
Alex melangkahkan kakinya perlahan menuju ruangannya. Sebenarnya hari ini dia merasa sangat malas untuk berangkat ke kantor. Seandainya saja gadis itu tadi menyuruhnya untuk tinggal Alex pasti akan tinggal dan bisa menghabiskan waktunya di rumah bersama gadis itu.
Entah sejak kapan seorang Alexander Wijaya, pria penggila kerja ini menjadi begitu malas untuk pergi ke kantor. Pengaruh gadis itu benar-benar luar biasa pada Alex.
Setelah masuk ke ruangannya, Alex telah di tunggu oleh sekretarisnya Harry.
"Selamat pagi Tuan" ujar Harry membungkukkan badannya.
Alex hanya berjalan acuh dan duduk di kursi kerjanya.
"Tuan, hari ini ada pertemuan dengan beberapa pemimpin perusahaan. Dan kebetulan sekali pemimpin perusahaan dari Starship yang baru tiba dari Amerika juga akan ikut hadir hari ini" ujar Harry.
Alex terlihat berpikir sejenak. Starship? pikirnya. Bukankah itu perusahaan yang cukup terkenal disana, pikir Alex.
"Menurut informasi, pemilik perusahaan Starship sangat tertarik dengan proposal pembuatan Penthouse yang Tuan usulkan, dan ingin bergabung serta ikut berinvestasi dengan perusahaan ini" ujar Harry menerangkan.
Alex menganggukkan kepalanya sekilas.
"Baguslah, kapan jadwal pertemuannya?" tanya Alex.
"Pukul 9 pagi ini Tuan" jawab Harry.
"Baiklah" ujar Alex singkat.
-
Daniel turun dari dalam mobilnya dan memperhatikan sebuah bangunan perusahaan di depannya dengan tajam.
Dia harus menjalankan rencana awalnya sekarang.
Dia harus membawa Anna kembali, bagaimanapun caranya!!
Daniel pun melangkahkan kakinya masuk di ikuti oleh beberapa bawahannya.
Seseorang pegawai perusahaan menyambut kedatangannya dan menuntunnya ke sebuah ruangan yang akan di gunakan untuk mengadakan pertemuan beberapa pemimpin perusahaan.
Daniel masuk ke dalam ruangan itu dan berjabat tangan dengan beberapa pemimpin perusahaan yang sudah hadir.
"Apakah kau anak dari Austin McCartney itu? Wah kau sudah besar rupanya?" ujar seseorang menepuk pundak Daniel.
Daniel membalas tersenyum pada orang itu,
"Benar, namaku Daniel McCartney, aku mewakili ayahku datang ke pertemuan ini" ujar Daniel tersenyum ramah.
"Wah, kau tampan sekali.. kupikir Alex punya saingan sekarang haha" ujar pria paruh baya itu.
"Oh iya namaku Felix Beirnald, Kau bisa memanggilku Mr. Felix" lanjutnya.
__ADS_1
Daniel menyambut uluran tangannya,
"Senang bertemu denganmu" ujar Daniel.
Daniel pun duduk di salah satu kursi. Dia menatap lekat orang-orang yang sudah berkumpul disini. Hanya beberapa orang saja yang baru tiba, Daniel tidak melihat pria bernama Alex itu di ruangan ini, sepertinya pria itu belum tiba.
Roy masuk ke dalam ruangan dengan senyumannya. Dan menyapa beberapa orang disana. Pandangannya tiba-tiba tertuju pada Daniel, sepertinya dia belum pernah melihat pria ini sebelumnya, pikir Roy dalam hatinya.
Dia berjalan menghampiri Daniel dan menyapanya.
"Halo, Selamat pagi.. Hmm, sepertinya ini pertama kalinya aku melihatmu" ujar Roy bersikap akrab.
Daniel tersenyum pada Roy lalu berdiri dan mengulurkan tangannya,
"Namaku Daniel McCartney, aku mewakili ayahku Austin McCartney dari perusahaan Starship untuk hadir ke pertemuan ini" ujarnya ramah.
Roy membelalakkan matanya lalu tersenyum senang menjabat tangan Daniel.
"Ohh... Starship! Wow suatu kehormatan bagiku bisa bertemu denganmu. Namaku Roy" ujar Roy senang.
Daniel tertawa mendengar perkataan Roy,
"Aku juga merasa terhormat bisa bertemu dengan salah satu pengusaha muda yang sukses sepertimu" ujar Daniel.
"Haha kau bisa saja!!" ujar Roy tertawa senang.
