
Daniel pun mengambil handphone di saku celananya. Dan melihat beberapa panggilan dari William yang tidak di jawab olehnya. Sial!!! Paman William pasti akan memarahinya. Anna tidak ada bersamanya saat ini. Lalu siapa yang berani berbuat hal kotor seperti ini??? pikir Daniel.
Tiba-tiba pikirannya tertuju pada Alex. Apa jangan-jangan pria itu yang merencanakan semua ini??? pikirnya geram.
Sial!!! Dia telah terkecoh oleh bajingan itu!!!
Ini tidak boleh di biarkan, dia harus menemukan Anna sebelum William tau!!!
Dengan cepat Daniel pun melangkahkan kakinya keluar dari restoran itu. Namun saat dirinya sudah keluar dari pintu restoran, Daniel berpapasan dengan William yang hendak masuk ke dalam restoran.
Seketika Daniel membelalakkan matanya dan menatap William dengan gugup.
"Pa... Paman" ujar Daniel terkejut.
William menatap Daniel dengan tatapan tajamnya. Lalu menghembuskan nafasnya perlahan. Sepertinya firasatnya memang benar, pikir William.
"Apa yang terjadi??" tanya William.
Daniel pun menundukkan pandangannya lalu menatap William dengan perasaan bersalahnya.
"Maaf Paman, aku telah di jebak. Sekarang Anna tidak ada bersamaku" ujar Daniel putus asa.
Daniel merasa sangat bersalah, akibat kecerobohannya dia bisa tertipu oleh pria brengsek itu. Awalnya Daniel memang sudah sedikit curiga pada pelayan bermasker tadi. Tapi dia tidak menghiraukannya, padahal Daniel telah menyuruh anak buahnya untuk berjaga. Namun ternyata semua itu tidak berguna. Pria bernama Alex itu terlalu licik dan lihai dalam bersembunyi.
"Aku akan mencari Anna sampai ketemu!!" tekad Daniel tiba-tiba sambil menatap William.
William menatap mata Daniel yang bersungguh-sungguh dan memilih menganggukkan kepalanya. Ternyata keturunan Boston itu bisa memperdaya Daniel dengan begitu mudah. William tau pria bernama Alex itu adalah pria yang nekat dan ambisius. Namun, dia tidak akan menyerah dan membiarkan putrinya bersama dengan pria itu.
Dia tidak akan bertindak kali ini, William akan membiarkan Daniel yang berusaha sendiri untuk mencari Anna. Dan dia akan menilai kesungguhan pria itu pada putrinya.
-
Setelah sampai di apartemen miliknya. Alex menutupi tubuh Anna dengan jas miliknya, lalu menggendong kembali tubuh Anna yang tertidur sampai masuk ke dalam apartemennya.
Alex membuka pintu kamarnya lalu merebahkan tubuh Anna di atas tempat tidur. Menyelimuti tubuh gadis itu lalu mengelus wajahnya dengan lembut. Senyuman terukir di bibirnya. Perlahan wajahnya mendekat lalu Alex pun mengecup kening Anna dengan lembut.
Setelah itu, Alex melangkah ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
......................
Hari sudah hampir terang, cahaya matahari mulai masuk melalui celah-celah jendela. Anna menggeliat perlahan di atas tempat tidur. Perlahan matanya terbuka mencoba untuk menyesuaikan cahaya yang masuk. Anna pun mengusap matanya perlahan dan mengarahkan pandangannya ke sekitar. Dimana ini?? pikirnya.
Dengan cepat Anna pun bangkit dan kembali mengarahkan pandangannya ke setiap ruangan. Kamar siapa ini??? pikir Anna sedikit cemas. Kamar ini bernuansa putih dan terlihat elegan. Anna mencoba mengingat kembali kejadian sebelumnya. Seingatnya dia sedang makan malam bersama Alex semalam.
Tunggu?? Alex??? Dimana dia?? pikir Anna panik, lalu dengan cepat dia bangkit dari tempat tidur. Anna memperhatikan pakaian kimono yang masih melekat di tubuhnya, lalu dengan cepat dia pun melangkahkan kakinya kearah pintu kamar dan membukanya. Pandangannya mengarah ke sekitar. Disini sangat hening dan tidak ada tanda-tanda kehidupan.
Anna pun kembali melangkah ke setiap ruangan. Namun seketika hidungnya mencium aroma yang sangat lezat. Dia pun melangkah mendekati sumber aroma itu yang mengarah ke arah dapur.
__ADS_1
Pandangannya seketika terkejut melihat seorang pria yang menggunakan kaos putih polosnya sedang memasak sesuatu di dekat kompor. Postur tubuh pria itu sudah sangat Anna kenal. Gadis itu menatap kagum pada Alex yang terlihat lihai dalam memasak.
Ketika sedang mengagumi pria itu, tiba-tiba Alex membalikkan badannya dan menatap Anna yang sedang melihatnya dengan tatapan kagumnya.
"Kau sudah bangun???" tanya Alex tersenyum lembut.
Anna pun menatap Alex dengan sedikit gugup,
"I.. Iya. Apa yang sedang kau lakukan??" tanya Anna.
Alex pun kembali mengarahkan pandangannya pada makanan yang dia buat di atas kompor.
"Aku sedang membuat sarapan untukmu" ujarnya.
