
Hari sudah menunjukkan pukul 07:30 pagi.
Anna mengerjapkan matanya perlahan. Sinar matahari masuk melalui celah jendela.
Anna mengusapkan matanya perlahan lalu mencoba untuk bangun.
"Kau sudah bangun?" ujar seseorang lembut.
Anna membalikkan badannya cepat kearah suara itu.
"Ka.. Kau?? Apa yang kau lakukan disini??" tanya Anna terkejut melihat Alex yang sedang duduk di samping tempat tidurnya.
Alex tersenyum menanggapi pertanyaan Anna,
"Tadinya aku ingin membangunkan mu, tapi sepertinya tidurmu sangat nyenyak, aku merasa tidak tega untuk membangunkan mu" ujar Alex menggoda.
Anna memalingkan wajahnya mendengar perkataan Alex. Dasar! pria ini hobi sekali menggodanya!! kesal Anna dalam hatinya.
Alex membalikkan wajah Anna agar menatap kearahnya. Dia memperhatikan setiap luka yang ada di wajah Anna.
"Lukanya sudah sedikit membaik. Aku akan mengoleskan lagi obatnya" ujar Alex berdiri dari duduknya.
Dengan cepat Anna menarik tangan Alex untuk mencegahnya.
"Ti... Tidak usah!! Aku sendiri yang akan melakukannya!!" ujar Anna panik.
Dia tidak ingin kejadian seperti malam tadi terjadi lagi. Dia tidak ingin perasaan yang tidak diinginkannya tiba-tiba muncul kembali.
"Aku tidak menerima penolakan!" ujar Alex tegas.
Lalu Alex pun mengambil kotak obat yang berada di dalam laci, dan kembali menghampiri Anna.
Alex mengambil salep di dalam sana, lalu perlahan mengoleskannya lembut pada kening, pipi dan sudut bibir Anna.
Anna mengalihkan pandangannya ke samping. Dia mencoba untuk tidak menatap pria itu yang entah mengapa pagi ini terlihat 2 kali lebih tampan dari biasanya.
Alex sudah rapih dengan setelan kemeja dan jas nya, sepertinya pria ini akan pergi ke kantor hari ini, pikir Anna.
"Jika kau ingin menatapku, tatap saja aku sepuas hatimu!" ujar Alex tiba-tiba.
Anna menatap Alex dengan gugup,
"Siapa yang ingin menatapmu!!" ujar Anna kesal.
Alex hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Anna. Lalu perlahan mengusap wajah Anna dengan lembut dan dalam yang membuat Anna sedikit salah tingkah.
"Matamu hanya boleh menatap satu pria saja! Dan pria itu hanyalah aku!!" ujar Alex dalam.
"Dan di dalam hatiku, hanya ada satu wanita! Yaitu.. kau!!" ujar Alex serius.
__ADS_1
Anna menatap mata Alex yang terlihat begitu tulus saat mengatakan hal itu. Pria ini?? Apakah dia sudah melupakan tujuan balas dendamnya?? pikir Anna ragu.
"Sudahlah... Kau bersihkan dirimu dulu, aku akan menunggu di lantai bawah untuk sarapan bersama" ujar Alex tiba-tiba.
Dia tidak ingin mendengar penolakan dari bibir gadis itu. Alex mengerti mungkin gadis itu masih ragu padanya. Dia tidak ingin memaksakan perasaan wanita itu padanya.
Alex pun berjalan ke arah pintu, lalu keluar dari kamar Anna.
Anna menatap kepergian Alex dengan tatapan bimbang.
Dia juga tidak tau bagaimana perasaannya pada pria itu sekarang? Pria itu terlalu misterius. Banyak hal yang Anna belum mengerti dari pria itu.
Anna menggelengkan kepalanya kuat menyingkirkan berbagai pikiran di kepalanya. Lalu dengan cepat berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri, Anna pun melangkah turun ke lantai bawah untuk sarapan.
Saat telah tiba di lantai bawah, Anna menatap takjub pada meja makan yang terisi penuh dengan makanan-makanan yang terlihat lezat. Siapa yang menyiapkan makanan sebanyak ini?? tanya Anna dalam hatinya.
"Nona, Selamat pagi" ujar seorang wanita yang mengagetkan Anna.
Anna membalikkan badannya dan melihat seorang wanita paruh baya yang sedang membungkuk dan tersenyum padanya.
"Se.. Selamat pagi" ujar Anna sedikit gugup.
Siapa bibi ini? tanya Anna dalam hatinya. Tiba-tiba Alex muncul dari belakang dan menyentuh bahu Anna.
