
Cahaya matahari masuk ke celah jendela kamar. Membuat Anna yang tertidur sedikit terganggu. Anna mengerjapkan matanya perlahan dan mengusapnya.
"Kau sudah bangun?" tanya seseorang yang mengejutkan Anna.
Anna seketika terbangun dari tidurnya dan menatap ke arah suara itu berasal.
"Kau!!!" ujar Anna terkejut melihat Alex yang sedang duduk bersila di atas sofa yang berada di samping tempat tidur, menatap Anna dengan wajah datarnya.
"Apa yang kau lakukan disini??" tanya Anna yang masih terkejut.
"Kau tau sekarang sudah jam berapa?" tanya Alex pada Anna.
Seketika Anna menatap jam yang ada di dinding. Jam menunjukkan pukul 10 pagi. Astaga! Dia bangun kesiangan hari ini. Anna menatap Alex dengan panik.
"Kau tau, aku sudah duduk disini selama 1 jam, menunggumu untuk bangun. Tetapi sepertinya tidurmu sangat nyenyak setelah kejadian semalam " ujar Alex menggoda Anna.
Anna membelalakkan matanya menatap Alex. Seketika wajahnya sedikit memerah. Ada apa dengan pria ini? Mengapa sejak tadi malam dia senang sekali menggodanya? Dan ini baru kali pertama Anna mendengar Alex banyak bicara seperti ini.
Mungkin memang benar kepalanya terbentur sesuatu tadi malam dan membuat tingkahnya aneh seperti ini.
Alex berdiri dari duduknya dan merapihkan jasnya.
"Istirahatlah, aku akan pergi ke kantor" ujar Alex sambil berjalan mendekati Anna.
Anna mengarahkan pandangannya ke samping untuk menghindari tatapan Alex.
Alex tersenyum kecil melihat tingkah Anna, lalu berjalan keluar dan kembali menutup pintu.
Anna menghela nafasnya lega setelah kepergian Alex. Dia tidak terbiasa dengan perubahan sifat Alex. Entah mengapa pria itu terlihat seribu kali lebih tampan dengan senyum menggodanya.
Anna menggelengkan kepalanya kuat. Apa yang baru saja dia pikirkan? Dia tidak boleh terpengaruh dengan sikap pria itu. Ingat Anna, pria kejam itu telah lama mengurung mu di rumah ini dan telah melakukan hal-hal yang kejam padamu. Kau tidak boleh goyah hanya karena hal sepele seperti ini.
Anna bangkit dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai membersihkan dirinya, Anna memakan sarapan yang sudah ada di meja samping tempat tidurnya. Apakah pria itu yang membawakan makanan untuknya?Tidak mungkin!! Pasti Lidya yang mengantarnya kemari, pikir Anna.
Setelah menghabiskan sarapannya, Anna memilih untuk berkeliling sebentar di sekitar rumah. Dia tidak tau apa yang harus dia lakukan sekarang. Pria itu tidak menyuruhnya untuk melakukan hal apapun. Daripada Anna bosan, lebih baik dia berkeliling sebentar.
Anna berjalan ke lantai bawah dan tidak sengaja melihat Lidya dari kejauhan. Anna menatap Lidya yang sedang memegang jas milik Alex di tangannya. Anna memicingkan matanya saat Lidya mulai mencium berulang kali jas itu dan memeluknya erat sambil memejamkan matanya. Apa yang dia lakukan? pikir Anna.
Anna menghampiri Lidya dan menyentuh pundaknya dari belakang,
"Kau sedang apa??" ujar Anna mengagetkan Lidya.
Lidya yang terkejut sontak membalikkan tubuhnya dan menatap Anna marah.
"Ah.. Nona, kau mengagetkanku" ujar Lidya menahan kesalnya.
Gadis itu telah mengganggu kesenangannya. Lidya pun memasang senyum palsunya pada Anna.
__ADS_1
"Ah.. Aku sedang mengeringkan jas milik Tuan Alex dan mengecek apakah jas ini sudah wangi atau belum" ujar Lidya.
Anna terlihat ragu sejenak, lalu menganggukkan kepalanya.
"Ooo.. Maaf telah mengganggu" ujar Anna.
Lidya kembali menggantungkan jas milik Alex. Lalu menatap Anna dengan seringai yang dia sembunyikan.
"Nona maaf, bukannya aku bermaksud lancang. Tapi.. Apakah Nona sadar posisi Nona di rumah ini?" tanya Lidya menatap remeh pada Anna.
Anna menatap Lidya tidak mengerti,
"Maksudku.. Belakangan ini apakah Nona sadar, sikap Tuan Alex pada Nona tidak sekeras dulu? Aku hanya mengingatkan bahwa Nona adalah tawanannya.. Aku sangat tau bagaimana sifat Tuan Alex. Dia akan melakukan cara apapun untuk mewujudkan keinginannya.." lanjutnya.
Anna masih menatap Lidya dengan tatapan tidak mengerti nya, Apa maksud dari perkataan Lidya barusan? pikirnya.
"Apa maksudmu?" tanya Anna.