Anna mengernyitkan dahinya dan menatap Alex sedikit tidak percaya,
"Kau bisa memasak??" tanya Anna.
Alex pun menyimpan makanan yang sudah matang di atas meja makan. Lalu menghampiri Anna,
"Hanya sedikit" ujar Alex merendah lalu memeluk tubuh gadis itu dengan erat.
"Selamat pagi" bisik Alex di telinga Anna.
Anna pun tersenyum dan membalas pelukan pria itu,
Alex menyandarkan dagunya di atas pundak Anna sambil mengelus pinggang gadis itu dengan lembut,
"Kau tau, aku berharap setiap pagi bisa memelukmu seperti ini" bisiknya.
Anna hanya tersenyum mendengarkan perkataan Alex. Dia mengerti maksud dari perkataan pria itu. Namun, Anna tau masih ada rintangan dalam hubungan mereka. Ayahnya dan Alex mempunyai hubungan balas dendam yang rumit yang belum Anna mengerti sampai saat ini.
"Terimakasih, sudah menyiapkan sarapan untukku. Aku akan membersihkan diriku dulu sebelum sarapan" ujar Anna sambil melepaskan pelukan Alex.
Alex terlihat enggan untuk melepaskan tubuh Anna dalam pelukannya. Namun, dengan berat hati akhirnya Alex melepaskan pelukannya.
"Baiklah, aku akan menunggumu disini" ujar Alex.
Anna pun mengangguk dan membalikkan badannya hendak melangkah menuju kamar mandi. Namun, langkahnya terhenti saat teringat dengan sesuatu..
"Oh iya, bagaimana aku bisa berada disini?? Apakah aku ketiduran semalam?? Aku tidak ingat apapun... Yang aku ingat kita sedang makan malam semalam dengan pakaian kimono ini" tanya Anna polos.
Alex terlihat terdiam sejenak mendengar ucapan Anna dan kembali teringat dengan malam panas yang mereka lalui semalam yang membuat wajahnya sedikit memerah.
"Kau sama sekali tidak ingat apapun??" tanya Alex.
Anna pun menggeleng pelan dan menatap Alex dengan bingung.
__ADS_1
"Ekhem.... Iya, semalam kau tertidur, lalu aku memutuskan membawamu kemari" ujar Alex berbohong.
Dia tidak akan memberitahu gadis itu bahwa semalam dia mabuk dan menggodanya. Walaupun Alex sedikit kecewa karena Anna tidak mengingat sedikitpun tentang kejadian menyenangkan semalam. Tetapi dia tidak ingin membuat gadis itu merasa malu nantinya.
Anna pun mengangguk pada Alex,
"Begitu... Baiklah, aku akan ke kamar mandi dulu" ujarnya.
Namun baru selangkah Anna melangkah, dia kembali membalikkan badannya pada Alex.
"Oh iya, aku tidak ada baju ganti. Apa kau membawa gaunku semalam???" tanya Anna.
Alex kembali menatap Anna dan mengingat bahwa kemarin malam dia meninggalkan pakaiannya dan juga pakaian Anna di restoran itu.
"Maafkan aku, aku meninggalkan pakaian kita di restoran semalam" ujar Alex merasa bersalah.
Anna pun menghembuskan nafasnya pelan lalu tersenyum pada Alex.
"Tidak apa-apa. Tapi... Aku tidak punya pakaian ganti sekarang" ujar Anna.
Alex pun terlihat berpikir sejenak lalu melangkah menghampiri Anna.
"Pakai saja pakaianku untuk sementara" ujarnya sambil menarik tangan Anna menuju kamarnya.
Alex membuka lemari dan mengambil sekiranya baju apa yang muat untuk ukuran tubuh Anna. Alex mengambil kemeja putih miliknya lalu memberikannya pada Anna.
"Pakai dulu ini untuk sementara" ujar Alex.
Anna melihat kemeja itu dengan ragu, lalu setelah berpikir sejenak dia mulai mengambilnya. Sepertinya tidak apa-apa untuk sementara waktu, pikir Anna.
"Baiklah, aku akan membersihkan diriku dulu" ujar Anna lalu melangkah ke kamar mandi.
Sambil menunggu Anna yang berada di kamar mandi, Alex menyiapkan makanan di atas meja. Dia membuat omelette, sandwich, sosis panggang dan juga dua gelas jus. Setelah selesai Alex pun duduk di kursinya sambil membuka laptop untuk mengecek beberapa laporan perusahaan yang sudah di kirim oleh Harry.
Namun seketika pandangannya teralih saat melihat Anna yang sedang berjalan menghampirinya dengan ragu. Alex menelan ludahnya dengan susah payah saat melihat gadis itu memakai kemeja putih miliknya yang kebesaran.
Panjang kemeja itu hanya menutupi sampai setengah paha gadis itu. Kemeja depannya basah akibat rambut Anna yang juga basah setelah keramas, mengakibatkan pakaian dalam berwarna hitamnya terlihat oleh Alex.
Sial!!! Sepertinya rasa laparnya telah teralihkan..
Dia tidak ingin memakan makanan di depannya, namun Alex menginginkan kekasihnya itu sekarang!!
Bersambung...
Halo, support selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like dan komennya ☺️
Terimakasih untuk yang selalu menunggu up dari cerita ini 🙏❤️🥰
__ADS_1