
Seorang pelayan berjalan cepat menuju sebuah kamar di lantai bawah. Tangannya mengetuk pelan pintu tersebut, membuat orang yang berada di dalam sana mengarahkan pandangannya kearah pintu.
Perlahan pintu pun terbuka dan pelayan tadi langsung membungkuk pelan padanya.
"Ada apa??" tanya wanita yang berada di dalam kamar.
Pelayan itu terdiam sesaat dan mulai memberanikan diri menatap wanita itu,
"Nyo... Nyonya.. Itu... Nona Key... Nona Key baru saja keluar rumah dan... dan membawa salah satu mobil" ujar pelayan itu gugup.
Seketika Donna mengernyitkan keningnya dan menatap pelayan itu dengan bingung,
"Apa maksudmu?? Bisakah kau bicara dengan jelas??" ujar Donna tenang.
Pelayan itu pun menghela nafasnya dan kembali menatap Donna,
"Nona Key baru saja keluar rumah dan mengendarai salah satu mobil seorang diri!!" ujar pelayan itu jelas.
Donna pun membelalakkan matanya dan menatap terkejut pada pelayan itu,
"Apa?? Benarkah?? Ya Tuhan!!!!!!" ujar Donna panik lalu melangkah cepat kearah pintu utama.
Pelayan itu pun mengikuti Donna yang terlihat panik,
"Kenapa kau tidak menghalanginya??" ujar Donna sambil terus berjalan cepat.
"A.. Aku sudah mencoba menghalanginya.. Tapi Nona Key tidak mendengar ku dan malah mendorong tubuhku sampai terjatuh" ujar pelayan itu mengadu.
Donna pun membuka pintu dan melihat mobil Key yang sudah pergi keluar dari gerbang.
"Siapa yang membukakan pintu gerbang untuknya!!!!" marah Donna.
Donna berlari menghampiri penjaga pintu yang terlihat menundukkan kepalanya,
"Ma.. Maaf Nyonya, ta.. tapi Nona bilang dia sudah mendapatkan izin dari anda" ujarnya takut.
Donna pun memijit kepalanya dan membuang nafasnya dengan kasar,
"Anak nakal itu!!!!! Ahh... Sekarang apa yang harus aku lakukan!!!!" kesal Donna.
Lalu wanita itu pun kembali masuk ke dalam rumah dan mengadu pada suaminya.
"Sayang gawat!!! Key baru saja keluar dari rumah dengan mengendarai mobil!! Kita harus segera mencarinya!!! Ini sudah malam.." ujar Donna panik pada Jonas yang berada di kamar Peter.
"Sshhhh" bisik Jonas sambil menyimpan jari telunjuknya di depan bibir.
Mereka sedang berada di kamar Peter. Dan pria paruh baya itu sedang tertidur setelah di periksa oleh dokter dan di beri obat.
Donna refleks menutup mulutnya dan menatap Jonas dengan panik,
"Key... Dia pergi keluar seorang diri..." bisiknya pada Jonas lagi.
Jonas pun menghela nafasnya dan mencoba untuk menenangkan istrinya,
"Key sudah dewasa, mungkin dia hanya keluar sebentar. Kita tunggu saja dia kembali" ujar Jonas.
Donna menatap Jonas dengan tatapan tidak percayanya. Kenapa suaminya bisa sesantai itu menanggapi hal seperti ini?? pikirnya kesal.
__ADS_1
"Kau ini kenapa??? Dia masih 17 tahun!! Dan dia tidak tau tentang negara ini!! Bagaimana kalau dia tersesat?? Atau diculik??? Bagaimana????" bisik Donna kesal.
Jonas pun menutup matanya dan menyentuh bahu istrinya dengan lembut,
"Aku yakin Key tidak akan berbuat macam-macam. Dia pasti bisa menjaga dirinya sendiri..." ujar Jonas.
"Kita tunggu beberapa saat lagi. Aku akan mencoba menelponnya... Jika dia tidak mengangkatnya, maka aku akan langsung mencarinya" lanjutnya.
Donna pun menutup matanya kuat dan hanya bisa pasrah mendengar ucapan Jonas. Baiklah, mungkin kali ini dia harus mencoba mendengar perkataan suaminya..
Semoga saja Key tidak berbuat yang macam-macam, ujarnya berharap dalam hati.
-
BRUK!!
Anna yang menyadari hal itu seketika mendorong dada bidang Alex untuk melepaskan ciuman mereka.
"Alex....." bisik Anna di bawah tubuh Alex dengan nafas yang tak beraturan.
Pria itu berada di atas tubuhnya dan menatap wajah Anna dengan tatapan penuh makna.
Anna pun menelan ludahnya dengan susah payah. Gawat.. Pria ini pasti sudah sangat bergairah... pikirnya cemas.
Alex menatap wajah Anna dengan gairah yang sudah membuncah di dalam tubuhnya. Sial!!! Dia benar-benar menginginkan gadis ini..
