Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Persiapan


__ADS_3

Roy menelan ludahnya dan menatap dada Amber yang terbuka. Pria itu bahkan tidak bisa mendengar celotehan Amber yang memohon padanya. Di telinganya suara gadis itu bagaikan *******.


'Sial!!!!! Gadis ini benar-benar berbahaya!!!' pikir Roy gusar.


Roy seketika menutup matanya kuat untuk menghapus segala pikiran kotor di otaknya. Pria itu pun kembali menatap Amber dengan tajam,


"Huh!! Kau kira semudah itu aku akan memaafkanmu??? Kau sudah mencuri dompetku dan sekarang kau akan mengembalikannya???" ujarnya tajam.


Roy pun kembali menyeringai,


"Baiklah... Kalau begitu, kembalikan dompetku sekarang juga!!!" lanjutnya tegas.


Amber pun dengan cepat membuka matanya dan menatap Roy dengan wajah cemasnya,


"E... I... Itu.... Se... Sebenarnya, Aku sudah mengambil uang yang ada di dompetmu untuk keperluan yang mendesak.. Ta... Tapi aku janji, aku akan menggantinya!! Beri aku waktu, ya???" ujarnya lagi memohon.


Roy pun memicingkan matanya mendengar ucapan Amber. Pria itu pun menghela nafasnya pasrah.


Sebenarnya di dalam hati Roy, pria itu bersorak gembira saat mengetahui hal itu. Berarti masih ada kesempatan untuknya. Sebuah ide pun muncul di pikirannya.


Roy mengangkat wajahnya dan menyeringai menatap wajah memohon Amber,


"Huh... Kau kira semudah itu??? Aku ingin uangku sekarang juga!!!" tegas Roy yang membuat wajah Amber bertambah cemas.


"Ta.. tapi aku tidak punya uangnya sekarang... Beri aku waktu, ya...." bujuk Amber.


Roy pun melepaskan tangan Amber dan menatap gadis itu dengan intens,


"Aku tidak butuh uangnya!!" ujar Roy tajam.


Amber pun menatap Roy sambil mengernyitkan keningnya,


"A... Apa maksudmu???" tanyanya.


Roy memasukkan tangannya ke dalam saku dan mendekatkan wajahnya pada Amber,


"Sebagai gantinya, aku ingin kau bekerja untukku!!" bisik Roy.


Amber pun menatap Roy dalam diam. Apa maksud pria ini?? pikir Amber.


Roy pun menjauhkan wajahnya dari Amber dan menatap gadis itu dengan serius,


"Kau akan bekerja menjadi asisten pribadiku di rumah. Aku akan membayarmu 3x lipat dari uang yang kau curi dari dompetku" ujarnya.


Seketika mata Amber pun terbelalak dan menatap Roy tidak percaya.


'Apa??? 3x lipat????' pikirnya.


Uang kemarin saja sudah bisa melunasi setengah hutang ayahnya. Bagaimana dengan 3x lipatnya??? pikir Amber tergiur.


"Kau.... serius????" tanyanya memastikan.


Roy pun kembali menatap Amber dan mengangguk pelan. Pria itu terlihat tidak sedang bermain-main, pikir Amber.


"Bagaimana?? Aku tidak akan memberikan kesempatan kedua.. Jadi, jawab sekarang!!" ujarnya.


Amber pun terlihat berpikir sejenak. Sebenarnya tidak perlu berpikir pun gadis itu akan menerima tawaran ini dengan suka rela. 3x lipat!!!! Siapa yang tidak tergiur oleh uang sebanyak itu.

__ADS_1


Gadis itu pun berdehem sejenak dan menatap Roy dengan serius,


"Baiklah.... Aku terima" ujar Amber yakin.


Roy pun menyeringai tipis dan menatap Amber dengan intens. Sesuai dugaannya, gadis ini tidak akan menolak tawarannya tadi. Roy pun mengulurkan tangannya pada Amber,


"Deal!!!" ujarnya.


Amber pun menatap tangan Roy dan meraihnya dengan yakin,


"Deal!!" ujarnya.


-


Pagi ini Alex, Anna dan keluarga Wijaya lainnya sudah kembali dari Paris.


Setelah tiba tadi, Alex langsung berangkat ke kantornya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang menumpuk. Hari pernikahan tinggal 2 hari lagi, jadi pria itu harus menyelesaikan dulu pekerjaannya.


Begitu juga dengan William, pria itu telah kembali ke Jepang untuk menyelesaikan pekerjaannya, dan besok William akan menyusul kembali ke kediaman Wijaya.


Sebelumnya, Donna meminta Alex dan Anna untuk kembali tinggal di rumah keluarga Wijaya sampai hari pernikahan selesai di laksanakan. Pernikahan Alex dan Anna rencananya akan berlangsung di kediaman Wijaya yang megah itu.


Awalnya Alex sedikit keberatan, namun setelah di bujuk akhirnya pria itu menerima keputusan Donna dan Peter. Lagipula rumah ini juga sangat besar dan luas. Bahkan tamannya saja bisa menampung ratusan tamu.


Terlihat beberapa pekerja mulai merapihkan rumah dan mendekor ruangan. Donna terlihat sangat bahagia dan tidak sabar menunggu hari pernikahan keponakan satu-satunya itu.


Siang ini Donna, Key dan Anna akan pergi ke salah satu butik ternama untuk mencari gaun pengantin. Anna terlihat hanya pasrah dan menuruti kemauan Donna.