Lidya menatap Anna dengan tajam dan serius,
"Mungkin saja Tuan Alex punya rencana terselubung dengan berpura-pura bersikap lebih lembut pada Nona. Lalu setelah dia mendapatkan hati Nona, mungkin saja Tuan Alex akan menusuk Nona dari belakang! Bukankah ayah Nona adalah musuh beratnya? Tidak menutup kemungkinan itulah rencana yang dia lakukan sekarang" ujar Lidya mempengaruhi Anna dengan ucapannya.
Anna menundukkan pandangannya. Yang di katakan Lidya mungkin saja benar. Sikap pria itu tiba-tiba berubah padanya. Apakah ini rencananya? pikir Anna.
Lidya tersenyum dalam hatinya. Sepertinya perkataannya berpengaruh pada gadis itu. Dia harus membuat gadis itu sadar siapa dia disini. Dia hanya seorang tawanan yang mungkin saja kelak akan di buang oleh Alex.
"Terimakasih Lidya. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Dan aku juga tidak akan terpengaruh oleh pria kejam itu!" ujar Anna.
"Baiklah, aku akan kembali ke kamarku" ujar Anna lalu melangkah kembali ke kamarnya.
Lidya menatap punggung Anna yang menjauh dengan tatapan bencinya. Dia pikir Tuan Alex semudah itu berperilaku baik pada seorang wanita? Jangan bermimpi? geram Lidya dalam hatinya.
Dia yakin Alex pasti sedang merencanakan sesuatu untuk gadis itu dengan bertindak lebih lembut padanya. Tidak mungkin Alex sedang bersungguh-sungguh. Dia tau seperti apa Alex itu.
-
Hari sudah mulai gelap. Alex memarkirkan mobilnya di halaman rumah. Hari ini dia pulang sedikit larut karena pekerjaan yang menumpuk, serta pertemuannya dengan Mr. Felix untuk merencanakan kerjasama mereka.
Seorang penjaga membukakan pintu untuk Alex. Lalu Alex melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah. Alex menaiki tangga menuju lantai 2.
Langkah Alex terhenti ketika melihat Anna yang sedang berdiri di balkon. Angin malam meniup rambut panjangnya. Anna hanya mengenakkan gaun tidurnya yang sedikit tipis.
Alex lalu melangkahkan kakinya menghampiri Anna.
"Kau bisa masuk angin" ujar Alex yang mengagetkan Anna.
Anna sontak membalikkan badannya menatap Alex sejenak lalu mengacuhkannya kembali.
"Masuklah" ujar Alex.
__ADS_1
Anna tidak menghiraukan ucapan Alex. Dan kembali melihat pemandangan malam dalam diam.
"Berhentilah berpura-pura!" ujar Anna tiba-tiba, yang membuat Alex memicingkan matanya. Apa maksud gadis ini? pikirnya.
"Apa maksudmu?" tanya Alex.
Anna membalikkan badannya dan menatap Alex dengan tajam.
"Kau pikir aku akan mudah tertipu dengan sikapmu yang seperti ini? Aku tidak sebodoh itu!" ujar Anna tajam.
Alex masih menatap Anna dengan datar, mencoba memahami apa yang di maksud oleh gadis ini.
"Apa rencana mu sebenarnya?" tanya Anna tajam.
"Oh.. Apa mungkin pria semalam yang mencoba melecehkan ku adalah orang suruhan mu? Lalu kau berpura-pura menyelamatkanku agar nantinya aku akan luluh padamu? Begitu!" ujar Anna tajam.
Alex menghela nafasnya. Huh, Jadi gadis ini berpikir sikapnya saat ini hanyalah sandiwara? geram Alex dalam hatinya.
"Aku tidak akan terpengaruh sedikit pun!!!" geram Anna lalu hendak meninggalkan balkon.
Namun tangan besar Alex menahan tangannya kuat.
"Kau pikir aku sedang bersandiwara?" ujar Alex tajam.
Lalu dengan kuat Alex mendorong tubuh Anna ke tembok dan menatap matanya tajam.
"Yang seharusnya disalahkan disini adalah kau!!!" ujar Alex tajam.
Nafasnya memburu di depan wajah Anna. Anna yang kaget hanya menatap Alex dalam diam. Ada apa dengan pria ini? Apa maksud perkataannya tadi? tanya Anna dalam hatinya.
Alex perlahan mendekatkan wajahnya pada Anna,
"Apa yang telah kau lakukan padaku?" ujar Alex menatap Anna dalam.
Anna menahan nafasnya melihat wajah Alex yang semakin dekat padanya.
Memangnya apa yang telah dia lakukan?? tanya Anna dalam hatinya.
Bersambung..
Hai tolong support terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like dan komennya.
Untuk yang protes karena up nya cuma dikit, mohon maaf ya, sebisa mungkin aku selalu update tiap hari kok di tengah kesibukan ini hehe..
Oh iya aku udah sedikit hafal nih mana orang yang selalu like dan komen di cerita aku 😁
Siapa yang selalu like dan komen akan aku beri kesempatan untuk memberikan ide di cerita ini 🤗
Jadi jangan kelewatannya, sering-sering komen dan kasih likenya, terimakasih ❤️
__ADS_1