Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Uncomfortable


__ADS_3

Dari arah pintu, terlihat seorang wanita masuk dengan langkahnya yang anggun. Matanya menelisik setiap sudut rumah yang baru saja dia masuki,


"Silahkan duduk dan tunggu disini Nona" ujar Bibi Van padanya.


Wanita itu pun tersenyum dan mengangguk pada Bibi Van,


"Terimakasih" jawabnya.


Selang beberapa menit, seorang pria dan wanita pun menghampirinya di ruang tamu. Erika menatap kearah pasangan suami istri itu dan segera berdiri dari duduknya sambil tersenyum ramah,


"Selamat pagi.." sapanya.


Alex berjalan sambil menggenggam tangan Anna dan menghampiri Erika,


"Selamat pagi" balas Alex.


Anna tersenyum pada Erika sambil mengangguk pelan. Setelah itu mereka berdua pun duduk di atas sofa yang berada di depan Erika,


"Ada urusan apa kau sampai datang kemari??" tanya Alex to the poin.


Erika terdiam sejenak lalu kembali tersenyum pada Alex,


"Maaf jika kedatanganku menganggu.. Aku hanya ingin memberikan beberapa berkas padamu, dan juga... ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan denganmu.." ujarnya.


Alex sedikit mengernyitkan keningnya sambil menatap Erika,


"Sesuatu hal apa??" tanya Alex.


Erika pun terdiam sejenak dan menatap kearah Anna,


"Iya.. Hmm... bolehkah, aku membicarakan hal ini.. berdua saja denganmu??" tanya Erika tidak enak.


Anna seketika menatap kearah Erika sejenak. Erika yang melihat reaksi Anna seketika tersenyum canggung dan merasa tidak enak,


"Jangan berpikir yang tidak-tidak dulu.. Aku tidak bermaksud macam-macam, aku hanya ingin mengatakannya pada Alex saja.. Maaf, bukan aku tidak percaya padamu Anna, aku.. hanya terbiasa sejak dulu mengatakan segala hal pada Alex saja.." ujarnya menerangkan.


"Apa... Apa kau keberatan??" tanya Erika pada Anna.


Anna pun menatap Erika dan tersenyum,


"Oh.. aku mengerti... Aku sama sekali tidak keberatan.. Kau jangan salah paham.." ujar Anna pelan.


Alex menatap kearah istrinya dan menggenggam tangannya pelan,


"Memangnya kau tidak bisa langsung bicarakan saja disini?? Lagipula, aku tidak merahasiakan apapun dari istriku" ujar Alex datar.


Erika seketika terdiam mendengar ucapan Alex. Anna pun langsung menatap kearah suaminya dan menyentuh tangannya,


"Tidak apa-apa, kalian bicara saja berdua.. Aku akan kembali ke meja makan untuk sarapan" ujar Anna cepat sambil berdiri dari duduknya.


Alex terlihat enggan melepaskan tangan istrinya, namun Anna tersenyum padanya dan mengangguk pelan,


"Kalau begitu aku permisi dulu.." pamit Anna dan dengan segera berlalu pergi meninggalkan ruang tamu.


Alex menatap kepergian Anna dan menghela nafasnya pelan,


"Baiklah.. Kau bisa bicara sekarang" ujar Alex.

__ADS_1


Erika menatap kearah Alex dan menghela nafasnya,


"Maaf, apa aku membuat istrimu marah??" tanya Erika.


Alex pun menggeleng menjawab pertanyaan Erika,


"Tidak, dia tidak marah" jawab Alex.


Erika pun mengangguk pelan. Setelah itu, dia pun mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya dan memberikannya pada Alex,


"Ini... Ini adalah berkas persetujuanku pada rapat kemarin. Maaf aku tidak bisa hadir.. Dan.." ujarnya terputus sambil memberikan satu berkas lagi pada Alex.


"Ini.. Ini adalah berkas tuntutan Leonard padaku.." lanjutnya pelan.


Alex mengambil berkas itu dan kembali menatap Erika,


"Tuntutan?? Tuntutan apa??" tanyanya tidak mengerti.


Erika menunduk sejenak dan menghela nafasnya,


"Dia.. Dia menuntutku atas harta gono gini kami.. perusahaan, rumah dan yang lainnya.." jawabnya pelan.


"Dia menginginkan semua yang aku miliki sekarang. Aku mengerti, memang Leonard lah yang membantuku sejak dulu dari keterpurukan dan mendapatkan semua yang ku miliki sekarang.. Tapi, tapi aku tidak tau dia sekarang ingin menjatuhkanku setelah perceraian kami" ujarnya resah.


"Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan sekarang Alex.." lanjutnya putus asa.


