
"Oh halo, aku Brian, teman sekolah Anna dulu. Apa.. kau kakaknya Anna atau pamannya?" ujar Brian polos.
Seketika Anna menganga mendengar ucapan Brian. Dia menatap Alex yang terlihat jelas sedang menahan amarahnya.
'Ya ampun pria ini benar-benar cari mati' ujar Anna dalam hatinya..
Alex mengepalkan tangannya kuat lalu berdiri menatap Brian dengan mata tajamnya yang siap membunuh pria di depannya ini.
Anna yang panik pun ikut berdiri dan menggenggam tangan Alex.
"Oh.. Ka.. Kak Brian, perkenalkan dia adalah kakak sepupuku, namanya Alex" ujar Anna mencoba menahan kemarahan Alex.
Namun sepertinya perkataan Anna barusan membuat Alex semakin marah. Alex menatap Anna dengan tajam, ada kekecewaan yang terlihat dari matanya.
"Ah.. Halo Kak Alex, senang bertemu denganmu!" ujar Brian tersenyum.
Ternyata pria ini hanya kakak sepupunya. Brian menghembuskan nafas lega. Setidaknya dia masih punya kesempatan.
Dengan cepat Alex menarik tangannya yang di genggam oleh Anna sebelumnya.
Anna menatap Alex yang terlihat marah padanya. Apakah dia salah bicara barusan? pikir Anna.
"Oh iya Anna, dua minggu lagi ada acara reuni angkatan ku dan angkatan mu di sekolah kita. Apa kau akan hadir?" tanya Brian penuh harap.
"Dia tidak akan datang!!!" ujar Alex tajam.
Brian menatap Alex dengan pandangan anehnya. Mengapa dia yang menjawab pertanyaannya untuk Anna. Ada sedikit kecurigaan di mata Brian. Sepertinya kakak sepupu Anna ini tidak menyukainya.
"I.. Iya, sepertinya aku tidak bisa hadir.. Ada urusan keluarga" ujar Anna gugup.
Brian terlihat kecewa mendengar perkataan Anna,
"Begitu ya.." ujarnya kecewa.
"Apa kau sudah selesai???" geram Alex menatap tajam Brian.
Brian terlihat sedikit kikuk menatap Alex yang sedang menatapnya dengan sangat tajam. Jika mata itu adalah sebuah pedang, maka pedang itu sudah pasti akan langsung membunuhnya.
"Ah... I.. Iya maaf" ujar Brian lalu kembali menatap Anna.
"Oh iya Anna, apa aku boleh meminta nomor handphonemu? Siapa tau ada informasi yang bisa aku beritahu padamu" ujar Brian gugup.
Alex menatap Brian sambil menggertakkan giginya kuat. Kepalan tangannya yang kuat sudah siap untuk memukul habis wajah pria ingusan di depannya ini.
"A.. Aku tidak punya handphone.." ujar Anna yang panik menatap wajah Alex yang sepertinya tidak bisa lagi mengontrol emosinya.
"Maksudku, handphone ku rusak dan aku tidak memakai handphone saat ini" ujar Anna cepat.
Brian terlihat kecewa mendengar ucapan Anna,
"Oh.. Baiklah" ujarnya pelan.
__ADS_1
"Apa kau bisa pergi sekarang??" tanya Alex tajam.
Brian menatap Alex dengan gugup lalu menganggukkan kepalanya.
"Ba.. Baiklah, maaf menganggu. Aku pergi dulu" ujarnya menatap Anna lalu tersenyum dan melangkah pergi.
"Ayo kita pulang!!!" ujar Alex melemparkan beberapa lembar uang di meja, lalu menarik tangan Anna.
"Ta.. Tapi makanannya.." ujar Anna pasrah saat Alex terus menariknya.
Alex melajukan mobilnya dengan cepat. Gara-gara kejadian tadi mood nya yang baik hilang seketika. Apalagi saat Anna menyebutnya sebagai kakak sepupunya. Entah mengapa Alex tidak terima dengan sebutan itu.
Anna menatap ke luar jendela dengan sebal. Lalu melirik Alex sekilas. Ada apa dengan pria ini? Hanya karena hal sepele seperti tadi saja dia sangat marah..
Anna menghembuskan nafasnya kecewa. Padahal dia sangat ingin makan makanan tadi. Tapi pria ini tiba-tiba saja menariknya untuk pulang.
Alex mengendarai mobilnya dengan cepat. Anna hanya bisa pasrah dan menutup matanya selama perjalanan.
