Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Tell Them


__ADS_3

Anna yang terkejut seketika mencoba mendorong tubuh pria itu,


"Lepaskan aku!!!" teriak Anna mencoba melepaskan tangan pria itu di pinggangnya tanpa melihat wajahnya.


Namun tiba-tiba pria itu membawa tubuh Anna ke dalam dekapannya dan berbisik di telinga gadis itu dengan tubuh yang bergetar menahan kerinduan.


"I miss you......." bisiknya dalam.


DEG!!!!


Anna merasakan dadanya berdebar dengan kencang saat mendengar bisikan di telinganya. Dan pelukan hangat ini, aroma tubuh ini... adalah aroma yang sangat dia rindukan.


Seketika Anna menarik tubuhnya dan menatap pria di depannya. Anna menutup mulutnya tidak percaya, dan matanya pun mulai berkaca-kaca.


"A.... Alex..." bisik Anna.


Tangannya pun terangkat untuk menyentuh wajah pria itu,


"Apakah ini benar-benar kau???" tanyanya bergetar masih tidak percaya.


Alex pun meraih tangan Anna di pipinya dan menciumnya dengan lembut berkali-kali.


"Ini aku sayang...." ujar Alex lembut.


Anna pun menggigit bibirnya untuk menahan tangis dan memeluk pria itu dengan erat,


"Aku sangat merindukanmu...." bisiknya sambil menangis.


Alex pun tersenyum tulus dan memeluk tubuh gadis itu dengan erat,


"Aku juga sangat... sangat merindukanmu... Sampai aku gila" bisik Alex, lalu mencium bahu gadis itu yang terbuka.


"Apakah ini mimpi???" tanya Anna takut.


Alex pun meraih bahu gadis itu dan menatapnya dalam. Menghapus air mata yang mengalir di pipinya dengan lembut.


"Kau tidak bermimpi Anna.. Ini aku... Aku disini..." ujar Alex sambil menempelkan kening mereka.


Anna pun menutup matanya merasakan hembusan lembut nafas Alex di wajahnya. Benar... ini bukan mimpi, ujar Anna dalam hatinya.


Gadis itu pun membuka matanya dan menatap mata Alex yang menatapnya dengan intens dan dalam. Perlahan wajah Alex mulai mendekat pada wajah Anna. Tangannya terangkat untuk menangkup wajah gadis itu dengan satu tangannya. Lalu bibirnya pun mulai menyentuh bibir Anna dengan lembut.


CUP!!!


Mereka saling menutup mata dan merasakan kehangatan dari ciuman penuh kerinduan itu. Perlahan satu tangan Alex menyentuh pinggang Anna dan memeluknya erat.


Anna yang terlena pun mulai membalas ciuman Alex dengan lembut dan pelan. Mereka saling menyalurkan kerinduan yang selama ini terpendam di hati.

__ADS_1


Alex membuka mulutnya dan ******* bibir gadis itu dengan lembut dan hati-hati. Rasa manis bibirnya membuat Alex selalu merindukan ciuman gadis ini.


Mereka saling ******* dan memainkan lidah untuk memperdalam ciuman mereka. Tangan Anna pun mulai terangkat dan memeluk leher Alex dengan erat.


Setelah beberapa saat, Anna pun mulai mendorong pelan bahu Alex agar melepaskan ciuman mereka. Hembusan nafas keduanya terlihat saling memburu.


Tangan Alex pun menyentuh bibir Anna dan menatap matanya dalam.


"Apa yang terjadi?? Kemana saja kau selama ini?? Kupikir kau...." ujar Anna terputus saat tangan Alex membelai bibirnya.


"Aku akan ceritakan semuanya padamu nanti" ujar Alex lembut.


Anna pun mengangguk pelan dan tersenyum pada pria itu. Lalu tiba-tiba terdengar suara seseorang yang mengarah ke balkon sedang memanggil nama Anna,


"Anna!! Anna apa yang kau....." ujarnya terputus saat menatap Alex dengan wajah terkejutnya.


"Kau!!!" ujar Daniel tidak percaya.


Alex seketika menatap tajam pada Daniel dan tersenyum sinis padanya,


"Kenapa kau begitu terkejut saat melihatku???" tanya Alex tajam.


Anna pun membalikkan tubuhnya dan menatap Daniel dan Alex yang saling menatap tajam satu sama lain.


Daniel tersenyum sinis dan menatap Alex dengan tatapan mencemooh,


"Tentu saja aku terkejut. Orang-orang mengira kau sudah mati karena kecelakaan. Tapi untung saja kau masih hidup" ujar Daniel tajam.


"Maafkan aku karena membuatmu kecewa!!" ujar Alex tajam.


Daniel pun seketika menggertakkan giginya dan menatap Alex dengan tajam. Sial!! Pria itu sedang menyindirnya, sepertinya memang sejak awal pria itu merencanakan semua ini, pikir Daniel.


