Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Bangunlah...


__ADS_3

Disebuah ruangan serba putih, terlihat seorang wanita tengah duduk di kursi rodanya dengan air mata yang mengalir di hadapan seorang pria yang tengah terbaring tak sadarkan diri dengan alat medis di tubuhnya, serta oksigen di mulutnya.


Wanita itu menggenggam erat tangan sang pria dan mengecupnya pelan..


Sejak dari pertama ia diizinkan masuk ke ruangan ini, gadis itu hanya dapat menangis sambil menggenggam tangan pria di depannya.


Hanya ada suara bunyi detak jantung dari monitor yang terdengar memenuhi ruangan itu.


Anna menghapus air matanya pelan. Setelah ia puas menangis, Anna pun mengangkat wajahnya dan menatap Alex dengan lembut,


"Sayang... Ini aku..." bisik Anna bergetar sambil membawa tangan suaminya dan menempelkannya di pipi.


"Rasanya seperti sudah lamaaa sekali aku tidak melihatmu" ucapnya sedih.


Anna mengecup tangan Alex sambil menutup matanya,


"Aku merindukanmu..." bisiknya sedih.


"Aku sangat merindukanmu Alex..." lanjutnya tersedu.


Gadis itu menggenggam tangan Alex dan mengaitkan jari mereka berdua,


"Bangunlah.. Bangunlah sayang.." ucapnya lagi.


"Kau harus melihat anak-anak kita.. Mereka sangat lucu, cantik dan juga tampan.. Mereka kembar Alex.." ujarnya tersenyum haru.


Anna menatap wajah Alex yang tidak merespon apapun dengan sedih. Ia kembali tersedu dan menangis dalam diam..


Tangan mereka masih bertaut dan Anna pun menunduk sambil menangis sejadinya.


'Ya Tuhan.. Tolong sadarkanlah suamiku.. Berikanlah ia kekuatan untuk segera bangun kembali' doanya dalam hati.


Tiba-tiba pintu ruangan pun terbuka dan memperlihatkan seorang perawat yang masuk. Ia menatap Anna dan tersenyum pelan,


"Nona mohon maaf, waktu menjenguknya sudah habis. Tuan Alex sebentar lagi akan mendapatkan perawatan oleh Dokter" ucapnya.


Anna pun perlahan mengangkat wajahnya dan menghapus air matanya. Gadis itu kembali menatap wajah Alex yang masih belum sadarkan diri. Ia telah menghabiskan waktunya di ruangan ini dengan menangis..


"Cepat sadarlah sayang.. Aku menunggumu.." bisiknya menahan tangis.


Anna pun mengecup lembut kening suaminya cukup lama. Air matanya seketika kembali mengalir..


Dan..


Tanpa Anna sadari air matanya telah jatuh tepat di mata Alex.


Anna pun perlahan membuka matanya dan menjauh. Ia mengusap kembali wajah Alex dan mengecup pipinya berulang kali,


"Aku mencintaimu.." bisiknya dalam di telinga Alex.


Ia pun duduk kembali di kursi rodanya dan bersiap untuk keluar. Perawat itu pun dengan cepat meraih kursi roda Anna dan memutarnya untuk melangkah kearah pintu.


Namun, tanpa Anna sadari..


Tiba-tiba jari telunjuk Alex perlahan mulai bergerak dengan pelan. Matanya bergerak dalam tidurnya dan mencoba untuk terbuka..


"A........ An.... na..." bisiknya pelan.


Seketika Anna yang merasa seseorang tengah memanggil namanya langsung membalikkan tubuhnya dan menatap kearah Alex,


"Alex!!!!" ucap Anna terkejut.


Ia pun dengan cepat membalikkan kursi rodanya dan melajukannya kembali kearah ranjang Alex.


Perawat yang terkejut dengan tindakan Anna pun seketika mengikuti Anna,


"Nona!!!" ucapnya sedikit khawatir.


Anna kembali ke ranjang Alex dan melihat suaminya itu masih menutup matanya dan tidak ada perubahan,


"Alex!!! Alex!!" ucap Anna mencoba untuk membangunkan Alex.


Perawat yang melihat hal itu seketika mencoba menenangkan Anna,


"Nona ada apa??" tanyanya pelan.


Anna yang sudah berlinang air mata dengan cemas memeriksa tubuh Alex dan menatap wajahnya dengan yakin,


"Tadi aku mendengar suamiku menyebut namaku!!" ucapnya yakin sambil tersedu.

__ADS_1


Perawat itu mencoba memeriksa Alex dan tidak melihat ada pergerakkan apapun dari pria itu. Ia pun seketika menghela nafasnya pelan dan menyentuh pundak Anna dengan lembut,


"Suami anda masih belum sadarkan diri Nona.." ucapnya pelan.


Anna menggeleng cepat dan menatap perawat itu dengan yakin,


"Aku benar-benar mendengar suaranya suster!! Dia baru saja memanggil namaku!!" ucap Anna terisak.


Perawat itu hanya dapat menghela nafasnya dan kembali menenangkan Anna,


"Aku mengerti perasaanmu Nona.. Tapi, saat ini suami anda memang belum sadarkan diri.." ujarnya mencoba menerangkan pada Anna dengan lembut.


"Kita doakan saja semoga suami anda lekas pulih dan sadar" lanjutnya.


