Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Believe


__ADS_3

CKLEK!!


Namun seketika pandangan Alex pun mengarah pada pintu yang terbuka dan memperlihatkan Anna yang berdiri di depan pintu sambil menatap Alex dalam diam. Pandangan gadis itu pun mengarah pada Miranda yang duduk di hadapan suaminya,


"Anna....." ujar Alex pelan.


Miranda membalikkan tubuhnya dan langsung menatap Anna dengan tatapan tidak sukanya.


Anna yang menatap tatapan wanita di depannya itu pun seketika menghela nafasnya dan mulai memasang senyuman cantiknya pada sang suami. Gadis itu pun melangkah cepat mendekati Alex dan langsung memeluk tubuh suaminya dengan manja,


"Sayang.... Kenapa kau tidak membangunkan ku tadi.." ujar Anna sambil memeluk tubuh Alex di depan Miranda dengan manja.


Miranda seketika menggertakkan giginya kuat melihat adegan di depan matanya.


'Dasar gadis ****** tidak tau malu!!!' marahnya dalam hati.


Alex tersenyum lembut dan membalas pelukan istrinya dengan erat,


"Maaf sayang... Aku tidak ingin mengganggu tidurmu" bisik Alex sambil mengusap lembut rambut istrinya.


Anna merangkul erat leher Alex dan bergelayut manja,


"Aku merindukanmu...." ujarnya lagi.


DEG!!


Seketika Alex merasakan jantungnya berdebar dan menghangat. Selama ini Anna tidak pernah bersikap manja dan terang-terangan seperti ini. Apakah istrinya ini sengaja melakukannya di depan Miranda?? pikir Alex.


Alex tersenyum lembut dan mengecup pipi istrinya lama,


CUP!!!


"Aku juga merindukanmu.." bisik Alex dalam.


Anna pun tersenyum dan mencium pipi Alex dengan lembut. Setelah itu Anna pun melepaskan pelukannya.


Lalu gadis itu menatap ke belakang dan melihat Miranda yang sedang menatap tajam kearahnya,


"Ohh!! Ternyata ada Nona Miranda disini!! Maaf... Aku pikir tidak ada orang" ujar Anna berpura-pura terkejut.


Entah mengapa Anna tidak menyukai kehadiran wanita itu di kantor suaminya. Sekarang Anna semakin yakin ada yang salah dengan wanita itu. Sepertinya dia mempunyai perasaan pada suaminya.


Dan.. Anna jadi semakin curiga tentang kejadian di pesta semalam. Apakah wanita ini sengaja menjebaknya?? pikir Anna.


Miranda mencoba menahan amarahnya dan tersenyum pada Anna,


"Iya Nona, aku sejak tadi berada disini, masa kau tidak melihatnya???" ujarnya tajam.


"Bukan apa-apa, seharusnya anda mengetuk pintu terlebih dahulu. Bukankah Nona tau bahwa Tuan Alex sedang ada tamu??? Walaupun Nona adalah istrinya, tetapi aku rasa sikap Nona tadi sepertinya kurang sopan.." lanjutnya mencoba seramah mungkin.


Anna menatap Miranda dan tersenyum padanya,


"Nona Miranda yang terhormat, Maaf jika aku datang di waktu yang tidak tepat. Aku hanya terlalu merindukan suamiku.." ujarnya pelan sambil menyentuh tangan Alex.


"Jika.. aku dirasa menganggu maka aku akan keluar sekarang" lanjutnya sambil menatap wajah Alex dengan sedih.


Alex pun menggenggam tangan Anna dan merangkul pinggangnya dengan mesra,


"Tetaplah disini!!" ujar Alex tegas.


"Lagipula, sepertinya urusan kita sudah selesai.. Nona Miranda, apakah masih ada yang ingin anda sampaikan??" ujar Alex dingin.


Miranda mengepalkan tangannya kuat mencoba menahan sakit di hatinya. Wanita itu pun berdiri dari duduknya dan memaksakan senyumnya,


"Kurasa sudah cukup Tuan... Kalau begitu aku permisi" ujarnya bergetar.


Wanita itu pun membalikkan badannya dan melangkah cepat kearah pintu, lalu keluar dengan sedikit membanting pintu.


Anna menatap kepergian Miranda dengan tatapan tajamnya. Terlihat jelas wanita itu sedang menahan kemarahannya. Sepertinya wanita itu tidak menyukai kehadirannya disini. Apakah dia cemburu?? tanya Anna dalam hatinya tidak habis pikir.

__ADS_1


GREP!!!


Seketika Alex menarik tangan Anna dan membawa gadis itu duduk di pangkuannya,


"Aku suka aktingmu.." bisik Alex intens di telinga Anna.


Anna pun seketika tertunduk dengan pipi yang sedikit memerah. Alex menyentuh dagu Anna dan mengangkatnya pelan agar mereka saling bertatapan,


"Kau jahat!!!!" kesal Anna tiba-tiba sambil memukul dada Alex.


Alex hanya terdiam dan membiarkan istrinya itu memukul dadanya. Tidak terasa Anna pun meneteskan air matanya, dan membuat Alex panik seketika,


"Kau menangis????" tanya Alex cemas.


Alex pun meraih tangan Anna yang masih memukul dadanya dan membawa tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.


"Kenapa kau mendiamkanku semalam... Kau juga tidak membangunkan ku pagi ini dan pergi ke kantor begitu saja...." ujar Anna sedikit bergetar.


Alex mengeratkan pelukannya dan tersenyum lembut,


"Maaf sayang... Aku tidak ingin membangunkanmu, kau tertidur sangat lelap" ujar Alex sambil mengusap lembut rambut Anna.


"Dan juga... Pagi ini aku harus mengambil laporan dari Harry tentang kejadian semalam" lanjutnya.


