
Roy dan anak buahnya masih berusaha membopong tubuh Alex menuju lantai bawah. Suara-suara ledakan semakin sering terdengar dan membuat api menjalar semakin cepat ke seluruh gedung itu.
Wajah Alex sudah terlihat semakin pucat. Namun ia tidak menyerah untuk segera ke bawah agar bisa bertemu dengan istrinya, Anna.
"AYO CEPAT!! Apinya semakin menyebar!!!" teriak Roy.
Asap mengepul tebal menutupi pandangan mereka. Roy dan beberapa anak buahnya mulai terbatuk karena kepulan asap itu.
Alex mencoba melepaskan sebelah pegangannya pada anak buah Roy dan mencoba untuk berjalan. Roy yang melihat hal itu pun mencoba menahan tangan Alex agar tetap berpegangan padanya dan juga anak buahnya,
"Alex jangan banyak bergerak!! Lukamu akan semakin parah!!" ucap Roy khawatir.
Alex menggeleng pelan dan mencoba berjalan sendiri,
"Aku... tidak apa-apa!!!! Ayo cepat!!!" ujarnya sambil menahan sakit.
Alex mengarahkan wajahnya ke depan dan mencoba mencari jalan. Di depannya asap sudah semakin tebal dan mengganggu penglihatannya dan yang lain.
Mereka mencoba mencari dimana arah tangga. Api semakin menjalar ke seluruh tempat itu, membuat beberapa bangunan dari atas ambruk ke bawah.
"Sepertinya kita sudah berada di lantai 3!!" ujar anak buah Roy.
Roy pun mengangguk sambil menyipitkan pandangannya untuk mengecek,
"Benar!!! Sepertinya arah tangga di sebelah sana, ayo, kita harus bergerak cepat!!!!" perintahnya keras.
Mereka pun mulai melangkah menuju arah tangga di ujung sana.
Tetapi tiba-tiba dari penglihatannya, Alex melihat bayangan seseorang yang tengah berlari kearah mereka.
Pria itu memfokuskan pandangannya dan tidak melihat siapapun sekarang. Mungkin ia salah lihat, pikir Alex.
Namun seketika suara tembakan terdengar dari arah depan,
DOR!!!!
"AARRGGHH!!!!"
Seketika anak buah Roy yang berada di samping Alex langsung terkapar di bawah lantai.
Roy yang terkejut seketika menatap anak buahnya,
"Apa yang terjadi???" tanya Roy.
Salah satu anak buah Roy yang lain seketika menolong rekannya dengan cepat,
"Ada yang menembaknya!!!!" ujarnya pada Roy setelah melihat luka tembak di kaki rekannya.
Seketika Roy pun menggertakkan giginya dengan kuat dan melihat ke depan untuk mencari siapa pelakunya. Namun, asap yang mengepul disana cukup lebat dan membuat pandangannya terbatas.
Alex yang terlihat masih lemah seketika mengarahkan pandangannya ke depan dan menatap tajam sesuatu di depannya,
"AWAS!!!!!" teriak Alex sambil mendorong Roy ke samping sampai terjatuh.
DORR!!!
BRUK!!!
"Aakkhhh!!!!" rintih Roy yang terjatuh ke lantai.
Sebuah peluru meleset melewati pria itu. Seketika Roy terlihat emosi dan mengarahkan pandangannya ke sekitar,
"SIAL!!!!! Ada yang menyerang kita!!!!" teriaknya marah.
Alex menajamkan pandangannya ke depan dan melihat bayangan pergerakan seseorang di balik kepulan asap itu. Pria itu mencoba menegakkan tubuhnya sambil memegang perutnya yang terluka,
"MENUNDUK!!!!" teriak Alex sambil menundukkan tubuhnya.
DOR!!!!
Lagi-lagi terdengar sebuah tembakan yang mengarah kearah mereka.
Dengan sigap mereka pun menunduk dan berlindung di balik tembok.
Alex menyandarkan tubuhnya di tembok sambil memegang perutnya yang terasa sakit,
"BAJINGAN!!!" geram Roy.
pria itu pun mengeluarkan senjatanya dan mencoba mencari orang yang telah menyerang mereka.
"TEMUKAN DIA!!!!" perintahnya pada anak buahnya.
Mereka pun mulai bersiap dengan senjata mereka masing-masing. Roy menghampiri Alex di tengah kepulan asap itu,
"Kau tetaplah disini Alex!!" ujarnya pada Alex.
DOR!!!
"AARRGGHHH!!!"
Kembali suara tembakan terdengar dan tepat mengenai anak buah Roy yang lainnya. Roy mengeram keras dan bersiap untuk menyerang.
Namun, ledakan kembali terdengar dan membuat api mulai menyebar di lantai mereka berada.
