
Alex melepaskan ciumannya perlahan. Dia harus menghentikannya sekarang, jika tidak maka dia akan kehilangan kendali dan melakukan hal yang lebih pada gadis ini.
Alex menggertakkan giginya kuat. Sesuatu di dalam tubuhnya sudah menegang kuat. Hanya berciuman dengan gadis ini saja sudah membuat gairahnya berada di puncak.
Anna merasakan sesuatu yang keras di bawah tubuh Alex yang menempel pada tubuhnya. Alex memeluk tubuhnya erat dan Anna bisa merasakan nafas Alex yang memburu di lehernya.
Suara ******* Alex yang tertahan terdengar di telinga Anna.
Perlahan Alex melepaskan pelukannya pada Anna dan menatapnya dalam.
"Kau adalah milikku!" bisik Alex.
Anna hanya menatap Alex diam. Apa yang di katakan pria itu tadi? Anna tidak mendengarnya karena suara Alex tertutupi oleh suara air yang turun dari shower.
Alex membelai pelan wajah Anna..
Mengapa gadis ini membuatnya candu? Hanya bersentuhan dengannya saja sudah membuat Alex kehilangan kendali.
Alex menjauhkan tangannya dari wajah Anna dan mematikan shower yang menyala.
"Bersihkan dirimu. Aku akan keluar" ujar Alex lalu melangkah keluar.
Anna menatap Alex yang sudah keluar dari kamar mandi. Tiba-tiba tubuhnya merosot ke atas lantai. Apa yang dia lakukan tadi??
Anna mengacak rambutnya frustasi. Seharusnya dia mendorong kuat pria kejam itu. Tapi mengapa dia hanya diam dan menikmati perlakuan pria itu padanya.
Tidak!! Dia tidak boleh seperti ini. Ingatlah Anna, pria itu sudah merenggut kebebasan mu! Kau harus segera lepas dari cengkeramannya, ujar Anna dalam hatinya.
Anna segera membersihkan tubuhnya..
Setelah selesai membersihkan tubuhnya. Anna menggunakan handuk kimono yang berada di dalam kamar mandi. Handuk ini terlalu besar untuk Anna. Namun Anna menghiraukannya, dia harus segera keluar dari ruangan pria ini dan kembali ke kamarnya.
Anna membuka sedikit pintu kamar mandi untuk mengintip keluar. Tidak ada tanda-tanda Alex di sekitar sini. Pandangan Anna terarah pada gaun tidur baru yang disimpan di atas meja di dekat pintu kamar mandi.
Anna berpikir sejenak, tidak mungkin dia keluar dengan handuk kebesaran seperti ini. Dengan cepat Anna mengambil gaun yang masih di bungkus plastik itu dan kembali menutup pintu.
Dengan cepat Anna memakai pakaiannya.
Anna kembali mengintip dari pintu. Dia berharap pria itu sedang tidak berada di kamarnya. Anna tidak siap bertemu dengannya sekarang setelah mengingat kembali apa yang telah mereka lakukan sebelumnya. Anna menyentuh pipinya yang terasa panas. Tidak Anna!! lupakan kejadian tadi!! ujar Anna dalam hatinya.
Anna kembali mengarahkan pandangannya keluar. Kamar ini terlihat sepi dan tidak ada tanda-tanda keberadaan pria itu. Dengan segera Anna keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan mengendap-endap.
Setelah yakin tidak ada siapapun di dalam kamar, dengan cepat Anna berlari ke arah pintu dan keluar dari dalam kamar.
Anna kembali mengintip ruang kerja Alex. Terlihat sepi dan sedikit gelap. Anna kembali mengendap dan berlari kecil menuju pintu keluar.
__ADS_1
Namun saat Anna tengah berlari, tubuhnya tidak sengaja menabrak seseorang yang baru saja keluar dari sebuah ruangan.
"Akhhh!!" teriak Anna yang menabrak sesuatu di depannya.
Dengan cepat seseorang menahan tubuh Anna agar tidak jatuh ke lantai.
"Dasar ceroboh!" ujar seseorang dengan suara beratnya.
Anna membuka matanya dan menatap Alex yang sedang menahan tubuhnya dengan rambut basah dan dada telanjangnya. Tangan Anna tidak sengaja menyentuh tubuh Alex yang kekar dan berotot.
Dengan cepat Anna menarik tubuhnya dan mendorong tubuh Alex yang baru keluar dari kamar mandi yang ada di ruang kerjanya. Alex hanya mengenakan sehelai handuk di pinggangnya. Dan memperlihatkan otot tubuhnya yang sempurna.
Seketika Anna memalingkan wajahnya yang memerah ke samping. Sial!! Kenapa pria itu keluar disaat seperti ini, gerutu Anna.
"A.. Aku akan kembali ke kamarku" ujar Anna gugup.
