
Gadis itu menutup matanya dan menghirup udara malam yang meniup wajahnya.
GREP!!!!
Tiba-tiba seseorang memeluk tubuhnya dari belakang dengan erat,
"Maafkan aku....." bisik orang itu di telinga Anna.
Anna menutup matanya dan merasakan hembusan lembut nafas Alex di lehernya. Pria itu mengecup lehernya cukup lama.
Anna pun membalikkan tubuhnya dan menatap wajah Alex yang juga menatapnya sangat dalam. Pria itu mengangkat satu tangannya dan menyentuh lembut pipi Anna.
"Apakah perkataan ku menyakitimu??" tanya Alex hati-hati.
Anna pun tersenyum dan menyentuh tangan Alex yang berada di pipinya sambil menggeleng pelan,
"Tidak Alex... Seharusnya aku yang meminta maaf..." ujar Anna pelan.
"Aku tidak tau sesakit apa luka di hatimu... Aku hanya bisa berkata padamu untuk melupakannya tanpa aku tau bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya.. Aku tau kau pasti masih trauma dan sakit hati dengan masa lalumu... Maafkan aku.." ujar Anna merasa bersalah.
Alex pun mengangkat wajah gadis itu dan menatapnya dalam,
"Tidak Anna, aku tau maksudmu itu baik. Kau ingin aku hidup tenang tanpa ada dendam di hatiku dan ingin aku menjalin kembali hubungan baik dengan keluargaku..." ujar Alex lembut.
"Dan... Mungkin kau benar... Aku memang harus mencoba melupakan masa laluku dan memulai hidup yang baru" lanjutnya.
Anna pun menatap mata Alex dengan tatapan tidak percayanya. Apakah pria ini benar-benar ingin melupakan masa lalunya??? pikir Anna dalam hatinya.
"Kau... serius????" tanya Anna pelan.
Alex pun tersenyum dan mengangguk pada Anna,
"Aku sudah memutuskannya... Aku ingin lembaran hidup yang baru, dimana tidak ada lagi rasa dendam dan kebencian. Dan... hidup dengan tenang bersamamu" bisik Alex sambil menatap Anna dalam.
"Terimakasih Anna... Kau telah berhasil mengalahkan egoku dan membuatku sadar" lanjutnya.
Anna pun tidak kuasa menahan air matanya dan memeluk pria itu dengan erat.
"Aku sangat bangga padamu Alex. Kita akan melewatinya bersama-sama" ujar Anna pelan.
Alex pun membalas pelukan Anna dan menenggelamkan wajahnya pada leher gadis itu. Menghirupnya dalam, dan dengan sekejap perasaannya pun menjadi tenang dan hangat.
"Aku mencintaimu" bisik Alex di telinga Anna.
Anna menenggelamkan wajahnya pada dada Alex dan tersenyum dalam tangisnya. Dia tau hal itu pasti sangat berat bagi Alex. Namun, dia tidak menyangka Alex akan berusaha dan mencoba melupakan masa lalunya yang kelam itu.
__ADS_1
Tapi, itu semua juga demi kebaikan Alex. Anna tidak ingin hidup Alex di penuhi dengan luka dan dendam yang tak berkesudahan pada keluarganya sendiri. Dia ingin Alex kembali bersama dengan keluarganya dan menjalin hubungan yang baik. Karena merekalah orang-orang terdekat Alex saat ini.
Anna juga yakin mendiang orang tua Alex tidak menginginkan putranya hidup dalam dendam yang akan menyakiti dirinya sendiri.
Alex pun melepaskan pelukannya dan menghapus air mata di pipi Anna dengan lembut.
"Maafkan aku karena telah membuatmu menangis" ujar Alex merasa bersalah.
Anna pun menggeleng pelan,
"Aku hanya terharu saja" ujar Anna pelan.
Alex menyelipkan rambut Anna ke belakang telinganya dan menatap gadis itu sangat dalam. Mereka saling bertatapan dalam diam, merasakan degupan jantung keduanya yang berdegup begitu kencang.
Perlahan Alex mendekatkan wajahnya pada wajah Anna. Tatapannya mengarah pada bibir merah muda Anna yang langsung membuat gejolak di dalam tubuhnya meningkat.
"Aku ingin menciumnya..." bisik Alex dengan suara seraknya.
Anna hanya mematung sesaat dan mulai menutup matanya,
CUP!!!
Alex pun menempelkan bibirnya pada bibir Anna. Tangannya meraih tengkuk gadis itu dan tangan satunya lagi merangkul pinggang Anna dengan lembut.
Perlahan dia membuka mulutnya dan ******* bibir gadis itu dengan pelan dan dalam.
