
Hari sudah menunjukkan pukul 12 siang. Anna sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan malas. Sejak kepergian Donna dan Key tadi, dia hanya menghabiskan waktunya di dalam kamar dengan bosan. Anna tidak tau apa yang harus dia lakukan di rumah ini. Apalagi Donna dan Key juga belum kembali dari rumah sakit sejak tadi.
Anna pun dengan cepat bangkit dari tempat tidur dan memilih untuk pergi ke taman belakang rumah ini sambil menunggu Donna kembali.
Sebenarnya Anna sedikit canggung untuk berkeliling di rumah ini. Tapi dari pada dirinya berdiam diri di kamar ini, lebih baik dia pergi ke taman saja.
Anna pun melangkah keluar kamar dan berjalan ke lantai bawah. Setelah tiba di lantai bawah, dia pun melangkah ke taman belakang rumah.
Anna sedikit membelalakkan matanya saat sudah berada di taman belakang. Taman di rumah ini begitu luas dengan berbagai tanaman dan bunga yang menghiasi di sekelilingnya.
Gadis itu pun berjalan mengelilingi taman yang indah. Senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya. Anna memang menyukai bunga, dan di taman ini banyak sekali bunga dengan berbagai macam warna yang indah.
Dari kejauhan Anna mendengar suara gemercik air. Dia pun melangkah mendekati sumber suara itu. Dari kejauhan Anna melihat air mancur yang cukup besar di tengah taman.
Dengan senyum merekahnya gadis itu melangkah cepat dan tidak sabar untuk menghampiri air mancur itu.
Namun, saat kakinya hampir sampai di dekat air mancur, Anna pun berhenti dan melihat Peter sedang duduk di kursi rodanya sambil membaca sebuah buku di tangannya.
Gadis itu pun memutuskan untuk bersembunyi di balik tanaman yang berada di sampingnya. Dia memperhatikan Peter yang sedang serius dengan buku di tangannya. Anna pun mengurungkan niatnya untuk pergi ke air mancur itu dan memilih kembali ke dalam rumah.
Anna pun membalikkan tubuhnya dan siap untuk melangkah pergi. Namun tiba-tiba terdengar suara benda terjatuh di belakangnya. Anna pun kembali membalikkan tubuhnya dan melihat Peter yang sedang berusaha untuk mengambil bukunya yang terjatuh.
Pria tua itu terlihat kesusahan mengambil bukunya. Dia mencoba membungkuk dari kursi rodanya dan menggapai buku yang terjatuh. Namun sayang tangannya tak sampai pada buku itu.
Tiba-tiba sebuah tangan dengan cepat meraih buku itu dan memberikannya pada Peter.
Peter mengangkat wajahnya dan melihat Anna yang berdiri di depannya dengan canggung sambil menyerahkan buku miliknya.
Peter pun menatap Anna dengan datar dan tidak mengambil buku miliknya yang berada di tangan gadis itu.
Anna yang menyadari hal itu dengan perlahan menyerahkan buku milik Peter ke tangan pria paruh baya itu dengan hati-hati.
"Maaf.... Aku permisi" ujar Anna pelan dan membalikkan tubuhnya hendak pergi meninggalkan Peter.
"Ada yang ingin ku bicarakan denganmu!!" ujar Peter tiba-tiba yang membuat Anna terdiam di posisinya.
Dengan perlahan Anna pun kembali membalikkan tubuhnya dan menatap Peter dalam diam.
"Apakah kau yang membujuk Alex untuk tinggal di rumah ini???" tanya Peter.
__ADS_1
Anna terlihat terdiam dan tidak menjawab ucapan Peter. Pria paruh baya itu pun menatap Anna dengan datar,
"Apa kau juga yang membujuknya agar dia bisa berdamai denganku???" tanyanya lagi.
Anna kembali terdiam dan menunduk. Peter menghela nafasnya dan mengangguk pelan.
"Kenapa kau melakukan hal itu?? Apakah kau mencoba untuk menarik simpatiku???" tanya Peter tajam.
Anna pun mengangkat wajahnya dan menatap Peter dalam diam,
"Untuk apa aku harus melakukan semua itu??" tanya Anna pelan.
Gadis itu pun menghela nafasnya dan menatap Peter dengan serius,
"Aku hanya ingin agar Alex mempunyai hubungan yang baik dengan keluarganya. Sejak dulu dia hidup seorang diri, berjuang seorang diri, tidak ada tempat baginya untuk mengadu... Aku ingin Alex mempunyai tempat untuknya pulang. Tempat dimana dia bisa kembali merasakan kehangatan sebuah keluarga..." ujar Anna pelan.
