
\=\=FLASHBACK\=\=
Alex keluar dari dalam rumah dan hendak memasuki mobilnya. Salah satu pengawal mendekati Alex dan membungkuk padanya.
Pria itu sebelumnya telah melacak nomor telepon yang mengirim pesan padanya tadi. Dan, seperti dugaan Alex, nomor itu adalah benar milik Miranda.
Alex mempunyai rencana untuk memberikan pelajaran pada wanita itu. Dan Alex pun telah memberikan perintah pada bawahannya.
"Ingat instruksi ku tadi!!! Aku akan memberikan kode padamu nanti!! Sekarang biarkan aku yang mengurusnya sendiri" ujar Alex tegas.
Pengawal itu terlihat sedikit khawatir, namun akhirnya dia pun mengangguk pada Alex,
"Baik Tuan" ujarnya.
Alex pun membuka pintu mobil dan masuk. Saat pria itu hendak menyalakan mobilnya. Tiba-tiba dia terdiam sejenak,
"Jika.. Anna bertanya kemana aku pergi, katakan saja aku sedang ada urusan mendadak dan akan kembali secepatnya" ujar Alex.
"Jangan buat dia cemas!!" lanjutnya lagi.
Pengawal itu pun mengangguk mengerti,
"Baik Tuan" ujarnya.
Mobil Alex pun melaju cepat meninggalkan kediamannya..
Setelah menempuh jarak yang lumayan jauh. Akhirnya Alex pun tiba di tempat tujuannya.
Pria itu menatap tajam pada gedung di depannya. Tatapannya pun mengarah pada beberapa pria yang berjaga di gedung tersebut.
Alex pun turun dari dalam mobil dan menyembunyikan handphonenya di dalam jok mobil setelah mengaktifkan gps nya. Lalu pria itu pun melangkah kearah pintu masuk.
Kedua pria kekar yang menjaga di depan pintu itu dengan sigap mencegat Alex dan mencoba untuk menggeledah pakaiannya.
Tangan pria itu menyentuh dan mengecek pakaian Alex dari atas sampai bawah.
Ketika tangan pria itu hendak menyentuh bagian celananya, dengan gerakan secepat kilat Alex mengambil pistol yang berada di dalam sakunya dan memindahkannya cepat ke dalam saku mantel yang telah di periksa sebelumnya oleh pria itu.
Setelah di rasa tidak ada yang mencurigakan, mereka pun saling tatap dan mengizinkan Alex untuk masuk.
Alex melangkah masuk ke dalam hotel dengan tatapan tajamnya. Matanya mendelik tajam saat dengan cerdik menangkap pada kamera cctv yang terus bergerak mengikutinya.
Setelah berada di lantai yang di tuju. Pria itu pun terdiam sejenak sambil menatap tajam pada pintu di depannya.
Alex pun masuk ke dalam salah satu kamar yang gelap dengan santai.
KLIK!!
Pintu pun tertutup dan lampu pun menyala. Alex berdiri dengan tenang saat sudut matanya menatap seorang wanita yang sedang duduk di salah satu kursi yang berada di pojok kanan ruangan.
"Akhirnya anda datang juga..." ujarnya percaya diri.
Seketika Alex pun menyeringai tipis dan mengarahkan pandangannya pada wanita itu dengan tajam.
Saat wanita itu mulai berceloteh dan berjalan ke arahnya. Alex dengan teliti memperhatikan setiap pergerakannya.
Miranda pun mencoba untuk menyentuh pundaknya, namun dengan kasar Alex menepis tangan wanita itu.
Miranda kembali pada kursinya dan bercerita panjang lebar sambil meneguk wine nya. Alex tidak lengah sedikit pun, matanya tetap menatap tajam dan memperhatikan setiap gerakan wanita itu.
SRET!!
Itu dia!!! Saat Miranda meletakkan gelasnya kembali di atas meja. Alex menatap sesuatu yang berkilau terselip di tangan kiri wanita itu.
Perlahan Miranda pun mendekati Alex kembali sambil masih berceloteh panjang menceritakan kesedihannya yang sayangnya tidak Alex pedulikan.
Alex menatap tajam pergerakan Miranda yang semakin dekat dengannya,
"Gadis yang malang bukan?????" ujar wanita itu.
Miranda menatap Alex dalam dengan matanya yang mulai berkaca-kaca,
"Dan sekarang..... Pria itu berada di hadapannya... Dan.. Pria itu mulai memandang kearahnya.... Walaupun dengan tatapan penuh dengan kebencian" bisiknya lagi.
Wanita itu meneteskan air matanya dan dengan cepat memeluk tubuh Alex,
GREP!!!
TIK!!!
Seketika Alex merasakan pergerakan wanita itu yang menyentuh leher belakangnya dengan cepat.
