
"Bolehkah aku masuk dan memeriksa??" tanya William lalu melangkah masuk ke dalam kamar Anna.
Anna menutup matanya rapat lalu merasakan jantungnya berdetak kencang.
Ya Tuhan bagaimana ini?? Semoga saja ayah tidak melihat Alex!! pikir Anna panik dalam hatinya.
William melangkah dengan perlahan dan memperhatikan setiap sudut kamar Anna dengan mata tajamnya.
Anna merasakan jantungnya berdegup kencang saat ayahnya begitu detail memperhatikan setiap sudut kamarnya. Dia hanya berdoa dalam hati semoga ayahnya tidak membuka lemari pakaiannya.
Namun seketika langkah William terhenti di depan lemari Anna dan memperhatikannya cukup lama.
"Ti.. Tidak apa apa-apa ayah.. Sejak tadi aku hanya tertidur dan tidak mendengar suara apapun" ujar Anna menghampiri William.
William pun terdiam sesaat lalu menatap Anna sebentar,
"Iya... Mungkin aku salah dengar" ujar William pelan.
Lalu tatapan William mengarah pada sesuatu yang berada di atas lantai. Dia pun berjongkok dan mengambil benda itu. William Memperhatikannya sebentar dan memberikannya kepada Anna.
"Sepertinya salah satu kancing bajumu terlepas" ujar William sambil memberikan kancing baju itu pada Anna.
Anna yang melihat kancing baju itu seketika mencoba untuk menyembunyikan keterkejutannya. Dengan ragu Anna pun mengambil kancing baju itu dan memperhatikannya. Itu adalah kancing baju kemeja milik Alex tadi. Gawat!! Semoga saja ayahnya tidak curiga dengan kancing baju ini, pikir Anna cemas.
"Ah... Sepertinya kancing bajuku memang terlepas tadi" ujar Anna gugup.
William pun menatap Anna dengan intens dan tidak lama kemudian menganggukkan kepalanya pada Anna.
"Istirahatlah!! Maaf aku telah membangunkan mu" ujar William.
Lalu dia pun melangkahkan kakinya kembali hendak keluar dari kamar Anna.
"Tadi Daniel meminta izin padaku untuk mengajakmu makan malam di luar besok. Pergilah dengannya!" ujar William tegas.
"Kau harus sering menghabiskan waktu dengannya, sebelum hari pertunangan mu satu minggu lagi!!" lanjutnya.
Anna pun membelalakkan matanya dan menatap William tidak percaya. Padahal jelas-jelas dia sudah menolak pertunangan itu. Namun, ayahnya sama sekali tidak mendengarkannya.
"Ayah..." ujar Anna terpotong saat William mengangkat tangannya, lalu menatap Anna dengan tajam.
"Cukup!! Istirahatlah!!" ujar William tegas, lalu keluar dari kamar Anna dan kembali menutup pintunya.
Anna pun terlihat putus asa dengan sikap ayahnya itu. Sekeras apapun dia menolak, ayahnya pasti akan tetap pada pendiriannya.
BRAK!!!
Terdengar suara keras dari lemari. Anna seketika membalikkan tubuhnya dan menatap Alex yang keluar dari dalam lemari dengan tatapan tajamnya.
"Pertunangan???" tanya Alex mencoba untuk menahan amarahnya.
Anna yang melihat kemarahan Alex pun seketika mendekatinya dan mencoba menahan amarah pria itu.
"Ah... Itu..." ucap Anna terpotong.
"Daniel??? Pria keturunan McCartney itu akan bertunangan denganmu????" tanya Alex tidak percaya.
Anna pun menyentuh tangan Alex untuk meredam emosi pria di depannya itu.
"Sudahlah Alex, aku juga sudah menolak pertunangan itu. Itu hanya keinginan ayahku saja" ujar Anna.
Alex terlihat mengepalkan tangannya kuat. Emosinya sudah berada di atas ubun-ubun sekarang. Jika Alex tidak ingat bahwa pria tua bangka tadi adalah ayah dari gadis yang sangat dia cintai ini, mungkin saja dia sudah membunuhnya saat ini juga.
"Brengsek!! Pria McCartney itu benar-benar bajingan!! Aku akan membuat perhitungan dengannya!!!" ujar Alex marah.
