
"Kalian bawa mayat wanita ini!! Dan jadikan mayat wanita ini sebagai santapan hewan-hewan buas!! Jangan biarkan potongan tubuh atau pun tulangnya tersisa sedikit pun!!! perintah Alex tegas.
"Baik Tuan!" ujar para penjaga itu serentak.
Alex kembali menatap Anna, lalu dengan cepat menggendong tubuh Anna.
Anna yang kaget sontak merangkul leher Alex dengan kuat.
"A.. Apa yang kau lakukan!!! Aku bisa jalan sendiri!!" teriak Anna gugup.
Alex tidak mengacuhkan perkataan Anna lalu melangkah sambil menggendong tubuh Anna.
"Hei!!! Cepat turunkan aku!!!" lanjut Anna mencoba memberontak untuk turun.
"Jika kau tidak bisa diam, maka aku akan menutup mulutmu dengan bibirku!!" ucap Alex tegas.
Dengan cepat sontak Anna berhenti memberontak dan terdiam. Dasar pria licik!! gerutu Anna di hatinya.
Ancaman pria ini benar-benar langsung membuat Anna terdiam seketika. Entah mengapa Anna merasakan pipinya menghangat.
Selama di perjalanan, keduanya sama-sama terdiam dan saling menikmati debaran jantung yang berdegup menyenangkan satu sama lain.
Anna dapat merasakan jantung Alex yang terdengar berdegup kencang. Dia menatap wajah Alex cemas, apakah pria ini kelelahan karena menggendongnya? pikir Anna.
"Berhenti menatapku seperti itu!!" ujar Alex tiba-tiba.
Anna kembali menatap wajah Alex dengan bingung. Memangnya ada yang salah? pikir Anna.
"Memangnya kenapa? Apa tidak boleh?" ujar Anna tidak mengerti.
Seketika Alex berhenti melangkah dan menatap Anna dengan penuh arti.
"Kau tau? Aku sedang bersusah payah menahan hasrat di dalam diriku untuk tidak memakan mu disini!" ujar Alex dalam.
Seketika Anna memalingkan pandangannya dengan pipi yang sudah merona merah.
"Dasar pria!!!" gerutu Anna pelan.
Alex yang mendengar perkataan Anna seketika menatap padanya.
"Apa maksudmu??" ujar Alex tidak mengerti.
Anna menatap Alex sekilas, lalu menatap jalanan di depannya.
"Iya, Pria... Mereka sama saja, mudah tergoda oleh wanita.. Hanya melihat wanita cantik atau wanita sexy saja mereka langsung tergoda dan berpaling.. walaupun mereka sudah memiliki anak dan istri sekalipun" gerutu Anna.
Alex menatap tidak suka mendengar ucapan Anna tadi,
"Tidak semua pria seperti itu!!! Jangan samakan aku dengan tikus-tikus itu!!!!" ujar Alex marah.
Anna yang mendengar perkataan Alex seketika terdiam. Dia selalu berpikir bahwa laki-laki itu adalah makhluk yang paling tidak setia dan tidak bisa di percaya. Seperti ayahnya... Ayahnya selalu berganti-ganti wanita setiap malam, dan dengan teganya mengacuhkan istri dan anaknya.
Tapi pria ini.. Anna belum mengenalnya terlalu jauh. Yang dia tau hanya pria bernama Alex ini adalah pria yang dingin dan paling kejam yang pernah dia temui selama hidupnya.
Namun, di balik dingin sikap pria ini, jauh di lubuk hatinya ada sebuah kehangatan yang membuat Anna merasa nyaman dan hangat.
Tidak terasa mereka pun telah sampai di halaman rumah. Dengan perlahan Alex berjalan ke arah pintu dan membukanya.
Alex membawa Anna menaiki tangga menuju kamarnya.
__ADS_1
Setelah sampai Alex pun mendudukkan tubuh Anna di atas tempat tidur.
"Apakah kau mau membersihkan diri dulu?" tanya Alex lembut.
Anna mengangguk menanggapi pertanyaan Alex.
Dengan sigap Alex pun menuntun Anna menuju kamar mandi.
"Apa kau butuh bantuan ku?" ujar Alex menggoda.
"Aku bisa sendiri!!!" ujar Anna kesal lalu menutup pintu kamar mandi cukup keras.
Alex pun tersenyum melihat reaksi Anna.
Setelah selesai membersihkan diri, Anna pun keluar dari dalam kamar mandi. Anna melihat Alex yang sudah berganti pakaian dan sedang duduk di tepi tempat tidur sambil membawa kotak obat.
Alex yang mendengar suara pintu terbuka lalu mengarahkan pandangannya pada Anna.
Anna melangkahkan kakinya perlahan menghampiri Alex.
"Duduklah, aku akan mengobati lukamu" ujar Alex menuntun Anna untuk duduk di tepi tempat tidur.
Alex membuka kotak obatnya lalu berjongkok di hadapan Anna.
Anna yang terkejut seketika menahan kotak obat itu.
