
Saat bibir pria itu hendak menyentuh bibir Anna, tiba-tiba pintu terketuk sekali dan terbuka,
CKLEK!!!
"SELAMAT PAGI!!!!" sapa Donna dengan semangat.
Dengan cepat Anna pun mendorong tubuh Alex dan membalikkan tubuhnya,
"Se... Selamat pagi Bibi" ujar Anna.
Alex pun seketika mengeram pelan sambil mengepalkan tangannya. Sepertinya kali ini dia harus menahannya lagi....
Dengan cepat Donna menghampiri Alex dan memeluk tubuhnya erat,
"Ya Tuhan syukurlah!!! Akhirnya manusia kulkas ini sadar juga!!!" ujar Donna terharu.
Alex terlihat tidak nyaman dengan pelukan Donna dan hanya merespon datar pelukan dari Bibinya itu.
Donna menghapus air mata di ujung matanya dan melepaskan pelukannya dari Alex lalu memukul bahu pria itu pelan,
"Kau ini dasar anak nakal!!! Makanya jangan berlagak sok kuat!! Kau membiarkan orang lain menembakmu!! Kau pikir kau ini manusia baja!!!" kesal Donna.
Alex hanya menatap Donna datar dan menghela nafasnya,
"Sudahlah Bibi, jangan berlebihan.." ujar Alex datar.
Donna semakin kesal melihat tingkah Alex dan hanya bisa mengusap dadanya,
"Hah!!! Memang sulit bicara dengan manusia batu sepertimu!!" ujar Donna menyerah.
Anna hanya tersenyum kecil melihat tingkah Bibi dan suaminya itu. Donna terlihat seperti seorang ibu yang sedang memarahi anak lelakinya.
"Sudah.. sudah... Kau tidak perlu marah-marah sayang.. Alex baru saja membaik" ujar Jonas pada istrinya.
Donna pun menghela nafasnya dan kembali menatap Alex,
"Jangan ulangi lagi hal seperti itu Alex!! Kau tau, kau telah membuat semua orang cemas.. Apalagi istrimu!! Bahkan dia hampir pingsan dan tidak makan karena mengkhawatirkan keadaanmu yang belum sadar kemarin!!!!" omel Donna lagi.
Seketika Alex pun mengarahkan pandangannya pada Anna dan merasa sangat bersalah,
"Iya.. Maafkan aku..." ujar Alex tulus sambil menatap pada istrinya dengan rasa bersalah.
Anna pun membalas tatapan Alex dan tersenyum padanya sambil mengangguk pelan.
"Oh iya, bagaimana kata dokter???" tanya Donna pada Anna.
"Dokter bilang luka nya sudah mulai membaik" jawab Anna.
Donna pun menghela nafas leganya,
"Syukurlah..." ujarnya.
Tok..
Tok..
Seketika pintu ruangan itu pun terketuk, lalu seorang dokter dan perawat pun masuk dengan senyum ramah mereka,
"Selamat pagi" sapa dokter itu.
"Maaf mengganggu.. Aku akan memeriksa luka Tuan Alex dan juga mengganti perbannya" lanjutnya.
Donna pun tersenyum pada dokter itu,
"Silahkan dokter" ujarnya mempersilahkan.
Dokter pun memeriksa keadaan Alex, lalu setelah itu mulai membuka perban di bahunya dan menggantinya,
"Bagaimana keadaannya?? Kapan keponakanku ini bisa pulang dokter???" tanya Donna.
Dokter pun menatap Donna dan tersenyum padanya,
"Keadaan Tuan Alex semakin membaik. Lukanya juga sudah sedikit mengering, mungkin Tuan Alex sudah bisa pulang hari ini" ujar dokter itu.
Donna pun tersenyum lega mendengarnya,
"Syukurlah..." ujarnya senang.
Setelah selesai, dokter itu pun berpamitan,
"Sudah selesai, kalau begitu aku permisi dulu" pamit dokter itu.
__ADS_1
Anna menghampiri Alex dan menyentuh bahunya dengan lembut,
"Syukurlah lukanya sudah membaik.." ujar Anna.