Kini posisi Roy, Alex dan anak buahnya mulai terpisah. Asap dan kobaran api semakin menjadi-jadi dan melahap habis apapun di sekitarnya.
Roy mulai terbatuk dan mencoba mencari keberadaan Alex dan anak buahnya. Pandangannya menjadi tidak terlalu jelas karena matanya yang perih akibat kepulan asap yang tebal,
"ALEX!!!! ALEX!!!!" teriak Roy mencoba mencari Alex.
Sedangkan Alex kini tengah terduduk sambil menyandarkan tubuhnya di balik tembok.
Pria itu mulai terbatuk dan pandangannya tidak terlalu jelas karena asap.
Alex mencoba berdiri sambil menyandarkan tangannya pada tembok. Dia harus segera keluar dari sini sebelum api semakin membesar.
"Uhuk!! Uhuk!!"
Alex kembali terbatuk dan mulai mencoba berjalan. Ia tidak dapat melihat keberadaan Roy dan anak buahnya.
'Sial.. dia harus cepat keluar dari sini!!' pikirnya.
Namun saat pria itu hendak melangkah, tiba-tiba seseorang datang dari arah belakangnya dan menendangnya kuat,
BUGH!!!
BRUK!!
"AARRGGHH!!!" teriak Alex.
Dari arah belakangnya terlihat Leonard yang tersenyum puas melihat Alex yang jatuh ke lantai. Pria itu menendang kembali tubuh Alex dengan sebelah kakinya,
BUGH!!!
"KAU KIRA AKU AKAN MELEPASKANMU BEGITU SAJA????" teriaknya penuh emosi.
Alex terlihat terlentang di lantai dan mencoba melawan serangan Leonard. Namun Leonard dengan cepat menghimpit tubuh Alex dan menekan luka di perut pria itu dengan kuat.
"Aakkhh!!!" rintih Alex kesakitan.
Darah terlihat kembali keluar deras dari luka di perut pria itu,
"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU HIDUP!!!!!" teriak Leonard lagi sambil mencoba menghajar Alex.
__ADS_1
Namun dengan sekuat tenaganya Alex menahan serangan Leonard dan mendorong tubuh pria itu menjauh darinya.
BRUK!!
Dengan tenaga yang masih tersisa, Alex mencengkram baju Leonard dan menghajarnya,
BUGH!!!
Mereka terlihat kembali bergulat dan mencoba menjatuhkan satu sama lain. Dan tanpa mereka sadari, api mulai menyebar ke sekeliling mereka.
Disisi lain, Roy terlihat mulai terbatuk dan merasa kehabisan nafas. Pria itu berlari menghindari api yang semakin menyebar dengan cepat.
Tatapan Roy pun seketika mengarah pada sebuah tangga yang menuju ke lantai bawah. Pria itu mencoba mengarahkan kembali pandangannya ke sekitar untuk mencari Alex,
"ALEX!!!! ALEX!!!!" teriaknya.
Roy mencoba kembali menerobos untuk mencari Alex namun, seketika sebuah bongkahan kayu terjatuh dari atas dan membuat jalannya terhalang oleh api yang besar,
BRUK!!!
Roy seketika mundur dan terlihat panik. Pria itu mencoba mencari jalan lain, namun sayangnya api terlihat semakin mengganas,
"ALEX!!!!!" teriaknya lagi semakin panik.
Leonard dan Alex saling menyerang dan mencoba melumpuhkan satu sama lain. Alex dengan tenaganya yang semakin melemah mencoba menahan tangan Leonard yang berusaha mendorong tubuhnya kearah api.
Alex mulai merasa ini seperti dejavu, dimana ia dan Leonard saling berkelahi saat berada di kediaman Tuan Morgan dulu..
"MATI KAU!!!!" teriak Leonard yang mendorong Alex kuat.
Seketika tubuh Alex pun mundur dan hampir mengenai kobaran api.
"KALI INI AKU BENAR-BENAR AKAN MEMBUNUHMU!!!" teriak Leonard lagi.
Alex mengeram dengan keras dan berbalik mendorong tubuh Leonard kearah api di belakangnya,
"AARRGGHHH!!!" teriak Alex sekuat tenaga.
Leonard menahan tubuhnya dan berusaha kembali melumpuhkan Alex. Dengan kuat Alex menendang kaki Leonard dan membuat pria itu terjatuh seketika,
BRUK!!!
Namun dengan kuat Leonard menarik tubuh Alex dan membuat mereka berdua sama-sama terjatuh kearah api,
Alex yang terlihat kewalahan karena tenaganya yang semakin menipis, mencoba menahan tubuh Leonard yang menyerangnya.
