Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Kencan


__ADS_3

Daniel terlihat menutup matanya kuat dan mencoba untuk memfokuskan pandangannya pada Anna yang terlihat khawatir. Ada apa dengannya??? Kenapa matanya terasa sangat berat sekarang?? Daniel merasakan kantuk yang luar biasa saat ini.


"A.. Aku tidak tau... Aku merasa......" sebelum Daniel sempat menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba kepalanya jatuh ke atas meja dan mulai tak sadarkan diri.


Anna yang panik lalu berdiri dan menghampiri Daniel,


"Daniel kau kenapa????" ujar Anna cemas.


Anna mengarahkan pandangannya ke segala arah untuk mencari pertolongan. Namun, tiba-tiba pikirannya teringat pada Alex. Apakah ini rencana pria itu?? pikirnya.


Anna pun membalikkan tubuhnya hendak melangkah pergi mencari Alex. Namun saat dia membalikkan tubuhnya, seketika Anna terkejut dengan keberadaan Alex yang sudah ada di belakangnya.


"Ssshhh" bisik Alex sambil menempelkan jari telunjuknya di depan bibir.


Anna pun menutup mulutnya dan menatap Alex penuh tanya,


"Ikut aku" ujar Alex, lalu menuntun tangan Anna untuk melangkah pergi bersamanya.


Alex melangkah keluar ruang VIP itu dengan perlahan sambil menuntun Anna di belakangnya. Alex tau pengawal Daniel sedang berjaga di bawah. Dia harus membawa Anna ke bawah tanpa sepengetahuan orang-orang itu.


Saat sudah berhasil turun ke lantai bawah. Alex memperhatikan pengawal Daniel sedang berdiri di dekat parkiran. Alex menyimpan mobilnya di dekat pintu belakang. Dia pun kembali menuntun Anna untuk melangkah ke pintu belakang.


Namun dia harus melewati dapur terlebih dahulu. Alex harus memikirkan cara agar bisa keluar lewat sana. Karena hanya karyawan saja yang bisa melewati area ini.


Alex pun masuk dan membawa tubuh Anna ke dalam rangkulannya. Seketika pandangan para koki dan pekerja disana langsung tertuju pada Alex dan Anna.


"Sumimasen, uraguchi kara kite mo īdesu ka? Watashi no tsuma wa ninshin shite imasu. Kare wa izen kara hakike o moyōshite ite, watashi no kuruma mo kono uraguchi no eria ni arimashita. Watashi to tsuma ga kono doa kara dete mo daijōbudesu ka. Dakara watashi wa yori hayaku kuruma ni tsuku koto ga dekimasu ka?? (Permisi, bisakah saya lewat melalui pintu belakang? Istriku sedang hamil muda. Dia merasa mual sejak tadi dan mobil saya juga berada di area pintu belakang ini. Apakah boleh saya dan istri saya keluar melalui pintu ini. sehingga saya bisa sampai ke mobil lebih cepat??)" ujar Alex pada salah satu karyawan disana.


Anna menatap Alex sedikit terkejut, karena ternyata Alex juga bisa berbahasa Jepang. Ternyata pria ini bisa beberapa bahasa juga, pikir Anna kagum. Bahasa inggris, Prancis, Jepang, lalu apa lagi yang dia bisa?? tanya Anna penasaran dalam hatinya.


Walaupun Anna tidak mengerti apa yang baru saja Alex katakan pada orang-orang itu. Tapi Anna hanya menurut saja, dan percaya dengan ucapan Alex.


Para karyawan itu saling menatap satu sama lain, terlihat sedang memikirkan sesuatu. Lalu salah satu dari mereka pun mendekat pada Alex.


"Mochiron, anata wa kono yō ni kuru koto ga dekimasu. Ninshin-chū no josei wa hijō ni binkandesu. Sugu ni anata no tsuma o ie ni tsurete kaeri, kanojo o yasuma sete kudasai! (Tentu saja kau boleh lewat sini. Wanita yang sedang hamil muda memang sangat sensitif. Segeralah bawa istrimu pulang, biarkan dia istirahat!)" ujarnya sambil menepuk pundak Alex dan memberikannya jalan.


