
Alex memarkirkan mobilnya dengan cepat di halaman rumah. Sebelum seorang pengawal menghampirinya untuk membukakan pintu, dengan cepat Alex membuka pintu dan keluar dari mobil tanpa menutup kembali pintunya.
Pengawal yang hendak membukakan pintu tadi seketika langsung membungkukkan badannya dengan takut-takut,
"Dimana Anna???" tanya Alex cepat sambil melangkah ke dalam rumah diikuti pengawal tadi.
Pengawal itu sedikit gelagapan dan menjawab pertanyaan Alex,
"Nona.. Nona Anna sedang ke rumah sakit.." ujarnya gugup.
Alex seketika menghentikan langkahnya dan wajahnya langsung berubah penuh kecemasan,
"Ke rumah sakit??? Ada apa dengan istriku???" tanyanya tidak sabar.
Pengawal itu menatap Alex takut dan hendak menjawab pertanyaan Boss nya itu. Namun, sebelum pengawal itu membuka mulutnya, salah seorang pengawal lain terlihat berlari hendak menghampiri pengawal yang sedang bersama Alex.
Dengan cepat pengawal itu langsung menghentikan langkahnya dan menatap Alex dengan takut sambil membungkukkan tubuhnya dalam,
"Tu... Tuan..." ujarnya gugup.
Alex seketika mengalihkan pandangannya pada pengawal yang baru tiba itu dengan tajam,
"Apa yang membuatmu sampai terburu-buru seperti itu??" tanyanya tajam.
Pengawal itu semakin gugup dan menatap Alex dengan takut-takut,
"I... Itu Tuan... Mo.. Mobil yang membawa Nona Anna ke rumah sakit tadi... Ti... Tiba-tiba hilang kontak.. Dan.. Dan alat pelacak di dalam mobil tiba-tiba mati dan tidak bisa dilacak lagi" terang pengawal itu dengan terbata-bata.
SRET!!!!!!
Seketika Alex langsung menarik kerah baju pengawal itu dengan kuat. Tatapan pria itu terlihat sangat menyeramkan dan penuh dengan amarah,
"KAU BILANG APA!!!!!!" teriaknya.
Pengawal itu terlihat mulai sesak nafas dengan wajah yang memerah dan menatap Alex takut,
"Ma.. Maaf Tuan..." ujarnya terengah.
BRUK!!!
Alex pun dengan kuat mendorong pengawal itu sampai terjatuh keras di atas lantai. Pengawal lain yang berdiri di belakang Alex sebelumnya hanya dapat menunduk dengan ketakutan,
"KALAU BEGITU CEPAT CARI TAU KEBERADAAN ISTRIKU SEKARANG BRENGSEK!!!!!!!!" teriaknya lagi.
"AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA JIKA KALIAN TIDAK BERHASIL MENEMUKAN ISTRIKU!!!!!!!!!!!" lanjutnya emosi.
Para pengawal itu seketika langsung bergerak dan bergegas dengan ketakutan untuk melaksanakan perintah Boss nya itu.
Alex mengatur nafasnya yang memburu sambil memukul keras meja yang berada di depannya sampai hancur,
BUGH!!!
BRAK!!!
"LEONARD SIALAN!!!!!! Aku tidak akan mengampunimu jika kau berani menyentuh istriku sehelai rambut pun!!!!!" geram Alex emosi.
Wajah pria itu seketika memerah, Alex mengacak rambutnya dengan kasar. Bagaimana bisa dia tidak menyadari rencana Leonard dan Erika?? pikirnya.
Walaupun Alex sudah curiga pada mereka, tetapi Alex tidak menyangka yang sebenarnya diincar oleh kedua orang itu adalah istrinya.
__ADS_1
Alex menegakkan tubuhnya dan berjalan cepat kearah kamar yang di tempati oleh Erika,
Pria itu membuka kasar kamar itu dan menggeledah apa saja yang berada di dalam sana.
Sepertinya Erika tidak mengambil barang-barang miliknya.
Alex mengacak semua isi lemari dan laci yang berada di kamar dengan tidak sabar, namun Alex tidak menemukan petunjuk atau keanehan dari barang-barang milik Erika, sampai pria itu mengeluarkan isi koper Erika dan menemukan botol kecil dari kaca berisi cairan.
Alex menggertakkan giginya kuat dan membuka botol itu dengan kasar lalu mencium baunya.
Sial!!! Itu adalah cairan yang dapat merusak organ tubuh manusia, terutama hati. Ini adalah cairan yang berbahaya dan siapa saja yang menelannya akan merasakan sakit perut, mual sampai muntah darah... bahkan kematian. Dari baunya saja Alex sudah tau jenis cairan itu.
PRANG!!!!
