
Harry pun membuka pintu dan membungkukkan badannya pelan,
"Ma.. Maaf Tuan, di luar ada Nona Miranda. Dia bilang, dia ingin bertemu dengan anda" ujar Harry.
Alex memicingkan matanya tidak suka dan mendengus kesal,
"Siapa dia??? Katakan padanya aku tidak ingin bertemu dengan siapapun hari ini!!!!" kesal Alex.
Harry pun menggaruk tengkuknya dan berdehem pelan,
"Ta.. tapi Tuan, dia investor baru kita kemarin. Dia Nona dari perusahaan Fieldbezz itu. Yang menginvestasi 20 persen.." ujar Harry menerangkan.
Alex kembali memicingkan matanya dan menatap Harry dengan tajam,
"Lalu???" tanya Alex kesal.
Harry kembali berdehem pelan mencoba untuk menjelaskannya lagi pada Boss nya itu. Pria itu terlihat sedikit memandang pada Anna untuk meminta pertolongan.
"No... Nona Miranda bilang dia hanya ingin bertemu sebentar dan ingin memberikan undangan langsung .pada Tuan" ujarnya.
Alex hendak kembali menolak namun dengan cepat Anna menyentuh tangannya dengan lembut,
"Tidak apa-apa Alex... Mungkin ada sesuatu hal yang penting." ujar Anna menenangkan.
Alex menatap istrinya dengan pasrah dan menghela nafasnya pelan. Pria itu tidak bisa menolak ucapan istrinya.
"Baiklah, suruh dia masuk. Dan katakan padanya aku tidak punya banyak waktu!" ujar Alex tegas.
Harry pun mengangguk pelan dan kembali keluar untuk memanggil Miranda masuk.
Alex menarik tubuh Anna dan membawanya kembali ke pangkuannya.
"Padahal aku ingin melanjutkannya" ujar Alex manja pada Anna.
Anna pun tersenyum pelan dan menyentuh pipi suaminya dengan lembut,
"Ada tamu yang ingin bertemu denganmu... Lagipula ini di kantor, kau harus melaksanakan tugasmu" ujar Anna menjelaskan.
Alex pun menyentuh pipi Anna dan mengecup bibirnya sekilas,
"Sudah Alex... Sebentar lagi tamumu akan masuk" ujar Anna hendak berdiri dari pangkuan Alex.
Namun Alex menahannya dan terus mengecup bibir dan leher istrinya dengan gemas,
"Tidak mau" ujar Alex sambil tertawa menggoda.
Anna yang kegelian pun tertawa pelan sambil mencoba melepaskan dirinya dari pangkuan Alex.
"Alex.. geli haha.." ujar Anna memohon.
Tok..
Tok..
Pintu kembali terketuk membuat Anna dengan cepat bangkit dari pangkuan suaminya. Alex mendengus kembali dan menatap pintu dengan malas.
"Masuk!!" ujarnya keras.
Pintu pun terbuka memperlihatkan seorang wanita dengan pakaian modisnya dan tersenyum manis pada kearah Alex.
Namun seketika senyumannya hilang saat wanita itu melihat keberadaan Anna yang berdiri di samping Alex.
__ADS_1
Anna menatap Miranda dan tersenyum ramah padanya. Diam-diam Miranda mengepalkan tangannya kuat dan membalas senyuman Anna dengan terpaksa.
"Selamat pagi.. Tuan Alex dan...." ujar Miranda terpotong sambil menatap Anna dengan tatapan kesalnya yang tertahan.
Alex menggenggam tangan Anna dan menatap Miranda dengan malas,
"Dia istriku!" ujar Alex tegas.
Miranda pun semakin mengepalkan tangannya dan tersenyum pada Alex,
"Istri??? Ohh... Jadi ini istri dari Tuan Alex itu.." ujar Miranda dengan nada sedikit mencemooh.
Anna tersenyum pada Miranda dan mengangguk pelan. Miranda pun menggertakkan giginya dan dengan cepat memasang wajah palsunya. Wanita itu tersenyum ramah dan menghampiri meja Alex.
"Ohhh... Ya ampun, senang sekali aku bisa bertemu dengan istri Tuan Alex!! Kau sangat cantik seperti yang di bicarakan orang-orang" ujarnya tersenyum palsu.
Anna terlihat salah tingkah dan memaksakan senyumnya,
"Ahh.. anda terlalu berlebihan" ujar Anna pelan.
Alex menatap tajam pada Miranda dan berdehem keras,
"Ekhem!! Jadi... Apa yang mengantar anda kemari pagi ini?? Aku rasa pemilik perusahaan Fieldbezz sangat sibuk, tapi tidak ku sangka pagi ini anda mau repot-repot membuang waktu datang ke perusahaan ini" ujar Alex sinis.
Miranda seketika terdiam mendengar ucapan tajam Alex. Anna yang menyadari hal itu dengan segera menatap Alex dengan kesal dan menyentuh bahunya pelan,
"Sayang.. Mungkin ada sesuatu hal yang penting sampai Nona Miranda harus datang sendiri kemari" ujar Anna menegur Alex.