Alex meraih tangan Anna dan mengecupnya pelan sambil tersenyum,
"Terimakasih sayang..." ujarnya lembut.
Donna tersenyum melihat tingkah mesra kedua pasangan suami istri itu. Di dalam hatinya dia merasa sangat bersyukur sambil membayangkan wajah Diana yang pasti juga akan sangat bahagia melihat putranya ini dengan istri tercintanya.
Setelah itu, Donna, Jonas, Key, Anna dan Alex pun sarapan bersama sambil mengobrol ringan.
-
-
Hari sudah menunjukkan pukul 2 siang. Akhirnya setelah di bolehkan pulang, Donna dan Jonas pun mengantarkan Alex dan Anna sampai ke rumah.
Terlihat Bibi Van telah menunggu di depan pintu seperti biasa untuk menyambut kedatangan mereka,
"Selamat datang Tuan dan Nona... Syukurlah, Tuan Alex sudah sehat" ujarnya senang.
Alex menatap Bibi Van dan tersenyum padanya,
"Terimakasih Bibi" ujarnya.
Bibi Van telah menyiapkan makanan untuk makan malam. Donna, Jonas dan Key pun tinggal sampai mereka makan malam bersama.
"Terimakasih Bibi atas makan malamnya. Masakanmu sangat lezat!!" ujar Donna pada Bibi Van.
Bibi Van pun tersenyum senang mendengar pujian Donna,
"Terimakasih Nyonya" ujarnya.
Setelah makan malam bersama, Donna pun berpamitan untuk pulang,
"Baiklah kami pulang dulu.." ujar Donna.
Alex dan Anna mengantar mereka sampai di depan pintu,
"Alex jangan lupa diminum obatnya dan jangan dulu bekerja sampai kondisimu benar-benar pulih!!!" lanjutnya tegas.
"Aku tau.. Aku bukan anak kecil!!" ujar Alex acuh.
Donna hendak kembali mengomeli Alex namun dengan cepat Jonas menyentuh bahunya,
"Sudahlah sayang.. Alex benar, dia bukan anak kecil yang harus diberitahu.." ujar Jonas lembut.
Donna pun akhirnya pasrah dan menghela nafasnya,
"Baiklah.. Kalau begitu kami pulang dulu" pamit Jonas.
Setelah mobil Donna dan Jonas menjauh, Alex dan Anna pun kembali masuk ke dalam rumah.
Anna menuntun Alex menuju kamar mereka di lantai 2..
CKLEK!!
Anna pun membuka pintu kamar dan menuntun Alex untuk masuk. Namun, setelah mereka masuk, dengan cepat Alex menutup pintu sambil menahan tubuh Anna pada pintu kamar.
BRAK!!!
Anna yang terkejut seketika membelalakkan matanya dan menatap wajah Alex yang berada sangat dekat dengannya.
Nafas pria itu menghembus lembut di wajahnya. Mata Alex menatap mata Anna dengan lembut dan dalam,
"Sekarang hanya tinggal kita berdua disini..." ujar Alex pelan dan dalam.
Pria itu mengangkat tangannya untuk menyentuh bibir Anna dengan lembut. Sedangkan tangan satunya lagi berada di samping wajah istrinya,
"Aku menginginkanmu sayang...." bisiknya lagi.
Alex pun hendak menempelkan bibirnya di bibir Anna namun Anna menahan dadanya dengan pelan,
"Tunggu Alex... Luka di bahumu belum sembuh betul. Setidaknya....." ujar Anna terpotong saat dengan cepat jari telunjuk Alex menekan bibirnya dengan lembut.
"Ssstt.... Luka di bahuku ini tidak ada apa-apanya..." bisik Alex.
Alex pun menekan bawah tubuhnya pada tubuh Anna,
"Kau tau aku sudah menahannya seharian ini... I really want you baby..." bisik Alex di telinga Anna.
__ADS_1
GREP!!!
Dengan cepat Alex pun menggendong tubuh Anna dan melangkah kearah tempat tidur. Anna yang terkejut seketika langsung mengalungkan tangannya di leher Alex dengan kuat,
"Alex....." ujar Anna.
