
William melangkahkan kakinya dengan gusar ke kiri dan ke kanan. Dia belum mendapatkan kabar apapun tentang keberadaan putrinya. William khawatir sesuatu yang buruk terjadi padanya. Apakah pria itu telah menemukan putrinya lebih dulu?? pikirnya gusar.
Tidak!! Itu tidak boleh terjadi!! Jika putrinya sudah berada di tangan pria itu, maka sedikit sulit bagi William untuk membawanya kembali.
Tok... Tok...
Terdengar suara ketukan pintu yang menghentikan langkah William.
"Masuk!!" ujarnya tidak sabaran.
Seorang pengawal masuk ke dalam ruangannya, lalu membungkuk memberi hormat. Wajahnya terlihat menunduk takut menghadapi William.
William memicingkan matanya curiga. Apakah pengawalnya akan memberikan informasi yang tidak memuaskan untuknya? geramnya dalam hati.
"Tu.. Tuan, maafkan kami. Kami belum bisa menemukan keberadaan Nona Anna" ujarnya.
William menatap tajam pada pengawalnya itu.
"Apakah pekerjaan seperti ini saja kalian tidak mampu untuk menyelesaikannya??? Pantas saja kalian semua tidak pernah berhasil untuk masuk ke rumah pria bernama Alex itu!!!!!" geram William marah.
Pengawal itu kembali menundukkan wajahnya,
"Ma.. Maaf Tuan, tetapi.. menurut informasi yang ku dapat sepertinya Nona Anna masih berada di wilayah kediaman pria itu!" ujar pengawal itu takut.
BRAK!!!!!
William menggebrak meja kerjanya kuat. Sial!!! Ternyata putrinya masih berada di tangan pria itu!!! William harus memikirkan cara untuk membawa Anna kembali.
Tok.. Tok...
Terdengar suara pintu kembali terketuk. Salah seorang penjaga lain masuk ke dalam dan memberi hormat pada William.
"Tuan, Ada seorang tamu yang datang ingin bertemu dengan Tuan William" ujarnya.
William mengernyitkan dahinya, siapa yang datang malam-malam begini untuk bertemu dengan dirinya?? pikir William penasaran.
William pun akhirnya berjalan keluar untuk melihat siapa orang yang sudah mengganggunya malam-malam begini.
Setelah sampai di lantai bawah, William melihat seorang pria yang tengah melihat-lihat ke sekeliling rumahnya sambil berjalan santai. Siapa pria ini??? pikir William.
"Siapa kau!!!" ujar William sedikit kesal.
Pria itu pun membalikkan badannya lalu tersenyum memandang William.
"Halo paman! Sudah lama sekali tidak bertemu!" ujarnya senang.
William memicingkan matanya, paman??? siapa pria ini sebenarnya?? pikir William penasaran.
Pria itu pun mendekat ke arah William,
"Ini aku paman, Daniel McCartney, anak dari Austin McCartney! Teman paman dulu!!" ujarnya tersenyum.
__ADS_1
William terlihat berpikir keras mengingat nama itu yang tidak asing baginya. Austin???
William membelalakkan matanya saat sudah berhasil mengingat orang itu. Austin!!!
Dia adalah sahabat William saat masih tinggal di panti asuhan dulu. Mereka tinggal di panti asuhan yang sama, tumbuh bersama dan mereka juga sama-sama berjuang untuk meraih cita-cita menjadi orang yang sukses.
"Oh!! Kau anak dari Austin dan Bella?? Si kecil Daniel yang cengeng itu!!" ujar William terkejut.
Daniel yang awalnya tersenyum tiba-tiba cemberut mendengar kata 'cengeng' keluar dari mulut William.
"Ohh ayolah paman itu hanya masa lalu!!! Aku tidak se cengeng itu!!" ujar Daniel kesal.
"Hahaha!! Tidak ku sangka kau sudah menjadi pria dewasa yang tampan!!" ujar William memeluk Daniel.
Daniel membalas pelukan William lalu tersenyum senang.
"Bagaimana kabar paman??" tanya Daniel.
"Aku baik-baik saja, kau tidak lihat!! Aku masih sangat sehat dan bertenaga!!" ujar William tersenyum.
Daniel pun balas tersenyum pada William,
"Syukurlah! Oh iya paman, aku juga turut berduka cita atas meninggalnya bibi beberapa tahun lalu" ujarnya Daniel sedih.
William menundukkan wajahnya sekejap, lalu tersenyum kembali pada Daniel.
"Terimakasih" ujar William pelan.
"Mereka baik-baik saja! Ada beberapa pekerjaan disana yang harus di urus oleh ayah, jadi dia tidak ikut denganku kemari. Mereka menitipkan salam untuk paman dan juga beberapa oleh-oleh" jawab Daniel.
Tiba-tiba Daniel menggaruk lehernya sedikit gugup menatap William.
"Emmm... Oh iya, dimana Anna?" ujar Daniel sedikit malu.