Peter terdiam mendengar ucapan Anna. Dia pun menundukkan wajahnya dan tersenyum sinis.
"Keluarga??? Apakah kau tau, akulah yang menyebabkan Alex menderita sejak dulu... Akulah yang telah membuangnya dari rumah ini" ujar Peter tajam.
Anna menatap Peter dalam dan terdiam untuk beberapa saat,
Gadis itu... Mengapa gadis itu bisa berpikir demikian??? pikir Peter. Bahkan tatapannya terlihat sangat lembut dan tenang saat menatap dirinya.
"Mengapa kau bisa berpikir seperti itu????" tanya Peter.
Anna pun menghela nafasnya dan tersenyum tipis pada pria tua itu,
"Jika kau tidak menyayanginya, kau tidak akan mencarinya dan memaksanya untuk kembali ke rumah ini. Dan.... Mungkin saja sejak dulu kau selalu mengawasinya dan membantunya tanpa sepengetahuan Alex" ujar Anna.
DEG!!!
Peter pun menatap Anna dengan tatapan tidak percayanya. Bagaimana gadis ini bisa mengetahui hal itu?? pikir Peter.
Peter pun menatap Anna dan tersenyum sinis padanya,
"Omong kosong!!!" ujar Peter tajam.
"Aku tau, kau sangat menyayangi Alex. Tidak tau alasan apa yang telah membuatmu harus mengusirnya dari rumah ini. Tetapi... Aku yakin kau sangat menyayanginya dan melakukan itu semua demi Alex" ujar Anna serius.
__ADS_1
Peter pun terdiam dengan ucapan Anna,
"Aku tidak sebaik itu!!!! Apakah kau tau???? Akulah yang telah membuat hidup ayahmu menderita!!! Dan aku juga pernah menyuruh seseorang untuk membunuhnya" ujarnya tajam.
Anna pun menggigit bibirnya dan menatap Peter dalam,
"Aku tau...." bisiknya pelan.
"Jika kita terus berfokus pada masa lalu, itu tidak akan ada habisnya. Hidupku dan Alex sama... penuh dengan sakit hati dan kesepian... Kami sama-sama terlahir dari orang tua yang tidak pernah saling mencintai... Tidak pernah merasakan kasih sayang dari kedua orang tua kami... Yang selalu kami lihat hanya pertengkaran.. Tidak ada tempat bersandar bagi kami..." ujar Anna sambil menahan air matanya.
"Jika memang bisa di salahkan, mungkin aku juga akan menyalahkanmu...." lanjutnya pelan.
"Tapi... Jika aku memposisikan diriku sebagai dirimu, mungkin bisa saja aku melakukan hal yang sama dengan yang kau lakukan.." ujar Anna yang membuat Peter langsung menatap kearahnya.
"Apa maksudmu?" tanya Peter tajam.
Anna pun menghela nafasnya dan menatap Peter,
"Aku tau semua orang tua ingin hidup anak mereka bahagia dan terjamin masa depannya. Semua orang tua punya cara mereka masing-masing untuk membahagiakan anaknya. Dan aku tau, itulah yang telah kau lakukan di masa lalu untuk putrimu..." ujarnya tenang.
DEG!!!
Peter pun menatap Anna dengan tatapan tidak percaya. Mengapa gadis ini seperti bisa membaca segala isi hatinya??? Bahkan dia tidak menganggapnya egois atas segala perbuatannya.
Hanya gadis ini yang bisa berpikir positif pada dirinya. Sejak dulu orang-orang selalu menyalahkannya atas tindakannya, termasuk putri-putrinya dan juga orang-orang di sekitarnya. Tetapi, hanya gadis ini yang bisa mengerti dirinya. Dan Peter pun tidak menyangkal segala perkataan gadis di depannya ini.
Sebenarnya dia tau, caranya dulu itu salah dan telah menyakiti hati putrinya. Tetapi kembali lagi... Semua itu untuk kebahagian putrinya...
Seketika Peter pun menunduk dan merasa malu pada dirinya sendiri. Setetes air mata pun mengalir di pipinya.
'Ya Tuhan, apa yang telah aku perbuat selama ini????' pikir Peter menangis.
Bersambung...
Halo, dukung selalu cerita ini ya jangan lupa kasih like, komen, vote dan gift nya ☺️🥰🙏
Sedikit bingung dan harus mikir keras untuk episode ini, tapi ya syukurlah akhirnya bisa up juga 😁😁
Thank you untuk pembaca setia yang selalu nangkring ngasih like dan komennya.. dan juga vote nya 😘
__ADS_1
I love you full ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️