Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
She Is Pregnant


__ADS_3

"Apa.... Apa Nona Anna sedang hamil???" tanya Bibi Van tiba-tiba.


DEG!!!


Seketika jantung Alex pun berdetak dengan kencang. Hamil??? pikirnya dalam hati.


"Apa dokter mengatakan sesuatu kemarin??" tanya Bibi Van lagi.


Alex menatap Bibi Van dan menggeleng pelan,


"Dokter tidak mengatakan apapun selain Anna kelelahan dan tidak boleh mengerjakan pekerjaan yang berat" jawab Alex.


Bibi Van pun mengernyitkan keningnya,


"Benarkah?? Tapi... umumnya tanda seperti itu adalah tanda seorang wanita sedang hamil muda" ujar Bibi Van heran.


Bibi Van terlihat berpikir sejenak,


"Coba Tuan tanyakan pada Nona, apakah bulan ini dia sudah datang bulan atau belum.. Jika Nona belum datang bulan, Tuan bisa mengetes kehamilan Nona dengan testpack" ujar Bibi Van.


Alex terlihat terdiam sejenak dan mengangguk pelan,


"Baik Bibi, terimakasih" ujar Alex.


"Kalau begitu aku akan ke atas sekarang" lanjut Alex.


Alex pun keluar dari dapur dan melangkah menaiki tangga. Pria itu berjalan sambil kembali memikirkan perkataan Bibi Van.


Apa istrinya benar-benar sedang hamil??? pikirnya dalam hati.


Entah mengapa jantungnya berdegup kencang tidak karuan. Ada perasaan yang hangat dan sulit di artikan saat dia berpikir jika memang benar istrinya sedang hamil..


Alex memang tidak mengetahui bagaimana tanda seorang wanita yang sedang hamil. Dia berpikir mungkin istrinya hanya kelelahan saja.


Tapi... Dokter kemarin pun tidak berkata apa-apa padanya...


Atau... Jangan-jangan, dokter itu telah mengatakan sesuatu pada pria brengsek bernama Daniel itu??


Bukankah pria itu yang menemani istrinya sebelum dia datang?? pikir Alex.


Seketika kecurigaan pun muncul di dalam pikirannya. Pria itu mencengkram nampan di tangannya dengan kuat. Lihat saja!! Jika pria bajingan itu berani bermain-main dengannya, maka tidak akan lagi ada kata ampun untuknya, sekalipun Anna melarangnya..


CKLEK!!!


Alex membuka pintu kamar dan melihat Anna yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidur sambil mengusap keningnya.


Jantungnya kembali berdetak saat melihat wajah cantik istrinya. Apakah benar di dalam perutnya sedang ada buah hati mereka?? pikir Alex.


Pria itu pun melangkah mendekati Anna dan menyimpan gelas teh hangat tadi di meja samping tempat tidur.


Alex duduk di samping Anna dan menyentuh wajah istrinya dengan lembut,


"Sayang... ini teh nya, minumlah.." ujar Alex lembut.


Anna pun membuka matanya dan tersenyum pada Alex,


"Terimakasih" ujar Anna pelan.


Alex pun mengambil gelas teh itu dan membantu Anna untuk meminumnya,


"Apakah lebih baik???" tanya Alex.


Anna menatap Alex dan mengangguk pelan. Alex memperhatikan wajah Anna dan menatapnya dalam,


"Sayang... Bolehkah aku bertanya, Apa... bulan ini kau sudah...." ujar Alex terpotong saat handphone miliknya bergetar di atas meja.


Drrttt...


Drrtt....


Alex menatap handphonenya dan mengambilnya dengan kesal. Pria itu menatap sebuah nomor yang tidak di kenal di layar.


Pria itu terlihat berpikir sejenak lalu mengangkat panggilannya,


"Hallo" ujar Alex tegas.


Untuk beberapa saat tidak ada jawaban dari si penelpon. Lalu Alex hendak mematikan teleponnya dengan kesal, namun akhirnya si penelpon pun bersuara,


("Hallo..") ujarnya.


