
Alex membuka pintu ruangannya dengan kasar dan dengan cepat berjalan kearah kamar tidurnya. Sambil menahan sakit kepalanya Alex membuka laci yang ada di samping tempat tidurnya. Alex mengambil botol obat yang ada di dalam sana, lalu memasukannya ke dalam mulut dan meminum air dengan cepat.
Alex menyandarkan tubuhnya di bawah tempat tidur. Nafasnya memburu dengan cepat. Alex menghembuskan nafasnya perlahan agar nafasnya kembali normal.
Efek obat itu bekerja cukup cepat. Perlahan sakit kepalanya mulai membaik. Alex menyandarkan kepalanya di atas tempat tidur. Kenapa?? Kenapa gadis itu bisa mengungkit masalah tadi di saat yang tidak tepat?
Alex sadar gadis itu tidak ada hubungannya dengan masa lalu kelamnya. Dia tidak tau menahu soal ini, dan wajar bagi Anna untuk bertanya. Tapi Alex belum siap untuk menceritakannya, kenangan itu terlalu menyakitkan untuknya.
Alex merasa bersalah karena meninggalkan Anna sendirian tadi. Tapi, dia tidak ingin gadis itu melihatnya dalam keadaan kesakitan seperti ini. Terlihat jelas bahwa gadis itu mencemaskan nya tadi.
Alex mengacak rambutnya frustasi. Seharusnya jika dia ingin gadis itu terus berada disisinya, dia harus terbuka dan menceritakan masalah apa yang terjadi di antara dia dan ayah gadis itu.
Tapi dia butuh waktu untuk kembali membuka luka di masa lalunya.
Alex akan menemui gadis itu besok dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
Ya.. Dia harus mulai terbuka, agar gadis itu bisa mempercayainya..
-
Keesokan harinya, Alex terbangun dari tidurnya. Kepalanya masih terasa sakit sedikit. Alex bangun dari tempat tidurnya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai, Alex memakai kemeja miliknya. Hari ini dia akan ke kantor pada siang hari. Dia harus menemui Anna dan meminta maaf padanya tentang kejadian kemarin.
Alex menghembuskan nafasnya perlahan, dia akan mengungkapkan segalanya pada gadis itu tanpa menyembunyikan hal apapun. Alex ingin gadis itu tau segala hal tentangnya dan apa saja yang dia lalui selama ini. Dia ingin membuat gadis itu selalu berada disisinya..
Setelah rapi dengan pakaiannya, Alex berjalan keluar dari ruangannya untuk menemui Anna.
Saat sudah keluar dari ruangannya, Alex berpapasan dengan Lidya yang baru saja keluar dari kamar Anna.
Alex menatap tajam pada Lidya yang terlihat menahan tangisnya sambil memegang sebuah kertas di tangannya.
"Apa yang sedang kau lakukan!" ujar Alex tajam.
Lidya menahan air matanya lalu mendekati Alex. Dan memberikan selembar kertas pada Alex.
"Ini... Tuan... A.. aku menemukannya di kamar milik Nona Anna saat ingin mengantar sarapan. Nona Anna.. tidak ada di kamarnya" ujar Lidya sedih.
Dengan cepat Alex mengambil kertas itu dan membaca,
Untuk Alex
Alex kau tau,
Sejak pertama aku berada di rumah ini, aku merasa kehidupanku menjadi gelap dan merasa tidak punya harapan lagi. Aku pernah berpikir apakah aku akan di kurung selamanya disini?
Jika itu terjadi, aku merasa mati jauh lebih baik dari pada dikurung selamanya.
Tapi hari demi hari keadaan mulai berubah saat kau menjadi lebih lembut padaku. Awalnya aku berpikir itu semua hanya sandiwara mu saja untuk memanfaatkan ku demi tujuan balas dendam mu pada ayahku.
Tapi setelah aku melihat ketulusan dari matamu segala kecurigaan ku pun hilang.
Alex.. Aku mengerti perasaanmu padaku itu tulus. Aku berterimakasih akan hal itu. Tapi maafkan aku, aku belum bisa membalas perasaanmu saat ini. Begitu banyak misteri yang kau sembunyikan dariku.
Aku merasa perasaanmu belum sepenuhnya untukku..
__ADS_1
Alex bukankah kau tau ayahku telah kembali?
Maka dari itu aku memutuskan untuk saat ini, aku akan kembali pulang. Aku akan memberimu waktu untuk berpikir kembali tentang perasaanmu yang sesungguhnya.
Terimakasih atas segalanya..
Semoga kelak kita bisa bertemu kembali..
Anna,
Alex meremas kertas itu dengan kuat lalu berjalan masuk ke kamar Anna untuk mencari keberadaannya.
"Katakan semua ini hanya lelucon!!!?!!" teriak Alex sambil terus mencari sosok Anna.
Dia terus mencari ke setiap lantai di rumahnya. Alex terlihat sangat frustasi. Kemudian Alex memasuki ruang keamanan dan mencari rekaman cctv semalam.
Terlihat hanya ada rekaman saat Anna memasuki balkon lantai atas semalam. Namun detik berikutnya rekaman cctv mati dan tidak menampakkan apapun.
Dengan marah Alex melempar semua komputer itu.
"Brengsek!!!! Siapa yang bertugas menjaga keamanan semalam!!!!!" geramnya.
Alex mengumpulkan semua penjaga rumah termasuk Lidya.
Dengan takut mereka menjelaskan pada Alex bahwa semalam semua penjaga tertidur dan entah mengapa tidak ada yang terjaga.
"Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi???" ujar Alex marah.
"Ma... Maafkan kami Tuan" ujar para penjaga itu ketakutan.