Anna pun mengelus tangan Alex untuk meredam kembali kemarahan pria itu. Dan caranya itu cukup ampuh pada Alex. Seketika emosi pria itu perlahan mulai stabil dan tenang.
Alex pun menatap Anna yang berdiri di depannya dan memeluk pinggang gadis itu dengan erat.
__ADS_1
"Kau hanya milikku!! Aku tidak akan membiarkan siapapun mencoba untuk mengambilmu dari sisiku!!" bisik Alex tegas.
Anna pun menatap pria itu dan mengangguk pelan. Lalu seketika Anna menunjukkan kancing baju Alex yang terjatuh di tangannya.
"Ini milikmu??" tanya Anna.
Alex pun menatap kancing baju itu dengan datar,
"Sepertinya aku membukanya terlalu kasar karena gejolak gairahku padamu" ujar Alex menatap Anna dengan seringai menggodanya.
Anna pun memukul pundak Alex dengan pelan,
"Kau ini!!! Bagaimana jika ayahku curiga tadi!! Untung saja dia mengira ini adalah kancing baju milikku" ujar Anna sedikit kesal.
Alex pun terdiam sesaat lalu tersenyum pada Anna,
"Apa kau takut jika ayahmu menemukanku disini?? Aku sama sekali tidak takut padanya!" ujar Alex santai.
Anna yang mendengar perkataan Alex pun hanya bisa menghembuskan nafasnya perlahan.
"Alex!! Aku serius, Aku tidak ingin hal seperti waktu itu terulang kembali" ujar Anna sedih.
Alex pun mengangkat tangannya dan mengusap wajah Anna dengan lembut.
"Baiklah, maafkan aku" ujar Alex tulus.
Alex pun kembali teringat dengan ucapan William tadi yang mengatakan bahwa besok kekasihnya itu akan makan malam dengan si brengsek Daniel. Tiba-tiba sebuah seringai licik muncul di wajahnya.
"Bukankah tadi William bilang bahwa kau akan makan malam dengan si brengsek itu besok??" tanya Alex.
Anna pun terlihat berpikir sesaat lalu menganggukkan kepalanya pada Alex.
"Iya.. Aku akan menolaknya" ujar Anna cepat.
"Tidak!! Kau terima saja tawarannya. Aku punya ide yang sangat brilian!" ujar Alex senang.
"Apa yang kau rencanakan??" tanya Anna.
Alex hanya tersenyum dan menyentuh pipi Anna dengan lembut.
"Kau akan tau besok" ujar Alex tenang.
"Sekarang istirahatlah" lanjutnya.
Anna pun menatap Alex yang tiba-tiba melepaskan pelukannya.
"Kau akan pergi??" tanya Anna sedikit kecewa.
Alex pun menatap Anna dengan pandangan menggodanya,
"Siapa bilang?? Aku akan tidur disini bersamamu!" ujar Alex lalu membuka kemejanya dan tidur di atas tempat tidur Anna.
Anna pun menatap Alex dengan tatapan tidak percayanya,
"A... Apa?? Tidur disini???" tanya Anna syok.
Alex hanya menganggukkan kepalanya dan menepuk tempat yang kosong di atas tempat tidur tepat di sampingnya.
"Kemarilah!! Aku tidak akan melakukan apapun. Hanya tidur saja. Dan sebelum matahari terbit, aku akan keluar dari sini" ujar Alex menatap Anna.
Dengan ragu Anna pun menghampiri Alex dan merebahkan tubuhnya di samping pria itu. Alex mengulurkan tangannya dan membawa tubuh Anna ke dalam pelukannya.
Alex menutup matanya merasakan tubuh hangat Anna di dalam dekapannya. Dia ingin selamanya bisa bersama dengan gadis yang dia cintai ini.
"Tidurlah" ujar Alex pelan.
Anna yang mulai merasa nyaman pun membalas pelukan Alex dan tertidur di dada telanjang Alex.
__ADS_1
Alex merasakan hembusan nafas Anna di dadanya. Perlahan Alex mulai merasa risih karena gejolak tubuhnya yang tersengat oleh tubuh Anna.
Sial!! Sepertinya tidur dengan gadis ini bukanlah ide yang bagus, pikir Alex resah.