Alex pun tersenyum dan mengangguk pada orang itu,


"Dōmo arigatō (Terimakasih banyak)" ujar Alex.


Lalu Alex pun menuntun Anna dan keluar melewati pintu belakang.


"Otoko wa hansamuna dakede wa arimasendeshita. Shikashi, kare wa tsuma ni mo totemo omoiyari ga arimasu. Karera wa hijō ni gokansei ga aru yō ni miemasu (Pria itu tidak hanya tampan, tetapi dia juga sangat perhatian pada istrinya. Mereka terlihat sangat serasi..)" ujar karyawan tadi yang langsung di setujui oleh karyawan lain.


Saat sudah berhasil keluar dari pintu belakang, Alex kembali menuntun Anna menuju mobilnya. Namun saat hendak berbelok ke arah mobilnya. Salah satu pengawal Daniel terlihat sedang berjalan ke arah mereka.


Dengan cepat Alex menekan tubuh Anna di salah satu mobil dan mendekatkan wajahnya pada Anna.


CUP!!!

__ADS_1


Alex tiba-tiba mengecup bibir Anna dan mulai ********** perlahan. Anna yang terkejut dengan tingkah Alex seketika membelalakkan matanya terkejut dengan tindakan Alex yang tiba-tiba itu.


Namun tatapannya langsung mengarah pada seorang pria berjas hitam yang berjalan melewati mereka. Sepertinya itu orang-orang suruhan Daniel. Anna pun merangkul leher Alex agar wajahnya tidak terlihat oleh orang itu.


Pengawal Daniel sempat melihat adegan ciuman itu tanpa curiga, dan menatap tidak peduli pada mereka lalu berlalu pergi.


Anna yang melihat kepergian pengawal Daniel itu pun mencoba untuk melepaskan ciumannya dan memberitahu Alex. Namun, sepertinya Alex enggan untuk melepaskan ciumannya dan terus ******* bibir Anna dengan rakus.


Anna yang mulai kehabisan nafas pun dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Alex. Ciuman mereka pun terlepas, nafas mereka saling memburu dan tatapan Alex pun menatap Anna dengan dalam.


"Alex... Pria itu sudah pergi" ujar Anna pelan sambil mengatur nafasnya.


Alex mengusap bibir Anna yang basah dan mengecupnya sekali lagi.


CUP!!


"Aku akan menagihnya lagi nanti" bisik Alex menggoda.


Anna pun hanya dapat menggelengkan kepalanya melihat tingkah Alex.


Lalu Alex pun kembali menuntun tangan Anna untuk masuk ke dalam mobil miliknya. Dan melaju pergi meninggalkan restoran itu.


"Kita akan kemana?? Apa kau akan membawaku pergi dari negara ini???" tanya Anna.


Alex menghembuskan nafasnya lalu menatap Anna sejenak,


"Tidak" jawab Alex.


"Anna, sepertinya ayahmu telah mengetahui keberadaan ku disini" lanjut Alex.


Anna pun terlihat terkejut dengan ucapan Alex. Jadi ayahnya telah mengetahui bahwa Alex berada di Jepang sekarang, pikir Anna gelisah.


"Salah satu pengawal ku memberitahuku bahwa data diriku saat penerbangan telah bocor. Dan aku yakin itu pasti ulah William" ujar Alex.


Anna pun terdiam sesaat dan menatap Alex dengan cemas. Dia tidak ingin ayahnya melukai Alex kembali dan memisahkan mereka.


"Lalu, apa rencanamu??" tanya Anna khawatir.


Alex mengarahkan pandangannya pada Anna dan tersenyum padanya.


"Kenapa kau begitu khawatir?? Tenang saja, aku tidak takut menghadapinya. Kali ini aku tidak akan membiarkannya membawamu pergi lagi dariku!!" ujar Alex yakin.