Seketika semua orang hening saat seseorang masuk ke dalam ruangan.
Daniel menatap kedatangan Alex dengan tatapan tajamnya. Dalam diam ia menggertakkan giginya kuat menahan emosi. Jadi, pria ini yang telah menculik Anna nya. Dia tidak akan memaafkan pria ini!!
Alex berdiri di depan kursinya dan memberi salam pada orang-orang yang sudah hadir di ruangan itu.
"Selamat pagi semuanya, terimakasih telah hadir di pertemuan hari ini" ujar Alex.
Lalu rapat pun di mulai, dengan membahas beberapa rencana dan tahap awal tentang pembangunan sebuah Penthouse elite di ibu kota. Beberapa pemimpin juga memberikan masukan dan langkah-langkah apa yang akan mereka lakukan untuk awal pembangunan.
Tidak lupa juga Alex memberikan ucapan terimakasihnya pada para investor yang ikut melancarkan rencananya.
"Aku juga ingin berterimakasih kepada pemimpin perusahaan Starship yang secara khusus datang dari Amerika untuk berinvestasi cukup besar di proyek ini" ujar Alex membungkukkan kepalanya sedikit kearah Daniel dan diikuti oleh tepuk tangan orang-orang di dalam sana.
Setelah pembicaraan yang cukup panjang dan memuaskan. Akhirnya rapat pun selesai.
Sebagian orang telah membubarkan diri, yang tersisa hanya Roy, Daniel dan Alex di ruangan itu.
"Wow Bro, kau hebat sekali!! Proyek ini pasti akan berhasil dan berjalan lancar!!" puji Roy pada Alex.
Alex hanya menanggapi pujian Roy dengan acuh. Tiba-tiba pandangannya beralih pada Daniel yang masih duduk di kursinya dalam diam.
__ADS_1
"Kau.. Dari perusahaan Starship? Terimakasih untuk hadir dan ikut bergabung dalam proyek ini" ujar Alex berbasa-basi.
Daniel memasang senyum palsunya kearah Alex.
"Aku juga merasa terhormat bisa ikut bergabung disini dan bertemu dengan salah satu pengusaha muda yang banyak di bicarakan oleh orang-orang" ujar Daniel menatap Alex.
"Wah, tidak ku sangka ternyata kau masih jauh lebih muda daripada kami" ujar Roy pada Daniel.
Daniel menatap Roy lalu tersenyum penuh arti.
"Usia bukanlah jaminan kedewasaan seseorang kan??" ujar Daniel.
"Haha kau benar!!" ujar Roy tertawa.
Daniel menatap Alex sambil menopang tangannya di dagu,
"Aku juga sedang berencana menjalankan beberapa bisnis disini. Dan aku ingin banyak belajar dari kalian yang sudah memiliki banyak pengalaman" ujar Daniel tersenyum.
Roy menganggukkan kepalanya senang mendengar ucapan Daniel,
"Tentu saja!! Kau harus banyak belajar dari kami!!" ujar Roy bangga.
Daniel hanya tertawa mendengar ucapan Roy. Lalu tatapannya mengarah pada Alex.
"Bolehkah aku mengajak kalian makan siang bersama?" tanya Daniel.
"Tentu saja!!! Bukankah begitu Alex?" ujar Roy excited.
Alex hanya menatap datar pada Daniel. Entah mengapa dia tidak menyukai pria ini sejak awal.
"Siang ini aku akan pulang ke rumah" ujar Alex datar.
Seketika Daniel memicingkan matanya mendengar ucapan Alex. Rumah?? Apakah Anna ada disana?? tanyanya khawatir dalam hati.
"Rumah??" tanya Daniel seketika.
Roy menatap Alex dengan tatapan menggodanya,
"Owhh.. Ya ampun, Apakah kekasihmu sedang menunggumu di rumah?? Ckckck.. Tidak ku sangka seorang Alexander Wijaya, jika sedang jatuh cinta dia tidak ingin jauh terlalu lama dengan kekasihnya" ujar Roy menggoda.
"Diam kau!!!!" ujar Alex tajam pada Roy.
Roy tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Alex. Sedangkan Daniel memicingkan matanya mendengar perkataan Roy. Kekasih??? Apakah pria sialan ini mempunyai seorang kekasih?? Siapa wanita yang mereka bicarakan??? Apakah itu Anna???
Tidak!!! Itu pasti bukan Anna nya!!! ujar Daniel dalam hatinya.
Bersambung..
__ADS_1
Support selalu cerita ini dengan kasih like dan komen yang banyak ya 🤗❤️
Terimakasih 🙏