Mobil Alex memasuki halaman rumah. Seorang penjaga hendak menghampiri untuk membukakan pintu. Namun Alex terlihat lebih dulu membuka pintunya dan menatap penjaga itu dengan tajam.
"Mengapa kau begitu lamban!!!" ujar Alex tajam menatap penjaga malang itu.
Penjaga itu seketika menundukkan wajahnya takut melihat wajah Alex yang terlihat dalam suasana hati yang buruk.
"Ma.. Maaf Tuan" ujarnya takut.
Alex tidak memperdulikan perkataan penjaga itu, lalu melangkah masuk.
Anna dengan cepat menyusul langkah Alex. Jika pria itu masih marah Anna takut dia akan berbuat hal yang mengerikan.
"Tunggu!!" ujar Anna saat berhasil menyusul langkah Alex yang sudah berada di lantai 2.
"Sebenarnya ada apa denganmu??" tanya Anna kesal.
"Bukankah kau yang mengajakku untuk makan di luar tadi? Lalu kenapa tiba-tiba kau malah membawaku kembali pulang??" ujar Anna.
Alex menatap Anna dengan tatapan tajamnya,
"Kau pikir saja sendiri!!" ujar Alex dingin.
Alex melewati Anna lalu membuka pintu ruang pribadinya dan masuk.
Anna menganga mendengar perkataan Alex. Sikap pria itu jika seperti ini benar-benar terlihat kekanakan.
Anna pun menyusul Alex masuk ke dalam ruangan pribadinya.
Alex membuka jas nya kasar dan melemparnya ke sembarang arah. Anna yang menatap hal itu hanya bisa menggeleng melihatnya.
Tetapi melihat Alex yang seperti ini terlihat sedikit menggemaskan menurut Anna. Dia terlihat seperti anak kecil yang sedang merajuk.
"Apakah kau marah karena kejadian di restoran tadi?" tanya Anna.
__ADS_1
Alex mengacuhkan pertanyaan Anna dan masih fokus membuka kancing kemejanya.
"Memangnya apa yang salah? Dia hanya kakak kelasku dulu" ujar Anna.
Alex seketika membalikkan badannya menatap Anna.
"Hanya kakak kelas??" ujar Alex tajam sambil melangkah mendekati Anna.
"Ya, Kau berpikir seperti itu.. tapi apa kau pikir pria ingusan tadi juga hanya mengganggap mu sebagai adik kelasnya saja??" geram Alex.
Anna perlahan mundur menjauhi Alex yang melangkah semakin dekat padanya.
Langkah Anna terhenti saat punggungnya menabrak tembok di belakangnya. Alex mendekatkan tubuhnya pada Anna. Mengunci tubuh Anna disana dengan tangannya.
"Apa kau pikir aku tidak bisa melihat dengan jelas, bahwa pria sialan tadi menatapmu dengan tatapan yang berbeda!!" ujar Alex menatap mata Anna intens.
Anna menatap mata Alex dengan gugup. Pria ini terlalu dekat dengannya.
"A.. Apanya yang berbeda??" ujar Anna.
Alex menatap Anna sambil menggertakkan giginya kuat,
"Pria itu terlihat jelas menyukaimu, apa kau tidak sadar??" geram Alex.
Anna menatap Alex bingung. Darimana pria ini tau?
Oh, Jadi hanya karena hal sepele seperti ini saja pria di depannya ini langsung marah?? pikir Anna.
"Lalu memangnya kenapa? Apa yang salah dengan itu??" ujar Anna tidak mengerti.
Alex mengepalkan tangannya kuat mendengar ucapan Anna.
"Kau bilang apa yang salah???" ujar Alex geram.
Anna menatap Alex yang sepertinya semakin emosi karena ucapannya.
"Memangnya kenapa? Apa kau cemburu??" tanya Anna tak habis pikir.
Alex mengepalkan tangannya kuat dan menatap Anna dengan intens dan dalam.
"Ya! Aku cemburu!!" ujar Alex tajam.
Anna menghela nafasnya sesaat. Jadi pria ini cemburu dengan Kak Brian? Sungguh kekanakan, pikir Anna..
Bersambung...
Halo, support terus cerita ini ya, kasih komen dan like nya 🤗
Mohon maaf episode kali ini cukup pendek, karena ada beberapa pekerjaan lain yang harus di lakukan hehe harap maklum, setidaknya bisa setor hari ini hehe..
Semoga aja nanti malem aku bisa update lagi kalau ada waktu senggang 🙏
__ADS_1
Terimakasih yang udah setia baca cerita ini, semoga ngak mengecewakan ya ☺️❤️