"A.. Aku bisa melakukannya sendiri! Kau istirahatlah di kamarmu!" ujar Anna pelan.
Alex mengacuhkan perkataan Anna dan kembali merebut kotak obat itu. Alex mengambil salep lalu mengoleskannya perlahan ke lutut Anna yang terluka.
"Ini akan sedikit perih" ujar Alex pelan.
"Tahan sebentar" lanjut Alex.
Setelah selesai mengoles salepnya, Alex pun meniup luka Anna perlahan. Anna menatap wajah Alex yang sedang serius mengobati lukanya. Hatinya perlahan menghangat dengan perlakuan Alex.
Alex kembali mengoleskan salepnya pada beberapa luka di kaki Anna. Setelah selesai, Alex pun bangkit dan duduk di hadapan Anna.
Alex beralih mengobati wajah Anna yang terluka, mengoleskan lagi salepnya pada kening Anna yang terlihat memar. Pikirannya kembali teringat pada kening Lidya yang juga mempunyai memar yang sama dengan Anna.
"Apa yang terjadi dengan kening mu? Sebelumnya aku juga melihat memar yang sama pada wanita gila itu" ujar Alex penasaran.
Anna menatap Alex sekilas lalu menunduk,
"Oh.. aku membenturkan keningku padanya, saat dia mencoba untuk melukai wajahku" jawab Anna polos.
Alex menatap Anna takjub, ternyata gadis ini cukup berani dan nekat.
Anna menatap Alex yang terlihat menahan senyumnya.
"Kenapa kau tersenyum? Apakah itu lucu?" tanya Anna kesal.
Alex tersenyum pada Anna sambil mengelus keningnya,
"Tidak... Aku hanya kagum padamu" ujar Alex tulus.
Kagum??? pikir Anna tidak mengerti. Pria ini memang aneh!! ujar Anna dalam hatinya.
Alex kembali mengambil salepnya lalu mengoleskannya pada luka lain di wajah Anna.
__ADS_1
Pandangannya teralih pada luka di sudut bibir Anna. Alex mengoleskan perlahan salep itu pada sudut bibir Anna.
Anna terlihat menggigit kembali bibirnya untuk menahan sakit.
Seketika Alex merasa sesuatu di dalam tubuhnya bergejolak. 'Wanita ini!! Kenapa hanya dengan hal kecil seperti itu membuat tubuhnya langsung bereaksi' gerutu Alex dalam hatinya.
"Jangan gigit bibirmu seperti itu!!!" ujar Alex marah.
Anna menatap Alex bingung. Memangnya apa yang salah dengan itu? gerutu Anna kesal dalam hatinya.
Alex kembali mengoleskan salepnya dengan lembut pada bibir Anna.
Sial!!! Dia tidak bisa menahan tubuhnya lagi!! gerutu Alex dalam hatinya.
Dengan nafas yang tiba-tiba memburu. Alex menyentuh bibir Anna perlahan dan menatap matanya dalam.
"Bolehkah aku menciumnya??" tanya Alex tiba-tiba.
DEG!!
Anna merasakan jantungnya berdebar dengan kencang. Matanya menatap mata Alex yang terlihat memohon padanya.
Dan seperti ada sebuah magnet di antara tubuh Alex dan Anna. Perlahan wajah mereka semakin mendekat dan....
CUP!!
Alex mencium kening Anna dengan lembut dan lama. Sekuat tenaga dia menahan gejolak di dalam tubuhnya. Tidak!! Dia tidak boleh mencium bibir itu sekarang!! Bibirnya sedang terluka, dia tidak ingin membuat gadis itu kesakitan.
Anna menutup matanya merasakan kehangatan ciuman Alex di keningnya.
Setelah beberapa lama Alex pun melepaskan ciumannya di kening Anna.
"Istirahatlah!" ujar Alex lembut.
Alex pun membereskan kembali kotak obatnya dan melangkah pergi keluar dan menutup pintunya.
Anna menyentuh dadanya yang berdegup kencang. Ada apa dengan dirinya?? Kenapa setelah pria itu pergi hatinya terasa hampa??
-
Disisi lain, seorang pria tengah turun dari pesawat dan memakai kembali kacamatanya.
Para bodyguard nya telah menunggunya di dalam bandara.
"Selamat datang kembali Tuan Daniel" ujar salah seorang bodyguardnya sambil membungkukkan badannya.
"Ahh.... Akhirnya!!! setelah beberapa lama aku kembali juga ke negara ini" ujarnya tersenyum senang.
Pria itu mengambil sebuah foto di dalam dompetnya, dan memandangnya penuh arti.
'Aku kembali untukmu.... Anna!'
Bersambung....
Hai support selalu cerita ini, jangan lupa kasih like dan komennya 🤗
Mohon maaf ya updatenya masih 1 episode sehari. Kalo lagi ngak sibuk diusahakan kok untuk up 2 episode sehari 🙏
Dan terimakasih untuk yang selalu kasih support, bikin aku semangat lagi untuk lanjutin ceritanya 🙏❤️🤗
__ADS_1
Kira-kira cowok itu siapa ya? 🤔