William yang semula tersenyum tiba-tiba terdiam mendengar pertanyaan Daniel.
Daniel memperhatikan perubahan ekspresi William yang begitu tiba-tiba.
"Ada apa paman? Paman baik-baik saja?" ujar Daniel cemas.
William tersenyum pada Daniel,
"Aku baik-baik saja" ujarnya.
"Soal Anna... Dia tidak ada disini" lanjutnya.
Daniel mengernyitkan keningnya tidak mengerti,
"Tidak ada disini? Lalu Anna sekarang ada dimana?" tanya Daniel penasaran.
William terdiam sesaat memikirkan sesuatu. Apakah dia harus memberitahu pria ini apa yang sebenarnya terjadi? Siapa tau pria ini bisa menolongnya untuk membawa Anna kembali..
__ADS_1
"Ada yang ingin ku ceritakan padamu! Duduklah!!" ujar William.
-
Setelah mendengar cerita dari William tentang apa yang sebenarnya terjadi. Daniel seketika menggertakan giginya kuat tidak percaya. Emosinya membuncah mendengar wanita yang dia cintai sedang berada di tangan seorang pria kejam yang menyanderanya hanya untuk membalaskan dendamnya.
Daniel mengepalkan tangannya kuat. Dia membayangkan hal buruk apa yang telah di lakukan pria kejam itu pada Anna nya. Tidak!! Dia harus membebaskan Anna dari sana!!
William meletakkan sebuah majalah yang memperlihatkan foto-foto Alex dan Anna saat di pesta waktu itu. Beberapa foto bahkan foto saat mereka sedang berciuman terpampang disana.
Daniel mengepalkan kuat tangannya. Emosinya benar-benar sudah tidak bisa dia tahan lagi. Pria bajingan ini!!! Dia pasti telah mempermainkan Anna dan memanfaatkannya. Sial!!! Dia harus segera memberi perhitungan padanya.
"Pria itu bernama Alex! Dia adalah keturunan dari keluarga Wijaya. Salah satu pengusaha muda yang sangat berpengaruh di negara ini! Tidak mudah untuk mengalahkannya" ujar William pada Daniel.
Daniel tersenyum sinis,
"Aku tidak peduli dengan itu semua!! Yang jelas aku akan melakukan apapun untuk membawa Anna kembali!!" ujar Daniel yakin.
William menatap kesungguhan dari tatapan Daniel. Pria ini sepertinya benar-benar mempunyai perasaan yang tulus pada putrinya.
Saat Daniel masih kecil dulu dia beberapa kali berkunjung ke rumahnya bersama dengan Austin dan istrinya.
Saat itu Daniel kecil yang periang selalu menghampiri Anna yang pendiam dan terlihat acuh padanya.
Saat itu Daniel kecil terjatuh dan membuat kakinya terluka cukup parah, dia menangis terus-menerus sampai orang tuannya menyerah menenangkannya. Anna yang merasa terganggu dengan suara rengekan Daniel, akhirnya menghampirinya dan memarahinya. Seketika Daniel terdiam menatap Anna yang tiba-tiba menjadi cerewet. Entah mengapa melihat Anna yang seperti itu membuatnya terpesona dengan kecantikan Anna.
Saat itulah Daniel kecil mulai menyukai Anna dan selalu memaksa ayahnya untuk berkunjung ke rumah William hanya untuk bertemu dengan Anna.
Anna yang mulai terbiasa dengan kehadiran Daniel pun akhirnya tidak bersikap dingin lagi dan mulai terbuka pada Daniel.
Sampai suatu hari Daniel harus pindah dengan kedua orang tuannya ke luar negri. Dia sangat sedih dan terpukul harus berpisah dengan Anna begitupun dengan Anna yang sangat sedih karena harus kehilangan teman satu-satunya itu.
Daniel kecil, memberikan sebuah gelang pada Anna untuk kenang-kenangan dan memeluknya seraya berkata,
"Tunggulah aku! Aku pasti akan menikahi mu setelah aku kembali!! ujar Daniel kecil.
William dan Austin sempat tertawa mendengar perkataan seorang Daniel yang masih kecil saat itu. Namun, setelah itu Daniel kecil menghampiri William dan berkata,
"Paman!!! jangan biarkan pria manapun mendekati Anna. Yang boleh menjadi suami dan menantu mu adalah aku!! Janji" ujar Daniel serius sambil memberikan jari kelingkingnya pada William.
William pun tersenyum mendengar perkataan Daniel dan menyambut jari kelingking Daniel.
"Baiklah, paman janji!" ujar William.
Ternyata ucapan pria ini bukan hanya sebuah lelucon atau omongan kosong seorang anak kecil saja. Tetapi pria ini benar-benar serius dengan perkataanya.
Dan William pun harus menepati janjinya pada pria ini!!
Bersambung...
Support selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like dan komen yang banyak 🤗
__ADS_1
Rekomendasikan dan share juga ya ke teman-teman yang lain, terimakasih ❤️🙏