Alex pun menidurkan tubuh Anna di atas tempat tidur dan mulai membuka kaos hitamnya.
Pria itu memposisikan tubuhnya di atas tubuh istrinya sambil menahan tubuhnya dengan tangan,
"Aku mencintaimu..." bisik Alex sambil tersenyum lembut.
Lalu pria itu pun menempelkan bibirnya pada bibir Anna dengan lembut.
Pria itu membuka mulutnya dan mulai ******* pelan bibir Anna. Tangannya menyentuh pinggang Anna dan mengusapnya dengan lembut.
Anna pun perlahan mulai membuka mulutnya dan membalas ciuman Alex. Gadis itu tau suaminya ini benar-benar menginginkannya.
Anna pun mengalungkan tangannya di leher Alex, membuat pria itu semakin bergairah dan semakin dalam mencium bibirnya.
Ciuman mereka semakin dalam dan cepat. Tangan Alex perlahan masuk ke dalam pakaian Anna dan meraih tali bra di punggung istrinya.
Dengan lihai pria itu melepaskan kaitannya, lalu menyentuh sesuatu di dalam sana dengan lembut, membuat Anna semakin menggeliat di bawah tubuhnya.
Gairah Alex semakin meningkat dan bawah tubuhnya semakin menegang kuat. Pria itu menurunkan ciumannya sampai ke dada istrinya.
Anna menutup matanya dan mulai mengeluarkan ******* kecil yang membuat Alex semakin liar dan bergairah.
Namun secara tidak sengaja gadis itu menekan luka di bahu Alex dan membuat pria itu mendesis pelan. Anna yang mendengar hal itu seketika membuka matanya dan menatap Alex dengan cemas,
"Alex..." ujar Anna khawatir.
Namun pria itu terlihat biasa saja dan masih mencium tubuhnya dengan bergairah. Anna pun terdiam sesaat dan menyentuh dada bidang Alex dengan lembut.
Gadis itu pun dengan cepat mendorong tubuh Alex dan membuat posisi mereka berubah. Saat ini posisi Anna sudah berada di atas pria itu.
Alex yang terkejut pun seketika membuka matanya.
Anna menatap ragu pada Alex dan mulai mendekatkan wajahnya pada pria itu,
"Bahumu masih sakit..." bisik Anna.
Gadis itu pun menyentuh bibir Alex dan mengecupnya pelan,
CUP!!
"Aku akan memuaskan mu, suamiku..." bisik Anna menggoda.
DEG!!
Seketika jantung Alex pun berdetak kencang. Ucapan istrinya itu membuat tubuhnya semakin menegang dan bergairah.
Perlahan Anna pun duduk di atas tubuh Alex dan melepaskan pakaiannya.
Mata Alex tidak berkedip sedikitpun melihat adegan yang sangat mempesona di depan matanya,
Anna pun mendekatkan wajahnya pada Alex dan menyentuh dadanya dengan lembut,
CUP!!
Gadis itu mengecup bibir Alex dengan lembut,
"Aku milikmu... sayang..." bisik Anna dengan pipi yang merona merah.
Jantung Alex semakin berdegup kencang melihat tingkah istrinya yang sangat menggoda itu. Pria itu pun menyentuh wajah istrinya dan tersenyum lembut,
"Kau membuatku tergila-gila sayang.." bisiknya dalam.
Alex pun memeluk pinggang mulus Anna dan mengusapnya lembut,
"Malam ini, milik kita berdua..." lanjutnya dalam.
Lalu pria itu pun mencium bibir istrinya dengan penuh gairah dalam posisi Anna yang berada di atasnya. Dengan tidak sabaran pria itu pun melepaskan celananya dan mulai menutup tubuh keduanya dengan selimut.
Dan mereka pun mulai menyalurkan cinta mereka diatas tempat tidur yang di terangi sinar bulan yang masuk melalui celah jendela. Mereka melewati malam yang panjang itu dengan bisikan-bisikan cinta yang penuh dengan gairah dan *******...
Bersambung...
Halo, keep support this story ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ☺️
Viewers menurun nih, apa cerita ini sudah mulai membosankan??? 🥺
__ADS_1