Dan mungkin saja pada malam itu pria ini memang sudah tau bahwa dia mengikutinya. Memang benar-benar pria yang licik, sindir Daniel dalam hatinya.


Daniel pun memasang senyum palsunya,


"Mengapa kau harus meminta maaf???" tanyanya sinis.


"Oh iya, mengapa Tuan Alex bisa berada disini?? Kurasa kau tidak di undang ke pesta ini!!" sindir Daniel.


Alex pun tersenyum sinis dan merangkul pinggang Anna dengan erat.


"Benarkah??? Sepertinya kau salah menduga" ujar Alex lalu pria itu membawa tubuh Anna masuk ke dalam meninggalkan Daniel seorang diri di balkon.


Daniel pun mengepalkan tangannya dan menatap Alex yang sedang melangkah sambil merangkul tubuh Anna dengan tajam. Lalu pria itu mengikuti mereka dari belakang.


Apa yang akan di lakukan oleh pria brengsek itu?? tanya Daniel dalam hatinya.

__ADS_1


Alex membawa Anna ke dalam ruangan pesta lalu menghampiri ibu dan ayah Daniel yang sedang bersulang bersama beberapa tamu. Lalu tatapan ibu Daniel pun mengarah pada Alex yang sedang merangkul tubuh Anna dan menghampirinya.


"Selamat malam Nyonya dan Tuan McCartney. Ku ucapkan selamat atas hari ulang tahun pernikahan kalian" ujar Alex sambil berjabatan tangan dengan mereka.


Ibu Daniel pun tersenyum senang dan mengelus bahu Alex. Namun seketika pandangan Alex tertuju pada William yang sedang berada di samping ayah Daniel dan terlihat menatapnya dengan tajam.


"Terimakasih Tuan Alexander... Senang sekali anda bisa menyempatkan waktu untuk datang kemari" ujar ayah Daniel senang.


"Wahh... Kau memang sangat tampan seperti yang orang-orang bicarakan haha" puji ibu Daniel.


Alex pun hanya tersenyum tipis menanggapi pujian dari ibu Daniel. Lalu tiba-tiba tatapan ibu Daniel mengarah pada tangan Alex yang sedang merangkul erat tubuh Anna dalam dekapannya. Seketika tatapannya berubah menjadi bingung melihat hal itu.


"Oh... Sepertinya Tuan Alex dan Anna sudah saling mengenal dan terlihat sangat akrab. Apakah kalian berteman??" tanyanya sambil menatap pada Daniel yang berada di belakang Anna dan Alex.


Ibu Daniel menatap putranya yang terlihat menatap Alex dengan tatapan tajamnya. Keningnya pun berkerut, tidak mengerti dengan situasi yang tiba-tiba terasa tegang menurutnya.


"Sebenarnya aku dan Anna memiliki hubungan yang lebih daripada itu" ujar Alex yang membuat ibu Daniel seketika terbelalak tidak percaya.


Ibu dan ayah Daniel terlihat terkejut mendengar ucapan Alex dan saling menatap satu sama lain. Sedangkan William membuang nafasnya dengan kasar dan masih terdiam, memilih untuk tidak berkata apapun.


"Be... Begitu rupanya" ujar Ibu Daniel pelan.


Anna terlihat menundukkan wajahnya dan memilih diam tidak mengatakan apapun. Sedangkan Daniel mengepalkan tangannya kuat lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi meninggalkan tempat pesta.


"Daniel!!! Kau mau kemana???" teriak ibu Daniel khawatir.


"Maaf, aku akan menyusulnya" ujarnya lalu melangkah mengikuti Daniel.


Ayah Daniel menatap William yang berada di sampingnya,


"Aku butuh penjelasan Will" bisiknya pada William.


Lalu pandangannya pun menatap kembali pada Alex,


"Tuan Alexander, silahkan nikmati pestanya. Ada yang harus aku bicarakan dengan Tuan William. Aku permisi dulu..." ujarnya.


Lalu melangkah terlebih dahulu. William terdiam sejenak lalu menatap tajam pada Alex. Alex pun tidak gentar dan balik menatap William dengan berani.


William pun pergi menyusul ayah Daniel. Anna terlihat masih menunduk dan merasa bersalah pada orang tua Daniel. Tiba-tiba Alex menggenggam tangannya dengan erat dan menatap gadis itu dengan senyum lembutnya.


"Tidak apa-apa. Mereka harus tau yang sebenarnya" ujar Alex menenangkan.


Anna pun menghela nafasnya dan membalas senyum Alex. Dia berharap kali ini hubungan mereka akan berjalan baik-baik saja dan tidak ada lagi yang mencoba memisahkan mereka..


Bersambung..


Apakah setelah ini hubungan Alex dan Anna akan baik-baik saja tanpa pengganggu yang mencoba memisahkan mereka?? 🤔

__ADS_1


Halo, keep support this story ya, jangan lupa kasih like dan komennya ☺️


Terimakasih 🙏❤️


__ADS_2