Anna pun menyentuh tangan Alex sambil menangis. Ia merasa yakin bahwa baru saja Alex tengah menyebut namanya. Tetapi... tetapi mengapa sekarang ia masih tertidur dan tak merespon apapun?? pikir Anna sedih.


"Tidak apa-apa Nona.. Semoga saja yang Nona dengar tadi itu benar, dan itu menjadi salah satu pertanda yang baik.. Kita doakan saja semoga suami Nona segera siuman" ucapnya lembut.


"Sekarang.. Mari saya antar Nona keluar" lanjutnya sambil memutar kursi roda Anna.


Anna pun menatap wajah Alex dengan penuh harapan. Semoga saja yang ia dengar tadi benar suara Alex dan bukan hanya perasaannya semata..


Perawat itu pun mendorong kursi roda Anna keluar ruangan...


Di luar terlihat William, Donna dan Jonas tengah menunggu.


CKLEK!!


Pintu pun terbuka, William dengan segera menghampiri Anna dan menyentuh rambutnya dengan lembut. Pria itu menatap mata sembab putrinya dan menghela nafasnya pelan,


"Jangan khawatirkan apapun.. Yakinlah bahwa Alex akan segera sadar" ucapnya menghibur.


"Kau juga sama.. Harus banyak istirahat agar semakin sehat dan kuat" lanjutnya.


Anna hanya menunduk pelan dan mengangguk sambil menahan tangisnya. Donna mendekati Anna dan memeluk gadis itu dengan lembut,


"Yang sabar sayang... Bibi yakin semua pasti akan baik-baik saja" ucapnya mencoba menghibur.


Setelah itu William pun berpamitan pada Donna dan Jonas untuk mengantar Anna kembali ke ruangannya. Donna dan Jonas harus berjaga di ruangan Alex, dan William yang akan menjaga Anna di ruangannya.


CKLEK!!


William membuka pintu ruangan Anna dan membawa putrinya itu kearah tempat tidur dan menidurkannya disana.


Anna pun mengangguk pelan dan menidurkan tubuhnya di atas tempat tidur. Gadis itu menutup matanya dan mencoba untuk tidur sambil menahan air matanya.


Dalam tidurnya, Anna terus berdoa dan berharap agar Alex bisa segera sadar dan sembuh. Tidak ada yang dia inginkan lagi selain kesembuhan bagi suami dan anak-anaknya.


'Ya Tuhan, kabulkanlah doaku...' doa Anna dalam hatinya.




Hari sudah menunjukkan pukul 7 malam..



William tengah menyuapi putrinya untuk makan malam dan meminum obatnya.



Anna dengan semangat menghabiskan makanannya dan langsung meminum obat setelahnya. Ia begitu tidak sabar untuk kembali ke ruangan Alex..



"Aku ingin ke ruangan Alex sekarang" ucap Anna pada William.



William yang tengah membereskan makanan dan obat Anna pun seketika tersenyum pelan dan mengangguk.



Tidak lama, Anna dan William pun akhirnya telah berada kembali di lantai tempat Alex di rawat. William membawa Anna ke ruangan Alex dan melihat Donna dan Jonas yang tersenyum lembut kearah mereka,



"Bagaimana kondisinya?? Apa yang dokter katakan??" tanya Anna khawatir pada Donna.

__ADS_1



Donna terdiam sejenak dan menghela nafasnya,



"Maaf Anna.. Dokter bilang, kondisinya tidak jauh berbeda seperti kemarin. Tidak ada perubahan.." ucapnya sedih.



Anna pun mencoba menahan tangisnya dan mengangguk pelan,



"Aku mau masuk" ucapnya pelan.



Donna pun mengangguk pelan pada Anna,



"Masuklah.. Aku sudah memberitahu dokter, dan dokter pun mengizinkanmu untuk masuk" ucapnya.



Anna pun mulai melangkah dan masuk ke dalam ruangan Alex. Ia menahan tangan ayahnya yang ingin mengantarnya ke dalam,



"Aku bisa melakukannya sendiri ayah.." ujarnya pelan.



William pun mengangguk dan membiarkan Anna untuk masuk seorang diri..



Setelah berada di dalam, Anna pun kembali menghampiri ranjang Alex dan menyentuh tangan pria itu dengan erat dan lembut,



"Selamat malam sayang.. Ini aku, aku kembali" ucap Anna sambil menahan tangisnya.



Ia merapihkan rambut Alex dan mengusapnya pelan,



"Sampai kapan kau akan tertidur seperti ini??" tanya Anna sedih.



"Aku merindukanmu... Sangat-sangat merindukanmu.." bisiknya dalam.



Bersambung..



Hallo jangan lupa dukung selalu cerita ini ya ☺️


Author minta banget dukungannya seperti vote, hadiah, apalagi like dan komentarnya.. Selalu bikin semangat 😁



Jangan lupa bantu dukung juga novel kedua author yang judulnya "Mysterious Man" Ya...


Please... 🥺🙏



Terimakasih banyak ❤️🙏



Oh iya, mungkin sepertinya cerita ini dalam on the way mau finish ya hehe, doakan author supaya lancar nulis ceritanya dengan happy ending 😁

__ADS_1



Author juga mau fokus dengan novel kedua author yang berjudul 'Mysterious Man' jangan lupa mampir dan dukung juga ya.. 🥰 🙏


__ADS_2