
"Bangun Anna!!! Bangun!!!" ujar Erika memohon.
"Kau harus kuat!!!" teriak Erika yang perlahan seperti mulai menghilang dari pendengaran Anna.
"Kau harus kuat untuk kedua anakmu!!!" lanjut Erika dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Kumohon......." bisik Erika tersedu.
Seketika Anna pun langsung kembali membuka matanya dengan nafas yang terengah.
"Hahhh!!"
Erika yang melihat hal itu langsung membelalakkan matanya dan memeluk tubuh Anna dengan erat.
"Ya Tuhan terimakasih!!!" ucapnya menangis penuh haru.
Anna yang masih baru sadar pun terlihat linglung dan mencoba mengatur nafasnya.
Setelah ia cukup sadar, gadis itu pun mengangkat tangannya dan menyentuh punggung Erika yang tengah tersedu sambil memeluk tubuhnya.
Ingatan Anna seketika kembali teringat dengan mimpinya barusan..
'Apakah tadi itu benar-benar nyata??' pikir Anna.
Erika masih menangis tersedu sambil memeluk tubuh Anna,
"Maafkan aku... Maafkan aku..." bisiknya penuh penyesalan.
Anna mengangguk pelan dengan matanya yang berkaca-kaca.
Tiba-tiba..
Dari kejauhan, terdengar suara langkah kaki dari segerombolan orang.
Dengan cepat Erika melepaskan pelukannya dan menatap ke balik pohon tempat mereka bersembunyi.
Wanita itu pun langsung membelalakkan matanya dengan panik,
"Gawat!! Itu anak buah Leonard!!" ujarnya cemas.
Erika langsung menatap Anna dan menyentuh bahunya,
"Anna.. Apa kau masih bisa berjalan sekarang???" tanyanya panik.
Anna mencoba bangkit perlahan dari duduknya dan merasa tubuhnya saat ini cukup bertenaga, tidak seperti sebelumnya.
'Aneh... Bagaimana bisa???' pikirnya tidak percaya.
Padahal sebelumnya dia sangat sangat lemas dan tidak bertenaga. Bahkan Anna merasa sepertinya hidupnya sudah berakhir..
Anna pun perlahan mengangguk pelan pada Erika. Erika pun menghela nafasnya dengan lega,
"Kalau begitu, kita harus segera pergi dari sini!!" ucapnya.
Erika dengan cepat membantu Anna untuk berdiri sambil merangkul tubuh gadis itu. Erika mengalungkan tangan Anna di bahunya dan mengangkat gadis itu.
Namun sebelum mereka melangkah, tiba-tiba saja sinar dari senter salah satu anak buah Leonard dari kejauhan tidak sengaja menyorot dan mengenai wajah Erika.
Erika yang terkejut seketika kembali menunduk dengan jantung yang berdebar,
'Gawat!!!!!' pikirnya panik.
__ADS_1
"Hey Tunggu!!!! Aku melihat sesuatu dari arah sana!! Ayo kita periksa!!!" teriak salah satu pria bertopeng itu.
Jantung Anna dan Erika sama-sama berdebar dengan kencang. Tidak ada pilihan lain selain melarikan diri sekarang. Namun Erika kembali melihat kondisi Anna yang tidak memungkinkan untuk berlari kencang.
'Sekarang apa yang harus mereka lakukan???' pikirnya panik.
"Pe.. Pergilah Erika.." bisik Anna pada Erika.
Erika yang mendengar ucapan Anna seketika mengalihkan pandangannya pada gadis itu,
"A.. Apa maksudmu??? Apa kau pikir aku akan melarikan diri seorang diri saja???" tanyanya tidak suka.
Erika kembali menatap ke segerombol orang-orang itu yang semakin dekat berjalan kearah mereka.
"Ayo Anna!! Kita tidak punya banyak waktu!!" ujarnya panik sambil mencoba membopong tubuh Anna.
"Kau harus kuat Anna!! Alex telah berada disini, kita tidak boleh sampai tertangkap lagi oleh mereka!! Aku tidak tau apa rencana Leonard, yang jelas, kita harus segera mencari pertolongan!!!" lanjutnya tidak sabaran.
DEG!!!
Seketika jantung Anna pun berdebar saat mendengar nama suaminya.
Jadi... Alex telah berada disini?? pikir Anna.
Entah mengapa sekarang hatinya merasa tidak enak. Anna merasa sesuatu yang buruk sedang terjadi pada suaminya.
Gadis itu pun menggeleng pelan dan mulai merasa sangat khawatir.
"Ayo Anna!!! Mereka semakin dekat!!!" gumam Erika tidak sabaran.
Namun Anna kembali menatap Erika dan melepaskan tangan wanita itu yang berada di tubuhnya. Anna menggenggam tangan Erika dengan mata yang berkaca-kaca penuh permohonan,
"E.. Erika... Pergilah!! Kau bisa tinggalkan aku disini" ujar Anna yakin.
"Kau gila!!! Apa kau pikir aku akan meninggalkanmu begitu saja??? Mereka bisa membunuhmu Anna!!!" ujarnya keras.
