
CEKREK!!
CEKREK!!
"Ya Tuhan, Nona Anna apa yang kau lakukan disini???" ujar seseorang terkejut.
Anna membuka matanya dan menatap wajah Miranda yang terkejut di depannya. Wanita itu pun membuka pintu kamar mandi dan melihat keberadaan Daniel di dalam sana,
"Ya Tuhan!!! Apa yang kalian lakukan disini????" ujar Miranda histeris.
"Istri Tuan Alexander berduaan dengan pria lain di dalam kamar mandi???" teriaknya histeris.
'Kena kau!!!!' ujar Miranda puas dalam hatinya.
Seketika Anna membelalakkan matanya dan menatap Miranda dengan tajam,
"Apa maksudmu!! Ini tidak seperti yang kau pikirkan!!" ujar Anna tegas.
Miranda pun menutup mulutnya dan memasang wajah bersalah,
"Maaf Nona Wijaya, a.. aku hanya terkejut. Aku tidak bermaksud berpikiran buruk padamu" ujarnya dengan wajah menyebalkan.
Tiba-tiba seorang pria pun menerobos para wartawan yang sedang berkumpul itu. Miranda pun menyeringai puas saat melihat kedatangan Alex,
"Ada apa ini????" tanya Alex tajam.
Lalu seketika tatapan pria itu pun mengarah pada Anna dan Daniel yang sedang berada di belakang istrinya,
"Oh.. Tu.. Tuan Alex, maaf sebelumnya... Aku melihat istri anda keluar dari kamar mandi ini bersama dengan Tuan Daniel" ujar Miranda pelan.
Anna pun menatap pada Alex dan menggeleng cepat,
"Bukan seperti itu!! Ini hanya salah paham!!!" ujar Anna pada Alex.
Miranda mengarahkan kembali pandangannya pada Anna,
"Baiklah Nona Wijaya.. Lalu, kenapa anda bisa berada di toilet pria???" tanya Miranda sinis.
Anna menghela nafasnya dan mulai menjelaskan,
"Aku terburu-buru untuk pergi ke toilet, aku kira ini toilet wanita, tapi ternyata aku salah masuk... Lalu aku tidak sengaja berpapasan dengan Tuan Daniel disini" jelas Anna.
Miranda pun menatap Alex yang masih terdiam dengan tatapan tajamnya,
"Benarkah??? Bukankah tanda ini sangat jelas?? Kenapa anda bisa salah masuk??" ujar Miranda sambil menunjuk tanda toilet pria di depan pintu.
Seketika Anna menatap tajam pada Miranda. Mengapa wanita ini seakan menuduhnya?? pikir Anna curiga.
"Aku tidak berbohong!! Jika kau tidak percaya, kau tanya saja pada Tuan Daniel" ujar Anna tajam sambil menatap Daniel yang sejak tadi hanya terdiam.
Alex menatap penampilan Anna yang cukup berantakan dan juga gaunnya yang terlihat kotor dan basah. Lalu pria itu pun menatap Daniel dengan tatapan yang sulit di artikan. Terlihat pria itu sedang mengepalkan tangannya kuat menahan amarah.
"Benarkah begitu Tuan Daniel???" tanya Miranda sedikit takut.
'Sial!! Sepertinya rencananya kali ini akan gagal!! pikir Miranda cemas.
Daniel membalas tatapan Alex dengan tajam. Kedua pria itu terlihat saling menatap dengan tatapan yang sulit di artikan.
__ADS_1
Anna menatap wajah Daniel penuh harap. Dia berharap pria itu mengatakan apa yang sebenarnya terjadi agar tidak ada fitnah di antara mereka berdua.
Daniel pun menghela nafasnya dan memasukkan tangannya ke dalam saku celana,
"Maaf.. Kami berdua memang di dalam sejak tadi.. Aku hanya membantu Anna untuk membersihkan leher dan gaunnya yang terkena tumpahan jus" ujar Daniel datar.
Seketika Anna pun membelalakkan matanya dan menatap Daniel tidak percaya. Namun, saat Anna hendak menyangkal ucapan Daniel, tiba-tiba sebuah tinjuan keras melayang di pipi Daniel sampai pria itu tersungkur di atas lantai..
BUGH!!!
"Aakkhhh!!"
Terdengar teriakan orang-orang di sekitar yang terkejut dengan kejadian itu. Para wartawan pun dengan cepat memotret kejadian yang mengejutkan di depan mata mereka.
Anna dan Miranda menutup mulut mereka karena terkejut dengan tindakan Alex.
"Bajingan!!!" desis Alex pelan di depan wajah Daniel dengan nafas yang memburu menahan amarah.
Pria itu menarik keras kerah baju Daniel dengan kuat. Saat Alex hendak kembali memukul wajah Daniel, dengan cepat Anna pun menahan tangannya,
"Cukup Alex!!!" ujar Anna pelan sambil menahan tangisnya.
Alex seketika menatap wajah istrinya dan melepaskan cengkraman tangannya di baju Daniel dengan kasar. Pria itu menghela nafasnya dan menatap Daniel dengan tatapan membunuhnya,
"Urusan kita belum selesai!!!" desis Alex tajam.
