
Di malam hari, sebuah mobil memasuki pekarangan rumah yang luas. Beberapa penjaga pun terlihat bersiap dan menghampiri mobil itu untuk menyambutnya.
Alex mematikan mobilnya dan menatap Anna yang terlihat termenung di sampingnya,
"Apa kau masih memikirkan Bibi???" tanya Alex lembut.
Anna pun menghela nafasnya dan mengangguk pelan,
"Aku tidak tega melihatnya, saat kita pergi tadi Bibi terlihat begitu sedih" ujarnya pelan.
Saat ini Anna dan Alex sudah kembali ke rumah. Saat mereka berpamitan tadi, Donna terlihat sangat sedih dan menangis. Dia mencoba membujuk Alex untuk tetap tinggal. Tetapi, Alex menolaknya dan berjanji akan mengunjungi Donna sesering mungkin.
Dan saat mereka pergi tadi, Peter tidak terlihat keluar dari kamarnya. Begitu pula dengan Key.
Tetapi Key menitipkan sebuah surat pada Donna untuk Anna.
Anna pun menatap surat di tangannya dan menyimpannya di dalam saku bajunya.
Perlahan tangan Alex terangkat dan membelai lembut pipi gadis itu,
"Jangan terlalu dipikirkan.. Kita akan mengunjungi Bibi lain kali" bujuk Alex.
Anna pun menatap Alex dan mengangguk pelan,
"Baiklah, ayo kita turun" ujar Alex.
Seorang pengawal pun membuka pintu mobilnya. Alex segera keluar dan membukakan pintu mobil untuk Anna.
Alex menggandeng tangan Anna dan berjalan bersama memasuki rumah. Terlihat Bibi Van berdiri di depan pintu untuk menyambut mereka.
"Selamat malam Tuan dan Nona... Aku senang kalian kembali ke rumah" ujarnya tersenyum.
Anna pun menghampiri Bibi Van dan memeluknya,
"Terimakasih Bibi, aku juga senang bisa kembali bertemu denganmu" ujarnya tulus.
Mereka pun melangkah ke dalam rumah. Alex dan Anna langsung naik ke lantai atas menuju kamar mereka.
Alex menemani Anna menuju kamarnya, dan membantu membereskan barang-barang milik gadis itu. Sejak tadi Anna hanya terdiam dan fokus membereskan barang-barangnya.
Saat Anna tengah menggantung beberapa baju di dalam lemarinya. Tiba-tiba Alex memeluk gadis itu dari belakang.
GREP!!
Anna yang terkejut pun seketika mengarahkan pandangannya pada Alex,
"Jangan bersedih lagi" bisik Alex di telinga Anna.
Anna pun menyentuh tangan Alex di perutnya dan mengangguk pelan. Pria itu pun mengecup pundak Anna dan menyandarkan dagunya di bahu gadis itu,
"Besok malam akan ada pesta pertunangan kakaknya Roy. Kau akan ikut bersamaku.. Besok aku akan menyuruh seseorang untuk membantumu bersiap" ujar Alex pelan.
Anna pun menatap Alex dan kembali mengangguk. Dia tersenyum lembut pada pria itu,
"Terimakasih.." bisik Anna.
Alex pun membalas senyuman gadis itu dan menatapnya dalam. Tangan pria itu terangkat dan menyentuh tengkuk Anna dengan lembut,
"Anna..... Aku ingin kita mulai membicarakan tentang pernikahan kita" ujar Alex dalam.
__ADS_1
Anna pun seketika terdiam dan membalikkan tubuhnya menghadap Alex,
"Alex..... Aku......" ujar Anna terpotong saat Alex menempelkan jari telunjuknya di bibir gadis itu.
"Ssshhh.... Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Aku akan mengurus segalanya" ujar Alex lembut.
Pria itu pun menyentuh pipi Anna dengan kedua tangannya,
"Aku mencintaimu... Dan aku ingin hidup bersamamu selamanya" lanjutnya serius.
Alex pun perlahan memajukan wajahnya dan menempelkan bibirnya pada bibir Anna dengan lembut.
CUP!!!!
Perlahan Alex mulai ******* bibir gadis itu dengan lembut dan penuh cinta. Tangannya meraih tengkuk Anna dan tangan sebelahnya lagi memeluk pinggang gadis itu dengan erat.
Tangan Anna pun menyentuh dada Alex dan merasakan degupan kencang jantung pria itu. Hatinya mulai terasa hangat dan jantungnya pun berdegup kencang.
Perlahan gadis itu membalas ciuman Alex dengan lembut dan membalas pelukannya.