Seketika Alex mengernyitkan keningnya saat mendengar suara seseorang yang sepertinya dia kenal,

__ADS_1


("Ini aku..... Daniel") lanjut si penelpon.


Seketika Alex pun menggertakkan giginya kuat dan mencoba menahan amarahnya.


Pria itu menatap Anna dan tersenyum lembut padanya,


"Sayang.. tunggu sebentar ya, aku harus mengangkat panggilan dulu" ujar Alex lalu melangkah sedikit menjauhi Anna.


"Berani sekali kau menghubungiku!!!! Apa kau ingin mati???" desis Alex tajam.


Di seberang sana terdengar suara Daniel yang sedikit tertawa, membuat Alex semakin emosi mendengarnya,


("Aku tidak takut padamu!!!") ujarnya tegas.


Alex semakin kuat mencengkram handphonenya, tatapan matanya terlihat sangat menakutkan,


("Temui aku di jembatan seberang hotel Flitners!! Jika kau tidak datang, maka kau akan menyesal!!!") ujar Daniel.


Tutt..


Tutt...


Panggilan pun terputus, seketika Alex menatap handphonenya dengan geram. Bajingan itu!!! Kali ini Alex tidak akan mengampuninya!!!


Alex pun menghela nafasnya dan membalikkan tubuhnya kembali pada Anna. Pria itu mengubah wajahnya dan tersenyum lembut pada Anna,


"Apa sudah tidak mual??" tanya Alex.


Anna pun menggeleng pelan,


"Apa kau mau sesuatu lagi?? Aku akan mengambilkannya untukmu" ujar Alex lembut sambil mengusap kepala istrinya.


Anna menatap Alex dan kembali menggeleng,


"Tidak ada... Aku mau istirahat" ujarnya.


Alex pun mengangguk dan membantu Anna untuk berbaring. Setelah itu pria itu ikut berbaring di atas kasur sambil mengusap punggung dan kepala istrinya,


"Tidurlah..." bisik Alex lembut.


Anna mengangguk dan memeluk tubuh Alex. Pria itu mengecup kening istrinya dan tersenyum lembut.


Setelah beberapa saat Anna pun akhirnya tertidur. Alex menatap wajah istrinya dan mengecup bibirnya lembut,


Setelah itu pria itu bangkit dari atas tempat tidur dan mengambil mantelnya.


Alex kembali menghampiri Anna dan mengusap keningnya,


"Aku akan keluar sebentar..." bisiknya.


Setelah itu, Alex pun melangkah keluar dari kamar dan bergegas untuk menemui Daniel.


-


-


Hari sudah malam, Daniel tengah berdiri di sebuah jembatan sambil menatap kosong pemandangan di sekitarnya. Pria itu meneguk botol wine nya sambil kembali melamun.


Tiba-tiba cahaya sebuah mobil menyilaukan nya. Daniel pun memalingkan wajahnya dan menatap Alex yang keluar dari dalam mobil dengan wajah yang menatapnya tajam.


Daniel tersenyum kecut dan berdiri menghadap Alex. Sedangkan Alex menghampiri Daniel dan berdiri di depannya dengan tatapan yang membunuh.


GREP!!!


Seketika Alex mencengkram kerah baju Daniel dengan kuat,


"Bajingan!!!!" desis Alex tajam.


Daniel hanya diam dengan tindakan Alex dan menyeringai tipis. Lalu pria itu menatap Alex sambil menyodorkan botol wine nya,


"Tidak usah terlalu emosi seperti ini... Apa kau mau minum???" tanya Daniel dengan wajah mencemoohnya.


Seketika Alex menepis kuat tangan Daniel dan membuat botol wine pria itu terjatuh dan pecah,


"Apa kau bermain-main denganku!!!!!!" desis Alex sambil memperkuat cengkramannya di kerah baju Daniel.


Daniel menghela nafasnya dan menatap Alex dengan serius. Lalu pria itu melepaskan tangan Alex di kerahnya dan melangkah mendekati pembatas jembatan.