Bibir gadis ini bagaikan candu baginya. Sekali dia menciumnya, rasanya Alex tidak ingin melepaskannya.
******* Alex pun semakin dalam dan bertempo cepat. Gairah di dalam tubuhnya semakin meningkat dan membuat seluruh tubuhnya terasa panas.
Alex menggigit pelan bibir bawah Anna dan membuat gadis itu melenguh dan membuka mulutnya. Anna pun mulai membalas ******* Alex. Ciuman mereka semakin panas dan sedikit tidak beraturan.
Tangan Alex membawa tangan Anna untuk merangkul lehernya dan pria itu pun dapat dengan leluasa memperdalam ciumannya.
Dari dalam kamarnya di lantai 2, Key berjalan kearah balkon dan ingin melihat pemandangan di luar. Tatapannya tiba-tiba mengarah pada balkon di lantai 3 dimana Alex dan Anna sedang berciuman panas disana.
DEG!!
Seketika Key merasakan hatinya bagai di hantam oleh batu yang sangat besar.
Sakit dan sesak...
Key pun membalikkan wajahnya enggan untuk melihat adegan itu lagi. Dia pun menutup pintu balkon dengan keras dan berlari ke atas tempat tidur.
Dia menenggelamkan wajahnya di atas bantal dan menangis. Sial!!! Kenapa dia harus melihat adegan tadi!! Tidak cukupkah pria itu menyakitinya?? pikir Key sedih.
__ADS_1
Apakah dia salah jika mencintai sepupunya sendiri yang sudah memiliki seorang kekasih??? tanyanya dalam hati.
Key tau itu semua salah, tetapi hati tidak bisa memilih kemana dia akan berlabuh. Dan hatinya jatuh pada Alex saat pertama kali mereka bertatap muka. Dia tidak bisa menghiraukan perasaannya...
Setelah cukup lama menangis, Key pun bangkit dan menghapus kasar air matanya. Dia melangkah kearah lemari dan mengganti pakaiannya.
Mungkin dia butuh udara segar dan sedikit hiburan untuk mengobati patah hatinya.
Setelah selesai berganti pakaian, Key pun berjalan keluar dan menuju lantai bawah. Saat di bawah dia berpapasan dengan seorang pelayan yang biasa melayaninya.
"Nona... Nona akan pergi kemana??" tanyanya sambil melihat pakaian Key yang cukup terbuka.
Key terlihat acuh dan melewati pelayan itu. Dengan cepat pelayan itu mengejarnya dan menghalangi pintu.
"Nona, kau tidak boleh keluar malam-malam seperti ini!! Memangnya Nona akan kemana?? Apakah Nona sudah izin pada Nyonya Donna???" tanya pelayan itu.
Key menatap pelayan itu dengan tajam,
"Aku hanya keluar sebentar!!" ujarnya kesal.
Pelayan itu terlihat sedikit takut namun masih menghalangi pintu.
"Tapi... Apakah Nona...." ujarnya terpotong saat Key mendorong tubuhnya dari depan pintu.
BRUK!!!
"Kau ini berisik sekali!! Ingat kau hanya seorang pelayan disini!! Kau tidak berhak mengaturku!!!!" geram Key lalu membuka pintu dan pergi.
Pelayan itu tersungkur di atas lantai sambil meringis menatap kepergian Key. Gadis itu memang keras kepala, pikirnya. Pelayan itu pun bangkit dan hendak melapor pada Donna dan juga Jonas
Disisi lain sepasang kekasih masih terlihat menikmati ciuman panas mereka di atas balkon. Alex menuntun tubuh Anna untuk masuk ke dalam kamar tanpa melepaskan ciuman mereka.
Setelah masuk, Alex pun menendang pintu balkon sampai tertutup dengan cukup keras. Alex semakin memperdalam ciumannya dan tanpa disadari hal itu membuat tubuh mereka menabrak tepi ranjang dan membuat keduanya terjatuh di atas tempat tidur.
BRUK!!
Anna yang menyadari hal itu seketika mendorong dada bidang Alex untuk melepaskan ciuman mereka.
"Alex....." bisik Anna di bawah tubuh Alex dengan nafas yang tak beraturan.
Pria itu berada di atas tubuhnya dan menatap wajah Anna dengan tatapan penuh makna.
Anna pun menelan ludahnya dengan susah payah. Gawat.. Pria ini pasti sudah sangat bergairah... pikirnya cemas.
Bersambung..
__ADS_1
Halo, dukung selalu cerita ini ya, jangan lupa kasih like, komen, vote, hadiah dan lainnya sebanyak-banyaknya 🤭🤗
Terimakasih 🙏❤️😘