
-
-
Anna menatap bingung wanita di depannya. Kenapa wanita ini berpikir dia adalah wanita bayaran? Apa dia terlihat seperti wanita murahan yang dapat di beli seenaknya?
Anna menatap tidak suka pada wanita itu..
"Maaf, aku tidak mengerti maksud dari ucapan mu?" tanya Anna mencoba menahan kekesalannya.
Wanita itu mendelik meremehkan ucapan Anna,
"Sudahlah tidak usah berpura-pura bodoh. Aku tau seperti apa Alex.. Tidak mungkin dia mempunyai kekasih sungguhan" ujar wanita itu sinis.
Wanita itu mendekati Anna dan berbisik di telinganya,
"Ku peringatkan kau!! Jangan terlalu berbangga diri" bisik nya.
Anna terdiam menanggapi ucapan wanita itu,
'Ada apa dengan wanita ini? Apa dia cemburu?' ujar Anna dalam hati.
Tiba-tiba Anna melihat Alex datang dari arah belakang wanita itu dan menghampiri mereka.
"Ada apa ini?" ujar Alex dingin.
Wanita itu terlihat terkejut dan membalikkan badannya kearah Alex,
"Ah.. I.. Itu.. Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin menyapa dan berkenalan dengannya" jawab wanita itu gugup.
"Oh ya.. Perkenalkan namaku Gracia Welles Wong" ujarnya dengan senyuman terpaksa.
"Anna Elizabeth Pratama" ujar Anna singkat.
"Oh iya Alex.. Ku kira kau tidak akan hadir di acara malam ini" ucap Gracia tersenyum menatap Alex.
"Memangnya kenapa? Aku datang atau tidak itu bukan urusanmu" jawab Alex acuh tanpa menatap Gracia.
Gracia hanya tersenyum menanggapi jawaban ketus Alex, ' Sial.. Dia begitu acuh padaku' gerutu Gracia dalam hati.
Kemudian Alex melewati Gracia dan menghampiri Anna.
Lalu mengulurkan tangannya..
"Maukah kau berdansa denganku?" ujar Alex pada Anna.
Gracia membelalakkan matanya mendengar perkataan Alex. Begitu pun dengan Anna, dia menatap Alex curiga.
Alex tersenyum pada Anna..
Anna mengartikan senyuman itu sama dengan sebuah perintah yang harus di turuti.
Dengan enggan Anna menyambut uluran tangan Alex dan berjalan bersama ke tengah ruangan yang di penuhi dengan pasangan yang sedang berdansa.
"Sialan!! Apa dia tadi tersenyum pada gadis itu?" kesal Gracia tak terima, lalu pergi enggan untuk melihat pasangan itu.
Alex merangkul pinggang Anna dengan satu tangannya, dan tangan yang lain menggenggam tangan Anna bersiap untuk berdansa. Tangan Anna kaku menyentuh dada Alex.
Alex menuntun tubuh Anna untuk mengikuti gerakannya..
__ADS_1
Beberapa kali Anna tersandung dan dengan sengaja menginjak kaki Alex. Alex terlihat kesal dan menatap tajam padanya. Anna berpura-pura tidak bisa berdansa untuk membuat Alex kesal..
Sebenarnya Anna lumayan lihai berdansa. Dia sering menonton film-film dongeng romantis dan mempelajari beberapa gerakan dansa.
Anna hanya ingin membuat Alex kesal dan berhenti berdansa dengannya.
Namun saat Anna berpura-pura untuk menyandung kakinya lagi, Alex memutar tubuh Anna, membuatnya hampir terjatuh, namun Alex menahan pinggangnya..
Membuat gerakan itu menjadi pose gerakan dansa yang sempurna..
Orang-orang bertepuk tangan takjub melihat Alex dan Anna. Mereka terlihat seperti pasangan dansa yang serasi.
Alex menarik pinggang Anna untuk berdiri dan berhadapan dengannya. Senyuman licik Alex terpampang di wajahnya.
Anna yang sempat syok menatap Alex kesal.
Mereka kembali berdansa berhadapan..
"Apa yang kau rencanakan?" ujar Anna menatap tajam Alex dengan suara kecilnya. Dia takut orang-orang akan mendengar percakapan mereka.
Alex menyeringai mendengar pertanyaan Anna,
"Sepertinya kau sangat penasaran" ujar Alex mencemooh.
Alex mendekatkan bibirnya pada telinga Anna. Orang-orang yang melihat posisi mereka saat ini akan mengira mereka sedang berpelukan sambil berdansa pelan.
Namun sesungguhnya ada kobaran api kebencian disana..
"Bagaimana jika ayahmu melihat kita.. dan mengira putrinya ini menjadi kekasih dari musuh besarnya? Bukankah itu sangat menarik?" bisik Alex dengan seringai liciknya.
Anna membelalakkan matanya mendengar perkataan Alex. Jadi itu rencananya? pikir Anna.
Anna tersenyum meremehkan, lalu mengangkat tangannya merangkul leher Alex dan mendekatkan bibirnya pada telinga Alex.
"Itu tidak akan mempan untuknya.. Dia tidak akan peduli dengan hal ini" tutur Anna.
