Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Tell Her


__ADS_3

Air mata mengalir deras di pipi gadis itu saat mendengar ucapan Dokter tentang buah hatinya. Anna menatap kedua bayi itu dan mengusap lembut kaca yang menghalangi mereka.


Dokter bisa mengerti perasaan Anna dan menunduk sesaat, lalu menyentuh pundak gadis itu dengan lembut,


"Aku akan memberikanmu waktu sendiri disini.." ucap dokter itu pelan lalu berjalan kearah pintu dan keluar.


Anna masih menangis dalam diam sambil menatap kedua malaikat kecilnya. Mereka terlihat sangat mungil dan rapuh..


Bahkan selang dan alat medis yang menempel di tubuh mereka terlihat lebih besar dari tubuh keduanya.


Anna menghapus air matanya pelan dan menatap kearah kedua bayinya,


"Hallo malaikat kecil mama..." ucapnya bergetar.


Anna mendekatkan wajahnya ke kaca itu dan menatap satu per satu wajah anaknya dengan dalam,


"Mama sangat senang.. Akhirnya mama bisa melihat kalian berdua" ucapnya lagi menahan tangis.


"Cepat sehat sayang.. Mama sangat ingin memeluk kalian berdua.." bisik Anna dengan air matanya yang sudah mengalir.


"Maafkan mama.. Maafkan mama karena mama tidak bisa menemani kalian disaat-saat keadaan kalian seperti ini.." lanjutnya tersedu.


"Maafkan mama.. karena mama yang membuat kalian harus lahir begitu cepat dan membuat keadaan kalian seperti ini.." ucapnya terisak.


Anna menunduk pelan dan menangis dalam diam. Ia kembali menatap kedua buah hatinya sambil menyentuh kaca di depannya dengan lembut, seolah ia sedang mengusap wajah kedua malaikat kecilnya itu,


"Maafkan mama yang tidak bisa menjaga kalian dengan baik.." isaknya lagi.


Anna menghapus air matanya dan melihat kedua bayinya yang menggeliat pelan dalam tidur mereka setelah mendengar suara Anna.


Gadis itu mencoba kembali memancing keduanya dengan suaranya,


"Sayang.. Mama mohon.. Sehatlah.. Kuatlah.." bisik Anna.


"Mama sangat ingin memeluk kalian dan mencium kalian.. Cepatlah sehat.." lanjutnya tersedu.


"Mama tidak sanggup melihat malaikat kecil mama harus seperti ini.." ucapnya lagi.


"Kalian penguat untuk mama.. Kalianlah yang bisa menjadi penyemangat untuk mama dan ayah kalian" bisik Anna menahan tangis.


Gadis itu pun menatap sebuah celah lubang di samping kaca tempat tidur kedua bayinya.


Anna perlahan mengangkat tangannya dan mecoba untuk memasukkan tangannya ke dalam sana.


Tangannya pun perlahan berhasil masuk, dan dengan segera Anna menyentuh kedua tangan buah hatinya yang terlihat sangat mungil di tangannya.


Anna menggigit bibirnya sambil menahan tangis. Saat kulitnya dan kulit kedua bayinya bersentuhan, Anna merasa seluruh hatinya menjadi hangat dan nyaman.


Gadis itu menatap penuh haru jari-jari kecil itu dan mengusapnya dengan lembut,


"Ini mama sayang... Apa kalian bisa merasakan sentuhan mama???" ucap Anna sambil menahan tangisnya.


Kedua bayi itu seketika kembali menggeliat pelan dan menggenggam tangan Anna dengan erat.


Suara rengekan keduanya seketika terdengar pelan saat merasakan sentuhan tangan Anna.


Anna pun seketika panik melihat kedua buah hatinya yang tiba-tiba menangis,

__ADS_1


"oweekk!!!"


"oweekkk!!!"


Dengan cepat Anna pun mengarahkan pandangannya kearah pintu untuk memanggil dokter,


"Dokter!! Dokter!!" panggilnya cemas.


Dokter pun dengan segera masuk dan mendekati Anna,


"Mereka menangis.." ucap Anna sambil tersedu.


Dokter pun memeriksa kedua bayi itu dan mengerti apa yang diinginkan oleh Anna. Ia pun tersenyum pelan dan dengan hati-hati menggendong salah satu bayi,


"Ini... Peluklah mereka" ucap dokter itu yang membuat Anna terkejut sekaligus bahagia.


Dengan tangan yang bergetar, Anna pun dengan hati-hati memeluk salah satu bayinya.


Seketika tangisan bayi itu mulai mereda saat Anna membawanya ke dalam pelukannya. Air mata gadis itu pun menetes di pipinya dengan perasaan yang sulit di gambarkan. Dokter menggendong bayi yang satunya lagi dan menatap Anna,


"Apakah Nona bisa memeluk keduanya???" tanya dokter itu sambil menggendong satu bayi lagi yang masih menangis.


Anna pun dengan cepat mengangguk dan membiarkan dokter menaruh satu bayi lagi di tangan kirinya.


