Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Tanda-tanda


__ADS_3

Sebuah mobil melaju memasuki pekarangan rumah yang sangat luas. Setelah sampai di depan rumah, mobil itu pun berhenti.


Dengan cepat seorang pengawal menghampiri mobil tersebut dan membukakan pintu untuk majikannya.


"Selamat sore Tuan, selamat datang kembali di rumah" sapa pengawal itu.


Alex hanya mengangguk singkat dan mulai keluar dari dalam mobil. Pria itu turun lebih dahulu dari dalam mobil lalu menuntun tubuh Anna dan menggendongnya dengan cepat.


Alex menggendong tubuh Anna masuk ke dalam rumah dan dengan segera melangkah ke atas tangga menuju kamar mereka di lantai dua,


"Alex... Aku bisa berjalan sendiri" ujar Anna pada suaminya.


Alex menatap wajah istrinya dan tersenyum lembut,


"Tidak.. Kau bisa kelelahan jika berjalan" ujar Alex posesif.


Anna pun menghela nafasnya dan hanya bisa pasrah dengan perlakuan suaminya itu.


Setelah mereka tiba di dalam kamar. Alex pun dengan hati-hati meletakkan tubuh istrinya ke atas tempat tidur,


"Apa kau ingin sesuatu?? Aku bisa mengambilkannya untukmu" ujar Alex lembut sambil membelai pipi istrinya.


Anna menatap wajah Alex dan menggeleng pelan,


"Tidak ada..." jawab Anna.


Alex tersenyum lembut pada Anna dan mengecup pipinya pelan,


"Kalau begitu, aku akan ke kamar mandi dulu untuk membersihkan diri" ujar Alex.


Sejak kemarin pria itu belum sempat mandi di rumah sakit karena enggan untuk meninggalkan Anna dari tempat tidurnya. Padahal sebenarnya pria itu bisa saja di gantikan oleh Bibi Van. Namun, Alex memilih menyuruh Bibi Van pulang dan membiarkan dirinya sendiri yang menjaga istrinya.


Alex tidak mengabarkan kondisi istrinya pada Donna dan keluarganya yang lain atas permintaan Anna. Gadis itu tidak ingin merepotkan keluarganya. Lagipula, gadis itu berpikir kondisinya tidak terlalu serius dan hanya kelelahan saja. Jadi, Anna tidak ingin keluarganya khawatir.


Anna mengangguk pelan pada Alex. Pria itu pun kembali mengecup pipi istrinya dan dengan segera melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah Alex masuk ke kamar mandi, Anna pun mencoba bangkit dan duduk sambil menyandarkan tubuhnya di kepala tempat tidur.


Gadis itu menatap tirai yang tertutup, lalu Anna pun perlahan mencoba menurunkan kakinya ke lantai dan berjalan ke arah jendela untuk membuka tirai.


Gadis itu membuka tirainya dan melihat pemandangan sore yang indah. Anna tersenyum pelan melihat pemandangan di depannya.


Sejak kemarin gadis itu tidak bisa pergi kemana pun selain hanya duduk di atas tempat tidur, karena Alex melarangnya. Padahal Anna merasa tubuhnya sudah mulai membaik dan bertenaga. Malah dia merasa tubuhnya semakin pegal jika hanya duduk dan berbaring di atas tempat tidur saja.


Setelah beberapa saat, Alex pun keluar dari kamar mandi dengan handuk yang hanya menutupi tubuh bawahnya. Pria itu keluar sambil menggosok rambutnya dengan handuk yang lain.


Lalu tatapan Alex pun mengarah pada Anna yang sedang berdiri di depan jendela. Dengan cepat Alex pun menghampiri istrinya itu dengan khawatir,


"Sayang... Kenapa kau berdiri disini???" tanya Alex sedikit khawatir.


Anna mengarahkan wajahnya pada Alex dan tersenyum padanya,


"Aku hanya ingin melihat pemandangan di luar.. Lagipula aku sudah merasa lebih baik" ujar Anna.


Alex menyentuh pipi Anna dan masih menatap wajah istrinya dengan perasaan khawatir,


"Tapi sayang... Kau harus..." ujar Alex terpotong saat Anna menyentuh bibirnya.


"Aku sudah sehat sayang.. Lagipula kakiku ini tidak sakit, aku masih bisa berjalan.." protes Anna dengan wajah yang menggemaskan.


Alex pun akhirnya pasrah dan menghela nafasnya,


"Baiklah.. Tapi kau jangan terlalu banyak bergerak, kau baru saja sembuh" bujuk Alex.

__ADS_1


Anna pun mengangguk pelan. Alex tersenyum senang dan menangkup pipi istrinya dengan lembut,


"Aku tidak mau melihatmu sakit lagi.. Lebih baik aku saja yang sakit daripada aku melihatmu terbaring tak berdaya seperti kemarin" ujar Alex lembut.


Anna menyentuh tangan Alex di pipinya dan mengangguk pelan. Setelah itu Alex meraih tubuh istrinya dan memeluknya dengan erat,


"Jangan membuatku khawatir lagi.." bisik Alex di telinga Anna.


Anna pun membalas pelukan Alex dan kembali mengangguk.


Setelah berpelukan cukup lama Alex pun melepaskan pelukannya dan menatap istrinya dalam. Lalu perlahan wajahnya mendekat pada wajah Anna,


"I love you...." bisik Alex dalam.


CUP!!!


Pria itu pun mencium bibir Anna sambil masih memeluk pinggangnya dengan erat. Perlahan bibirnya ******* lembut bibir manis istrinya.