Pria itu menatap kosong pemandangan di depannya dan tersenyum miris,


"Kau tau.... Anna adalah sahabat kecilku... Cinta pertamaku..." ujar Daniel.

__ADS_1


"Sejak dulu aku menyimpan perasaan padanya... Aku selalu berharap untuk bertemu kembali dengannya dan menikahinya..."


Alex mengepalkan tangannya kuat dan menatap punggung Daniel dengan tajam,


"Kupikir... Anna menyimpan perasaan yang sama padaku dan menunggu kedatanganku.." ujarnya pelan.


Daniel pun menunduk dan tersenyum miris,


"Tapi nyatanya... Perasaanku bertepuk sebelah tangan..." lanjutnya sedih.


"Gadis yang ku cintai hanya menganggapku sebagai seorang teman.... dan... dia malah mencintai seorang mafia kejam yang menculiknya dan ingin membunuhnya" ujarnya tajam.


Daniel menegakkan tubuhnya dan menatap Alex dengan tajam,


"Dan... lucunya lagi, sekarang dia pun telah menikah dengan pria itu.." desis Daniel.


Daniel kembali menghampiri Alex dan membalas tatapan tajam Alex,


"Jika aku bisa... Aku ingin merebut gadis itu kembali dan menjadikannya milikku bagaimana pun caranya" ujar Daniel tajam.


BUGH!!!!


Seketika sebuah tinjuan keras pun mendarat di pipi Daniel.


Pria itu tersungkur di atas aspal dan menyentuh sudut bibirnya yang berdarah.


"KEPARAT!!!! AKU BENAR-BENAR AKAN MEMBUNUHMU DISINI!!!!!" teriak Alex.


Daniel tersenyum mendengar ucapan Alex dan duduk di atas aspal sambil menatap ke atas langit malam yang gelap,


"Bunuh saja aku..." bisik Daniel sambil menatap Alex sekilas.


Pria itu kembali menatap kosong ke atas langit. Tiba-tiba tanpa terasa air mata pun menetes di pipinya.


Alex mengepalkan tangannya kuat dan menatap Daniel dengan murka. Lalu pria itu menghampiri Daniel dan kembali menarik kerah bajunya dengan kuat,


BUGH!!!


BUGH!!!


BUGH!!!


Alex kembali memukuli Daniel sampai wajah pria itu babak belur. Daniel terlihat tak berdaya dengan darah yang keluar dari mulutnya.


Alex mengangkat kerah baju Daniel dan menatapnya dengan tajam,


"Aku tidak peduli dengan semua omong kosongmu!!! Aku benar-benar akan membunuhmu!!!" ujar Alex tajam.


Daniel yang terlihat sudah tak berdaya itu menatap Alex dan tersenyum kecil padanya,


"Jika kau membunuhku.... Ma... Maka... kau akan membuat ibu dari anakmu kehilangan sahabat kecilnya.." ujar Daniel susah payah.


Alex masih mencengkram kuat kerah baju Daniel dengan emosi. Nafas pria itu memburu kencang dan kepalan tangannya siap untuk memukul Daniel kembali.


Daniel menatap Alex serius dengan matanya yang mulai sayu,


"Sepertinya... Aku... Aku tidak bisa melihat wajah keponakanku..." ujar Daniel pelan sambil tersenyum miris.


Alex mengernyitkan keningnya dan masih menatap Daniel dengan tajam,


"Berhenti berbicara omong kosong!!!" geram Alex.


Daniel tersenyum kecil dan kembali terbatuk,


"A... Anna.... Anna... sedang mengandung...." ujar Daniel.


DEG!!!


Seketika Alex membelalakkan matanya dan jantungnya pun berdetak cepat.


Daniel kembali menatap Alex dan tersenyum tipis padanya,


"Kau... Kau akan menjadi seorang ayah...." lanjutnya lirih.


Bersambung...


Aduh... Males berkata-kata...


Entah kenapa semangat nulis menurun drastis..


Semoga cerita ini ngak jadi ngawur ya..

__ADS_1


Buat readers, mohon bantu like, komen, vote dan hadiahnya ya, terimakasih 🙏


__ADS_2