Hati Yang Tersakiti

Hati Yang Tersakiti
Bab 100


__ADS_3

Setelah drama di mol yang membuat semua pengunjung mol dibuat haru dan salah paham dengan pertemuan antara Kemal dan Fairi yang mereka pikir adalah syuting semuanya telah berakhir karena orang yang harusnya bertemu dengan Fairi masih menunggu dan dia bisa melihat adegan antara Fairi dan putranya, sehingga orang itu menghubungi balik Sabrina dan ingin melanjutkan pertemuannya karena dia telah melihat adegan pertemuan ibu dan anak yang mengharukan.


"Maafkan saya pak karena membuat anda menunggu dan harus menunda pertemuan."


Fairi meminta maaf dan melakukan pertemuan bisnis dengan Kemal yang nempel pada dirinya serta tak mau lepas.


"Tidak apa bu Laras, maaf aku harus memanggil anda apa karena ternyata anda masih sangat muda." jelas orang itu dan Fairi tersenyum.


"Anda boleh memanggil saya seperti saat ini anda lakukan." pinta Fairi dan tersenyum.


Dari tempat duduk yang sedikit jauh Sri Wati menghubungi Amrita dan memintanya untuk datang ke restoran Cina karena drama ibu dan anak telah selesai.


Setelah membujuk nyonya Tias untuk menunggu Kenan sambil berbincang dengan temanya akhirnya Amrita berhasil membawah nyonya Tias yang khawatir dengan cucunya itu setuju untuk datang ke restoran Cina.


"Rita di sini..." Sri melambaikan tangannya


"Salam Tante, apakah Tante masih ingat dengan saya. Saya Sri Wati teman kerja Fairi dulu." Sri Wati mengenalkan diri pada Tante Tias.


"Bagaimana, apakah semuanya berhasil?" Amrita bertanya pada Sri Wati karena tadi dia tak tau bagaimana pertemuan antara Fairi dan Kemal.


"Mama Fa..." Arumi berteriak dan menunjuk pada Fairi yang duduk tak jau di ruang vip.


Mendengar itu nyonya Tias menoleh kearah yang ditunjuk oleh Arumi dan seketika itu nyonya Tias menangis karena merasa terharu dan tak percaya melihat putrinya yang sudah meninggal lama sekali sedang duduk dengan sehat dan sedang memangku cucunya.


"Fairi..." Nyonya Tias berdiri hendak menghampiri Fairi.


"Tahan ma, dia masih ada pertemuan dengan rekan bisnisnya. Dan mama juga tak akan bisa mendekat karena dia sedang dijaga dengan ketat." Kenan yang baru sampai menahan mamanya


"Kau sudah datang Ken, dia beneran Fairi kan. Dia masih sehat dan terlihat sangat cantik, dia benar - benar Fairi Kam Ken." Nyonya Tias menangis di pelukan Kenan.


"Iya dia Fairi. Kita tunggu sampai dia selesai." Kenan membawah mamanya duduk lagi.


"Kamu sudah tau kalau Fairi telah kembali." Nyonya Tias bertanya dan menatap Kenan.


"Hem, Ken sudah tau sejak 1 bulan yang lalu. Dan dia adalah Sri Wati teman dan juga orang yang selama ini menjaga Fairi bersama dengan keluarganya." jelas Kenan dan Sri tersenyum.

__ADS_1


"Ya Allah...terima kasih, kau sungguh orang yang baik, lalu siapa jasad yang kau bawah pulang dulu." Nyonya Tias merasa bingung.


"Ceritanya sangat panjang ma, kita ceritakan di rumah karna papa juga punya cerita untuk itu. Sebaiknya sekarang kita pulang dulu dan biarkan Arman bersama dengan mamanya, karena dia tak kan mau pisah dengan mamanya kalau melihat dia yang seperti itu" jelas Kenan dan membawah mamanya pulang.


"Aku senang melihat Fairi, senyum yang dia lemparkan tak ada lagi beban. Dia memang merindukan putranya, tapi alasan dia tak mau bertemu aku juga bingung." Sri bergumam menatap Fairi yang sedang berbincang dengan seseorang dengan santai.


Tak terasa 45 menit berlalu Fairi berbincang dan makan bersama dengan mitra bisnisnya, sampai membuat Kemal terlelap sambil memeluk Fairi dan menyembunyikan wajahnya dileher Fairi.


"Sepertinya anda dan putra anda sangat dekat, dan sepertinya anda adalah tempat ternyaman untuknya." ucap orang itu melihat Kemal yang tadi duduk sendiri karena makan dan kembali lagi menyusup pada pelukan Fairi.


"Ya karena dia putra saya satu - satunya." Fairi menjawab dengan tersenyum dan memeluk Kemal.


"Baiklah, saya setuju dengan anda dan semuanya akan saya wakilkan pada asisten saya nanti, kita akhiri sampai di sini karena putra anda seperti sangat lelah" ucap orang itu dan mereka pun berpisah.


"Boo..." Fairi menggoyang tubuh Kemal namun bukannya bangun Kemal malah semakin memeluk erat pada Fairi


"Biar saya yang gendong Bu." seorang pria berjas hitam menawarkan diri.


