
Alex melangkah cepat menuju ruang kerjanya tanpa menatap sedikit pun kearah para karyawannya yang mencoba untuk menyapa dirinya.
'Sepertinya Boss mereka itu sedang berada dalam suasana hati yang buruk' pikir mereka.
Dari depan pintu ruang kerjanya, terlihat Harry telah berdiri disana dengan senyuman yang merekah untuk menyambut Boss nya yang sudah satu minggu ini tidak masuk ke kantor,
"Selamat pagi Tuan, senang bi...." ujar Harry terputus saat dirinya di acuhkan oleh Alex yang langsung masuk ke dalam ruangannya.
Harry seketika kembali menegakkan tubuhnya dengan kening yang berkerut. Ada apa ini?? Mengapa Boss nya itu mengacuhkan dirinya?? pikir Harry.
Harry terlihat berpikir sejenak lalu membelalakkan matanya dengan cemas.
'Apa jangan-jangan, Boss nya itu marah padanya karena telah menghubunginya pagi ini dan menyuruhnya untuk datang ke kantor???'
Harry seketika langsung berkeringat dan menghela nafasnya dengan panik. Tamatlah riwayatmu Harry!! Tuan Alex pasti akan memarahimu habis-habisan!! pikirnya takut.
Dengan sedikit terburu-buru, Harry pun masuk mengikuti Alex ke dalam ruangannya dengan jantung yang berdebar.
"Ma.. Maaf Tuan.. Aku menelpon anda pagi tadi. A.. Aku tau pasti Tuan tidak ingin di ganggu, tetapi aku...." ujar Harry terpotong saat Alex mengangkat tangannya.
Alex duduk di kursi nya dan menghela nafasnya pelan. Seketika Harry kembali di buat bingung dengan sikap Boss nya itu.
Sekarang wajah Alex terlihat sedikit frustasi dan sedih. Pria itu memijat keningnya pelan sambil menutup matanya.
Harry yang melihat hal itu, memilih untuk diam dan menunggu Boss nya itu untuk berbicara.
'Sepertinya ada sesuatu yang mengganggu pikiran Boss nya' ujar Harry dalam hatinya.
Alex pun membuka matanya dan menatap Harry dalam diam,
"Harry..." ujar Alex pelan.
Harry yang mendengar namanya disebut pun seketika berdiri tegap,
"I.. Iya Tuan" ujarnya gugup.
Alex terlihat ragu untuk melanjutkan ucapannya. Namun pria itu kembali menghela nafasnya dan menatap Harry,
"Apa... Saat istrimu hamil... Dia tidak ingin dekat denganmu???" tanya Alex.
Seketika Harry kembali mengernyitkan keningnya dan terlihat bingung dengan ucapan Alex,
"Maksudku... Apa saat istrimu hamil, dia selalu merasa mual mencium aroma tubuhmu?? Dan sampai-sampai.. Dia tidak ingin di cium olehmu" tanya Alex sedikit frustasi.
Harry yang sudah mengerti dengan pertanyaan Alex pun seketika tersenyum dan mengangguk pelan,
"Ohh... Jadi hal ini yang menganggu pikiran Tuan.." ujar Harry sambil tertawa kecil.
__ADS_1
Tiba-tiba Alex pun langsung mendelik tajam pada Harry,
"Kau tinggal jawab saja!!" ujar Alex tajam.
Seketika Harry pun terdiam dan bergidik ngeri. Boss nya ini benar-benar sulit untuk diajak bercanda, pikir Harry.
"Ekhem... Saat istriku hamil anak pertama kami, dia sangat manja padaku. Bahkan dia senang mencium aroma tubuhku hehe" jawab Harry sambil kembali mengenang momen itu.
Harry pun menatap kearah Alex yang masih menatap tajam padanya. Dengan cepat pria itu kembali berdehem pelan,
"Dan.. Saat istriku hamil yang kedua kali. Dia sangat cuek padaku.. Tetapi tidak secuek itu, karena istriku masih mau mencium dan menyukai aroma tubuhku. Lalu... Saat istriku hamil anak ketiga, dia sama sekali tidak berbeda seperti saat sedang tidak hamil" terang Harry.
"Di kehamilan ketiga, istriku sama sekali tidak mual dan tidak seperti orang hamil pada umumnya.. Makanya, saat itu aku dan istriku baru mengetahui kehamilan putra ketiga kami setelah usianya memasuki 3 bulan" lanjutnya lagi.
Alex pun terdiam mendengar penjelasan Harry, pria itu sedikit kecewa karena sepertinya Harry tidak mengalami apa yang dia rasakan sekarang,
"Ja.. Jadi, apakah istri Tuan sekarang mengalami hal seperti itu??" tanya Harry hati-hati.