Anna terlihat masih ragu dan terdiam di kursinya,


"Sudahlah, aku akan mengajakmu berkeliling dan menghabiskan malam ini berdua. Tidak akan ada yang mengganggu kita" lanjut Alex.


"Setelah itu, aku akan mengantarmu kembali pulang. Agar ayahmu tidak curiga"


Anna pun menghembuskan nafasnya lalu mencoba tersenyum pada Alex.

__ADS_1


"Baiklah" ujar Anna.


Mobil Alex pun melaju ke suatu tempat yang sudah dia persiapkan untuknya dan juga Anna. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama. Akhirnya mobil Alex pun berhenti di salah satu restoran yang sangat mewah dan privat.


Restoran itu terlihat bergaya tradisional modern. Ada banyak bunga sakura yang berjejer di sepanjang jalan. Orang-orang yang masuk ke restoran itu di wajibkan memakai pakaian tradisional Jepang yaitu kimono.


Alex pun menuntun Anna untuk masuk. Dia telah memesan ruangan di lantai paling atas restoran. Setelah menaiki lift, mereka pun tiba di lantai atas. Anna mengarahkan pandangannya ke setiap sudut. Ruangan ini benar-benar bergaya tradisional, dengan pintu yang di geser dan juga meja yang berada di lantai. Sehingga mereka harus duduk di lantai juga.


Namun saat pintu yang menghubungkan ke balkon terbuka. Pemandangan kota Jepang dari atas sini terlihat sangat indah dan menawan.


Anna menatap kagum pada pemandangan itu, dan sebuah senyum pun terlihat di wajahnya.


Alex mengarahkan pandangannya pada Anna dan menatapnya dalam.


"Apa kau suka???" tanya Alex.


Anna pun menatap Alex dan tersenyum senang sambil menganggukkan kepalanya.


"Ini sangat indah" ujar Anna.


Salah satu pelayan tiba-tiba masuk sambil membawa pakaian kimono untuk Alex dan Anna.


"Kono fuku o kite kudasai (Silahkan di pakai pakaian ini)" ujarnya sambil meletakkan pakaian itu di atas meja.


"Kanojo no kimono o kiru no o nogasu no o tetsudaimasu (Saya akan membantu nona untuk memakai kimononya)" lanjutnya pada Anna.


Anna terlihat bingung mendengar ucapan pelayan itu lalu mengarahkan pandangannya pada Alex.


Alex pun tersenyum dan menjelaskan pada Anna,


"Pelayan ini akan membantumu memakai kimononya. Atau... Apakah kau mau aku saja yang membantumu memakainya??" tanya Alex tersenyum menggoda.


Anna pun terlihat sedikit kesal dan memukul pundak Alex pelan.


"Tentu saja tidak!!!" ujar Anna lalu berlalu dan mengikuti pelayan itu untuk masuk ke ruang ganti.


Setelah beberapa saat, Alex terlihat sudah mengganti pakaiannya dengan kimono khusus pria. Dia menatap keluar balkon sambil menunggu Anna yang masih belum selesai mengganti pakaian.


Tidak lama pelayan itu pun keluar dan membungkuk pada Alex. Alex mengarahkan pandangannya ke ruang ganti sambil menunggu Anna keluar.


Anna pun keluar dengan pelan dan sedikit gugup. Dia telah memakai kimono nya dan rambutnya juga telah di gulung dan di jepit dengan tusukan rambut yang indah khas Jepang.


Alex terlihat terdiam dan memandang Anna dengan terpesona. Gadis itu benar-benar terlihat sangat cantik dan berbeda. Alex tidak bisa menyembunyikan senyuman di wajahnya. Lalu dia pun berjalan kearah Anna dan menatapnya dalam.


"Kau sangat cantik...." ujarnya tulus.


Bersambung...


Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like dan komennya ☺️

__ADS_1


Belakangan ini sering libur up karena kesibukan, hehe mohon di maklum ya 🙏😁


Terimakasih untuk yang selalu setia menunggu kelanjutannya ❤️❤️


__ADS_2