
Alex menatap istrinya lalu mencium pipinya gemas,
CUP!!
"Tidak perlu khawatir sayang... Suamimu ini sangat kuat" ujar Alex tersenyum menggoda.
Lalu pria itu pun mendekati bibinya pada telinga Anna,
"Bahkan... Aku juga cukup kuat untuk bercinta denganmu sekarang.." bisiknya lagi.
Alex hendak mencium bibir Anna dan menindihnya, namun dengan cepat gadis itu menahan dada suaminya,
"Kau ini!!!!" kesal Anna.
Alex pun tersenyum gemas dan kembali memeluk tubuh istrinya,
"Aku serius..." ujarnya lagi.
Anna menggeleng pelan melihat tingkah Alex dan dengan cepat melepaskan pelukan pria itu lalu turun dari tempat tidur,
"Aku akan memanggil dokter untuk memeriksamu" ujar Anna sambil menekan sebuah tombol di samping tempat tidur.
Alex terlihat sedikit kecewa karena Anna turun dari tempat tidur. Namun akhirnya pria itu pun pasrah..
Setelah beberapa saat, dokter pun datang dan memeriksa kondisi Alex,
"Syukurlah Tuan Alex sudah sadar... Dan, lukanya juga sudah sedikit membaik" ujar dokter itu.
Anna menghela nafas lega nya dan tersenyum senang,
"Syukurlah..." ujarnya.
Alex menatap Anna dalam dan menggenggam tangannya,
"Apakah besok aku sudah boleh pulang???" tanya Alex pada dokter.
Dokter itu terlihat berpikir sejenak dan tersenyum pada Alex,
"Mungkin saja, jika kondisi Tuan Alex semakin membaik maka besok bisa saja Tuan diizinkan untuk pulang" ujarnya.
Alex mengangguk pelan dan menatap datar pada dokter itu,
"Bisa atau tidak, aku tetap akan pulang besok!!" ujar Alex tegas.
Dokter itu pun seketika tersenyum canggung dan menatap sedikit takut pada tatapan Alex yang mengintimidasinya,
"Ba.. Baik Tuan" ujarnya pelan.
Seketika Anna pun menyenggol tangan Alex karena merasa tidak enak pada dokter itu,
"Ah.. Jangan dengarkan dia dokter" ujar Anna sedikit canggung.
Dokter itu pun tersenyum dan mengangguk pada Anna,
"Tidak apa-apa Nona.. Kalau begitu aku permisi dulu. Nanti akan ada perawat yang akan mengantarkan obat untuk Tuan Alex" ujarnya ramah.
Anna pun mengangguk dan tersenyum pada dokter itu. Setelah dokter benar-benar pergi, gadis itu pun menatap Alex sambil menggelengkan kepalanya,
"Kau membuatnya takut.." ujar Anna pelan.
Alex pun tersenyum kecil dan menarik tangan istrinya agar lebih dekat padanya,
"Aku tidak berbuat apa-apa, kenapa dia harus takut??" ujarnya sambil menciumi tangan istrinya dengan manja.
Anna menghela nafasnya dan mengusap rambut Alex dengan lembut.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, akhirnya perawat pun datang memberikan makanan serta obat untuk Alex.
Anna dengan telaten menyuapi suaminya dan memberikan obat padanya.
Setelah itu, mereka pun tidur bersama di atas satu ranjang.
Alex menatap wajah istrinya yang sudah tertidur di dalam pelukannya. Pria itu menatap dalam pada wajah Anna dan mengusap pipinya dengan lembut,
"Terimakasih sayang...." bisik Alex tulus.
Lalu pria itu pun mengecup kening Anna lama dan mulai menutup matanya untuk tidur sambil memeluk erat tubuh istri tercintanya.
-
-
Matahari terlihat mulai masuk melalui celah jendela. Seorang wanita menggeliat pelan di atas tempat tidurnya. Perlahan dia mengerjapkan matanya lalu membukanya secara perlahan,
"Selamat pagi, sayang...." ujar seorang pria yang tengah menatap pada gadis itu dengan tatapan penuh cintanya.
Anna kembali mengusap matanya dan menatap wajah tampan suaminya yang sedang menatapnya sambil mengusap rambutnya dengan lembut.
CUP!!
Alex mengecup bibir Anna dengan gemas,
"Mengapa istriku ini begitu cantik dan menggemaskan.." bisik Alex sambil mencubit lembut pipi Anna.
CUP!!
CUP!!
Pria itu pun kembali menciumi pipi dan bibir Anna secara bergantian.
Anna mencoba mendorong dada Alex, namun pria itu masih memeluk tubuh istrinya dengan erat dan enggan untuk melepaskannya.
"Alex lepaskan..." bujuk Anna.
Namun Alex tidak mengidahkan ucapan Anna dan malah menindih tubuh istrinya,
"Aku akan melepaskanmu asal...." ujar Alex terputus.
Pria itu pun tersenyum menggoda sambil menunjuk bibirnya,
"Kau harus mencium ku dulu" ujarnya.
