Gadis Penakluk Pria Dingin

Gadis Penakluk Pria Dingin
Don't Ignore Me!


__ADS_3

Anna mengepalkan tangannya kuat lalu dengan cepat menarik kerah baju Alex agar pria itu menatapnya.


"Aku sedang bertanya padamu Alex!!!" ujar Anna frustasi.


Dia tidak ingin pria ini salah paham padanya dan menjauhinya. Rasanya sangat sesak saat pria itu mengacuhkannya seperti tadi..


Alex yang kaget dengan perlakuan Anna seketika menatap mata Anna dalam sambil menggertakkan giginya kuat.


'Gadis ini!! Dalam sekejap saja membuat tubuhnya bergejolak hebat!!' geram Alex dalam hatinya.


Anna menatap Alex yang masih saja terdiam menatapnya dan tidak menjawab pertanyaannya.


Perlahan Anna pun melepaskan tangannya dari kerah baju Alex, lalu menundukkan wajahnya.


"Lupakan" ujar Anna pelan lalu membalikkan badannya untuk melangkah kembali ke kamarnya.


Namun seketika Alex memeluk tubuhnya dari belakang dengan cepat.


"Maafkan aku.." bisik Alex tepat di telinga Anna.


Anna hanya diam dan menggigit bibirnya mencoba menahan air matanya yang hendak keluar. Ada apa dengannya? kenapa tiba-tiba dia menjadi cengeng seperti ini?? gerutu Anna dalam hatinya


"Aku tidak bermaksud menghindari atau menjauhi mu!! Aku hanya merasa bersalah atas apa yang ku lakukan padamu tadi siang!!" ujar Alex lembut.


"Maafkan aku jika aku membuatmu ketakutan!" lanjutnya memeluk Anna erat.


Setetes air mata jatuh di pipi Anna. Alex dengan perlahan membalikkan tubuh gadis itu untuk berhadapan dengannya.


Seketika matanya terbelalak melihat air mata di pipi Anna.


"Apa kau menangis??" tanya Alex cemas.


Anna tidak bisa menahan lagi tangisnya, dan mulai menangis sesenggukan di depan Alex.


"Dasar kau jahat!! Hiks...." ujar Anna sambil memukul dada Alex.


Alex terlihat merasa bersalah dan bingung melihat Anna yang tiba-tiba menangis di depannya.


"Pukul saja aku jika itu membuatmu merasa lebih baik" ujar Alex menatap Anna lembut.


Setelah puas menangis Anna pun mengelap air mata dan ingusnya menggunakan dasi yang di pakai Alex.


Alex mencoba menahan senyumnya melihat tingkah gadis di depannya itu. Entah mengapa Alex sangat gemas dengan tingkah Anna yang seperti ini.


"Sudah puas menangis nya??" tanya Alex menggoda.


Anna hanya mendelik sinis menatap Alex.


"Ini semua salahmu!!" ujar Anna kesal.


Alex hanya tersenyum mendengar ucapan Anna.


"Apa kau sudah tidak marah padaku??" tanya Alex.


Anna hanya diam tidak menjawab pertanyaan Alex.


"Aku tidak marah padamu" ucap Anna pelan.


"Soal tadi siang... Aku hanya merasa bimbang dengan perasaanku" lanjutnya.


Alex mengernyitkan keningnya mendengar perkataan Anna.


"Bimbang??" tanya Alex tidak mengerti.


Seketika Anna menutup mulutnya dan menatap Alex dengan gugup.


"Bukan apa-apa" ujar Anna cepat.


Dengan cepat Alex menyentuh pipi Anna dengan lembut.


"Apakah kau masih bimbang dengan perasaanmu padaku?" tanya Alex tiba-tiba.

__ADS_1


Anna hanya diam menatap Alex. Dia merasa bingung harus berkata apa pada pria itu.


"Jika aku sedang pergi, apa kau merindukanku?" tanya Alex penasaran.


Entah mengapa tiba-tiba dadanya berdebar menunggu jawaban dari gadis itu.


Anna menundukkan wajahnya,


"A.. Aku tidak tau!" ujar Anna pelan.


"Yang jelas.. Aku tidak suka saat kau mengacuhkanku!" ujar Anna menatap Alex.


Perlahan senyuman muncul di wajah Alex. Walaupun gadis ini terlihat masih ragu dengan perasaanya. Tetapi setidaknya gadis ini memberikan sedikit harapan bagi Alex. Gadis ini tidak menyukai jika dia mengacuhkannya.


Alex harus sedikit bersabar, agar gadis ini sepenuhnya dapat membuka hatinya untuk dia..


"Mana mungkin aku mengacuhkanmu?? Tidak melihatmu sebentar saja, sudah membuatku gila!" ujar Alex dengan lembut menatap Anna.


Anna mengalihkan pandangannya ke samping mencoba menutupi pipinya yang sedikit merona.


"Jangan marah lagi" bujuk Alex lembut.


"Nah.. Sekarang tidurlah, ini sudah sangat larut" ujar Alex membelai lembut pipi Anna.


Anna menganggukkan kepalanya, lalu dengan cepat Alex mencium kening Anna.


CUP!!


"Selamat malam" ujar Alex dengan senyum menggodanya.


Seketika sebuah ide muncul di kepala Anna. Pria ini sering sekali menggodanya. Bagaimana jika sekali-kali dia yang menggoda pria ini? pikir Anna.


