus.


Seketika Alex pun berhenti memakan makanannya dan menatap Anna. Entah mengapa walaupun sudah banyak orang yang memujinya seperti itu. Tetapi jika gadis ini yang mengucapkannya rasanya Alex merasa terharu dan senang mendengar pujiannya.


"Terimakasih.. Orang yang kau kagumi ini adalah kekasihmu dan juga calon suamimu.. Kau mengagumi orang yang tepat!" ujar Alex percaya diri.


Anna pun hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum mendengar ucapan Alex. Ternyata pria ini bisa narsis juga, pikir Anna.


Setelah makanan mereka habis. Dengan segera Anna menyusun piring yang ada di atas meja dan hendak membawanya ke wastafel untuk di cuci.


"Biar aku yang cuci!! Kau duduk saja disini" ujar Alex menahan tangan Anna.


Namun dengan cepat Anna melepaskan tangan Alex dan bersikeras untuk membawa piringnya.


"Tidak!! Aku saja yang cuci!! Kau diam disini!!" ujar Anna tegas lalu segera melangkah ke wastafel dan mencuci piringnya.


Dari kursinya Alex menatap Anna yang sedang mencuci piring dari belakang. Pandangannya mengarah pada tubuh Anna yang terlihat sangat sexy dan menggoda imannya.


Sial!!! Dia merasakan tubuhnya mulai bergairah dan panas. Itu sebabnya Alex tadi melarang Anna untuk bangkit dari duduknya. Dia tau tubuhnya pasti akan langsung bereaksi melihat penampilan gadis itu.


Gadis itu selalu membuat tubuhnya bergairah tanpa melakukan apapun untuk menggodanya terlebih dahulu. Melihatnya saja Alex sudah bisa tergoda.


"A... Alex!!" ujar Anna kaget.


Alex menyandarkan dagunya pada bahu Anna dan mencium leher gadis itu dengan lembut, membuat Anna menggeliat dalam pelukan Alex.


"A... Ada apa???" tanya Anna pelan.


Alex masih menciumi leher Anna dan mengelus perut gadis itu dengan lembut.


"Aku masih lapar" bisik Alex lembut.


Anna pun mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Alex.


"Kau masih lapar?? Kalau begitu aku akan memasak sesuatu untukmu" ujar Anna polos.


Anna pun mencoba melepaskan pelukan Alex di tubuhnya. Namun Alex malah mempererat pelukannya dan mendekatkan bibirnya pada telinga gadis itu.


"Aku tidak menginginkan makanan..." bisik Alex menciumi telinga Anna dengan lembut


Anna pun menggeliat dan menutup matanya merasakan geli pada sekujur tubuhnya.


"Aku menginginkanmu..." lanjut Alex dengan suara seraknya.

__ADS_1


Lalu dengan perlahan pria itu membalikkan tubuh Anna, mengelus pipinya dengan lembut dan mulai mendekatkan wajahnya, lalu mencium bibir gadis itu dengan lembut dan intens.


Alex memeluk tubuh Anna sambil memperdalam ciuman mereka. Perlahan Anna pun mulai merangkul leher Alex dan membalas ciuman pria itu. Mereka saling ******* dan memainkan lidah dalam ciuman panas itu.


Dengan erat Alex merangkul tubuh Anna dan menyentuh pinggul gadis itu dengan lembut dan memerasnya. Membuat ******* Anna tertahan di dalam ciuman mereka.


Lalu Alex pun mengangkat tubuh Anna dan meletakkannya di atas meja dekat wastafel tanpa melepaskan ciumannya sedikit pun.


Suara decakan ciuman mereka terdengar di ruangan itu. Tangan Alex mulai masuk ke dalam kemeja Anna dan mengelus punggung gadis itu dengan lembut. Ciuman mereka semakin dalam dan panas. Tangan Alex menyentuh kancing atas kemeja gadis itu dan mulai membukanya. Ciumannya pun turun ke leher Anna, membuat gadis itu mendongakkan kepalanya ke atas, dan Alex pun dengan leluasa menjamah leher dan dada Anna.


Suara ******* terdengar dari mulut Anna membuat Alex kelabakan dan semakin bergairah. Alex pun kembali mengangkat tubuh Anna dan membaringkannya di atas sofa lalu menindih tubuh gadis itu dengan pelan tanpa melepaskan ciuman panas mereka.


"A.. Alex" bisik Anna tertahan.


Alex pun kembali mencium leher Anna,


"Panggil namaku sayang..." bisik Alex di telinga Anna lalu menjilatinya dengan lembut dan menekan tubuhnya pada tubuh Anna.


******* Anna kembali terdengar di telinga Alex. Membuat gairahnya semakin menjadi-jadi.


Namun tiba-tiba suara bel pintu apartemennya berbunyi.


TING..


TONG..


Alex mengabaikan bunyi bel itu dan kembali mencium bibir Anna. Namun, bel itu berbunyi terus menerus membuat Anna dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Alex.


"Alex!! Sepertinya ada orang di luar. Ayo buka pintunya!!" ujar Anna.


"Biarkan saja!" ujar Alex acuh.


Alex mengabaikan perkataan Anna dan hendak kembali mencium gadis itu. Namun, Anna kembali menahannya.


"Alex!! Ayolah.. Siapa tau itu tamu penting" ujar Anna membujuk.


Dengan terpaksa Alex pun bangkit dari atas tubuh Anna,


"Baiklah..." ujar Alex terpaksa.


Sialan!!! Siapa bajingan yang sudah berani mengganggu kesenangannya!!! geram Alex marah dalam hatinya..


Bersambung...


Hola, jangan lupa tinggalkan jejak setelah baca ya 😁


Kasih like dan komen yang banyak, terimakasih 🙏😁

__ADS_1


Jangan lupa masukin daftar favoritnya ya cerita ini 🤗❤️


__ADS_2