Rasanya Alex ingin mencium seluruh tubuhnya tanpa terlewat sedikit pun. Berbagai macam pikiran liar pun melintas di pikirannya.
'Tidak!!! Kau harus menahannya Alex!!!!' geram Alex dalam hatinya. Dia tidak ingin membuat gadis ini ketakutan...
Sepertinya Alex harus bersabar dan menahan gejolak di dalam tubuhnya sampai dirinya dan Anna menikah nanti.
"Al....." ujar Anna terputus saat jari Alex menempel lembut di bibirnya.
"Bolehkah aku mencium mu sekali lagi???" tanya Alex sambil menatap wajah Anna sangat dalam.
Anna terlihat berpikir sejenak dan menatap pria itu dengan ragu,
"Hanya sebuah ciuman???" tanya Anna memastikan pada Alex.
Alex tersenyum tipis dan mengangguk pelan. Dengan ragu Anna pun mengangguk dan...
CUP!!!
Bibir Alex pun kembali menempel pada bibir merah mudanya. Pria itu ******* lembut bibir Anna dan memainkan lidahnya disana. Tangannya mengelus pelan paha gadis itu, membuat Anna sedikit menggelinjang di bawah tubuhnya.
Sial!!! Gerakan Anna membuat tubuh gadis itu menyentuh bawah tubuhnya. Alex dengan refleks menekan tubuhnya pada tubuh Anna dan menggeseknya pelan.
Ciumannya pun turun kearah leher gadis itu, dan menghisapnya pelan. Membuat Anna melenguh sambil mengangkat wajahnya. Membuat pria itu dengan leluasa menjamah lehernya.
Alex dapat merasakan dada hangat Anna yang menempel pada dada bidangnya, walaupun mereka masih mengenakan pakaian masing-masing.
"Sayang... Kau membuatku kehilangan akal sehatku" bisik Alex parau.
Ciumannya pun kembali pada bibir Anna dan ********** dengan liar. Membuat Anna kewalahan di buatnya.
Decakan dari ciuman mereka terdengar memenuhi kamar itu. Tangan Alex menyentuh paha mulus Anna dan membelainya dengan lembut. Hal itu membuat Anna dengan tidak sengaja berdesah pelan.
__ADS_1
Dengan cepat Anna pun menggigit bibirnya dan merasakan ciuman Alex yang semakin menjadi-jadi.
Tidak!!! Ini harus di hentikan, pikir Anna.
Anna pun mendorong bahu Alex dengan kuat dan membuat ciuman mereka pun terlepas.
"Alex... Kurasa... sudah cukup..." ujar Anna dengan nafas yang memburu.
Alex pun tersadar dengan nafasnya yang juga memburu dan menatap wajah Anna dalam.
"Aku hampir saja hilang kendali" bisik Alex.
Pria itu pun dengan berat hati bangkit dari atas tubuh Anna.
"Maaf... Apakah aku sudah melewati batas???" tanya Alex hati-hati.
Anna pun perlahan bangkit dan duduk di hadapan pria itu. Dia terdiam sejenak dan menatap Alex yang terlihat sedikit cemas menunggu jawabannya.
"Hampir....." ujar Anna pelan.
Alex pun terdiam dan menyentuh pipi gadis itu dengan lembut,
"Maaf... Aku selalu tidak bisa mengendalikan tubuhku jika sudah bersentuhan denganmu" ujar Alex merasa bersalah.
Anna pun mengangguk mengerti dan tersenyum untuk menenangkan Alex dari rasa bersalahnya.
"Terimakasih" bisik Alex tulus.
"Baiklah, ini sudah sangat larut... Istirahatlah... Aku akan kembali ke kamarku" ujar Alex lembut.
Pria itu pun membawa tubuh Anna ke dalam pelukannya dan memeluknya erat.
"Tidurlah..." bisiknya, lalu pria itu mengecup kening gadis itu dengan lembut.
Setelah beberapa saat Alex pun melepaskan ciumannya dan bangkit dari atas tempat tidur.
"Selamat malam" ujar Alex.
Anna pun ikut bangkit dan mengangguk pelan,
"Selamat malam" balasnya.
Alex pun tersenyum dan melangkah kearah pintu. Saat pintu sudah di buka Alex pun membalikkan wajahnya pada kekasihnya itu,
"Aku mencintaimu" ujarnya tulus.
Anna pun merasakan debaran dan kehangatan di dalam dadanya,
Alex tersenyum lembut dan melangkah keluar lalu pergi menuju kamarnya. Setelah pintu tertutup, Anna pun duduk di atas tempat tidur sambil menyentuh dadanya.
"Aku juga mencintaimu, Alex..." bisiknya.
Bersambung...
Hai, dukung terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like dan komen yang banyak 🤗
Boleh kasih vote dan hadiah juga, thank you ya untuk pembaca setia yang selalu support dan menyemangati author ini 🥺
__ADS_1
I love you so much.....
❤️🥰🙏