Alex kembali menyeringai seperti sudah menebak apa yang akan di lakukan wanita itu padanya.
"Hiks... Tidak bisakah kau mencintaiku!!!" ujarnya sambil menangis.
"Tidak bisakah kau melihatku seperti kau melihat gadis sialan itu!!!!!" teriaknya lagi.
DEG!!!
__ADS_1
Seketika emosi Alex pun membuncah saat mendengar wanita di depannya itu menghina istrinya. Dengan sekuat tenaga Alex pun mendorong tubuh wanita itu dengan kuat sampai membentur meja,
BRUK!!!
PRANG!!!
"Aaakkhhh!!!" teriaknya.
Mata Alex berkilat tajam pada wanita itu. Emosinya sudah berada di ubun-ubun. Dia tidak akan mengampuni wanita ini karena telah menghina istri tercintanya.
"Beraninya kau berkata seperti itu pada istriku!!!!!!" geram Alex.
Miranda menatap takut pada Alex dan merangkak mundur menjauhi pria itu yang terlihat di penuhi amarah,
"Ja.. Jangan!! Maafkan aku!!!" ujarnya ketakutan.
Alex terus melangkah mendekati wanita itu,
"Kau telah salah menyukai seseorang sepertiku!!!!!" geramnya.
Saat Alex hendak memberi pelajaran pada wanita itu, seketika dia pun teringat bahwa membunuh wanita itu sekarang bukanlah rencana awalnya.
'Tenang Alex!!!' pikirnya.
Alex pun terdiam sesaat dan memulai aktingnya,
"Aarrgghh" teriaknya berpura-pura kesakitan.
BRUK!!
Alex pun mulai terjatuh ke lantai dan berpura-pura tak sadarkan diri.
Wanita di depannya itu pun mulai menghubungi anak buahnya. Namun, Alex dapat merasakan wanita itu dengan berani menyentuh wajahnya. Lalu tiba-tiba dengan tidak tau malunya, dia mencium bibir Alex.
Alex menggertakkan giginya kuat menahan rasa jijik dan amarah. Pria itu ingin meledak sekarang juga, namun jika dia bergerak sekarang, maka rencananya akan gagal. Dan dengan terpaksa Alex pun mencoba meredam amarahnya sekarang.
"Aku akan membuatmu menjadi milikku" bisik Miranda di telinga Alex.
Lalu seketika Alex pun mengerti apa yang wanita itu ingin rencanakan padanya.
'Wanita menjijikkan!!!' geram Alex di dalam hatinya.
Beberapa saat kemudian para pengawal pun datang. Alex mendengar bahwa Miranda juga menyuruh anak buahnya untuk menyuntikkan obat perangsang padanya.
Alex semakin geram dan emosi mendengar rencana menjijikkan wanita itu.
Setelah itu anak buahnya pun membawa tubuh Alex ke lantai 6.
Anak buah Miranda pun meletakkan tubuh Alex di atas tempat tidur,
BRUK!!
"Ayo cepat suntikkan obatnya!!" ujar salah satu dari mereka.
Salah satu pengawal yang lain pun mengambil suntikannya dan hendak menyuntikkannya pada lengan Alex. Namun dengan cepat tangan Alex menahan kuat tangan pengawal itu dan membuka matanya.
GREP!!!
Pengawal itu pun seketika terkejut melihat Alex yang sudah sadar,
"Hey!!! Dia bangun!!!" teriak pengawal itu.
Pengawal yang lain pun menatap Alex dan hendak menahannya. Namun, dengan gerakan cepat Alex pun bangkit dan menghajar mereka,
BUGH!!!
BUGH!!!
Salah satu pengawal telah terjatuh dengan wajah yang babak belur karena pukulan keras Alex,
"Sialan!!!! Habisi dia!!!!" teriak yang lain.
Ke tiga pengawal yang tersisa pun mulai menyerang Alex secara bersamaan,
BUGH!!!
BUGH!!!
Dengan lihai Alex menghindari gerakan mereka satu persatu dan memukul balik para pengawal itu,
BUGH!!
BUGH!!
PRANG!!!
Perkelahian pun terjadi, Alex terus berhasil dan menghindari serangan lawan. Pria itu memukul dan menendang kuat semua lawannya sampai mereka semua terkapar di atas lantai.
BUGH!!!
__ADS_1
Salah satu pengawal terlihat masih mampu sedikit bergerak dan mencoba menghubungi rekannya yang lain. Namun dengan cepat Alex menginjak tangannya kuat dan menodongkan pistol di tangannya kearah kepala pria itu,
"Jangan berani bergerak atau aku akan menghabisimu!!!!" ancam Alex tajam.
Pengawal itu pun meringis ketakutan dan menyerah. Alex kembali memukul kepalanya sampai pengawal itu tak sadarkan diri,
BUGH!!!
