
Roy pun seketika menatap pelayan wanita di depannya.
DEG!!!!
Tiba-tiba Roy merasakan jantungnya berdetak dengan kencang. Matanya terbelalak tidak percaya saat menatap seseorang yang dia cari selama ini..
"Ka... Kau????" ujarnya tidak percaya.
Seorang manager club yang memanggil Roy tadi langsung menyenggol bahu Amber dan membuat gadis itu menundukkan pandangannya,
"Dia Boss kita, sopan lah sedikit!!" bisiknya pada Amber.
Amber pun menghela nafasnya dan menatap Roy sekilas,
"Lihat Apa yang telah ****** ini lakukan padaku!!! Dia memukul kepalaku dengan botol lalu menamparku!!!" ujarnya menggebu-gebu sambil menunjukkan kepalanya yang berdarah.
"Aku akan menuntut dan membawanya ke kantor polisi!!!!" ancamnya lagi.
Amber pun mengangkat wajahnya dan menatap pria paruh baya tadi dengan tidak terima,
"Enak saja!!!! Kau yang telah melakukan pelecehan ke padaku!!!!" ujar Amber marah.
Seketika Roy pun menatap Amber dan memicingkan matanya,
"Pelecehan???" tanyanya.
Amber pun mengangguk cepat dan menunjuk pria paruh baya tadi,
"Saat aku sedang menyimpan minuman pesanannya di meja, pria tua ini dengan sengaja menyentuh bokongku!!!!!" ujarnya menggebu-gebu.
Seketika Roy pun membelalakkan matanya dan menatap pria paruh baya tadi dengan tajam. Entah mengapa setelah mendengar hal itu, Roy seketika merasakan emosinya memuncak.
Roy mengepalkan tangannya dan menggertakkan giginya kuat. Pria paruh baya tadi seketika merasakan bulu kuduknya meremang saat menatap tatapan Roy yang seakan ingin membunuhnya,
"Memangnya kenapa??? Aku biasa melakukan hal itu pada pelayan yang lain!! Lagipula itu kan tugasmu sebagai seorang pelayan!! Kau harus melayani pelangganmu dengan baik!!!!" tegas pria itu.
BUGH!!!!
Seketika sebuah pukulan yang sangat keras mendarat di pipi pria paruh baya itu,
"Aarrrgghhhh"
PRANG!!!
Pria paruh baya itu tersungkur di atas lantai dengan darah di sudut bibirnya. Amber dan manager tadi membelalakkan matanya dan menutup mulut mereka karena terkejut dengan tindakan Roy yang tak terduga.
"APA YANG KAU LAKUKAN!!!!!" teriak pria paruh baya itu tak terima.
Roy pun menatap tajam pria paruh baya di depannya dengan seringai di bibirnya,
"Bajingan sepertimu pantas mendapatkan itu!!!!" geram Roy tajam.
Para pengawal pria paruh baya itu dengan cepat masuk ke ruangan dan membantu Boss mereka untuk berdiri,
"Sialan kau!!!! Aku adalah pelanggan VIP di club ini selama bertahun-tahun!!! Kau berani melakukan hal ini padaku!!!! Aku akan buat kau menyesal!!!!!" ujarnya marah.
Roy pun tersenyum mencemooh dan kembali menatap tajam pria di depannya,
"Aku tidak peduli kau siapa!! Aku akan menulis namamu di dalam daftar hitam club ini!!!! Sekarang.... CEPAT PERGI DARI TEMPAT INI SEBELUM AKU KEHILANGAN KENDALI UNTUK MEMBUNUHMU!!!!" teriak Roy marah.
Para anak buah pria itu telah bersiap ingin menyerang balik Roy. Namun pria paruh baya tadi mengangkat tangannya dan menghentikan mereka.
__ADS_1
Pria tadi melangkah mendekati Roy dan tersenyum sinis,
"Kau akan menyesali hal ini!!!!" geramnya.
Lalu pria itu pun melangkah keluar diikuti anak buahnya. Amber menatap kepergian pria paruh baya itu dan menghela nafasnya lega. Akhirnya tua bangka itu enyah dari hadapannya, pikir Amber.
GREP!!!
Tiba-tiba sebuah tangan meraih pergelangan tangannya dengan kuat,
"Ikut aku!!!!" ujar Roy tajam.
Amber mencoba menahan tangannya, namun tenaga Roy lebih besar dari tenaganya,
"Tu...Tunggu dulu" ujarnya.
Namun Roy tidak mengidahkan ucapan gadis itu dan menyeretnya ke lantai atas dengan tidak sabaran menuju ruangannya.
Manager tadi melihat hal itu dengan bergidik ngeri dan menatap Amber penuh prihatin.
Sepertinya Boss nya itu akan menghukum karyawan baru tadi dengan kejam. Terlihat sekali Boss nya itu sangat marah, pikirnya.
-
Anna mengerjapkan matanya perlahan. Mencoba menyesuaikan pandangannya pada cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela.
Gadis itu membalikkan tubuhnya dan mengusap matanya pelan.
Setelah pandangannya mulai jelas, Anna pun menatap ke sekitar. Tiba-tiba kening gadis itu berkerut dan masih belum sadar sepenuhnya.