Alex menyeringai melihat tingkah Anna yang sedikit gugup. Walaupun dengan lampu yang redup namun Alex masih bisa melihat wajah Anna yang memerah setelah melihat tubuhnya.
"Kau tidak ingin tidur disini?" goda Alex.
Anna membelalakkan matanya dan menatap Alex kesal,
"Kau gila?? Minggir!!!" ujar Anna lalu mendorong tubuh Alex dan membuka pintu cepat.
Tanpa sadar Alex tersenyum melihat tingkah Anna..
Alex terlihat ragu dengan tingkahnya sekarang.
Tetapi yang jelas, Alex sudah menetapkan gadis itu sebagai miliknya. Dia tidak akan membiarkan gadis itu lepas dari sisinya!
Dan dendamnya pada William tetap harus terbalas. Dia tidak akan membawa Anna dalam masalahnya..
-
Anna menutup kembali pintu ruangan Alex dan menghembuskan nafasnya sejenak. Apa-apaan pria itu, tingkahnya sangat aneh, sejak kapan dia bisa menggoda Anna seperti itu? Apakah dia terbentur sesuatu??
"Nona!!"
Anna terperanjat dari lamunannya ketika mendengar suara seseorang dari belakang.
"Ohh!! Lidya.. Kau mengagetkanku!" ucap Anna sambil menyentuh dadanya.
Lidya melihat Anna yang baru keluar dari ruangan Alex dengan rambut basahnya yang sedikit berantakan. Tangannya mengepal menahan amarah dalam hatinya.
"Maaf.. Apa Nona dan Tuan Alex baru pulang? Apa yang Nona lakukan disini?" tanya Lidya mencoba tersenyum pada Anna.
__ADS_1
"I.. Iya. A.. Aku baru saja meminjam kamar mandinya sebentar" ujar Anna menutupi kegugupannya.
Lidya mengangguk mendengar jawaban Anna,
"Oh begitu.. Memangnya ada apa dengan kamar mandi di dalam kamar Nona?" tanya Lidya sambil menggertakkan giginya marah.
"Oh.. Itu.. Airnya tiba-tiba mati, aku juga tidak tau kenapa bisa begitu" ujar Anna menghindari tatapan Lidya yang menatapnya dengan tajam. Ada apa dengannya? pikir Anna.
"Kalau begitu, aku akan kembali ke kamarku, selamat malam" ujar Anna lalu melangkah ke dalam kamarnya.
Lidya mengepalkan tangannya menatap kepergian Anna. Kebenciannya pada gadis itu semakin bertambah. Gadis itu pikir dia siapa? Dia sudah mulai berani keluar masuk ruangan Alex sesuka hatinya!!
Dia tidak akan membiarkan gadis itu dekat dengan Alex. Tidak akan!!
Tiba-tiba pintu ruangan Alex terbuka dan mengejutkan Lidya. Lidya menatap Alex yang keluar dari ruangannya dengan rambut yang basah dan sedikit berantakan.
Tunggu!! Gadis itu juga baru saja keluar dengan keadaan rambut yang basah. Apakah mereka??? Tidak!!! Ini tidak boleh terjadi!!! geram Lidya di dalam hatinya.
"Apa yang kau lakukan disini??" tanya Alex dingin.
Lidya tersadar dari lamunannya dan menundukkan wajahnya pada Alex.
"Ma.. Maaf Tuan, aku tidak sengaja lewat saja, dan kebetulan bertemu dengan Nona Anna tadi" ujar Lidya.
Alex menatap Lidya acuh,
"Ini sudah malam, kembalilah ke kamarmu!!" ujar Alex acuh lalu berjalan melewati Lidya ke lantai bawah.
Lidya menunduk sambil menahan air matanya. Mengapa? Mengapa sikap Alex masih saja sama padanya, dingin dan acuh.
'Tidak bisakah kau melihatku sedikit saja?' sedih Lidya dalam hatinya sambil menatap punggung Alex yang menjauh.
Lidya menghapus air matanya kasar lalu menatap kearah kamar yang Anna tempati.
'Jika aku tidak bisa memilikinya, maka siapapun juga tidak boleh memilikinya!!' geram Lidya dalam hati.
Bersambung...
Hai dukung terus cerita ini dengan kasih like dan komen ya, aku suka banget baca-baca komen yang berhubungan dengan cerita ini 😁
Btw sedikit galau karena yang mampir ke cerita ini makin menurun 😔 dan levelnya turun pula..
Ayo dukung terus ya, biar mood lagi nih lanjutin ceritanya 💪🙏
Yang minta crazy up.. Nanti dulu ya hehe, bikin satu aja harus nunggu anak tidur dulu 😌
__ADS_1
Mungkin lain kali ya bisa up 2 episode 👍