"Ampun Tuan!!!!!!! Maafkan kami!!!????"
Terdengar teriakan-teriakan yang memohon ampun padanya, namun Alex menghiraukannya. Tatapan nya terlihat sudah membara. Bagaimana bisa gadis itu pergi tanpa ketahuan oleh orang-orang di rumah ini. Apakah gadis itu sedang mempermainkannya sekarang????
Alex terus menekan tombol itu tanpa ampun, membuat pergelangan orang-orang itu memerah dan melepuh.
Alex menggertakkan giginya kuat..
William!!!! Ini pasti rencana William!!! geram Alex dalam hatinya.
'Aku harus membuat perhitungan dengannya!!!'
-
William tengah termenung di atas kursi kerjanya. Pandangannya mengarah pada lencana emas besar yang ada di tangannya. Di lencana itu tertulis huruf 'Wijaya'
William memeras lencana itu dengan kuat. Pikirannya kembali teringat pada masa lalunya...
...****************...
FLASHBACK
William menatap nanar pada pasangan pengantin di depannya. Pasangan yang terlihat bahagia di depan altar sana. Banyak sekali kamera yang mengambil foto pasangan itu. Ya, mereka adalah pasangan dari keluarga kaya dan terhormat.
Pasangan dari keluarga Wijaya dan Boston.
__ADS_1
Keluarga Wijaya terkenal dengan berbagai perusahaan dan properti mewah yang mereka miliki. Sedangkan Boston adalah perusahaan kapal dan hotel-hotel mewah yang terkenal di beberapa negara.
William menatap gadis cantik yang memakai gaun pengantin itu dengan sedih. Gadis itu terlihat tersenyum bahagia di hari pernikahannya. William mengepalkan tangannya kuat menahan sakit di hatinya.
Lalu dengan tidak sengaja gadis itu mengarahkan pandangannya pada William. Wajahnya yang semula tersenyum kini berubah menjadi sedih dan murung.
Gadis keturunan dari keluarga Wijaya itu bernama Diana. Dia adalah kekasih William selama 7 tahun. Bahkan mereka pernah berjanji akan menikah suatu saat nanti.
Namun sayang keadaan sosial merubah kisah cinta mereka. William adalah anak yatim piatu yang hanya bekerja sebagai karyawan biasa disalah satu perusahaan swasta. Sedangkan Diana adalah anak dari pengusaha kaya raya.
Pertemuan mereka terjadi saat Diana yang masih berada di bangku sekolah dulu ikut dengan ayahnya yang sedang berkunjung ke perusahaan tempat William bekerja.
William menolong Diana yang saat itu sedang ketakutan melihat seekor kecoa di kamar mandi. Saat itu Diana selalu menganggap William adalah pahlawannya.
Sejak saat itu William yang sudah jatuh hati dengan Diana, mencari dimana dia bersekolah. Dan sejak saat itu juag William sering berkunjung kesana di jam istirahatnya hanya untuk bertemu Diana.
Benih-benih cinta mulai tumbuh diantara mereka berdua.
Mereka menjalani hubungan secara diam-diam selama 7 tahun tanpa seorang pun tau.
William berjanji pada Diana akan menjadi orang yang sukses lalu menikahinya suatu hari nanti.
Namun saat itu, pengawal keluarga Wijaya mengetahui hubungan mereka dan mengadu pada ayah Diana. Dan sejak saat itu mereka tidak pernah bertemu lagi.
Sampai suatu hari William melihat berita yang menampilkan rencana pernikahan Diana dengan Frans anak dari keluarga Boston.
William sangat marah dan patah hati. Dia sering mabuk dan melakukan hal-hal negatif untuk menghilangkan sakit hatinya. Namun tetap saja sampai saat ini perasaan sakitnya tidak pernah hilang.
Setelah pernikahan Diana, William mulai bekerja dengan giat, bahkan selalu bergadang setiap malam untuk mengalihkan sakit hatinya. Pemilik perusahaan tempat William bekerja merasa kagum padanya dan menaikan jabatannya.
Suatu hari anak dari pemilik perusahaan tempat William bekerja bernama Merry mengunjungi perusahaan ayahnya. Saat Merry pertama kali melihat William dia sudah jatuh hati padanya. Dia menganggap William adalah pria yang tampan dan rajin bekerja.
Sejak saat itu Merry selalu pergi ke perusahaan ayahnya untuk melihat William. Ayah Merry mengetahui perasaan putrinya pada William. Akhirnya dia menjodohkan keduanya saat itu.
William terlihat tidak begitu tertarik, hatinya masih ada pada seseorang yang dia tau sekarang sudah mempunyai seorang putra. William diam-diam masih sering berkunjung ke tempat Diana tinggal hanya untuk melihatnya.
Melihat Diana mengandung sampai anak lelakinya lahir, dia selalu mengawasinya diam-diam.
Suatu hari akhirnya William menerima perjodohan dirinya dengan Merry. Tidak lama berselang mereka pun menikah. Setelah ayah Merry meninggal, William menjadi ketua di perusahaannya.
Hubungan antara William dan Merry tidak berjalan dengan baik. William selalu pulang larut dan mabuk saat ke rumah...
Bersambung..
Hai dukung selalu cerita ini ya kasih like dan komen yang banyak ☺️
Jujur bikin ini episode pas lagi puyeng banget 🥴
Maklum aku tuh ngetik dan mikir episode selanjutnya itu dadakan, sambil mikir sambil ngetik. Ini juga flashback nya belum kelar sih..
Mohon maaf juga buat yang minta up nya 2 kali belum bisa terpenuhi 🙏
Semoga kedepannya bisa ya..
Dukungan kalian adalah semangat aku, terimakasih 🙏❤️
__ADS_1