Dengan gerakan cepat, Alex menarik salah satu pengawal keatas tempat tidur. Pria itu membuka pakaiannya dan menggantinya dengan pakaian pengawal tadi. Dan dengan sengaja Alex memakaikan pakaiannya pada pengawal tadi agar wanita itu tidak curiga.
Setelah itu Alex pun mengambil suntikkan yang berisi obat perangsang tadi di atas lantai dan menyuntikkannya pada pengawal yang berada di tempat tidur.
"Aku akan membuatmu menyesal telah berurusan denganku!!!!" bisik Alex tajam.
Lalu pria itu pun melepas kulit palsu yang berada di leher sampai dadanya. Sebelum berangkat kemari Alex memang memakai kulit palsu pada leher, dada, tangan dan juga kakinya untuk mengantisipasi hal-hal seperti ini.
Dan benar seperti dugaannya, wanita itu menggunakan suntik bius untuk melumpuhkannya. Untung saja Alex belajar dari kejadian saat dirinya berhasil dibius oleh William dan juga kakeknya Peter saat itu.
Walaupun sebenarnya suntikan bius tadi sedikit menusuknya, namun untungnya Alex masih bisa sadar sampai saat ini.
"Saatnya kau menikmati rencanamu!!!!" bisik Alex dengan seringai tajamnya.
\=\=Flashback End\=\=
BRAK!!
BRAK!!
Miranda terus mendorong dan memukul pintu di depannya dengan kuat,
"Sialan!!!! BUKA PINTUNYA!!!!" teriak Miranda panik.
Setelah dirasa usahanya sia-sia, wanita itu pun menunduk menyerah dan mencoba untuk mencari jalan keluar yang lain.
Saat Miranda membalikkan tubuhnya, tiba-tiba matanya kembali terbelalak dan jantungnya pun berdetak dengan cepat,
"A....Alex????" ujarnya terkejut saat melihat sebuah pistol berada tepat di depan wajahnya.
Pria itu menodongkan pistolnya tepat di kepala Miranda. Tatapan matanya terlihat sangat menakutkan dan berkilat seperti seorang vampir yang sedang haus akan darah.
Miranda menahan nafasnya menatap tatapan menakutkan dari pria di hadapannya itu. Keringat dingin mulai membasahi seluruh tubuhnya.
"Ka.. Kau... Apa... yang kau lakukan???" bisik Miranda ketakutan.
Alex menatap wanita itu tajam dan sebuah seringai menakutkan pun muncul di wajahnya,
"Apa kau terkejut???" tanya Alex tajam.
Miranda menelan ludahnya dengan susah payah. Wanita itu menatap Alex sambil menggeleng pelan,
"Ja... Jangan Alex!! Jangan bunuh aku!!!! Ku... kumohon ampuni aku!!!" bisiknya memohon sambil gemetar.
Alex tersenyum sinis dan semakin mendekatkan pistolnya pada kening wanita itu. Perlahan Alex pun menarik pelatuk pistolnya yang membuat Miranda semakin gemetar dan menangis,
KLIK!!!
"Ti...Tidak Alex!!!! Kumohon...." rintih Miranda.
Alex semakin menyeringai melihat ekspresi Miranda. Wanita itu menutup matanya kuat dan menangis ketakutan.
'Apakah aku akan berakhir disini???' pikir Miranda sedih.
Namun setelah beberapa detik, Miranda merasakan tidak ada pergerakan apapun. Akhirnya wanita itu pun memberanikan diri membuka matanya dan melihat Alex yang telah menurunkan senjatanya.
Miranda pun bernafas lega dan menatap Alex yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Ki.. Kita bisa selesaikan masalah ini dengan baik-baik Alex..." bujuk Miranda pelan.
Alex menatap wanita itu dan tersenyum padanya,
"Kau benar...." ujarnya pelan.
Miranda pun mulai tersenyum dan mengangguk pada Alex. Sepertinya dia berhasil membujuknya, pikir Miranda.
Miranda hendak kembali berbicara pada Alex, namun dengan cepat pria itu mendorong tubuhnya dan mencekik lehernya dengan kuat,
BRAK!!!
"Aa......aa......a.....lex...... ukhuk!! ukhuk!!!!" ujar Miranda dengan susah payah saat pria itu mencekik lehernya dengan kuat.
Alex menatap wanita itu dengan tatapan membunuhnya. Tangannya mencengkram leher wanita itu dengan kuat.
Wajah Miranda mulai memerah dan kehabisan nafas. Tangannya mencoba untuk melepaskan tangan Alex di lehernya, namun tenaga pria itu sangat kuat.
"Aku akan membuat kematianmu terasa menyakitkan dan menyiksa!!" bisik Alex tajam.
Bersambung...
Halo, support terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ☺️😘
__ADS_1
Terimakasih 🙏❤️