Mereka terus saling ******* dan saling menyalurkan rasa cinta mereka lewat ciuman itu.
Setelah beberapa menit Alex pun melepaskan ciumannya dan menatap wajah Anna dengan intens.
"I love you...." bisiknya.
Anna menyentuh pipi Alex dan tersenyum lembut,
"I love you too..." bisiknya.
Alex pun tersenyum senang dan menempelkan keningnya pada kening gadis itu. Mereka saling berpelukan dan menutup mata mereka untuk beberapa saat, menikmati kehangatan yang menjalar ke seluruh tubuh mereka.
Alex perlahan menjauhkan wajahnya dan menatap Anna dengan lembut,
Anna pun mengangguk pelan,
"Apa kau mau menemaniku tidur lagi???" tanya Alex dengan senyum menggodanya.
Anna pun menatap Alex dengan kesal dan memukul bahunya pelan,
"Kau ini.... Ini bukan rumah kakekmu, jadi tidak ada alasan apapun" ujarnya.
Alex pun tersenyum puas dan mencubit pipi Anna dengan gemas,
"Baiklah... Selamat malam" ujar Alex lembut.
"Selamat malam" balas Anna.
Pria itu pun melangkah ke arah pintu dan membukanya. Alex pun terdiam di depan pintu dan kembali menatap Anna,
"Mimpikan aku" ujar Alex sambil mengedipkan matanya untuk menggoda Anna.
Setelah itu, pria itu pun pergi dan menutup pintunya. Anna yang melihat tingkah Alex pun hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum geli.
'Baiklah waktunya untuk beristirahat' ujar Anna dalam hatinya. Dia pun mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan menutup matanya.
....
Keesokan paginya Anna terbangun cukup siang. Dia tidak sempat bertemu dengan Alex karena Alex pergi ke kantornya cukup pagi.
__ADS_1
Sebelum Alex ke kantor, pria itu memasuki kamar Anna dan mengecup kening gadis itu cukup lama. Dia tidak ingin membangunkan Anna yang terlihat nyenyak dalam tidurnya.
Alex hanya memberikan selembar kertas di samping meja tempat tidur gadis itu.
Disana tertulis,
(Selamat pagi bidadariku yang cantik. Maaf, aku harus ke kantor pagi-pagi sekali hari ini. Aku tidak tega membangunkan mu...
Hari ini ada rapat yang harus aku temui. Aku juga sudah menyuruh orang untuk membantumu bersiap-siap untuk pesta malam ini. Aku akan usahakan pulang sebelum larut..
Aku mencintaimu..
P.S Calon Suamimu Alexander Wijaya)
Anna pun kembali melipat kertas itu dan tersenyum. Dia pun bergegas untuk membersihkan dirinya dan pergi ke lantai bawah untuk sarapan.
-
-
Pagi ini William sedang berada di kantornya. Dia sedang membaca beberapa laporan tentang kemajuan perusahaannya.
Saat ini di perusahaannya sudah cukup memiliki banyak karyawan. Dan William pun sudah memiliki seorang sekertaris.
Entah mengapa beberapa hari terakhir ini banyak beberapa investor yang ingin bekerja sama dengannya. William merasa sangat bersyukur atas hal itu. Sebelumnya hanya ada perusahaan milik Alex dan beberapa perusahaan kecil saja yang bekerja sama dengannya.
Tok..
Tok..
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang mengalihkan pandangan William dari berkas di tangannya.
"Masuk" ujarnya singkat.
Sekretarisnya pun membuka pintu dan membungkuk pelan padanya sebelum masuk.
"Tuan, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda di luar" ujarnya.
William pun menatap sekretarisnya dan memicingkan matanya. Apakah para investor itu??? pikir William.
"Baiklah, izinkan dia masuk" ujar William.
Sekretarisnya pun kembali membungkuk dan berjalan keluar untuk mempersilahkan tamu tadi masuk ke dalam ruangan William.
William pun kembali membaca laporan di tangannya sembari menunggu tamu tadi untuk masuk.
"Selamat pagi..... William" ujar seseorang yang baru masuk itu.
William pun mengarahkan pandangannya ke depan dan membelalakkan matanya dengan terkejut,
"K....Kau!!!!!!!!" seru William tak percaya.
Orang itu pun mengangguk pelan dan menatap William dengan intens,
"Sudah lama tidak bertemu" ujarnya pelan.
Bersambung...
Halo, keep support this story ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ☺️
__ADS_1
Sebelumnya author minta maaf ya karena hanya bisa up sehari sekali aja, walaupun udah malem tetap akan di usahakan update kalo bisa 😁
Terimakasih 🙏🙏❤️❤️