Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Sugar


__ADS_3

Daniel menatap Alex dengan tatapan tajamnya.


"Oh benar, Aku sempat melihat beberapa artikel tentangmu, dan ada beberapa foto juga. Apakah wanita yang ada di majalah itu adalah kekasihmu??" ujar Daniel berani.


Seketika Alex menatap Daniel dengan tajam,


"Kurasa kau tidak perlu tau masalah pribadiku!!" ujar Alex sinis.


Daniel menggertakkan giginya kuat, lalu dengan cepat merubah ekspresinya dengan tersenyum.


"Maaf... Aku sudah terlalu lancang bertanya" ujar Daniel.


Roy menatap kearah Alex dan Daniel bergantian. Mengapa dia merasa sepertinya kedua pria ini tidak akan cocok jika di persatukan seperti ini. Yang satu ramah dan murah senyum, sedangkan satu lagi dingin dan kaku.


"Sudahlah Alex, wajar jika dia bertanya" ujar Roy mencairkan suasana.


Alex bergegas berdiri dari duduknya,


"Aku akan pergi sekarang! Sekali lagi terima kasih atas partisipasi mu... 'Daniel'!" ujar Alex dingin lalu melangkahkan kakinya pergi keluar dari ruangan.


"Heii.... Kau ini!!!!" ujar Roy kesal.


"Huh.. Sifatnya memang begitu, jangan terlalu diambil hati!" ujar Roy santai.


Daniel hanya menganggukkan kepalanya sambil memasang senyumnya. Mengapa perasaannya tiba-tiba merasa gelisah? Apakah kekasih yang disebut tadi itu memang benar Anna nya??


Tidak!! Dia tidak boleh menduga-duga seperti ini terus. Dia harus segera membawa Anna kembali!! tekad Daniel dalam hatinya.


-


Siang ini Anna menghabiskan waktunya dengan berkeliling rumah saja. Dia mulai merasa bosan sekarang.


Tiba-tiba sebuah ide muncul di kepalanya. Dia ingin membuat kue hari ini. Sudah lama sekali Anna tidak membuat kue kesukaannya. Dengan cepat Anna pun berjalan ke arah dapur.


Setelah sampai di dapur, Anna tidak melihat keberadaan Bibi Van disana. Anna pun bergegas mencoba mencari bahan-bahan yang dapat dia gunakan untuk membuat kue.


Setelah membuka lemari dan kulkas, Anna sudah menemukan beberapa bahan yang dapat dia gunakan seperti tepung, coklat dan lain-lain.


Hanya ada satu bahan lagi yang belum dia temukan, yaitu gula. Anna mencari kesana-kemari tapi belum juga menemukannya. Pandangannya terarah ke lemari atas. Dengan cepat Anna berjalan kearah lemari itu dan membukanya.


Benar saja, disana ada toples kaca berisi gula. Anna mencoba menggapai toples itu namun toples itu terlalu tinggi untuknya.


Anna berusaha berjinjit dan tangannya mencoba menggapai gula itu, dan akhirnya tangannya mencapai toples gula itu.


Namun sayang, karena kehilangan keseimbangannya Anna membuat toples gula itu terjatuh dan tumpah berserakan ke seluruh tubuhnya.


PRANG!!!!


Suara keras dari toples yang pecah terdengar oleh Bibi Van yang kebetulan sedang berjalan kearah dapur.


Dengan cepat Bibi Van pun berlari ke dapur untuk melihat apa yang terjadi. Bibi Van membelalakkan matanya saat melihat Anna yang sedang berdiri dengan gula yang berserakan di lantai dan di seluruh tubuh gadis itu.


"Nona!!! Apa yang terjadi?? Nona baik-baik saja???" teriak Bibi Van khawatir menghampiri Anna.

__ADS_1


Anna yang sedang membersihkan gula di rambut dan tubuhnya seketika membalikkan badannya pada Bibi Van yang terlihat khawatir.


"Oh.. Bibi, maafkan aku! Aku tidak sengaja menumpahkannya" ujar Anna dengan wajah menyesal.


Bibi Van langsung membantu Anna membersihkan gula yang ada di sekujur tubuhnya.


"Ya ampun Nona, ku kira terjadi apa-apa pada Nona!!" ujar Bibi Van khawatir.


"Nona lebih baik bersihkan diri dulu sebelum gula ini lengket di tubuh Nona. Biar aku yang bereskan disini!" lanjutnya.


Anna pun menatap tubuhnya. Gula itu sampai masuk ke dalam pakaiannya. Dia harus segera membersihkan diri..


"Baik bibi, maaf merepotkan mu" ujar Anna merasa bersalah.


Bibi Van tersenyum pada Anna,


"Nona tidak usah merasa sungkan" ujar Bibi Van tersenyum.


Anna pun mengangguk, lalu berjalan ke lantai atas menuju kamarnya untuk membersihkan diri.


-


Alex memarkirkan mobilnya dengan cepat di halaman rumah. Entah mengapa dia sangat merindukan gadis itu. Padahal baru beberapa jam saja dia meninggalkannya di rumah.


Dengan cepat Alex keluar dari mobil, sebelum seorang penjaga sempat membukakan pintu untuknya. Dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.


Saat sudah berada di dalam rumah, pandangannya tidak sengaja melihat Bibi Van yang sedang berada di dapur. Alex masuk ke dapur dan melihat Bibi Van sedang membereskan gula yang tumpah berantakan di atas lantai.


