
William kembali mencoba menghubungi Daniel, tapi masih tetap tidak ada jawaban dari pria itu. William menghembuskan nafasnya kasar lalu mengambil jas miliknya yang berada di atas kursi dan melangkah keluar.
Saat berada di luar rumah William memanggil sopir pribadinya dan menyuruhnya untuk menyalakan mobil.
"Antar aku ke suatu tempat! Aku ingin memastikan sesuatu!" ujarnya.
Sopir itu pun mengangguk dan menyalakan mobilnya, lalu pergi meninggalkan halaman rumah.
-
Alex mempererat pelukannya pada tubuh Anna saat merasakan dada Anna yang menggesek lembut pada dada telanjangnya. Perlahan ciuman Alex pun turun pada leher gadis itu sampai ke dadanya. Suara ******* Anna yang terdengar di telinganya membuat Alex menggila dan bergairah.
Alex pun merubah posisi mereka dan merebahkan tubuh Anna tanpa melepaskan ciumannya. Alex menindih tubuh Anna di bawahnya sambil terus mengecup dada gadis itu dengan rakus. Tubuh bawahnya sudah menegang kuat saat bergesekan dengan tubuh bawah Anna.
Sial, apakah dia bisa menahannya kali ini?? pikir Alex resah.
Perlahan tangan Alex menarik tali pakaian dalam atas Anna dan menariknya turun sampai bahu gadis itu terbuka. Lalu bibirnya mengecup pelan bahu putih Anna dengan lembut dan perlahan.
Tangan Anna terangkat untuk menyentuh rambut Alex dan meremasnya pelan. Ciuman Alex kembali beralih pada bibir gadis itu dan ********** dalam penuh gairah.
Namun secara tiba-tiba Anna mendorong tubuh Alex dan mengubah posisi mereka. Anna melepaskan ciumannya dan duduk di atas tubuh pria itu. Rambutnya yang semula di gulung rapi sekarang telah tergerai dan sedikit berantakan, membuat gadis itu terlihat sangat sexy dan menggoda di mata Alex.
Jika sedang mabuk, gadis ini benar-benar terlihat sangat berani dan liar, pikir Alex. Anna menatap wajah Alex dengan tatapan menggoda dan membelai wajah pria itu dengan lembut. Membuat tubuh Alex menggelinjang dan bergairah.
Dengan cepat Alex menahan tangan Anna dan menggenggamnya kuat.
"Sudah cukup Anna!" tegas Alex mencoba menahan gejolak yang membara di dalam tubuhnya.
Namun Anna tidak mendengarkannya dan malah mengecup tangan Alex lalu menghisap jari pria itu secara perlahan. Membuat Alex kalang kabut dan resah di buatnya.
"Manis..." bisik Anna.
Tatapan Alex mengarah pada baju Anna yang sudah terjatuh di pinggangnya dan memperlihatkan bra hitam gadis itu yang talinya sudah turun sebelah akibat perbuatan Alex sebelumnya. Membuat dada Anna menonjol dan terbuka setengahnya.
Tubuh Alex sudah menegang kuat. Anna bisa merasakannya di bawah tubuhnya. Perlahan gadis itu mendekatkan tubuhnya pada tubuh Alex dan mengecup pipi Alex lembut sampai turun pada perut pria itu.
__ADS_1
Alex menggertakkan giginya kuat menahan gejolak yang semakin menjadi-jadi di dalam tubuhnya. Sial!!!! Dia tidak bisa menahannya lagi!!
Alex pun bangkit dan membalikkan tubuh Anna kembali di bawah tubuhnya lalu mencium bibir gadis itu dengan dalam dan rakus. Mereka saling ******* dan memainkan lidah masing-masing. Alex menempelkan tubuhnya pada tubuh Anna dan menggeseknya perlahan. Keringat membasahi tubuh mereka.
Jika mengikuti pikiran bejatnya mungkin Alex sudah membuka semua bajunya dan baju gadis itu sekarang. Namun, Alex sudah berjanji pada dirinya sendiri dan Anna bahwa dia hanya akan menyetubuhi gadis itu seutuhnya ketika mereka menikah nanti.
Tangan Alex hendak turun untuk menyentuh dada Anna, namun dengan sekuat tenaga dia menahannya dan beralih menyentuh bokong gadis itu dan memerasnya dengan lembut. ******* kembali terdengar dari mulut Anna. Alex terus menekan dan mempererat dekapannya pada tubuh gadis itu. Menciumnya dengan penuh gairah. Ciumannya beralih pada telinga Anna dan membuat gadis itu menggeliat liar di bawah tubuhnya sambil menahan desahannya.
Gairahnya telah berada di atas puncak. Mereka saling ******* penuh gairah, Anna memeluk leher Alex dengan erat. Keringat telah membasahi tubuh mereka. ******* semakin terdengar dan tubuh Alex semakin menggesek tubuh Anna semakin cepat dan liar.