Anna yang mulai tertidur, tanpa sadar menggeliat di dalam pelukan Alex, dan dengan tidak sengaja dadanya menyentuh dada telanjang Alex.
Alex dapat merasakan kehangatan dada Anna walaupun tertutup gaun tidurnya yang tipis. Perlahan tubuh Alex pun berkeringat, dia merasakan tubuh bawahnya mulai menegang.
"Alex.. Kau berkeringat, apa kau baik-baik saja???" tanya Anna tiba-tiba terbangun dari tidurnya saat merasakan dada Alex yang basah.
Alex pun menatap wajah Anna dengan penuh gairah,
"Aku tidak baik-baik saja" ujar Alex.
Lalu dengan cepat mencium bibir Anna dengan penuh gairah. Alex menindih tubuh Anna dan menciumnya dengan ganas.
Anna yang terkejut dengan perlakuan Alex pun seketika tersadar saat merasakan sesuatu yang keras di bawah tubuh Alex. Sudah dia duga, pria ini tidak mungkin hanya bisa tidur saja dengannya tanpa tidak melakukan hal apapun.
Dengan penuh gairah Alex ******* bibir Anna dan mencium lehernya sampai ke dada gadis itu. Namun Anna dapat merasakan pria itu mencoba untuk mengendalikan gairahnya, walaupun gairah pria ini telah berada di puncak.
"Bisakah kau sentuh ini??" bisik Alex dengan suara seraknya.
Tangan Alex pun menuntun tangan Anna untuk menyentuh bawah tubuhnya yang masih tertutup oleh celana miliknya.
Anna menatap mata Alex yang berkilat penuh gairah sambil menatap wajahnya.
Alex pun menutup matanya kuat lalu mencoba bangkit dari atas tubuh Anna.
"Lupakan... Maafkan aku" bisik Alex merasa bersalah.
Namun Anna dengan cepat menahan tubuh Alex. Dia tau pria ini sudah sangat bergairah. Dan terlihat sangat tersiksa karena terus menahannya. Anna pun menyentuh bawah tubuh Alex dengan berani.
"Kau tidak perlu menahannya, Alex" bisik Anna.
Anna pun mengelusnya dan merasakan ketegangan disana. Alex pun menatap Anna dengan ragu. Namun Anna membalasnya dengan tersenyum dan mulai mencium bibir Alex terlebih dahulu.
Mereka pun saling ******* dengan ganas. Alex menyentuh pinggul Anna dan memerasnya dengan lembut. Alex merasakan sentuhan Anna di bawah tubuhnya yang membuat dia tidak bisa menahan lagi sesuatu yang akan keluar.
Alex pun memeluk tubuh Anna kuat. Anna merasakan tubuh Alex yang menegang dan mencengkram dengan kuat. Suara ******* Alex yang tertahan pun terdengar di telinganya.
Alex pun menyandarkan tubuhnya yang berkeringat di bahu Anna yang terbuka dan mengecupnya berkali-kali.
"Aku mencintaimu.... Aku sangat mencintaimu....." bisik Alex di telinga Anna.
Anna pun merasakan jantungnya berdebar kencang. Dia bisa merasakan gairah Alex. Pria itu benar-benar dapat mengendalikan nafsunya dengan baik, pikir Anna.
"Jika kita menikah, maka aku akan mengeluarkannya di dalam tubuhmu setiap hari" bisik Alex menggoda.
Anna pun merasakan pipinya merona merah,
"Alex!!!!" teriak Anna yang merasa malu, mendengar ucapan pria itu.
Alex pun hanya tersenyum dan menyentuh rambut Anna dengan lembut.
"Aku serius" ujarnya.
Anna pun membalikkan tubuhnya memunggungi Alex,
"Sudahlah, aku ingin tidur!!!" ujar Anna kesal dan malu.
Alex pun tersenyum geli dan dengan cepat memeluk tubuh Anna dari belakang.
"Baiklah, kali ini aku tidak akan mengganggumu. Selamat tidur!" bisik Alex menutup matanya sambil memeluk erat tubuh Anna.
Bersambung...
Halo, dukung cerita ini selalu ya, jangan lupa kasih like dan komen yang banyak 😀
__ADS_1
Kemarin libur dulu up nya, terimakasih buat yang selalu setia menunggu cerita ini dan tidak berpindah kelain hati 🥺🙏❤️🤗