"Aku akan membuatmu menyusul si Tua itu dan putrinya!!!!!" geram Leonard penuh emosi.
Alex mengeram kuat dan menahan tangan Leonard yang kembali berusaha menusukkan sebuah belati kearah perutnya yang terluka.
"PERGI KAU KE NERAKA!!!!" teriak Leonard.
JLEB!!!
Belati kecil miliknya pun kembali mengenai luka Alex,
"AARRGGHH!!!" teriak Alex kesakitan.
Pria itu menahan tangan Leonard agar tidak menusukkan belati itu semakin dalam. Leonard yang melihat hal itu hanya tersenyum puas dan semakin semangat untuk menghabisi Alex,
"KEPARAT SIALAN!!! MATI KAU!!!!" teriaknya di depan wajah Alex.
Alex masih menahan tangan Leonard dan membuat luka di tangannya semakin banyak mengeluarkan darah. Wajah pria itu semakin pucat karena kehabisan darah. Namun, Alex tidak menyerah dan mencoba mencari cara untuk mengalahkan Leonard.
Seketika pandangan Alex pun mengarah pada sebuah kalung yang sedang di pakai Leonard saat ini..
Itu adalah kalung yang ia ambil dari ayah Leonard dulu..
Dengan cepat Alex pun mengangkat tangannya dan menarik kalung itu sampai terlepas dari leher Leonard.
SRET!!!
Leonard yang menyadari hal itu seketika membelalakkan matanya dan berusaha mengambil kembali kalung itu dari tangan Alex,
"BAJINGAN!!! BERIKAN PADAKU!!!!!" geramnya emosi.
__ADS_1
Namun Alex menahan kuat kalung itu dan membuat mereka saling merebut,
"AARRGGHH!!" geram keduanya.
SRET!!!
Alex pun berhasil mengambil kalung itu dan menatap Leonard dengan tajam,
"Ka... Kau tidak akan mendapatkannya!!!!" geram Alex tajam.
PLUK!!!
Dengan cepat Alex pun melempar kalung itu kearah kobaran api..
Seketika Leonard membelalakkan matanya dan dengan segera bangkit untuk mengambil kalung itu,
"TIDAK!!!!!!!!!!" teriaknya.
Leonard pun berlari kearah api dan berusaha untuk mengambil kalung itu. Namun, seketika api menyambar tubuhnya yang sebelumnya telah terkena minyak dengan cepat.
"AAARRGGHHHHH!!!! TIDAK!!!!!" teriak Leonard mencoba mematikan api di tubuhnya.
Pria itu telah berhasil mengambil kembali kalungnya. Namun sayang, tubuhnya beserta kalung itu langsung tersambar oleh api yang besar.
"AAAKKKKHHHH!!!!!!!!" teriak Leonard mengerikan.
Alex dengan segera mencoba bangkit dan merangkak menjauhi tempat itu. Ia menatap kembali kearah Leonard yang telah dilahap oleh api.
Tubuh pria itu pun terjatuh ke lantai sambil menggeliat hebat karena panasnya api di sekujur tubuhnya.
Alex pun perlahan bangkit sambil memegang perutnya yang berlumuran darah.
Pria itu menatap kearah Leonard dengan tajam. Tubuh Leonard pun perlahan mulai berhenti menggeliat dan habis dilahap oleh api yang membara.
Alex perlahan membalikkan tubuhnya untuk mencari jalan keluar. Namun, seketika pria itu terjatuh karena seluruh tubuhnya yang melemah.
Wajah Alex terlihat sangat pucat. Pria itu tiba-tiba terbatuk dan mulutnya mengeluarkan darah.
Alex mencoba kembali untuk bangkit, ia mengabaikan rasa sakitnya agar bisa segera menemui istrinya.
'Anna.....' bisiknya dalam hati.
Namun..
BRUK!!!
Alex pun tersungkur ke atas lantai dan perlahan tenaganya benar-benar hilang.
Pandangannya perlahan memburam.. Dan sekelebat pria itu membayangkan wajah istrinya yang tengah tersenyum lembut kearahnya.
Alex mulai merasa matanya semakin berat dan berat..
"A.... An... Anna...." bisiknya.
Dan...
Ia pun tak sadarkan diri...
Bersambung...
Hallo, jangan lupa kasih komen, like, vote dan hadiahnya ya ☺️
Itu sangat-sangat berarti bagi author receh ini 🥲
Setidaknya kasih jejak juga di kolom komentarnya 😁
Author juga mau ngucapin terimakasih buat readers yang masih setia nungguin cerita ini, walaupun up nya agak lama hehe..
Terimakasih ya ❤️🙏
Oh iya, author juga minta dukungannya ya buat novel kedua author yang judulnya 'Mysterious Man' ☺️🙏
__ADS_1