******* panjang pun tertahan di mulut Alex dan Anna. Alex menenggelamkan wajahnya yang berkeringat di leher Anna. Mereka menikmati gairah masing-masing walaupun tidak tersalurkan secara sempurna. Alex belum berani melakukan hal yang lebih pada kekasihnya itu sebelum mereka terikat pada satu janji suci suatu hari nanti.
Alex kembali mengangkat wajahnya dan menatap wajah Anna yang berkeringat dan memerah. Gadis itu telah tertidur. Alex tersenyum geli menatap wajah polos Anna. Tangannya terangkat menyentuh rambut Anna dan merapikannya. Lalu Alex mengecup lembut kening gadis itu.
"Aku sangat mencintaimu Anna, apapun yang terjadi aku tidak akan membiarkan siapapun merebut mu dari tanganku" ujar Alex dengan tatapan seriusnya.
Lalu Alex pun bangkit sambil mengangkat tubuh Anna di pelukannya. Setelah dia merapihkan baju gadis itu dan juga bajunya. Alex pun berdiri dan menggendong tubuh Anna keluar.
Malam ini dia akan membawa gadis itu pulang bersamanya. Walaupun nantinya William akan tau dan mencoba merebut Anna kembali, Alex tidak akan gentar dan takut menghadapi hal itu. Dia akan memperjuangkan cintanya walaupun nyawanya menjadi taruhan.
"Kono kimono o kaimasu (Aku akan membeli kimono ini)" ujar Alex pada pelayan itu.
Pelayan itu sedikit terkejut dan menatap uang yang di berikan oleh Alex padanya. Setelah berpikir sejenak, akhirnya pelayan itu menganggukkan kepalanya dan membiarkan Alex pergi dengan kimono nya.
Alex pun turun ke lantai bawah dengan menaiki lift. Setelah sampai di lantai bawah dia pun kembali ke mobilnya yang terparkir dan meletakkan tubuh Anna di atas kursi. Lalu mengendarai mobilnya menuju apartemen pribadinya di Jepang.
-
Seorang pelayan restoran menghampiri tubuh Daniel yang sedang tertidur di atas meja. Hari sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Walaupun restoran ini buka selama 24 jam. Tetapi pelayan ini sudah memperhatikan Daniel yang tertidur sejak tadi, dan memberanikan diri untuk membangunkannya.
"Mr.... Mr...." ujar pelayan itu sambil menggoyangkan pelan tubuh Daniel.
Setelah beberapa saat akhirnya Daniel bergerak dan mengangkat wajahnya dari atas meja. Daniel menyentuh kepalanya yang terasa sangat berat dan sakit.
"Argghh" rintih Daniel pelan.
__ADS_1
Dimana ini??? pikir Daniel linglung, sambil memperhatikan ke sekitar ruangan.
Bukankah seingatnya dia sedang makan malam bersama Anna?? pikirnya.
Tunggu!!! Anna!! pikir Daniel yang sudah mengingat kejadian sebelumnya.
Daniel pun bangkit dan melihat tidak ada siapapun di ruangan itu selain dirinya dan juga seorang pelayan yang membangunkannya tadi.
"A... Apa yang terjadi??? Dimana gadis yang bersama denganku tadi??" tanya Daniel panik sambil memandang pelayan di sampingnya.
Pelayan itu terlihat bingung dan mencoba menjelaskan pada Daniel.
"Tuan, anda sudah tertidur disini sejak tadi. Aku hanya melihat anda seorang diri disini" ujarnya.
Daniel pun membelalakkan matanya dan masih belum sepenuhnya sadar. Dia menatap jam di tangannya. Jam 2??? Sial!!! Sebenarnya apa yang terjadi?? Lalu dimana Anna?? pikir Daniel panik.
Dia pun kembali teringat, setelah dia meminum minuman yang diantar pelayan bermasker tadi, lalu tiba-tiba matanya terasa berat dan mengantuk. Setelah itu dia tidak ingat apapun lagi.
Daniel pun mengambil handphone di saku celananya. Dan melihat beberapa panggilan dari William yang tidak di jawab olehnya. Sial!!! Paman William pasti akan memarahinya. Anna tidak ada bersamanya saat ini. Lalu siapa yang berani berbuat hal kotor seperti ini??? pikir Daniel.
Tiba-tiba pikirannya tertuju pada Alex. Apa jangan-jangan pria itu yang merencanakan semua ini??? pikirnya geram.
Sial!!! Dia telah terkecoh oleh bajingan itu!!!
Ini tidak boleh di biarkan, dia harus menemukan Anna sebelum William tau!!!
Bersambung...
Oke ini udah revisi yang keeee sekian kaliiiiii, setelah di tolak berkali-kali oleh pihak NT 😑 update udah dari kemarin tapi episode ini terlalu vulgar sepertinya...
Semoga lulus review 🙏
Halo, finally bisa up lagi hehe
Jangan lupa tinggalkan jejaknya kasih like dan komennya. Makasih untuk yang selalu setia nungguin up cerita ini 🥺 Mohon maaf ya, author ini suka bolong-bolong updatenya 🙏🙏
__ADS_1
Makasih buat pengertiannya 🤗❤️