
Di dalam kediaman keluarga Wijaya terlihat beberapa pelayan tengah sibuk untuk menyiapkan beberapa makanan di atas meja makan.
Terlihat Donna dan Jonas tengah menuruni anak tangga dan bersiap untuk sarapan M.ereka pun duduk dan menunggu putrinya Key untuk turun dari kamarnya.
Donna duduk di samping suaminya Jonas dan merapihkan dasi milik Jonas dengan teliti,
"Jangan terlalu sibuk di kantor, ayah hanya menyuruhmu untuk mengawasi beberapa pekerja dan menerima laporan saja" ujar Donna lembut pada Jonas.
Jonas mengangguk pelan dan menatap istrinya sambil tersenyum,
"Aku tau, kau tenang saja" ujarnya menenangkan.
Terlihat Key pun turun dari kamarnya dan mulai duduk di meja makan. Donna menggeleng pelan saat melihat penampilan Key dengan pakaian minim nya.
"Key, kau ini masih di bawah umur, kenapa pakaianmu seperti itu?? Cepat ganti sekarang!!!" omel Donna.
Key yang mendengar omelan ibunya itu hanya menanggapinya dengan santai,
"Ibu... aku sudah 17 tahun, aku sudah dewasa, aku bebas memilih pakaian mana yang ingin aku pakai! Bukan begitu ayah??" ujar Key santai.
Jonas hanya mendengus pelan dan mencoba menenangkan istrinya,
"Sudahlah sayang, dia sudah cukup dewasa" ujar Jonas.
Donna menghela nafasnya kasar dan mendelik pada Jonas,
"Kau selalu saja memanjakannya, sekarang lihat dia, susah di atur. Huh.... pergaulan di Inggris memang sangat berbahaya" gerutu Donna.
Key mengacuhkan ucapan Donna dan mulai memakan makanannya.
Saat mereka sedang sarapan, tiba-tiba Peter muncul sambil di dorong di atas kursi roda oleh pengawal pribadinya. Donna yang terkejut pun berdiri dan menghampiri Peter.
"Ayah.. Apa yang ayah lakukan?? Bukankah seharusnya ayah istirahat??" ujar Donna khawatir.
Lalu pandangan Donna pun mengarah pada pakaian Peter yang terlihat rapi,
"Kenapa ayah berpakaian seperti ini?? Ayah mau kemana???" tanyanya lagi.
Jonas menghampiri Peter dan menggantikan pengawalnya untuk mendorong kursi roda pria paruh baya itu. Dia pun membawa Peter ke depan meja makan.
Peter terdiam sejenak lalu menatap pada Jonas,
"Hari ini aku yang akan ke kantor" ujar Peter tiba-tiba.
Seketika Donna membelalakkan matanya dan menatap Peter dengan tatapan keberatannya,
"Apa??? Ayah ingin ke kantor?? Tidak!! Ayah harus istirahat di rumah. Lagipula sudah ada Jonas yang mengurus pekerjaan disana" ujar Donna.
Jonas pun mengangguk pelan dan mencoba membujuk Peter,
"Iya ayah, aku yang akan mengurus pekerjaan di kantor. Ayah lebih baik istirahat di rumah" ujarnya membujuk.
Peter terdiam dan menggelengkan kepalanya,
"Aku harus ke kantor hari ini. Ada sesuatu hal yang harus aku lakukan" ujarnya serius.
Donna menatap Peter dengan penasaran,
"Memangnya apa yang ingin ayah lakukan??" tanyanya.
Peter menghela nafasnya dan menatap Donna dengan serius,
__ADS_1
"Aku punya suatu rencana agar Alex bisa kembali ke rumah ini. Dan aku yakin rencana ini pasti akan berhasil" ujarnya.
Donna dan Jonas saling bertatapan dan terdiam sejenak,
"Apa yang ayah rencanakan??" tanya Donna pelan.
Peter tidak menjawab pertanyaan Donna dan memberikan kode pada pengawal pribadinya untuk membawanya pergi,
"Kau akan tau nanti" ujarnya.
Lalu pengawal itu pun membawa Peter keluar dan pergi menuju kantornya.
Donna menghela nafasnya dan terduduk lemas,
"Ayah benar-benar keras kepala. Kuharap dia tidak melakukan hal yang keterlaluan" ujar Donna pasrah.
-
Alex dan Anna sudah masuk ke dalam salah satu wahana bermain terbesar di Jepang. Anna tidak bisa menyembunyikan wajah senangnya dan mulai menarik tangan Alex untuk mulai menaiki beberapa wahana.
"Ayo kita naik itu!!" ujar Anna sambil menunjuk roller coaster di depannya.
Alex terdiam sesaat dan menatap Anna dengan serius,
"Kau yakin ingin naik itu??" tanya Alex memastikan.
Anna dengan cepat mengangguk dan menarik tangan Alex untuk lebih dekat kearah roller coaster itu. Pandangannya mengarah pada orang-orang yang berada di atas roller coaster yang sedang melaju kencang.