Seketika tangisan bayi kedua pun reda saat Anna memeluk tubuh mungilnya. Gadis itu menangis haru dalam diam sambil menatap kedua wajah malaikat kecilnya.


Dokter tersenyum melihat hal itu dan menatap Anna,


"Itulah ikatan batin antara ibu dan anak.. Mereka pasti bisa merasakan detak jantung ibunya dan merasa nyaman" ucap dokter itu lembut.


Anna mengangguk pelan dan menyentuhkan hidungnya lembut pada kedua pipi bayinya.


~


Willian dan Donna masih menunggu di luar ruangan. Mereka terlihat sedikit khawatir dan juga cemas menunggu Anna di dalam.


Seketika pintu ruangan di depan mereka pun terbuka. Terlihat Dokter telah keluar sambil mendorong kursi roda Anna.


William dengan cepat menghampiri putrinya,


"Kau baik-baik saja??" tanyanya khawatir.


Anna menatap William dengan mata sembabnya dan mengangguk pelan menanggapi pertanyaan ayahnya itu.


William pun menghela nafasnya dengan lega, begitu juga dengan Donna,


"Nona Anna tetap harus banyak istirahat agar kondisinya semakin membaik" ucap dokter itu.


"Kami juga akan tetap menjaga dan merawat kedua bayi Nona agar keadaannya semakin membaik dan sehat.. Nona tidak perlu khawatir" lanjutnya lagi pada Anna.


William dan Donna pun menghela nafasnya dengan lega,


"Baik, terimakasih Dokter" ucap Donna.


Dokter pun mengangguk dan berpamitan,


"Kalau begitu, aku permisi dulu" pamitnya.

__ADS_1


William pun mendorong kursi roda Anna untuk kembali ke ruangannya,


"Sekarang kau harus banyak istirahat Anna, agar kau semakin sehat" ucap Donna sambil menyentuh bahu Anna.


Mereka pun berjalan untuk kembali ke ruangan Anna. Namun, tiba-tiba Anna mengangkat wajahnya dan menatap William,


"Ayah..." ucapnya.


William dan Donna seketika berhenti dan menatap Anna,


"Ada apa sayang?? Apa kau merasa sakit??" tanya William khawatir.


Anna terdiam sejenak dan menggeleng,


"Aku... Aku ingin menemui Alex" ucapnya yang langsung membuat Donna dan William terdiam seketika.


Donna terlihat sedikit gugup dan memilih diam. Sedangkan William, ia menghela nafasnya pelan dan menatap Anna dengan lembut sambil berjongkok di depan putrinya itu,


"Sayang.. Alex masih harus banyak istirahat.. Kau juga sama.. Jadi, kita akan menemui Alex setelah kau benar-benar sehat ya??" bujuk William.


Anna menatap William dan menggeleng,


"Aku hanya ingin melihatnya sebentar saja.." ucap Anna memohon.


William menatap Donna yang terlihat bingung. Pria itu pun menghela nafasnya dan kembali menggeleng,


"Tidak sayang, dokter juga pasti akan melarangnya karena Alex benar-benar harus istirahat" ucapnya lagi.


Anna seketika menatap William dengan bingung,


"Memangnya kenapa?? kenapa dokter melarangnya, Apakah hanya Bibi Donna yang boleh melihatnya??" tanya Anna pada Donna dengan mata yang berkaca-kaca.


Donna terlihat tidak sanggup melihat wajah sedih Anna dan menatap William dengan bingung. Anna memperhatikan kedua wajah mereka dengan curiga,


"Sebenarnya apa yang kalian sembunyikan dariku??" tanya Anna tiba-tiba yang membuat Donna dan William menatap Anna dengan terkejut.


"Apa ayah dan Bibi Donna telah berbohong tentang kondisi Alex yang sebenarnya padaku??" tanyanya lagi menuntut dengan mata yang berkaca-kaca.


William terlihat ingin menjawab pertanyaan Anna dan membantahnya lagi, namun dengan cepat Donna menahan pria itu dan menggeleng pelan,


"Sudah.. jangan berbohong lagi William.." ucap Donna pelan.


"Kita harus memberitahu Anna yang sebenarnya" lanjutnya serius.


Anna seketika mengernyitkan keningnya dan menatap Donna. Wanita paruh baya itu menghela nafasnya pelan dan menatap Anna sambil berjongkok di depan Anna dan menggenggam tangan gadis itu,


"Sebenarnya... Sebenarnya Alex belum sadarkan diri sejak saat kalian di bawa ke rumah sakit.." ucapnya menahan tangis.


"Alex.. Alex sedang kritis..." ucap Donna bergetar yang membuat Anna langsung merasa seluruh tubuhnya melemas dan air matanya pun jatuh seketika..


Bersambung..


Hallo jangan lupa dukung selalu cerita ini ya ☺️


Author minta banget dukungannya seperti vote, hadiah, apalagi like dan komentarnya.. Selalu bikin semangat 😁


Jangan lupa bantu dukung juga novel kedua author yang judulnya "Mysterious Man" Ya...

__ADS_1


Please... 🥺🙏


Terimakasih banyak ❤️🙏


__ADS_2