
"Tapi.... Aku sedang lapar di bagian yang lain... Dan hanya kau yang bisa mengatasinya..." ujar Alex pelan sambil menatap Anna dengan intens.
Anna pun menatap Alex dengan tatapan tidak mengertinya,
"Aku ingin makanan pembuka ku..." bisik Alex sambil mengusap bibir Anna dengan lembut.
DEG!!!
Seketika Anna merasakan debaran di jantungnya. Perlahan wajah Alex mulai mendekat pada wajahnya, membuat hembusan lembut nafas pria itu terasa di wajahnya.
"Cium aku... sayang...." bisik Alex yang membuat bulu kuduk Anna meremang seketika.
Anna terlihat salah tingkah dengan ucapan Alex. Pria itu terus menatap intens pada matanya dalam jarak yang sangat dekat.
"Cium aku disini" bisik Alex sambil menunjuk bibirnya.
Anna pun menggigit bibirnya dengan ragu. Dia belum pernah mencium pria ini terlebih dahulu. Entah mengapa gadis itu merasa sangat malu dan canggung untuk melakukannya.
"Ba... Baiklah, tutup matamu" ujar Anna sedikit gugup.
Alex pun tersenyum senang dan mulai menutup matanya. Anna mulai mendekatkan bibirnya pada bibir Alex, dan..
CUP!!!
Dengan cepat Anna mengecup bibir Alex dan bangkit dari tempat tidur lalu melangkah cepat ke arah pintu dan membukannya,
"Ayo kita pergi.." ujar Anna sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah.
Seketika Alex pun membuka matanya dengan cepat,
"Hanya itu saja???" tanya Alex kecewa sambil menatap Anna yang sudah berada di depan pintu.
Gadis itu pun mengangguk cepat,
"Ayo, aku sudah lapar" ujar Anna lalu melangkah keluar meninggalkan Alex.
Alex pun menghela nafasnya dan tersenyum kecil,
"Dasar... Ketika sudah menikah nanti jangan harap kau bisa keluar dari kamarku" bisik Alex pada dirinya sendiri lalu tersenyum geli saat memikirkan hal itu.
Dia pun bangkit dari tempat tidur dan menyusul Anna keluar kamar,
"Sayang... Tunggu aku!!" teriak Alex.
Alex pun menyusul Anna dan meraih tangan gadis itu lalu menciumnya dengan lembut.
"Kecupan tadi tidak membuatku puas.. Aku akan menagihnya nanti" bisik Alex di telinga Anna.
Anna pun merasakan pipinya memerah dan menatap Alex dengan kesal,
"Aku sudah mencium mu!!" kesalnya.
Alex pun menyentuh pipi Anna dan menatapnya dengan sebuah seringai di bibirnya,
"Sayang... Itu hanya sebuah kecupan, bukan ciuman" bisik Alex.
Anna pun mendengus kesal dan melepaskan tangannya dari tangan Alex,
"Kau curang!!!" gerutu Anna.
Alex pun dengan cepat meraih tangan Anna dan menggenggamnya kembali,
"Baiklah.. Baiklah... Aku hanya bercanda" ujar Alex lembut.
Pria itu pun memeluk tubuh Anna dan menghirup wangi leher gadis itu,
__ADS_1
"Maaf..." bisiknya.
Perlahan Anna pun membalas pelukan Alex dan tersenyum lembut. Setelah beberapa saat Alex pun melepaskan pelukannya dan menyentuh pipi gadis itu,
"Ayo kita makan di tempat manapun yang kau suka" ujar Alex tersenyum.
Anna pun membalas senyuman Alex dan mengangguk senang. Mereka pun keluar dari ruangan Alex sambil berpegangan tangan menuju restoran untuk makan siang.
Handphone Alex bergetar saat mereka sudah masuk ke dalam mobil. Pria itu pun mengambil handphonenya dan melihat nama 'Bibiku Donna' di layar handphonenya. Alex mengernyitkan keningnya saat melihat nama itu. Sejak kapan dia memiliki nomor wanita ini, pikirnya.
Seketika Alex mendengus kesal, pasti wanita itu telah mengotak-atik handphone miliknya sebelum dia memberikannya pada Alex tadi.
Dengan cepat pria itu pun mengangkat teleponnya,
"Ada apa??" ujarnya sedikit kesal.
Terdengar suara Donna mendengus di balik sana,
("Kau ini tidak sopan!! Berbicaralah sedikit lembut pada bibi mu ini!!") gerutunya.
Alex menghela nafasnya dan tidak menjawab ucapan Donna,
("Oh iya, kapan kalian akan pulang?? Aku ingin kalian sudah berada di rumah sebelum makan malam.. Aku sudah memasak beberapa makanan enak untuk makan malam nanti") ujarnya senang.
Anna yang mendengar suara Donna dari handphone Alex pun dengan cepat mengangguk pada pria itu untuk mengiyakan perkataan Donna. Alex pun terlihat pasrah dan menghela nafasnya,
"Baiklah" jawab Alex singkat.
Alex pun mematikan panggilannya dan menatap pada Anna yang berada di sampingnya.
"Apakah kau benar-benar tidak keberatan kita harus tinggal di rumah keluarga Wijaya??" tanya Alex.
Anna yang mendengar pertanyaan Alex pun tersenyum lembut pada pria itu,
Alex pun menghela nafasnya dan mengangguk pelan,
"Baiklah, ayo kita makan siang" ujar Alex lalu melajukan mobilnya meninggalkan kantor.