"Akkkhhh"
Terdengar teriakan orang-orang yang berada di atas sana. Seketika Anna terdiam dan kembali menarik tangan Alex menjauhi roller coaster itu.
Alex yang sadar dengan perubahan wajah Anna seketika menahan tangan gadis itu,
"Kenapa??? Apa kau takut??" tanya Alex pelan.
Anna menggigit bibirnya dan mengangguk pelan. Alex tidak bisa menahan senyumnya dan mengusap pipi gadis itu dengan gemas.
"Baiklah, ayo kita cari permainan yang lain" ujar Alex menenangkan.
Alex pun menggenggam tangan Anna dan mulai mengajak gadis itu ke tempat lain.
Alex mengajak Anna memasuki wahana Jurassic Park. Mereka mulai menaiki perahu dan menjelajah ke dalam wahana yang di penuhi oleh dinosaurus robot itu.
Anna menggenggam tangan Alex dan berteriak saat melihat salah satu dinosaurus. Alex merangkul tubuh Anna dan memeluknya saat air menyiram tubuh mereka.
Setelah keluar dari wahana itu, tubuh mereka sedikit basah. Anna tersenyum senang dan sama sekali tidak menghiraukan bajunya yang basah.
Seketika pandangan Alex mengarah pada baju Anna yang basah dan memperlihatkan lekuk tubuhnya. Alex menggertakkan giginya kuat saat beberapa pria tidak sengaja mengarahkan pandangannya pada kekasihnya itu.
Dengan cepat Alex melepas jasnya dan memakaikannya di tubuh Anna,
"Pakai ini" ujar Alex menahan kekesalannya.
Rasanya dia ingin memukul para pria tadi dan menghajar mereka tanpa ampun. Tetapi Alex sadar ini di tempat umum, dia tidak ingin mencari keributan disini.
"Ayo kita cari pakaian ganti untukmu" ujar Alex.
Setelah menemukan pakaian untuk Anna. Anna pun bergegas mengganti pakaiannya. Begitu juga dengan Alex.
Alex menatap Anna yang telah berganti pakaian dengan gaun selutut berwarna hitam. Gadis itu terlihat sangat cantik dan mempesona.
__ADS_1
Alex juga telah mengganti kemejanya dengan kemeja berwarna senada dengan Anna.
Pria itu menggenggam tangan Anna dan mengecupnya pelan,
"Kau sangat cantik... Aku tidak rela jika ada pria lain yang menatapmu disini" ujar Alex.
Anna pun tersenyum dan menatap Alex dengan lembut,
"Tapi aku masih ingin bermain disini.." ujar Anna.
Alex pun menghela nafasnya dan mendekatkan wajahnya pada Anna,
"Baiklah, dengan satu syarat" ujar Alex.
Anna pun mengernyitkan keningnya dan menatap Alex dengan penasaran,
"Cium aku" ujar Alex tiba-tiba dengan seringainya.
Seketika Anna membelalakkan matanya dan mendengus kesal,
"Kau curang!!! Bukankah kau sudah berjanji mengajakku kesini" protes Anna.
"Iya, tetapi melihat tatapan pria-pria brengsek disini membuatku berubah pikiran" ujar Alex kesal.
Anna pun menghela nafasnya pasrah,
CUP!!!
Dengan cepat Anna pun mencium pipi Alex,
"Sudah!! Ayo kita main lagi!!!" ujar Anna kembali menarik tangan Alex.
Alex pun tersenyum puas dan kembali menggenggam tangan Anna. Kali ini dia akan membiarkan gadis itu bermain sampai puas. Walaupun dia tidak suka dengan tatapan para pria yang selalu melirik pada kekasihnya itu.
Tetapi Alex juga tidak menyadari bahwa tatapan beberapa wanita disana juga sejak tadi selalu melirik padanya.
Saat mereka hendak masuki wahana selanjutnya, tiba-tiba handphone Alex bergetar di dalam sakunya. Dengan cepat pria itu mengambil handphonenya dan melihat nama Harry tertera disana.
"Hallo Harry, ada apa???" tanya Alex.
Harry terdiam sejenak dan terdengar sedikit gugup,
("Tu... Tuan, ada sedikit masalah di perusahaan.....") ujar Harry panik.
("Sepertinya Tuan harus kembali secepatnya....") lanjutnya.
Bersambung....
Keep support this story ya, jangan lupa kasih like dan komen yang banyak ☺️
Lagi buntu nih otak 😩
Butuh booster dari pembaca hehe,
Yah... doain otak author abal-abal ini selalu encer ya..
Pengen banget nulis cerita baru, tapi takut nanti cerita ini terabaikan 😅
Jadi kita fokus dulu sama cerita ini ya...
Makasih buat yg selalu setia menunggu update an nya 🙏❤️
__ADS_1