"Dia cukup memiliki kekuasaan.. Saat perceraian kami pun prosesnya sangat sulit, sekarang di tambah lagi dengan ini.." ucapnya sedih.


Alex membaca berkas di tangannya dan kembali menatap Erika,


Erika terdiam sejenak dan menatap Alex penuh harap,


"Aku.. Aku datang kemari untuk meminta bantuanmu.." ujarnya pelan.


Alex menatap Erika dengan tatapan datarnya,


"Bantuan?? Bantuan seperti apa yang kau maksud??" tanyanya.


Erika menggigit bibirnya pelan dan memberanikan diri kembali menatap Alex,


"Alex.. Kau tau bukan, aku tidak memiliki siapapun di dunia ini sekarang.. Aku hanya mengenalmu dan cukup percaya padamu.." ujarnya berhenti sejenak.


"Aku ingin, kau membantuku untuk menghadapi Leonard. Aku tidak mau semua yang ku miliki sekarang di rebut kembali olehnya. Bagaimanapun juga selama ini aku bekerja keras untuk diriku sendiri. Dan.. Aku tau, hanya kau yang bisa menghadapinya.. Kau memiliki kekuasaan yang lebih dari pada Leonard. Maka dari itu, aku benar-benar berharap kau mau membantuku.." lanjutnya memohon.


Alex terlihat terdiam sejenak, pria itu sebenarnya sangat tidak suka jika harus mencampuri urusan orang lain. Tapi, bagaimanapun juga Erika adalah putri dari Tuan Morgan, pria yang telah membantunya dulu.


Alex pun menyimpan berkas Erika di atas meja dan menatap wanita itu,


"Baiklah.. Aku akan membantumu" ujarnya pelan.


Erika pun menatap Alex dengan senyuman bahagianya,


"Terimakasih... Terimakasih banyak.." ujarnya.


Alex mengangguk singkat dan kembali memberikan berkas itu pada Erika,


"Aku akan menyuruh pengacaraku untuk membantumu. Aku akan menjamin Leonard tidak akan mengambil sepeser pun darimu" ujarnya yakin.

__ADS_1


Erika kembali tersenyum dan mengangguk,


"Aku percaya padamu.." ujarnya.


Alex mengangguk singkat dan mulai berdiri dari duduknya,


"Baiklah kalau begitu, aku akan kembali ke meja makan untuk sarapan" ujarnya.


Krukk....


Tiba-tiba terdengar suara yang membuat Erika seketika menunduk sambil memegang perutnya. Alex pun menatap kearah wanita itu,


"Apa kau belum sarapan??" tanyanya.


Erika terlihat mengangkat wajahnya dan tersenyum malu pada Alex,


"Eh.. belum..." jawabnya pelan.


Alex pun mengangguk pelan dan mulai membalikkan tubuhnya,


"Ayo ikut denganku ke ruang makan, kita sarapan bersama" ujarnya datar.


Erika pun terlihat ragu sejenak, namun saat Alex terus melangkah meninggalkannya akhirnya wanita itu berdiri dan mengikuti langkah Alex.


Anna tengah mengaduk makanannya dengan tidak berselera. Cukup lama dia menunggu Alex untuk kembali ke meja makan. Kira-kira apa yang dibicarakan oleh Erika dan Alex ya?? pikir Anna penasaran.


Pandangan Anna pun seketika mengarah ke depan saat dirinya melihat Alex dan Erika yang tengah berjalan kearah meja makan.


Anna menatap bingung dan mencoba tersenyum pada wanita itu,


"Silahkan duduk, kita sarapan bersama dulu" ujar Alex.


Erika pun tersenyum kearah Anna dan duduk di hadapan gadis itu. Sedangkan Alex kembali duduk di samping istrinya,


"Maaf menganggu pagi kalian" ujar Erika tiba-tiba sambil menatap kearah Anna.


Anna pun tersenyum kecil dan menggeleng pelan,


"Tidak, santai saja.." ujar Anna pelan.


Alex mengambil satu piring dan meletakkannya di depan Erika,


"Makanlah.." ujarnya.


Erika tersenyum pada Alex dan mulai mengambil makanannya. Entah mengapa hal itu membuat Anna seketika merasa tidak nyaman dan semakin tidak berselera untuk makan. Mengapa Alex begitu perhatian pada wanita itu?? pikir Anna.


Anna mencoba untuk berpikir positif dan tidak mau kembali berpikir yang tidak-tidak. Gadis itu tau masa lalu Erika dan Alex, jadi tidak perlu ada hal yang di cemburui dari wanita itu...


'Cukup Anna!! Jangan berpikir yang macam-macam lagi!!' ujar Anna tegas dalam hatinya.


Bersambung..


Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, vote, komen dan hadiahnya ☺️


Banyakin komentarnya ya dan jempolnya juga 😁🙏


Terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2