Dengan cepat Anna pun bangkit dari tidurnya dan kembali memperhatikan ke sekitar,
Gadis itu pun menurunkan kakinya dari atas tempat tidur dan menatap gaun semalam yang masih terpasang di tubuhnya, serta rambutnya yang sudah tergerai.
Anna menatap ke sekitar dan memperhatikan setiap detail tempat itu. Seketika gadis itu pun membelalakkan matanya tidak percaya,
'Tunggu..... Bukankah ini????' pikirnya terkejut.
Anna pun berjalan cepat kearah sebuah pintu kaca dan membuka pintunya.
CKLEK!!!
Mata Anna terbelalak tak percaya saat melihat pemandangan di depannya.
"Ini..... Bukankah ini...." bisik Anna.
"Paris???" lanjutnya lagi.
Anna mencoba mengusap matanya dan menepuk pipinya. Sepertinya dia masih bermimpi dan belum bangun dari tidurnya, pikirnya.
Bagaimana bisa dia berada di tempat ini lagi...
Anna pun menatap gaun semalam yang masih dia pakai dan menyentuh rambutnya yang sudah tergerai. Gadis itu pun dengan kuat mencubit tangannya,
"Awww" rintih Anna saat merasakan sakit.
Tunggu... Berarti ini bukan mimpi...
Anna pun kembali melangkah ke arah kamar dan mencari keberadaan Alex di sekitar ruangan dan kamar mandi. Namun nihil, pria itu tidak ada dimana pun.
Anna pun terduduk lemas di atas tempat tidur. Kemana pria itu??? pikir Anna bingung.
__ADS_1
Tok..
Tok..
Terdengar suara ketukan di pintu. Dengan cepat Anna pun melangkah ke arah pintu dan membukanya.
Tiba-tiba wajah Harry terlihat dari balik pintu dengan senyumnya.
"Selamat pagi, Nona" sapa Harry.
Anna pun menatap Harry ragu dan mengangguk pelan,
"Se.. Selamat pagi. Kau????" ujar Anna ragu.
Harry pun mengangguk dan tersenyum pada Anna,
"Iya Nona, aku asisten pribadi Tuan Alex. Dia memerintahkan ku untuk menjemput Nona" ujarnya.
Anna kembali menatap Harry dan termenung sesaat. Ini seperti dejavu saat dirinya dan Alex berada di Paris beberapa waktu lalu. Harry juga yang menjemputnya saat itu.
Apa Alex sedang ada pekerjaan mendadak lagi ke Paris??? pikir Anna.
Anna pun mengangguk pada Harry. Namun, seketika langkahnya terhenti dan menatap penampilannya yang sedikit berantakan dengan gaun kemarin yang masih melekat di tubuhnya.
Harry yang mengerti tatapan Anna pun kembali tersenyum padanya,
"Maaf Nona, kita tidak punya banyak waktu. Nona masih terlihat cantik dan rapih dengan pakaian itu" ujar Harry jujur.
Anna pun berpikir sejenak dan mengangguk pelan,
"Baiklah" ujarnya pelan.
Mereka pun turun ke lantai bawah dan dengan sigap Harry membukakan pintu mobil untuk Anna saat mereka sudah tiba di tempat parkir.
Anna pun masuk ke dalam dan sedikit merapihkan rambutnya. Sebenarnya Anna masih terlihat sangat cantik dan menawan dengan gaun kemarin. Harry tidak berbohong dengan ucapannya. Bahkan beberapa orang yang berpapasan dengannya di loby tadi menatap dirinya dengan terpesona. Tapi, tetap saja Anna merasa sedikit malu..
Harry pun melajukan mobilnya ke salah satu tempat dimana Alex menyuruhnya mengantar Anna kesana. Anna menatap keluar jendela dengan penasaran. Kemana Harry akan membawanya..
Setelah beberapa menit, akhirnya mobil yang di kemudikan Harry berhenti di salah satu jalan di dekat sebuah taman yang luas dan indah.
Harry pun membukakan pintu untuk Anna. Gadis itu mengarahkan pandangannya ke sekitar dan melihat taman di depannya. Sepertinya Anna mengenali taman ini, pikirnya.
Anna pun kembali mengarahkan pandangannya dan tidak melihat satu orang pun di tempat ini. Lalu gadis itu membalikkan tubuhnya hendak bertanya pada Harry.
"Permisi Harry... Sebenarnya kita..." ujar Anna terputus saat dirinya tidak menemukan Harry dan mobilnya.
Anna kembali mengarahkan pandangannya ke sekitar untuk mencari keberadaan Harry dengan cemas.
"Harry!!!!" teriak Anna.
Anna yang sadar di tinggalkan pun hanya bisa menghela nafasnya dan menatap taman di depannya. Taman itu sangat indah dengan background lautan di belakang sana. Untuk apa Alex menyuruh Harry membawanya kemari?? pikir Anna.
Bersambung...
Halo, keep support this story ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ☺️
Sebenarnya pengen post kemarin, cuma entah kenapa semangat menurun saat liat views yang semakin anjlok 😌 Apakah ngak ada yang nungguin cerita ini ya...
Ya sudahlah, sesuai mood aja uploadnya..
Btw, terimakasih untuk readers yang masih menyempatkan diri untuk baca dan support karyaku 🙏❤️
__ADS_1