Miranda yang mendengar ucapan Anna seketika semakin mengeratkan kepalan di tangannya.
'Dasar ****** sialan!!!' kesalnya dalam hati.
"Iya, aku sebenarnya ingin memberikan undangan ini secara langsung" ujar Miranda sambil memberikan sebuah undangan pada Alex.
Alex dengan malas mengambil undangan itu dan membacanya sekilas,
"Besok lusa adalah hari pertama pembukaan bisnis kecantikanku. Kuharap Tuan Alex dan istri bisa hadir disana" ujarnya mencoba seramah mungkin.
"Lagipula... perusahaanku dan perusahaan ini baru menjalin kerjasama. Jadi... Kuharap kita bisa menjadi lebih dekat untuk ke depannya" ujar Miranda menerangkan.
Anna tersenyum pada Miranda dan mengangguk pelan,
"Terimakasih, kami pasti akan datang.. Iyakan sayang??" tanya Anna sambil menyentuh bahu suaminya itu.
Alex terlihat tersenyum penuh arti pada Anna dan mengangguk pelan,
"Iya.. Terimakasih undangannya" ujar Alex singkat.
Miranda merasakan sakit di hatinya saat melihat pria itu tersenyum penuh arti sambil menatap dalam pada gadis di sebelahnya. Dia merasakan kecemburuan yang sangat dalam. Seharusnya dirinya yang berada di samping pria itu!!! jerit Miranda dalam hatinya.
"Baiklah... Kalau begitu... Aku permisi" ujar Miranda cepat.
Dia tidak sanggup melihat pemandangan yang menyakitkan itu lagi. Miranda pun membungkuk sekilas dan meninggalkan ruangan Alex dengan cepat.
Setelah Miranda keluar, dengan cepat Alex menarik tubuh istrinya ke dalam pangkuannya. Anna yang sedikit terkejut pun menyentuh dada Alex dan menatapnya,
"Alex.. Kau tidak boleh seperti itu, wanita tadi telah menyempatkan untuk datang kemari, setidaknya kau harus sedikit ramah padanya" ujar Anna polos.
Alex terlihat menatap dalam pada Anna dan tersenyum padanya,
"Sayang... Panggil aku sayang seperti tadi..." ujar Alex serius.
__ADS_1
Anna pun menatap wajah Alex dan seketika pipinya sedikit merona. Benar, tanpa di sadari di depan wanita tadi Anna memanggil Alex dengan sebutan sayang,
"Mulai sekarang... Jangan panggil namaku... panggil aku sayang..." lanjut Alex dalam.
Anna pun menatap wajah Alex dan menyentuh pipinya dengan lembut. Gadis itu mengecup pipi Alex sekilas,
CUP!!!
"Baiklah... sayang...." bisik Anna memberanikan diri.
Seketika mata Alex pun berkilat bahagia dan penuh gairah. Pria itu dengan cepat menggendong tubuh istrinya ke sudut ruangan sambil ******* bibirnya berkali-kali,
"Sekarang... Kita lanjutkan kegiatan kita yang tertunda tadi, sayang...." bisik Alex intens.
Pria itu pun membuka pintu disudut ruangan dan menguncinya. Dia merebahkan tubuh istrinya di atas tempat tidur dan membuka kemejanya dengan tidak sabaran,
"Aku mencintaimu...." bisiknya di telinga Anna intens.
Lalu pria itu pun mulai mencium seluruh tubuh istrinya dan membuka pakaiannya secara perlahan. Menutup tubuh keduanya dengan selimut dan mulai melakukan rutinitas favoritnya bersama sang istri di kamar pribadi di dalam ruang kerjanya.
-
Miranda melajukan mobilnya dengan cepat ke halaman rumah. Wanita itu membuka pintu mobil dengan kasar dan membantingnya kuat,
BRAK!!!
Para pelayan yang melihat hal itu dengan segera berpura-pura tidak melihat dan menyibukkan diri mereka dengan pekerjaan mereka.
"Kenapa lagi dia???" bisik pelayan yang satu pada yang lain.
Pelayan yang lain pun mengangkat bahu mereka dan menggeleng pelan,
"Sepertinya suasana hatinya sedang buruk. Ahh!! Aku jamin dia pasti akan menghancurkan isi kamarnya" ujarnya ngeri.
PRANG!!!
PRANG!!!
BRAK!!!
Terdengar suara lemparan barang dari sebuah ruangan. Miranda mengambil benda apa saja dan melemparnya ke atas lantai.
"ARGHHHHH!!!!!!" teriaknya.
"BANJINGAN!!! ****** BRENGSEK!!!!" teriaknya lagi.
PRANG!!!
Miranda mengacak rambutnya dan terduduk di atas lantai dengan tersedu.
"****** sialan!!!! Lihat saja, aku akan menghabisimu!!!!!!" ujarnya geram.
"Tunggu dan lihat apa yang akan aku lakukan padamu!!!!!!!" teriaknya lagi.
Bersambung...
Halo, dukung terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya ☺️😘
Terimakasih..
Love you full ❤️❤️❤️
__ADS_1