Anna yakin ayahnya itu tidak akan peduli padanya..
Buktinya dia meninggalkan Anna untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Bahkan tidak mencarinya sampai saat ini. Jadi Anna berpikir rencana Alex akan sia-sia.
Alex menyeringai mendengar ucapan Anna,
"Benarkah? Apa kau berpikir ayahmu itu tidak mencari mu selama ini?" ujar Alex.
Anna terdiam mendengar ucapan Alex. 'Apa maksud pria ini?' pikirnya.
"Kau tau.. Beberapa kali suruhan ayahmu berusaha untuk masuk ke pintu gerbang di dekat hutan. Namun sayangnya, anak buah ayahmu itu tidak pernah berhasil masuk dan berakhir mati di tangan orang-orang ku" tutur Alex dengan seringai meremehkan.
Anna membelalakkan matanya. Jadi.. selama ini ayahnya mencarinya dan mencoba untuk menyelamatkannya??
Anna menarik wajahnya dan menatap Alex,
"Kau berbohong!!" ujar Anna menatap Alex tajam.
"Aku tidak peduli kau percaya atau tidak" jawab Alex acuh.
Anna mencoba menarik tubuhnya dari pelukan Alex,
"Lepaskan aku!!!" teriak Anna.
__ADS_1
Karena teriakannya, orang-orang menatap kearah Alex dan Anna dengan tatapan bingung.
Alex menatap tajam pada Anna dan mempererat pelukannya.
"Jangan mencoba untuk melawanku!" bisik Alex.
Lalu dengan cepat Alex mencium bibir Anna di hadapan banyak orang yang melihat kearah mereka.
Orang-orang yang melihat mereka terkejut dan bertepuk tangan, berpikir adegan itu adalah adegan yang sangat romantis yang di lakukan seorang Alexander Wijaya pada kekasihnya.
Mereka tidak menyangka ternyata selama ini seorang Alex yang dingin dan tidak pernah terlihat berkencan dengan siapapun, memiliki seorang kekasih yang sangat dicintainya. Bahkan dia menciumnya di hadapan semua orang..
Para wartawan berbondong-bondong memotret adegan langka itu. Mereka kegirangan karena mendapatkan berita utama yang panas malam ini.
Dari kejauhan Roy terkejut melihat aksi Alex itu. Dengan cepat dia mengeluarkan handphonenya dan memotret adegan itu..
"Wow!! Selama hidupku aku belum pernah melihat seorang Alex mencium wanita.. ini harus di abadikan haha!! Walaupun aku tau itu termasuk dari rencananya, namun kita lihat saja, apakah dia bisa terjerat dalam rencananya sendiri.." ujar Roy tersenyum penuh arti.
Gracia menatap pemandangan itu dengan murka. Sial.. Apakah gadis itu benar-benar kekasih sungguhan Alex? Mengapa Alex menciumnya di depan umum? kesalnya tidak terima!
Dia akan mencari tau siapa wanita itu sebenarnya dan apa hubungan nya dengan Alex..
Anna yang terkejut mencoba mendorong Alex sekuat tenaga namun tidak berhasil. Pria brengsek ini pasti melakukannya dengan sengaja!!
Alex melepaskan ciumannya pada Anna dan tersenyum puas. Anna menarik nafasnya dan menatap kesal pada Alex,
Sial!!
Tiba-tiba Mr.Holland menghampiri mereka dengan senyuman merekah di wajahnya.
"Bravo Mr.Alex!! You are so romantic haha.. aku suka itu" ujar Mr.Holland dengan bangga.
Anna hanya diam menanggapi ucapan Mr.Holland dan membuang pandangannya kearah lain.
Alex hanya tersenyum tipis menanggapinya,
"Oh ya.. ngomong-ngomong ada hal yang aku ingin bicarakan denganmu tentang kerjasama kita" ujar Mr.Holland.
"Baiklah mari kita bicarakan" ujar Alex.
"Nona, aku pinjam kekasihmu sebentar.. Tenang saja tidak akan lama.." ujar Mr.Holland sambil berkedip menggoda Anna.
Anna hanya tersenyum paksa menanggapi ucapan Mr.Holland.
'Bawa saja pria itu sejauh mungkin, jika perlu bawa dia ke neraka!!' gerutu Anna dalam hati.
Setelah Alex dan Mr.Holland pergi, Anna melangkahkan kakinya ke arah balkon.
Anna menghampiri meja di sisi ruangan yang di penuhi dengan makanan dan minuman. Dia butuh minum saat ini..
Anna mengambil gelas yang berisi air bening lalu meminumnya sekali teguk..
Anna mengernyitkan dahinya, rasa air ini terasa aneh dan memiliki bau yang menyengat.. Minuman apa ini? pikir Anna.
Tiba-tiba kepalanya terasa pusing..
Anna memegang meja untuk menahan tubuhnya agar tidak terjatuh. Ada apa dengannya?? Apa yang dia minum tadi??
Bersambung..
__ADS_1
Hai.. Support terus cerita ini ya..
Jangan lupa tinggalkan jejak 👍💬