Seketika Anna pun melepaskan pelukan Alex dan menatap wajah suaminya itu dengan penasaran,


"Semalam??? Maksudmu???" tanya Anna.


Alex terdiam sesaat sambil merapihkan rambut Anna dan mengusap pipinya dengan lembut,


"Aku meminta Harry untuk mengecek cctv di tempat pesta semalam.. Tapi, Harry bilang cctv di pesta kemarin telah di blokir dan terhapus" terangnya.


Anna pun menatap Alex dalam,


"Apa.. kau berpikir aku benar-benar berduaan dengan Daniel tadi malam???" tanya Anna pelan.


"Tentu saja tidak!!" tegasnya.


Anna mengangkat wajahnya dan menatap Alex yang tersenyum lembut padanya,


"Aku percaya padamu..." lanjutnya.


Pria itu pun semakin memeluk erat tubuh Anna yang berada di pangkuannya,


"Aku tau kau tidak akan melakukan hal seperti itu.." ujarnya lagi.


Alex tersenyum pada Anna dan kembali membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya.


"Jangan sedih lagi.. Maaf, aku tidak bermaksud mendiamkanmu semalam. Aku hanya terlalu emosional" ujarnya lembut.


Anna pun membalas pelukan Alex dan mengangguk pelan,


"Sebenarnya aku telah mencurigai seseorang.. Dan ternyata instingku memang benar" ujar Alex tiba-tiba.


Anna pun kembali melepaskan pelukan Alex dan menatap suaminya dengan penasaran,


"Maksudmu???" tanya Anna.


Alex menyentuh rambut Anna dan menghela nafasnya,


"Saat kemarin mereka menyuruhku naik ke atas panggung, aku melihat wanita tadi seperti sedang memberikan sebuah kode pada seorang pelayan yang berada di belakangmu.. Dan setelah itu.. Aku melihat pelayan itu sengaja menumpahkan jus yang di bawanya kearahmu" ujar Alex.


Anna pun membelalakkan matanya dan menatap Alex tidak percaya,


"Benarkah?? Jadi... Apa benar wanita bernama Miranda tadi yang menjebakku di toilet pria??" tanya Anna.


Alex menghela nafasnya dan mengangguk pelan,


"Aku yakin dia yang melakukannya.. Tapi sayangnya aku tidak punya bukti" ujar Alex.

__ADS_1


Anna pun menggeleng pelan dan menghela nafasnya,


"Jadi benar dugaanku.. aku merasa wanita itu selalu berusaha memojokkan ku semalam. Tadi pun sepertinya dia tidak menyukai keberadaanku.. Apa dia tidak suka aku karena aku adalah istrimu??" tanya Anna kesal.


"Atau jangan-jangan dia menyukaimu???" lanjut Anna emosi.


Alex pun seketika tersenyum senang menatap wajah istrinya,


"Apa kau cemburu???" tanya Alex menggoda.


Anna seketika membelalakkan matanya dan memalingkan wajahnya dari Alex,


"A.. Apa maksudmu?? A.. Aku hanya kesal, seharusnya dia tau bahwa kau telah memiliki seorang istri!!" ujar Anna mengelak.


Alex pun semakin gemas dengan tingkah Anna dan dengan cepat meraih tengkuk gadis itu lalu mencium bibirnya dalam,


CUP!!!


Alex ******* bibir Anna dalam. Pria itu memeluk tubuh istrinya dengan erat dan mulai memainkan lidahnya di dalam mulut istrinya yang manis.


Suara decakan terdengar di dalam ruangan. Perlahan Anna pun mengalungkan tangannya di leher Alex dan membalas ciuman pria itu.


******* demi ******* semakin dalam dan bertempo cepat. Anna yang kehabisan nafas pun seketika mendorong dada Alex dengan cepat.


Nafas keduanya terlihat memburu, wajah Alex dan Anna begitu dekat dan hidung mereka pun masih bersentuhan,


"Aku suka jika kau cemburu seperti tadi" bisik Alex intens.


Pria itu pun kembali ******* bibir istrinya sampai puas. Ciumannya pun semakin turun kearah leher gadis itu.


Seketika Alex pun berhenti saat melihat dua tanda merah di leher istrinya. Sebuah senyuman pun terpampang di wajah tampannya,


"Ternyata bekasnya masih ada" bisik Alex tiba-tiba.


Anna pun membuka matanya dan menatap Alex,


"Bekas apa???" tanya Anna polos.


Alex pun menunjuk leher Anna dan tersenyum penuh arti,


"Oh ini... Aku tidak tau ini bekas apa. Tadi pagi aku melihatnya, mungkin ini bekas gigitan nyamuk" ujar Anna polos.


Seketika Alex pun tertawa mendengar ucapan Anna,


"Hahaha..."


Anna mengernyitkan keningnya saat melihat Alex yang tiba-tiba tertawa,


"Kenapa kau tertawa???" tanya Anna bingung.


Alex pun menahan senyumnya dan menyentuh pipi istrinya dengan lembut,


"Sepertinya semalam tidurmu benar-benar lelap.." ujarnya.


Anna masih mengernyitkan keningnya tidak mengerti. Alex pun mendekatkan wajahnya pada Anna dan berbisik padanya,


"Semalam setelah aku keluar dari kamar mandi, aku melihatmu tertidur. Lalu.... Aku membuka gaunmu untuk menggantinya... Tapi sebelum itu...." bisik Alex intens.


Pria itu pun mendekap tubuh Anna dan kembali berbisik di telinga istrinya,


"Aku bercinta denganmu....." bisiknya dalam.


Bersambung...


Halo, keep support this story ya..


Jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiah yang banyak ☺️


Terimakasih 😘❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2