Anna menutup matanya dan mulai membalas ******* Alex. Keduanya pun menyalurkan rasa cinta mereka dengan *******-******* yang perlahan mulai semakin cepat dan dalam.


Alex menurun tangannya dari pinggang Anna menuju pinggul istrinya, dia meremas pelan disana sambil terus memperdalam ciumannya.


Anna mendesah pelan dan menyentuh dada telanjang Alex dengan lembut.


Alex melepas ciumannya dan menatap wajah Anna dengan penuh gairah,


"Apakah.... aku boleh 'melakukannya'???" tanya Alex dengan suara seraknya.


Pria itu sebenarnya masih ingat dengan perkataan dokter yang melarangnya untuk berhubungan dulu. Namun Alex berpikir mungkin karena kemarin Anna masih terlalu lemah dan dokter pun melarangnya.


Anna menatap dalam pada mata suaminya dan mengangguk pelan.


Seketika Alex tersenyum senang dan dengan segera menggendong tubuh istrinya ke atas tempat tidur.


Alex meletakan tubuh Anna di atas tempat tidur dan mulai mengambil posisi di atasnya, namun Alex masih menahan tubuhnya agar tidak menekan tubuh Anna.


Ciuman mereka semakin dalam dan dalam. Alex melepas handuk di bawah tubuhnya dan menutupnya dengan selimut. Tubuh bawahnya sudah sangat menegang kuat.


Tangan pria itu meraih resleting di baju Anna dan hendak membukanya.


Anna menyentuh dada Alex dan semakin tenggelam dalam ciuman mereka.


Namun seketika Anna membuka matanya dan merasakan gejolak di dalam perutnya.


Dengan cepat gadis itu mendorong tubuh Alex dari atas tubuhnya dan terduduk,


"Hoekkk... Hoekkk...."


Anna menutup mulutnya sambil menahan perutnya yang tiba-tiba terasa sangat mual.


Alex yang terkejut seketika menghampiri Anna dan mengusap punggungnya,


"Ada apa sayang??? Kau baik-baik saja???" tanya Alex khawatir.


Anna masih menutup mulutnya dan menggeleng pelan. Dengan sigap Alex pun kembali meraih handuknya dan mengambil sebuah plastik yang ada di laci lemari di samping tempat tidur dan memberikannya pada Anna.


Anna meraih plastik itu dan mencoba untuk memuntahkan sesuatu karena perutnya terasa sangat mual,


"Hoekkk.... Hoekkk..."


Alex mengusap punggung Anna dengan khawatir.


Anna terus terlihat mual, namun tidak ada apapun yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Setelah merasa cukup lelah, Anna pun menjauhkan plastiknya dan mengusap air matanya.


Alex mengambil plastik itu dan menyandarkan tubuh Anna di atas tempat tidur,


"Sayang.. Kau baik-baik saja??? " tanya Alex khawatir sambil mengelap wajah istrinya.


Anna terlihat lemas dan menggeleng pelan,


"Aku tidak apa-apa..." jawabnya pelan.


Namun Alex masih terlihat khawatir dan merasa istrinya itu tidak baik-baik saja,


"Aku akan menghubungi dokter lagi.." ujar Alex dan hendak berdiri dari tempat tidur.


Namun dengan cepat Anna meraih tangannya,


"Tidak sayang... Aku tidak apa-apa" ujar Anna mencoba meyakinkan.


Namun Alex masih merasa khawatir dan tidak tenang,


"Kau tidak baik-baik saja sayang.. Aku akan memanggil dokter" ujarnya lagi bersikeras.


Namun Anna masih menahan tangan Alex dan menggeleng cepat,


"Aku tidak mau!! Mungkin aku hanya masuk angin.. Aku hanya butuh teh hangat saja" ujar Anna lagi membujuk.


Alex pun akhirnya menghela nafasnya dan mengangguk pelan,


"Baiklah... Tunggu disini, aku akan membuatkan teh hangat untukmu" ujarnya sambil menyentuh pipi Anna dengan lembut.


Setelah itu Alex pun bangkit dari atas tempat tidur dan memakai pakaiannya. Lalu pria itu pun ke lantai bawah untuk membuat teh hangat.


Saat berada di bawah, Alex berpapasan dengan Bibi Van yang hendak berjalan kearah dapur,


"Tuan.. Apa Tuan butuh sesuatu??" tanya Bibi Van setelah sebelumnya membungkuk pada Alex.


Alex menatap Bibi Van dan mengangguk pelan,


"Iya Bibi, Tadi Anna tiba-tiba mual dan muntah. Dia ingin minum teh hangat" ujar Alex.


Bibi Van pun tersenyum dan mengangguk,


"Kalau begitu biar aku saja yang buat" ujarnya.


Alex pun menggeleng pelan,


"Tidak usah, biar aku saja" ujar Alex.


Bibi Van pun mengangguk dan mengikuti Alex ke dapur untuk mempersiapkan teh nya.


"Apa Nona masih merasa kurang sehat???" tanya Bibi Van sambil memperhatikan Alex yang sedang membuat teh.


"Sepertinya iya.. Anna sering merasa mual dan lemas. Tapi saat dia mual dia tidak memuntahkan apapun.. Aku jadi merasa khawatir" ujar Alex.


Seketika Bibi Van pun menatap Alex dan tersenyum,


"Apa.... Apa Nona Anna sedang hamil???" tanya Bibi Van tiba-tiba.


DEG!!!


Seketika jantung Alex pun berdetak dengan kencang. Hamil??? pikirnya dalam hati.


Bersambung...

__ADS_1


Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya..


Terimakasih 🙏❤️😘


__ADS_2