Anna pun seketika membelalakkan matanya dan menggeleng pelan,
"Alex.. Berhenti bermain-main. Jika ada yang masuk kemari bagaimana???" bujuk Anna.
Alex menyeringai pelan dan kembali menunjuk bibirnya,
"Hanya satu kecupan... Lagipula siapa yang akan datang pagi-pagi seperti ini??" ujar Alex tak mau kalah.
Anna pun menghela nafasnya dan mulai menangkup wajah suaminya itu. Entah mengapa saat sakit seperti ini sikap Alex semakin manja padanya.
Anna mulai mendekatkan wajahnya dan dengan perlahan menempelkan bibirnya pada bibir Alex,
CUP!!!
Setelah mengecup bibir Alex, Anna pun hendak kembali melepaskan bibirnya dari bibir suaminya. Namun dengan cepat Alex menyentuh tengkuk Anna dan menahan wajah gadis itu agar tidak menjauh darinya.
Alex mulai menutup matanya dan ******* bibir istrinya dengan lembut dan dalam. Anna seketika membelalakkan matanya dan mencoba mendorong tubuh Alex. Namun, suaminya itu malah menahan tangannya dan menuntun tangan gadis itu untuk memeluk lehernya.
******* demi ******* pun mulai semakin cepat dan dalam. Alex memainkan lidahnya di mulut istrinya dengan sangat intens dan bergairah.
__ADS_1
Anna pun mulai terbawa suasana dan menutup matanya, menikmati ciuman yang mulai memanas. Decakan dari ciuman keduanya itu terdengar memenuhi ruangan.
Alex menyentuh tubuh bagian atas Anna dengan lembut, sampai membuat gadis itu menggeliat dan sedikit mendesah.
Alex melepaskan ciumannya dan menatap mata Anna dengan penuh gairah,
"Bisakah kita melakukannya disini????" bisik Alex dengan suara seraknya.
Anna menatap wajah suaminya dengan nafas yang masih memburu. Gadis itu menyentuh dada Alex dan menggeleng pelan,
"Jangan Alex.... Jangan disini... Bagaimana jika ada yang masuk nanti??" ujar Anna membujuk.
Alex tersenyum tipis dan menyentuh bibir istrinya dengan lembut. Pria itu sudah sangat bergairah, dia benar-benar menginginkan istrinya sekarang,
"Tidak akan ada yang masuk... Percayalah..." ujar Alex pelan.
Anna kembali ingin menolak ucapan Alex namun, dengan cepat pria itu kembali menempelkan bibirnya pada bibir Anna dan ********** dengan rakus.
Ciuman Alex semakin panas dan bergairah. Anna terlihat sudah mulai pasrah untuk memberontak. Tubuh suaminya benar-benar sudah menegang. Pria itu sudah sangat bergairah,
"I want you so bad baby...." bisik Alex bergairah.
Pria itu kembali ******* bibir Anna dengan penuh gairah.
Saat Alex hendak meraih kancing baju istrinya, tiba-tiba saja pintu ruangannya terbuka dengan keras,
BRAK!!!
"ALEX!!!! MY FRIEND!!!!! APA YANG TERJA......." teriak seseorang yang seketika terdiam sambil menganga lebar saat melihat pemandangan panas di depannya.
Dengan gerakan cepat Anna pun mendorong tubuh Alex dan menutup tubuhnya dengan selimut karena malu.
Roy membelalakkan matanya sambil masih menganga lebar saat mengingat kembali adegan apa yang telah dilihatnya saat masuk tadi.
Seketika Alex pun terduduk cepat sambil menatap Roy dengan tatapan membunuhnya,
"Kau.......!!!" bisik Alex tajam sambil menatap Roy.
Roy seketika berdiri ketakutan di depan pintu sambil mencoba untuk tersenyum dan berpura-pura tidak melihat kejadian sebelumnya,
"O... Oh.... Hai A.. Alex....." sapa Roy sambil bergidik ngeri melihat tatapan membunuh sahabatnya itu.
"Ma... Maaf jika... aku mengganggu" lanjutnya bergetar ketakutan saat melihat Alex mulai turun dari tempat tidur dan hendak menghampirinya
Roy mencoba tersenyum dan berlagak polos,
"Te... Tenang kawan... Anggap saja aku tidak melihat apapun hehe...." ujarnya sambil melangkah mundur.
Alex semakin menatap tajam pada Roy dan melangkah mendekatinya.
"Apa kau ingin mati????" tanya Alex tajam.
Roy pun mundur dengan tubuh yang mulai berkeringat, badannya pun seketika menabrak pintu di belakangnya,
"Sa... Sabar kawan.... Tarik nafas... Buang..." ujar Roy ketakutan.
"Tarik lagi... Buang.... KALAU BEGITU AKU AKAN KELUAR SEKARANG!!!!!!" teriak Roy ketakutan sambil berlari meninggalkan ruangan itu.
Bersambung...
Halo, dukung selalu cerita ini, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya.
Yok ramaikan yok..
Biar semangat nih 😁☺️❤️🙏
__ADS_1