Dengan cepat Anna berjinjit dan mencium pipi Alex.


CUP!!!


"Selamat malam!" bisik Anna.


Alex memegang pipinya yang tadi dicium oleh Anna. Sebuah senyuman merekah di bibirnya.


Gadis itu benar-benar sudah mencuri hatinya.


Dia hanya perlu bersabar agar gadis itu bisa membuka hati untuknya..


-


Keesokan harinya Anna bangun cukup pagi. Setelah membersihkan dirinya, Anna melangkahkan kakinya ke lantai bawah.


Bibi Van terlihat sedang menyimpan makanan di atas meja.


"Selamat pagi Bibi" ujar Anna.


Bibi Van menatap kearah Anna lalu membalas senyumnya.


"Selamat pagi Nona" ujarnya.


Anna menatap ke sekelilingnya. Apa pria itu sudah berangkat ke kantor?? pikir Anna dalam hatinya.


Bibi Van yang melihat tingkah Anna seketika tersenyum,


"Nona, Tuan Alex sepertinya belum bangun! Aku sudah mencoba mengetuk pintunya tapi tidak ada respon apapun. Apakah Nona mau membantuku mencoba membangunkannya?? Nanti Tuan bisa terlambat pergi ke kantor" ucap Bibi Van.


Anna terlihat berpikir sejenak mendengar perkataan Bibi Van tadi. Tumben sekali pria itu belum bangun? Mungkin dia benar-benar kelelahan.. pikir Anna.


"Baiklah, aku akan membangunkannya" ujar Anna lalu melangkah kembali ke lantai atas.


Setelah tiba di depan pintu ruangan Alex, Anna menghembuskan nafasnya sejenak. Dia sedikit gugup untuk bertemu pria itu karena perlakuannya yang menggoda Alex semalam.


Perlahan Anna mengangkat tangannya mencoba mengetuk pintu.


Tok... Tok...

__ADS_1


"Alex! Apa kau sudah bangun!" teriak Anna.


Tok... Tok...


"Alex!! Bangun!!" teriaknya kembali.


Sepertinya pria itu masih di dalam kamarnya. Seingatnya letak kamar pria itu cukup jauh dari pintu ini.


Perlahan Anna mencoba membuka pintu itu.


CKLEK!!


Pintunya tidak terkunci!!


Anna perlahan mencoba masuk dan melihat ruang kerja Alex yang masih gelap. Sepertinya pria itu benar-benar belum bangun.


Anna melangkahkan kakinya ke pintu yang berada di sudut ruangan, tempat kamar tidur Alex berada. Anna mengangkat tangannya mencoba untuk mengetuk.


Tok.. Tok...


"Alex!! Ayo bangun!!" teriak Anna.


Anna mengeryitkan dahinya saat melihat pintu kamar pria itu tidak tertutup dengan rapat.


Anna mendorong pelan pintu itu dan mencoba melihat ke dalam.


Terlihat pria itu memang masih bergelut di dalam selimutnya dan belum bangun. Anna melangkahkan kakinya mendekati Alex dan menepuk pundaknya.


"Alex! Ayo bangun! Kau tidak berangkat ke kantor??" ujar Anna.


Terlihat Alex yang masih menutup matanya dan tidak bergerak sedikit pun.


Anna mencoba kembali menepuk pundak Alex lebih keras.


"Alex!! Ayo ban-- akhh!!!" ucap Anna terputus saat dengan tiba-tiba Alex menarik tubuhnya ke pangkuan pria itu.


"Kau!!!! Lepaskan aku!!!" teriak Anna mencoba melepaskan diri dari pelukan Alex.


Namun Alex tidak mendengarkan perkataan Anna dan malah memeluknya dengan erat.


"Sebentar saja!! Biarkan aku memelukmu seperti ini" ujar Alex pelan.


Anna pun berhenti memberontak dan diam dalam pelukan Alex. Anna dapat dengan jelas mendengarkan detak jantung Alex yang berirama di telinganya.


Sudah hampir beberapa menit Alex masih terus memeluk tubuh Anna dalam pelukannya dan tidak ada tanda-tanda dia akan terbangun.


Anna mencoba melepaskan pelukan Alex, namun pria ini tidak ingin melepaskannya.


"Apa kau tidak akan berangkat ke kantor??" tanya Anna kesal.


Alex tidak bergeming dan malah mempererat pelukannya pada tubuh Anna.


"Kau bersiap-siaplah" ujar Alex tiba-tiba.


Anna mendongakkan kepalanya menatap Alex.


"Bersiap-siap??" tanya Anna bingung.


Alex mengarahkan pandangannya pada wajah Anna dan mengusap pipinya lembut.


"Kita akan pergi ke paris hari ini" ujar Alex.


"Paris???"


Bersambung...


Halo dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like dan komennya 👍💬


Bikin episode ini saat otak lagi buntu-buntunya 🥴


Mohon maaf kalau up nya telat dan sedikit. Mohon dimaklumi ya, aku tiap nulis per episode itu dadakan, jadi harus mikir dulu lama, ini harus gimana lagi ya dan bla bla bla... Jadi untuk yang minta crazy up kayaknya nanti dulu deh hehe... Ide nya blum muncul nih 🙏😅

__ADS_1


Doain aja moga otak aku encer biar ada ide lagi untuk episode2 selanjutnya 😁😁🙏🙏


__ADS_2