Namun Anna kembali menggeleng dan menatap Erika dengan serius,
"Tidak Erika!!! Sekarang yang bisa menolong kita adalah kau!!" ucapnya yakin.
Erika mengerutkan keningnya mendengar ucapan Anna dan kembali menggeleng,
"Tidak Anna!! Aku tidak akan meninggalkanmu!!" ujarnya menolak.
Anna menutup matanya dan kembali menatap Erika sambil memohon,
"Aku tidak bisa berlari lagi Erika... Jadi... aku mau kau segera pergi dari sini dan mencari pertolongan! Kau bisa memanggil polisi untuk menyelamatkan kita semua!!" ujarnya memohon.
Anna menunduk dan menggigit bibirnya untuk menahan tangis,
"Aku... Aku harus segera kembali ke gedung itu untuk bertemu Alex.. Firasatku... Firasatku tidak enak.." lanjutnya pelan.
Anna kembali mengangkat wajahnya dan menatap Erika penuh harap,
"Jadi.. Sekarang kau harus segera pergi dan mencari pertolongan!" ujarnya.
Erika yang mendengar ucapan Anna kembali menggeleng sambil menahan tangisnya,
"Tapi.. Tapi aku takut sesuatu yang buruk menimpamu juga... Kau tidak tau betapa kejam dan bejatnya Leonard itu Anna.." ucapnya tersedu.
Anna menyentuh bahu Erika dan tersenyum lembut padanya,
__ADS_1
"Aku berjanji.. Aku akan baik-baik saja.." ujarnya menenangkan.
"Yang aku minta sekarang adalah... Kau pergi dari sini dan carilah pertolongan.. Aku yakin kau bisa, Erika.. Kumohon.." lanjutnya memohon.
Erika pun menutup matanya kuat lalu menghembuskan nafasnya dengan pelan sambil menghapus air matanya,
"Baiklah... Aku berjanji, aku akan mendapatkan pertolongan.." ucapnya.
"Dan... Aku mau kau juga berjanji, untuk tetap baik-baik saja dan tetap hidup" lanjutnya menatap Anna dengan dalam.
Anna tersenyum pada Erika dan mengangguk pelan,
"Aku tidak tau apa aku bisa memenuhi janji itu, tapi... Aku akan berusaha" jawabnya.
SRET..
SRET..
Langkah kaki segerombolan anak buah Leonard semakin terdengar. Erika pun mengambil ancang-ancang untuk segera melarikan diri.
Salah satu anak buah Leonard kembali mengarahkan senternya pada tempat persembunyian Erika dan Anna.
Mereka pun semakin dekat dan salah satu dari mereka melihat kaki di balik pohon itu,
"ITU DIA!!!! Ada yang bersembunyi disana!!!!" teriaknya.
Dengan sigap mereka pun menghampiri tempat itu dan melihat Anna yang tak sadarkan diri sedang bersandar di pohon itu dengan tubuh pucat dan basah kuyupnya.
"INI DIA!!! AKU MENEMUKANNYA!!!" teriaknya.
Para anak buah Leonard pun menghampiri pohon itu dan memeriksa tubuh Anna,
"Apa dia sudah mati????" tanya salah satu dari mereka.
Terlihat satu pria lain memeriksa pergelangan tangan Anna dan mengecek nadinya,
"Tidak... Dia masih hidup!! Sepertinya dia tak sadarkan diri" ujarnya.
"Ayo cepat bawa dia ke markas!! Boss bilang kita harus membawanya hidup-hidup" lanjutnya.
Mereka pun mulai membopong tubuh Anna,
"Sebagian lagi tetaplah mencari Nona Erika!!! Boss juga meminta kita untuk menemukannya hidup-hidup!!" perintahnya pada yang lain.
Mereka pun mengangguk dan mulai membopong tubuh Anna kembali ke markas, dan sebagian lagi melanjutkan pencarian mereka untuk menemukan Erika.
Di balik semak-semak, Erika melihat kepergian Anna dengan mata yang berkaca-kaca. Sekarang, dia harus segera keluar dari hutan ini dan mencari pertolongan.
Erika pun mulai mengendap-endap dan berlari menjauhi anak buah Leonard yang berjalan ke depan.
Wanita itu harus menepati janjinya untuk mencari pertolongan. Dan, Erika juga berharap Anna menepati janjinya untuk tetap baik-baik saja dan hidup..
'Ya Tuhan kumohon.. Jagalah kami semua dari iblis itu!' doanya dalam hati.
Bersambung..
Hallo, tolong di bantu like, komen, vote dan hadiahnya ya ☺️
Huhu.. sedih ni pembaca makin hari makin kurang, mungkin karena author jarang up juga 🤧
Tapi buat yang udah baca jangan lupa tinggalin jejak ya, dan kasih hadiahnya buat author walaupun recehan 🥲
__ADS_1
Oh iya, novel kedua author yang judulnya Lelaki misterius (mysterious man) juga bakal author up lagi 😁 Tolong bantu dukungannya juga ya 🙏☺️
Terimakasih ❤️