"Dia adalah bibi Vani. Dia adalah koki di kantor ku yang sudah bekerja sejak lama disana. Aku sudah menganggapnya seperti keluargaku sendiri. Dan, Sekarang aku menugaskannya untuk bekerja di rumah ini" ujar Alex.
"Panggil saja aku Bibi Van.. Aku merasa sangat terhormat bisa bekerja disini dan melayani Tuan Alex beserta kekasihnya" ujar Bibi Van tersenyum menggoda pada Alex.
Anna yang mendengar hal itu seketika merasa salah tingkah di buatnya. Sedangkan Alex terlihat biasa saja dan menganggap tidak ada yang salah dengan perkataan Bibi Van itu.
"Ayo kita sarapan" ujar Alex menuntun Anna untuk duduk.
Bibi Van dengan segera mengambilkan piring untuk Anna. Namun Alex menahannya,
"Biar aku saja, Bibi boleh kembali" ujar Alex sambil mengambilkan piring untuk Anna.
Bibi Van terlihat sedikit kaget dengan perlakuan Alex. Senyuman tipis muncul di bibirnya. Ternyata, jatuh cinta memang bisa membuat seseorang berubah 180 derajat. Sikap Tuan Alex nya benar-benar berubah hanya pada gadis ini saja. Dia merasa senang dengan perubahan besar ini.
Seorang Alex yang dingin, acuh dan angkuh bisa menjadi lembut di depan orang yang dia cintai. Bibi Van bisa melihat dari tatapan Alex, bahwa pria ini benar-benar tulus menyayangi dan mencintai gadis di depannya itu..
Bibi Van yang tidak ingin mengganggu kebersamaan sepasang sejoli ini pun akhirnya meninggalkan meja makan itu.
Alex menyiapkan piring untuk Anna dan hendak mengambilkannya beberapa makanan.
"A.. Aku bisa melakukannya sendiri" ujar Anna sedikit gugup.
Alex tidak mengindahkan perkataan Anna dan mengambil beberapa makanan untuk Anna.
__ADS_1
"Makanlah.. Kau harus makan yang banyak" ujar Alex lembut.
Alex pun duduk di kursinya dan mengambil makanannya.
Mereka memakan sarapannya dalam diam. Anna menatap Alex sekilas yang terlihat sedang fokus pada makanannya. Kenapa rasanya sedikit canggung?? pikir Anna dalam hatinya.
"Setelah ini aku akan pergi ke kantor. Ada beberapa pertemuan yang harus dilakukan hari ini" ujar Alex menatap Anna.
Anna menganggukkan kepalanya pelan. Kenapa perasaannya terasa sedikit kecewa saat pria itu akan meninggalkannya ke kantor?
'Ya ampun Anna!! Apa yang sedang kau pikirkan!!' ujar Anna dalam hatinya.
"Apa kau ingin aku tinggal??" tanya Alex sedikit berharap.
Dengan cepat Anna menatap Alex sedikit terkejut. Apakah pria ini bisa membaca pikirannya?? pikir Anna cemas.
"Ke.. Kenapa kau berpikir seperti itu???" ujar Anna menutupi kegugupannya.
Alex hanya tersenyum kecil menanggapi perkataan Anna.
Setelah mereka selesai sarapan Alex pun bangkit dari kursinya.
"Bisakah kau pasangkan dasi di leherku?" tanya Alex sambil memberikan dasinya pada Anna.
Dengan canggung Anna pun mengambil dasi itu dan memasangkannya pada Alex yang sedikit membungkuk untuk mensejajarkan wajahnya dengan Anna.
Anna mencoba konsentrasi memasangkan dasi milik Alex dan mengacuhkan Alex yang sejak tadi terus memandangnya dalam.
"Sudah selesai!!!" ujar Anna terburu-buru.
Sebelum sempat Anna menjauhkan diri dari Alex. Dengan cepat Alex menahan wajah Anna lalu mencium keningnya dalam.
CUP!!
Anna membelalakkan matanya kaget atas perlakuan Alex yang tiba-tiba.
Setelah beberapa lama, akhirnya Alex pun melepaskan ciumannya pada kening Anna, lalu menatapnya dalam.
"Aku pergi bekerja dulu, kau berhati-hatilah di rumah! Tunggu aku pulang.." ujar Alex lembut.
Alex pun tersenyum sambil mengusap kepala Anna perlahan lalu melangkah ke arah pintu dan keluar.
Anna menyentuh dadanya yang berdetak kencang dan terasa hangat..
'Aku akan menunggumu pulang' ujar Anna dalam hatinya sambil menatap kepergian Alex.
Bersambung...
Halo, Dukung selalu cerita ini ya, kasih like dan komen yang banyak 🤗
__ADS_1
Mohon maaf atas keterlambatan up nya hehe