"Apa yang terjadi?" tanya Alex tiba-tiba.


"Oh Tuan sudah pulang?" tanya Bibi Van terkejut.


Alex hanya menganggukkan kepalanya sekilas untuk menjawab pertanyaan Bibi Van.


"Emm.. Nona Anna tadi tidak sengaja menumpahkannya saat mencoba untuk mengambil gula di atas lemari sana" ujar Bibi Van sambil menunjuk lemari yang masih terbuka.


Tiba-tiba raut wajah Alex berubah cemas saat mendengar perkataan Bibi Van tadi.


"Apa dia baik-baik saja??" tanya Alex khawatir.


Bibi Van menahan senyumnya mendengar Alex yang terlihat cemas dan khawatir.


"Nona baik-baik saja. Hanya ketumpahan gula saja.. Sekarang Nona ada di kamarnya untuk membersihkan diri" ujar Bibi Van.


Dengan cepat Alex melangkahkan kakinya ke lantai atas menuju kamar Anna.


Saat sudah berada di lantai atas, Alex melihat pintu kamar Anna yang terbuka lalu dengan langkah cepat masuk ke dalam kamar.


Seketika Alex membelalakkan matanya melihat pemandangan di depannya. ****!!!!!! geramnya dalam hati.


Terlihat di ujung sana Anna sedang membuka pakaiannya dan hanya menyisakan pakaian dalamnya.


Gadis itu sedang berkonsentrasi membersihkan gula yang berada di tubuhnya dan tidak menyadari kehadiran Alex.

__ADS_1


Alex menggertakkan giginya kuat. Ada gejolak yang tiba-tiba muncul dalam dirinya.


Dengan perlahan Alex masuk dan menutup pintu kamar Anna tanpa Anna sadari.


'Gadis ini dengan cerobohnya tidak menutup pintu saat seperti ini!!!!!' geram Alex dalam hatinya.


Bagaimana jika orang lain yang melihatnya dalam keadaan seperti ini!!!! kesal Alex tak habis pikir.


Anna sedang berkonsentrasi membersihkan gula yang berada di tubuhnya di depan cermin. Namun tiba-tiba matanya terbelalak lebar saat pandangannya menatap Alex yang berada di belakangnya dari cermin.


"Ka... Kau!!!!!!!!!!!!!" teriak Anna sambil mencoba menutupi tubuhnya.


Alex terlihat melangkah perlahan ke hadapan Anna dengan tatapan tajamnya.


"Mengapa kau terlalu ceroboh!!! Sampai lupa menutup pintu kamarmu dalam keadaan seperti ini!!!" ujar Alex mengeram marah sambil menahan gejolak yang hampir meledak di dalam tubuhnya.


Anna menatap Alex dengan panik, mengapa dia begitu ceroboh sampai lupa untuk menutup pintu!! gerutu Anna dalam hatinya.


Lalu mengapa pria ini sudah berada di rumah? bukankah dia harusnya berada di kantor? pikir Anna cemas.


Dengan cepat Anna mengambil selimut di samping tempat tidurnya lalu menutupi seluruh tubuhnya.


"A.. Aku benar-benar lupa untuk menutup pintu" ujar Anna gugup.


Alex menghampiri Anna dan dengan perlahan membersihkan gula yang ada di rambut Anna.


"Benar-benar ceroboh!!" kesal Alex sambil terus membersihkan gula di rambut Anna.


Seketika pandangannya mengarah pada gula yang masih menempel di leher dan dada Anna yang terlihat.


Alex menelan ludahnya kuat, mengapa tubuhnya tiba-tiba terasa panas! Sial!!!!


Dengan perlahan Alex mengarahkan bibirnya pada telinga Anna,


"Apakah kau mau aku membantumu membersihkannya??" bisik Alex dengan suara seraknya.


Seketika bulu kuduk Anna meremang mendengar bisikan Alex. 'Apa yang akan pria ini lakukan?' tanya Anna dalam hatinya.


Perlahan Alex mendekatkan bibinya pada leher Anna lalu menjilati gula-gula yang menempel disana.


Otak Anna mencoba untuk menyuruhnya agar dia segera mendorong pria itu menjauh. Namun sayang, tubuhnya menginginkan hal sebaliknya.


Alex terus menjilati leher Anna dan turun mendekati dadanya. Anna menggigit bibirnya kuat menahan ******* yang hampir keluar dari mulutnya.


"Manis..." bisik Alex sambil terus ******* dan menjilati leher Anna.


Perlahan tangan Alex mencoba untuk membuka selimut yang menutupi tubuh Anna.


Anna yang merasa tubuhnya tiba-tiba lemas, seketika menjatuhkan selimutnya. Dan membiarkan Alex dengan leluasa membersihkan seluruh gula yang berada di tubuhnya.


Tidak!!! Ini tidak benar!!! Dia harus menghentikan pria ini!!!! pikir Anna gusar dalam hatinya..


Bersambung....

__ADS_1


Dukung terus cerita ini ya, dengan kasih like dan komen yang banyak. Jangan lupa juga bantu share dan rekomendasikan ke teman-teman yang lain ya..


Terima kasih banyak buat yang masih setia nungguin cerita ini 🥺🙏❤️🤗


__ADS_2