Pria itu pun menatap Anna dan menyentuh tangannya dengan lembut,
"Ayo kita pulang" ujar Alex sambil merangkul tubuh istrinya.
Pria itu melepaskan jasnya dan menaruhnya di bahu sang istri.
PRANG!!!!!
Lalu tatapan pria itu mengarah tajam pada semua orang-orang dan wartawan yang berada disana,
"Jika aku melihat gosip atau berita yang tidak-tidak tentang istriku maka aku akan membunuh kalian semua!!!!" ujar Alex tajam.
Seketika orang-orang disana pun bergidik ngeri dan terdiam mendengar ucapan Alex.
Alex pun menuntun Anna kembali untuk meninggalkan tempat itu.
Para wartawan pun seketika saling berbisik ketakutan. Miranda terdiam melihat kepergian Alex dan Anna. Wanita itu pun menghela nafasnya dengan kasar.
Orang-orang disana akhirnya membubarkan diri meninggalkan Miranda dan Daniel yang masih tersungkur di lantai.
Miranda menatap Daniel dengan tatapan tidak percayanya. Dia tidak tau bahwa pria itu juga akan berbohong pada orang-orang tadi,
"Ka.. Kau..." ujar Miranda terputus saat dengan cepat Daniel bangkit berdiri dan langsung mendorong kasar tubuh Miranda ke tembok.
"Akhhh!!!!" teriak Miranda kesakitan.
Daniel mencengkram kuat bahu Miranda dan menatap tajam padanya,
"Apa ini semua rencanamu?????" teriak Daniel di depan wajah Miranda.
Miranda menutup matanya sambil menahan sakit di bahunya akibat cengkraman kuat tangan Daniel,
__ADS_1
"A.. Apa maksudmu??? Lepaskan aku!!!!!!" teriak Miranda mencoba melepaskan diri.
Daniel semakin mencengkram kuat bahu Miranda sampai meninggalkan jejak merah disana,
"Kau!!!! Aku tau kau yang telah menjebaknya ke toilet ini kan!!!!!" teriak Daniel emosi.
Miranda menatap Daniel dengan tajam dan menyeringai padanya,
"Huhh!!!! Jika iya memangnya kenapa?????" ujar Miranda berani.
Daniel menggertakkan giginya kuat dan semakin menekan kuat bahu Miranda,
"Dasar iblis!!!!!!" geram Daniel.
Miranda yang kesakitan pun menatap Daniel dengan seringai liciknya,
"Iblis???? Kau pun tidak jauh berbeda denganku!!!!!!!!" teriaknya sambil mendorong keras tubuh Daniel.
Miranda menyentuh bahunya dan menatap Daniel dengan tajam,
"Dasar munafik!!!!! Jika kau tau itu rencanaku, lalu mengapa kau juga berbohong pada orang-orang tadi???" ujar Miranda kasar.
"Berhentilah berpura-pura menjadi pria baik-baik!!! Aku tau kau masih menginginkan gadis itu bukan?????" lanjutnya geram.
Daniel pun seketika menatap Miranda dengan tajam,
"Tutup mulutmu!!!!!" desisnya tajam.
Miranda semakin menyeringai puas dan mendekati Daniel dengan langkah pelannya,
"Sudahlah... Daripada kita ribut seperti ini, bukankah lebih baik jika kita bekerjasama untuk memisahkan mereka berdua???" ujar Miranda dengan senyum liciknya.
Wanita itu berdiri di depan Daniel dan merapihkan kerah baju pria itu dengan pelan,
"Setelah itu... Kau bisa kembali mendapatkan Anna, dan... aku juga bisa mendapatkan Alex... Bagaimana???" bisik Miranda menggoda.
Daniel terdiam sejenak sambil menutup matanya. Miranda tersenyum puas melihat wajah pria di depannya yang terlihat bimbang.
Perlahan Daniel pun membuka matanya dan melepaskan tangan Miranda dari kerah bajunya dengan kasar,
"Sayangnya aku tidak tertarik!!!! Urus saja rencanamu itu sendiri!!!!" ujar Daniel sinis.
Daniel pun membalikkan tubuhnya dan hendak meninggalkan Miranda. Namun Daniel terdiam sejenak dan membalikkan wajahnya pada wanita itu,
"Jika rencanamu menyakiti atau mencelakai Anna maka.... Kau akan berurusan denganku!!!!" ancam Daniel tajam lalu berlalu pergi.
Miranda menatap punggung Daniel yang menjauh dan tersenyum sinis,
"Dasar pria pengecut!!! Aku tau kau menginginkan perpisahan diantara mereka... Tapi sayang, kau tidak punya keberanian untuk bertindak!!" ujar Miranda pelan.
"Baiklah... Setidaknya pria itu secara tidak langsung telah membantu rencanaku malam ini dengan cuma-cuma..." lanjutnya tersenyum puas.
Bersambung...
Halo, dukung terus cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen, vote dan hadiahnya..
Gimana nih episode kali ini??
__ADS_1
Yuk komen di bawah ya 😁🙏