Alex menghela nafasnya dan mengangguk pelan,
"Iya.. Dia selalu mual saat berada di dekatku.. Bahkan istriku tidak mau jika aku menciumnya" ujar Alex kecewa.
Pria itu sempat berpikir Anna akan menjadi manja padanya dan tidak ingin jauh darinya. Namun ternyata harapannya berbanding terbalik dengan kenyataan.
Harry menatap Alex dengan senyum tipisnya. Sekarang dia sudah tau hal apa yang sedang menganggu pikiran Boss nya itu,
"Apa yang sedang Tuan alami ini pernah di alami oleh temanku" lanjut Harry yang langsung membuat Alex seketika menatap kearahnya dengan penasaran.
"Lalu... Bagaimana cara temanmu itu mengatasinya?? Apa hal itu terjadi sebentar??" tanyanya penasaran.
Harry tersenyum pada Alex dan mengangguk pelan,
"Tenang saja Tuan, hal itu hanya berlangsung sebentar saja... Mungkin... sekitar 4 bulan" ujar Harry dengan santainya.
Seketika Alex membelalakkan matanya dengan frustasi,
"APA???? 4 BULAN???" tanyanya keras.
Senyuman Harry seketika menghilang saat melihat wajah Alex yang terlihat tidak senang dengan ucapannya,
"Ma... Maksudku... Hal itu berhenti saat istrinya sudah tidak mual-mual lagi" jelas Harry mencoba untuk menenangkan Alex.
"Si... Siapa tau istri Tuan hanya mengalaminya sebentar.. Kan tidak ada yang tau hehe.. Semua wanita mempunyai pengalaman yang berbeda-beda" ujar Harry dengan keringat dinginnya.
Alex pun menghela nafasnya kasar sambil menyandarkan tubuhnya di kursi,
"Kau membuatku takut. Bagaimana mungkin aku tahan jika tidak menyentuh dan mencium istriku selama 4 bulan??" ujar Alex frustasi.
__ADS_1
"Sejam saja bahkan aku tak bisa..." lanjut Alex kecewa.
Harry pun menghela nafasnya pelan. Sepertinya Boss nya ini cukup stress dengan perubahan istrinya. Harry tidak bisa membayangkan jika misalnya, istri dari Boss nya itu mengalami hal itu sampai 4 bulan lamanya. Bisa-bisa selama 4 bulan itu Boss nya ini akan kembali menjadi monster tak berperasaan seperti dulu, pikirnya takut.
"Sudah Tuan.. Tidak perlu dipikirkan. Itu hal yang biasa.. Tuan hanya perlu membuat istri Tuan senang dengan memberikan apa yang dia mau. Biasanya wanita yang sedang hamil selalu menginginkan makanan tertentu yang dia inginkan.. Tuan bisa memenuhi semua yang dia inginkan agar dia senang dan tidak mual lagi" ujar Harry.
Alex terdiam mendengar ucapan Harry dan mengangguk pelan. Benar juga, kemarin Anna juga secara tiba-tiba ingin makan ayam pedas. Mungkin kedepannya dia bisa memanjakan Anna dengan memberikan apa yang dia mau, dan membuat gadis itu berhenti mual-mual saat berada di dekatnya.
"Kau benar..." ujar Alex sedikit lega.
Harry pun tersenyum senang saat ucapannya dapat menenangkan Boss nya itu,
"Nah, jadi lebih baik Tuan tidak perlu lagi mencemaskan hal itu. Lagipula istri Tuan masih dalam kategori mual yang aman" ujar Harry.
Alex mengarahkan pandangannya kepada Harry dan menatapnya dengan penasaran,
"Apa maksudmu aman?? Memangnya yang tidak aman itu seperti apa???" tanya Alex penasaran.
Harry terdiam sesaat dan menatap Alex dengan serius,
"Tahap tidak aman itu seperti yang di alami oleh temanku yang lain.." ujar Harry menggantung.
Alex mengernyitkan keningnya dan menatap Harry dengan tatapan penuh tanya,
"Temanku bercerita, istrinya begitu benci melihat dirinya. Bahkan istrinya itu tidak ingin melihat suaminya sendiri dan selalu emosi saat berbicara dengan suaminya..." ujar Harry.
"Dan... Yang lebih parahnya lagi, istrinya sampai meminta cerai saat hamil!!" lanjut Harry.
DEG!!!
Seketika Alex langsung membelalakkan matanya dengan jantung yang berdegup kencang,
'Cerai???'
'Apakah sampai separah itu???' pikirnya terkejut.
Bersambung..
Halo, keep support this story ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ☺️
Terimakasih ❤️
Dan jangan lupa ya bua support juga novel author yang kedua dengan judul Mysterious Man, sudah rilis ya 😁
Baru 2 episode..
Mohon dukungannya ya 🙏😘
__ADS_1