Dengan emosi yang sudah berada di puncak, Alex langsung meremukkan botol itu sampai botol itu pecah oleh genggamannya. Pria itu bahkan tidak merasakan sakit dan mengabaikan darah yang keluar dari tangannya...
Kali ini amarah Alex benar-benar tidak dapat di kontrol.
Alex tidak tau apakah Erika telah memberikan cairan ini pada Anna atau tidak. Tapi, sepertinya wanita iblis itu telah memberikan cairan ini dan membuat Anna sampai di larikan ke rumah sakit tadi.
Pria itu langsung berlari keluar dan hendak pergi mencari Anna. Pikirannya kali ini hanya tertuju pada sang istri. Dia akan membunuh siapa saja yang berani melukai istrinya!!!
"Keparat!!!!! Akan kubunuh kalian!!!!" desisnya marah.
Para pengawal yang sudah berkumpul di ruang tengah langsung menunduk takut melihat Alex,
"APA YANG KALIAN LAKUKAN DISINI!!!!!!! KENAPA KALIAN MEMBIARKAN ANNA PERGI HANYA DENGAN DUA PENGAWAL SAJA!!!! APA KALIAN BEGITU BODOH!!!!!" teriaknya penuh amarah.
Para pengawal langsung menunduk dalam dan bergidik ngeri. Ini adalah kemarahan Alex yang paling mengerikan. Mereka semua bahkan berdiri dengan kaki gemetar,
"CEPAT CEK SEMUA CCTV DAN CARI SEMUA INFORMASI!!! AKU TIDAK MAU TAU, KALIAN HARUS TEMUKAN ANNA SEKARANG JUGA!!!!" teriaknya lagi.
Para pengawal itu langsung terlihat takut dan mengangguk dengan cepat. Mereka langsung bergerak dan mencari informasi apa saja untuk mencari Anna.
Sudah lama Alex tidak bersikap menakutkan seperti ini. Dan sekarang sialnya, para pengawal itu harus merasakan lagi hal menakutkan seperti ini.. Dan, itu juga karena kecerobohan mereka membiarkan 2 pengawal saja yang pergi mengantar Anna ke rumah sakit tadi.
Alex langsung bergegas keluar rumah dan bersiap menaiki mobilnya diikuti oleh beberapa mobil para pengawal lain,
"Ya Tuhan... Kumohon padamu, lindungilah istri dan calon anakku..." bisiknya dengan mata yang memerah.
"CEPAT MASUK!!!!!" teriak pria yang memakai penutup wajah pada Anna.
Anna terlihat sedikit ketakutan dan mulai masuk ke dalam sebuah gedung kosong di tengah hutan.
Entah kemana orang-orang ini membawanya. Yang Anna ingat, gedung ini berada sangat jauh dari kota dan berada di tengah hutan yang sangat lebat.
Hari sudah mulai gelap, orang-orang itu membawa Anna ke salah satu ruangan kosong di dalam gedung tua yang sangat berdebu dan cukup gelap. Mereka mengikat tangan Anna ke belakang dan mengurung gadis itu di ruangan tadi,
__ADS_1
"Jika kau berani kabur, maka aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu!!!" ancam pria itu pada Anna sebelum dia menutup pintu dan menguncinya dari luar.
Anna mengarahkan pandangannya ke sekitar dan melihat tidak ada sedikit pun celah di ruangan itu. Ruangan itu sangat berdebu dan kotor. Anna sedikit terbatuk dan merasa sesak.
Anna merasa sangat kelelahan dan lemas. Bahkan gadis itu tidak melawan saat orang-orang itu menyeretnya keluar dari dalam mobil tadi.
Anna memilih duduk disudut ruangan dan bersandar disana dengan tangan yang terikat. Tubuhnya terlihat berkeringat dan kotor.
"Akhh.." rintih Anna pelan saat gadis itu merasa perutnya kembali kram.
Anna menggigit bibirnya dan tidak bisa melakukan apa-apa.
Setetes air mata langsung mengalir di pipinya. Pikirannya langsung tertuju pada Alex. Pria itu pasti sekarang sedang sangat cemas dan khawatir mencarinya.
Tatapan gadis itu pun mengarah lembut kearah perutnya yang masih kram,
"Sayang... Sabar sebentar... Ayahmu sebentar lagi pasti akan menjemput kita disini..." bisiknya pelan.
Anna pun menyandarkan kepalanya di dinding sambil menutup matanya. Dia mencoba menahan rasa sakit sekaligus menghilangkan rasa lelahnya..
'Kenapa... rasanya sangat melelahkan????' pikirnya sambil menutup mata dengan rapat..
Bersambung...
Halo, support selalu cerita ini ya,
Jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️
Yuk, bikin author semangat lagi nulis dengan tinggalkan jejak di kolom komentar 🙏😁
Dan, jangan lupa kalau baca novel jangan lupa waktu ya, dan ibadah juga ☺️🙏
__ADS_1