-
Hari sudah hampir gelap. Donna berdiri di depan pintu menunggu kepulangan Alex dan Anna. Dia sedikit cemas jika Alex yang keras kepala itu akan kabur dan tidak kembali lagi ke rumah ini. Awas saja jika pria itu lari lagi, dia tidak akan mengampuninya, ujar Donna dalam hatinya.
Tiba-tiba gerbang pun terbuka dan memperlihatkan sebuah mobil yang masuk ke halaman rumah. Dengan nafas leganya Donna pun tersenyum dan menghampiri mobil Alex.
"Akhirnya kalian pulang..." ujar Donna lega.
Alex pun membukakan pintu untuk Anna dan meraih tangan gadis itu bersamanya. Dengan cepat Donna merebut tangan Anna dari Alex dan menuntunnya berjalan bersama.
"Hahh... Aku senang kau kembali!! Kupikir pria ini akan membawamu kabur dari sini" ujar Donna mendelik pada Alex.
Alex pun mendengus kesal dan hanya bisa pasrah melihat tingkah bibinya yang cukup kekanak-kanakan itu.
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan berjalan kearah meja makan yang sudah terisi penuh dengan berbagai macam makanan lezat. Anna menatap takjub pada semua makanan itu,
"Apa bibi yang memasak ini semua???" tanya Anna pada Donna.
Donna pun mengangguk dan tersenyum bangga,
"Aku mempersiapkan ini semua untuk menyambut kalian berdua... Kalau begitu ayo, kita siap-siap untuk makan malam" ujar Donna menarik kursi untuk Anna.
Anna pun terlihat sedikit canggung dan duduk di kursinya,
"Terimakasih bibi" ujarnya tulus.
Alex menghampiri Anna dan menyentuh pundaknya dengan lembut,
__ADS_1
"Aku akan mengganti pakaian dulu" ujar Alex.
Anna pun mengangguk pada Alex. Donna yang melihat hal itu hanya menatap Alex dengan heran,
"Kau ini hanya berganti pakaian saja sampai melapor seperti itu" sindir Donna pada Alex.
Alex menatap Donna acuh dan mulai melangkah ke lantai atas. Tiba-tiba Jonas masuk ke dalam rumah dan menghampiri Donna dan juga Anna.
"Wahh.. apa hari ini ada pesta?? Makanannya banyak sekali" ujar Jonas pada Donna.
Lalu pria itu mencium bibir istrinya dengan lembut. Anna yang melihat hal itu seketika memalingkan wajahnya dengan malu.
"Sayang.. Kenalkan ini calon menantu kita, kekasih Alex. Namanya Anna" ujar Donna memperkenalkan Anna pada Jonas.
Jonas pun tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Anna,
"Aku Jonas, senang bertemu denganmu.. Wah... ternyata Alex sangat pintar memilih seorang wanita" ujar Jonas bergurau.
Anna pun tersenyum malu dan menjabat tangan Jonas,
"Terimakasih" ujar Anna.
Jonas dan Donna pun duduk di kursi mereka.
"Dimana Key??" tanya Jonas pada Donna.
"Oh, dia masih di kamarnya. Aku sudah menyuruh pelayan untuk memanggilnya. Kita akan makan malam bersama-sama" ujar Donna.
Sementara itu, Key sedang berada di perpustakaan di lantai 3. Seorang pelayan telah mencarinya dan menemukannya disana, lalu menyuruhnya segera ke lantai bawah untuk makan malam. Dengan malas Key pun keluar dari perpustakaan dan hendak berjalan ke arah tangga.
Namun langkahnya terhenti di depan pintu kamar yang terbuka sedikit. Key mendekati pintu itu dan mengintip ke dalam sana. Seketika dia membelalakkan matanya menatap sesuatu di dalam sana.
Alex sedang membuka kemejanya dan memperlihatkan tubuh kekar sempurnanya. Dia sedang mengganti pakaiannya.
Seketika Key merasakan suatu gejolak di dalam tubuhnya saat melihat tubuh Alex. Tubuh pria itu begitu sempurna.. Dadanya yang bidang, otot perutnya yang kekar dan sedikit bulu halus di dadanya.
Tiba-tiba terlintas di pikirannya, bagaimana rasanya bersandar di dada pria itu? pasti sangat hangat dan nyaman, pikirnya.
KRET!!!
Tanpa disadari, Key sedikit mendorong pintu itu dan membuat Alex dengan cepat mengarahkan matanya yang tajam pada pintu itu.
Dengan cepat Key pergi dan bersembunyi, dia tidak ingin ketahuan karena sedang mengintip. Gadis itu pun menyentuh dadanya dan bayangan tubuh Alex masih terngiang-ngiang di pikirannya.
Pria itu benar-benar sempurna..
Wajahnya sangat tampan dan tubuhnya pun sangat sempurna dan indah..
Wanita mana yang tidak terpesona dengan pria itu??
Rasa keinginan untuk memiliki pun muncul di hari Key.
Masih ada kesempatan untuknya memiliki pria itu..
Dan dia akan mencoba melakukan cara apapun untuk mendapatkannya...
Bersambung..
Halo, keep support this story ya,
Jangan lupa kasih like, komen, vote dan gift nya ☺️
Adakah yang selalu nungguin cerita ini?? 🤔
Semoga ada ya... 🙏❤️
__ADS_1