Sedangkan di tempat lain, Alex terlihat sedang memeriksa berkas-berkas yang menumpuk di atas mejanya. Sebenarnya pria itu ingin sekali pergi mencari gaun pengantin untuk calon istrinya Anna. Namun sayangnya kepergiannya ke Paris waktu itu meninggalkan pekerjaan yang menumpuk di kantor.


Alex harus menyelesaikan pekerjaannya ini sebelum hari pernikahannya tiba.


Tok..


Tok..


"Masuk" ujar Alex datar.


CKLEK!!


Tiba-tiba pintu terbuka dengan cukup kencang,


"Hey Alex!!!!!!!!!" teriak seseorang.


Alex yang mengenali suara itu hanya bersikap acuh dan kembali fokus pada berkas di tangannya,


BRAK!!!


Seseorang yang masuk tadi tiba-tiba menggebrak meja kerja Alex dan menatap pria itu dengan tajam,


"Alexander Wijaya!!!! Kenapa kau bersikap begitu!!! Bukankah kita ini teman????" ujar seseorang itu dengan kesal.


Alex menyimpan berkasnya dan menatap Roy dengan datar,


"Apa yang kau inginkan????" tanya Alex datar.


Roy menatap Alex tajam dan melonggarkan dasinya,

__ADS_1


"Kau!!!! Kenapa kau tidak cerita padaku bahwa kau akan menikah besok lusa!!!!!" gerutu Roy.


Pria itu menyimpan tangannya di pinggang dan menatap Alex tidak terima,


"Apa kau tidak menganggap ku sebagai sahabatmu??? Bahkan kau tidak memberitahuku apapun!!!!" kesalnya.


Pagi ini, Roy mendapatkan kabar dari Harry. Pria itu mengatakan bahwa Alex telah tiba di kantor dan akan melaksanakan pernikahan dalam waktu 2 hari lagi. Roy yang terkejut pun langsung datang ke kantor Alex dan meminta penjelasan pada pria dingin itu.


"Untung saja Harry memberitahuku!!! Jika tidak, maka aku akan ketinggalan berita penting seperti ini" lanjutnya.


Alex pun menatap Roy datar dan kembali memeriksa berkas-berkasnya. Temannya yang satu ini memang cerewet, pikir Alex.


Roy pun duduk di kursi yang berada di depan meja kerja Alex sambil menghela nafasnya,


"Jadi.... Kau ke Paris kemarin itu.. untuk melamar kekasihmu ya... Wahh, tidak ku sangka, pangeran kutub sepertimu bisa romantis juga hahaha" ujar Roy tersenyum senang.


"Oh iya... Dan, ku dengar hubungan antara kakekmu dan William juga telah membaik... Syukurlah... Aku ikut senang dan terharu mendengarnya" lanjutnya.


Alex hanya menatap Roy sekilas dan kembali pada berkasnya,


"Ya... begitulah" jawab Alex singkat.


Roy pun mengangguk dan kembali menatap Alex dengan seringai di bibirnya,


"Aku tau, kenapa kau menentukan hari pernikahanmu hanya selang beberapa hari setelah acara lamaran...." ujar Roy terputus.


Pria itu pun mendekat dan sedikit berbisik pada Alex,


"Itu karena kau sudah tidak tahan bukan???? Aku tau selama ini kau selalu menahan hasratmu Alex..." bisik Roy sambil mengangkat alisnya untuk menggoda Alex.


Alex yang mendengar hal itu langsung menatap Roy dengan tajam,


"Tenang saja Alex.... Hanya tinggal 2 hari lagi... Setelah itu kau bisa langsung menyalurkannya... Oh ya, Apa kau butuh bantuanku??? Aku akan mengajarimu beberapa trik dan gaya yang dijamin memuaskan" ujar Roy menggoda.


BRUK!!!!


"Awwwww!!!!!" teriak Roy saat dengan tiba-tiba Alex melemparkan salah satu berkas ke wajahnya.


"Apa kau sudah selesai????? Sekarang kau boleh pergi dari sini!!!! Kau tau aku sangat sibuk, jadi pergilah sebelum aku benar-benar berbuat kasar padamu!!!!!" ujar Alex tajam.


Roy yang memegang wajahnya sambil kesakitan pun seketika bergidik saat melihat wajah Alex yang menyeramkan,


"Ba... Baiklah kawan..... Santai saja, aku hanya bercanda!!! Kau ini terlalu serius!!!" kesalnya.


Roy pun bangkit dari kursinya dan merapihkan jas miliknya,


"Kalau begitu.... Aku pergi sekarang!! Cepat selesaikan pekerjaanmu, dasar manusia batu!!" ujar Roy sambil berlari kearah pintu dan keluar dengan cepat sebelum Alex mengamuk.


Alex yang melihat hal itu hanya menggeleng dan menyentuh keningnya.


Pria itu pun kembali mengambil berkasnya dan membacanya dengan cepat. Dia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya yang menyebalkan ini, dan kembali ke rumah untuk bertemu dengan kekasih hatinya.


Entah mengapa baru beberapa jam Alex meninggalkannya, pria itu sudah sangat merindukan calon istrinya itu...


Bersambung...


Halo, dukung terus cerita ini, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ya ☺️

__ADS_1


Terimakasih ❤️❤️


__ADS_2