"Tak perlu pak, biar saya bawah sendiri." Fairi bangun dengan susah dan berjalan sambil menggendong Kemal yang tertidur.


"Terima kasih untuk kalian berdua."


"Tak masalah, aku senang melihat mu tersenyum tanpa beban begitu. Baiklah, aku akan pulang sendiri nanti karena aku masih ada pertemuan dengan dia, dan tolong jangan bilang apa pun pada paman ok." Sri Wati menjawab dan bangun dari duduknya.


"Aku tinggal dulu ya, bay Rit, bay Fa..."


"Baiklah, aku juga balik dulu kamu hati - hati ya" Amrita pun pamit pada Fairi


"Dada mama Fa..." Arumi melambaikan tangan pada Fairi dan Fairi mengusap kepala Arumi dengan lembut.


Selama dalam perjalanan pulang Kemal tak lepas dari mamanya, bahkan didalam alam bawah sadarnya Kemal seolah tak ingin terpisah dari mamanya lagi. Kemal terus memeluk Fairi selama perjalanan sampai mereka sampai di rumah.


...💔💔💔...


"Apa maksud papa? Jadi papa sudah tau sejak 1 tahun lalu dan tak menceritakan apa pun pada mama, bahkan papa pura - pura kalau Fairi meninggal saat jasad wanita lain dibawah pulang ke rumah hah?! Dan kau juga Ken, kau sudah mengetahui kalau Fairi masih hidup dan sudah kembali sejak 1 bulan lalu tapi kau pura - pura tak tau dan membiarkan cucuku menderita dan menangis dengan sedih. Kalian benar - benar egois."

__ADS_1


Nyonya Tias marah saat dia tau kalau suaminya ternyata sudah mengetahui kalau Fairi tak meninggal sejak 1 tahun lalu, namun tetap saja berpura - pura kalau Fairi telah meninggal.


"Aku tak habis pikir pada kalian berdua, kalian telah mempermainkan perasaan ku dan juga cucuku yang tak berdosa, kalau Arman tak bisa merasakan kehadiran Fairi kalian mau sampai kapan merahasiakan ini semuanya hah?!"


"Ma, mama tenang dulu, papa melakukan ini juga semuanya atas permintaan Fairi yang waktu itu dia sedang dalam masalah yang tak memungkinkan." jelas tuan Bram pada istrinya.


"Ya semua adalah permintaan Fairi ma. Dan kami tak punya pilihan." Kenan juga ikut bersuara.


...💔💔💔...


Di rumah Fairi dia menidurkan Kemal di kamarnya dan tidur sambil memeluk putranya yang telah 1 tahun lebih terpisah darinya. Fairi mengusap wajah putranya dengan lembut.


"Kau sudah semakin besar sekarang, apa papamu menjaga dan merawat mu dengan baik."


Setelah puas melihat wajah putranya Fairi ikut terlelap dengan memeluk tubuh putranya itu. Dan Kemal pun semakin menyusup kedalam pelukan mamanya.


"Sabrina bagaimana hasil pertemuannya apa berjalan lancar." tuan Sujono bertanya pada Sabrina saat dia datang.


"Tuan Jono, semuanya berjalan dengan lancar. Dan mereka bersedia untuk menjadi saksi serta bekerja sama dengan pihak kami, yang sempat dibatalkan." jawab Sabrina.


"Kenapa begitu, apa ada masalah?" Tuan Sujono yang duduk di sofa bertanya dan menatap Sabrina serta Anita bergantian.


"Tidak tuan, awalnya non Ayu meminta pada kami untuk membatalkan pertemuan dan menundanya untuk besok, pihak mereka sempat marah dan tak mau. Tapi setelah pihak mereka melihat dan menyaksikan pertemuan antara non Ayu dan putranya mereka memutuskan untuk melanjutkan pertemuan dan pihak mereka mau menunggu." jelas Anita.


"Putranya Laras, itu artinya mereka telah bertemu." Tuan Sujono menatap Sabrina dan Anita.


"Benar, dan sekarang mereka sedang istirahat di kamar. Sepertinya putra non Ayu memiliki kepekaan yang berlebih untuk non Ayu, karena setelah menerima panggilan telepon non Ayu segerah lari ke ruang informasi dan berbicara dengan aneh yang sepertinya memberikan petunjuk pada putranya, lalu menyanyikan lagu sambil berjalan dan akhirnya mereka bertemu." Sabrina menceritakan dengan sangat antusias dan Anita mengangguk.


"Benar tuan, seperti adegan di film dan drama." sahut Anita


Didalam kamar Kemal terbangun dan dia tersenyum karena melihat wajah mamanya saat dia bangun, perlahan Kemal bangun dan pindah menggunakan perut mamanya sebagai bantal sambil memeluknya dengan erat.


"Mama..."


Kemal kembali terlelap dan merasakan kenyamanan didekat mamanya, serta perut Fairi merupakan tempat ternyaman bagi Kemal sehingga dia kembali terlelap lagi.

__ADS_1


__ADS_2